Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 65


__ADS_3

" Percayalah mas, aku mencintai mu. Aku sangat mencintai mu, " ucap Vita yang langsung mengalungkan kedua tangan nya di leher Randy dan mencium bibir Randy.


Randy melepaskan tangan nya dari handle pintu kamar, kemudian merengkuh pinggang Vita dan membalas Ciuman dari Vita. Saat merasa pasokan oksigen mulai menipis, mereka mengakhiri ciuman mereka lalu menghirup oksigen sebanyak banyak nya.


Saat pernapasan Vita sudah kembali normal, Ia kembali mengalungkan kedua tangan nya di leher Randy dan menatap lekat kedua mata Randy.


" Sayang percayalah, aku tidak membohongi mu. Saat ini, hanya kamu yang ada di hati ku. Aku mencintaimu, sangat mencintai mu. Aku telah melupakan rasa yang pernah ada untuk diri nya sesaat setelah kita melaksanakan akad nikah. Jadi, aku mohon kamu jangan pernah seperti ini lagi ya. Meskipun, aku senang karena kamu cemburu. Tapi, aku juga takut jika kamu tidak bisa mengontrol emosi kamu seperti tadi dan akan ada yang menjadi korban. Contoh nya aja, handphone kesayangan ku yang di berikan ayah sebagai hadiah ulang tahun ku, " ucap Vita dengan tatapan sendu.


Randy menatap dalam kedua mata Vita, melihat apakah ada kobohongan di sana. Namun, Ia gak melihat sedikit pun kebohongan di mata Vita, membuat hati nya mulai tenang kembali dan amarah nya pun hilang.


Randy langsung merengkuh vita ke dalam pelukan nya dan memeluk Vita dengan erat. Entah kenapa, Ia merasa sangat bahagia karena Vita benar benar sangat mencintai nya dan sudah melupakan Alfian. Vita membalas pelukan Randy dan memeluk Randy dengan erat.


" Alhamdulillah mas Randy percaya sama aku. Jika tidak, sia sia aja perjuangan dan pengorbanan aku selama ini. Tapi, apa sih isi pesan dari Alfian sampai mas Randy marah besar. Besok, aku harus tanya langsung sama Alfian, " gumam Vita dalam hati.


" Mas, handphone aku kan udah kamu hancurkan. Lalu, apa aku gak akan dapat handphone baru dari kamu?, " tanya Vita manja.


Randy tertawa lalu melepaskan pelukan nya. Ia merasa gemas sekali dengan istri nya ini. Randy mencubit gemas kedua pipi Vita lalu kembali memeluk Vita.


Randy gak menyangka hidup nya saat ini jauh lebih berwarna. Ia berfikir, menikah dengan Vita akan membuat hidup nya menderita karena menikah dengan seseorang yang tidak di cintai nya. Tapi kenyataan nya, Vita jauh lebih bisa membuat dia merasa lebih bahagia dari pada saat dulu bersama Clara.


" Clara, maafkan aku. Mungkin aku gak bisa menepati janji ku pada mu. Vita terlalu baik untuk aku sakiti, " gumam Randy dalam hati.


Randy melepaskan pelukan nya lalu mengajak Vita duduk di tepi tempat tidur.


" Kamu ingin handphone merk apa? Aku akan minta Rei membelikan nya nanti setelah pulang dari kantor, " tanya Randy.


" Yang sama seperti handphone aku aja mas, " jawab Vita.


" Baiklah, aku akan minta Rei beli dengan merk yang sama tapi yang keluaran terbaru, " ucap Randy.


" Ah, gak usah mas. Yang keluaran terbaru pasti mahal, aku gak mau. Buat aku, bisa untuk nelpon dan chat group dengan teman sekelas udah cukup. Sayang uang nya mas, kalau beli yang mahal. Lebih baik di tabung dari pada mubazir begitu, " tolak Vita.


" Dasar kamu ini ya. Kamu lupa suami kamu ini punya banyak uang. Kalau hanya sekedar handphone, gak masalah buat aku, " ucap Randy.


" Iya aku ingat kalau suami aku itu kaya raya, punya banyak uang. Tapi jangan boros juga, " balas Vita.


" Aku itu ingin manjain kamu, apa salah nya kalau kamu terima aja pemberian suami mu ini. Selalu aja kamu itu mendebat omongan aku, " ucap Randy kesal.


" Baiklah, kali ini aku terima. Jangan kesal lagi ya suami ku tersayang, " Rayu Vita.


" Nah gitu dong dari tadi. Yaudah sebentar aku telpon Rei, " balas Randy lalu mengambil handphone nya yang ada di atas meja samping tempat tidur.

__ADS_1


Randy mencari nomor Rei lalu menghubungi nya. Setelah panggilan terhubung, Randy langsung memerintahkan Rei membelikan handphone dengan merk yang sama dengan handphone Vita yang Ia hancurkan namun yang keluaran terbaru dan harus di antar langsung ke rumah Djaya malam ini juga. Rei mengiyakan perintah atasan sekaligus sahabat nya itu. Setelah itu, mereka mengakhiri panggilan telpon mereka.


Randy meletakkan kembali handphone nya ke atas meja. Setelah itu, Randy menyuruh Vita untuk tidur sejenak sambil menunggu waktu makan malam tiba.


Vita menuruti perintah Randy dan merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur. Setelah itu, Randy juga menyusul Vita merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur lalu menarik tubuh Vita untuk mendekat ke arah nya dan memeluk erat tubuh Vita.


Randy dan Vita terlelap tidur dengan saling memeluk erat satu sama lain.


****


Sore nya, Vita terbangun lebih dulu. Ia membuka mata nya dan melihat Randy tertidur sambil memeluk diri nya. Vita mencoba memindahkan tangan Randy yang sedang memeluk diri nya dengan perlahan agar Randy tidak terbangun.


Baru aja tangan Randy terangkat sedikit, Randy malah terbangun dan mempererat pelukan nya.


" Kamu mau kemana, emm?, " tanya Randy dengan suara serak khas bangun tidur dan mata yang masih terpejam.


" Aku mau bangun dan mandi mas, ini udah sore, " jawab Vita.


" Sebentar lagi, aku masih ingin memeluk mu, " balas Randy.


" Tapi nanti kalau aku mandi terlalu sore, aku bisa demam lagi mas, " ucap Vita.


Randy refleks membuka mata nya saat mendengar kata demam. Ia gak ingin Vita sakit lagi. Lalu, Randy melepaskan pelukan nya dan membiarkan Vita pergi mandi.


" Iya sayang ku, cinta ku, suami ku, belahan jiwa ku, separuh nafas ku, " balas Vita tersenyum menggoda.


Randy tersenyum mendengar ucapan Vita. Ia langsung bangun dan menarik tangan Vita saat Vita sedang berjalan menuju ke kamar mandi. Vita terjatuh di atas tubuh Randy dan Randy langsung memeluk erat tubuh Vita.


" Kenapa kamu suka sekali menggoda ku hari ini? Sepertinya, kamu ingin sekali menjadi menu makan malam ku malam ini, " tanya Randy dengan senyum menggoda.


" Ah eh, bukan begitu mas. Aku cuma itu, emm, " ucap Vita terbata bata.


" Kalau ngomong yang jelas sayang, jangan terbata bata seperti itu, " ucap Randy menggoda.


" Ah mas,lepasin aku ya. Biarkan aku pergi mandi, " balas vita mengalihkan pembicaraan.


" Baiklah. Ayo, kita mandi, " ajak Randy.


" Kita?, " tanya Vita terkejut.


" Iya kita. aku dan kamu mandi bersama sekarang, " jawab Randy dengan menaik turun kan alis nya dan tersenyum menggoda.

__ADS_1


" Ta..tapi mas, " Ucap Vita gugup.


Vita takut jika mereka mandi bersama, bisa bisa akan melakukan hal yang lebih dari sekedar mandi.


" Aduh bagaimana ini. Kalau mandi bersama, aku takut mas Randy akan meminta hak nya dan aku gak bisa menolak. Dosa besar aku menolak suami ketika meminta hak nya. Ayo Vita, berfikir, " gumam Vita dalam hati.


" Aku mandi sendiri aja ya mas. Aku malu kalau kita mandi bersama, Please, " pinta Vita.


" Kenapa harus malu. Aku juga udah lihat semua nya, bahkan menyentuh setiap jengkal tubuh mu. Ayo lah, kita mandi bersama ya sayang, " goda Randy.


" Dasar mesum, " ucap Vita kesal.


" Ayo lah sayang ku, istri ku. Hanya mandi bersama, kamu gak mau turuti permintaan ku?, " ucap Randy dengan nada yang di buat buat sedih.


Vita menghela nafas nya dan menatap wajah Randy yang kini terlihat sedih.


" Baiklah, tapi hanya mandi aja, " balas Vita.


Randy tersenyum kemenangan. Ia melepaskan pelukan nya dan membiarkan Vita bangun. Setelah itu, Randy berdiri dan langsung menggendong Vita berjalan menuju ke dalam kamar mandi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like and vote nya ya akak. jangan cuma comment "lanjut" aja ya.


__ADS_2