
Tett... Tett.. Tett..
Bel istirahat berbunyi. Terdengar suara kehebohan dari para murid murid ditiap kelas, tak terkecuali kelas XIIipa1. Pak Anwar menghentikan proses belajar mengajar nya dan berpamitan kepada murid murid. Lalu dijawab ucapan terima kasih oleh mereka.
Para murid beranjak dari tempat duduk nya menuju ke kantin sekolah. Pelajaran fisika yang diajarkan oleh pak Anwar, membuat kepala pusing dan lapar tentunya.
" Vit, lo hari ini bawa bekal?, " Ayu bertanya kepada Vita, kebetulan memang mereka satu meja di kelas.
" Gak Yu. Gue gak bawa bekal. Gak sanggup masak tadi pagi, badan gue pegel pegel. " jawab Vita sambil membereskan buku buku pelajaran nya.
" Ok, kita ke kantin aja. Nanti gue traktir, "ajak Ayu yang sudah berdiri ingin pergi ke kantin.
" Ayukk. Tapi, nanti gue bayar sendiri aja. Gak enak lo traktir terus, malu gue, " tolak Vita dan dijawab anggukan oleh Ayu.
" Momsky yuk kita ke kantin, cepetan. Cacing cacing di perut gue udah pada menabuh gendang peperangan nihhh, " ajak Fabian.
Semua anak anak di kelas tertawa mendengar kata kata Fabian yang memang kadang kadang diluar batas normal.
Mereka berjalan beriringan ke kantin, diikuti oleh anak anak lainnya. sesampainya dikantin, mereka mencari meja yang kosong yang bisa menampung Vita cs. Maklum aja, anak anak gak mau pisah dari momsky dan popsky mereka.
" Momsky mau pesan apa? Biar gue traktir. Apa aja yang mau momsky makan, nanti gue yang bayar, " Fabian memulai jurus rayuan nya.
" Makasih Fabian, tapi gal deh. Nanti, gue bayar sendiri. Tolong pesan kan aja ya, gue gak sanggup kalau lama lama antri disana, " tolak Vita halus sambil mengeluarkan uang dari dompet nya.
" Woiii, masih aja lo modusin momsky. gak takut di sleding popsky lo?, " sindir Vira.
Fabian yang di sindir cuma cengengesan aja. Ia tau, kalau rayuan gombalan nya akan ditolak oleh Vita.
" Yaudah deh lo sama Reno, Aldo dan popsky yang pesan kan. Kami yang perempuan nunggu syantik disini. Keburu bel masuk, cepetan. Menu nya seperti biasa ya, " ucap Vira.
Fabian, Reno, Aldo dan Alfian pun beranjak dari kursi nya menuju tempat ibu kantin untuk memesan makanan.
__ADS_1
Baru aja dua langkah Alfian melangkahkan kaki nya, Ia berbalik lagi dan bertanya ke Vita menu apa yang ingin dia pesan. Karena selama ini Vita selalu membawa bekal, jadi gak pernah makan makanan kantin.
" Vit, lo mau makan apa?, " tanya Alfian.
Vita yang lagi asyik cerita dengan Ayu, Vira dan Ririn pun menoleh kearah Alfian.
" Bakso aja, terus minum nya aq*a. Emmm, terima kasih Fian, " jawab Vita tersenyum.
Alfian pun membalas senyuman Vita, lalu pergi menyusul Aldo dan yang lain nya.
Setelah kepergian Alfian, Vira menarik tangan Vita agar sedikit lebih maju kearah nya karena mereka duduk bersebrangan. Begitu juga dengan Ayu dan Ririn yang ikut memajukan badannya.
Vira penasaran dengan hubungan Vita dan aalfian. Apa Alfian udah pernah menembak Vita atau belom? Secara anak anak XIIipa1 pada tau semua, kalau Alfian memiliki rasa untuk Vita sejak kelas XI. Tapi berbeda dengan vita, Ia sama sekali gak pernah tunjukin kalau Ia memiliki rasa atau tidak untuk Alfian.
" Vit, gue mau tanya nih. Tapi lo jawab jujur ya. Lo sebenarnya punya rasa gak sih sama Alfian? Kita semua tau kalau Alfian punya rasa sama lo, Tapi lo nya kita gak tau. Terus, dia udah pernah nembak lo belum?, " tanya Vira dengan wajah yang serius, begitu juga dengan Ayu dan Ririn.
Vita senyum senyum melihat wajah serius teman teman nya. Kalau soal pelajaran aja, itu wajah di **** begoin supaya gak disuruh pak Anwar menjawab soal ke depan. Ehh, giliran gosip beginian wajah nya serius amat.
" Haisss, kita semua serius, " Vira kesal karena gak mendapat jawaban dari vita.
" Ok gue jawab, tapi jangan bilang bilang sama Alfian. Gak enak gue, " ucap Vita, lalu Ayu, Vira dan Ririn mengangguk setuju.
" Alfian gak pernah nembak gue sampai sekarang. Mengenai perasaan gue ke dia, biasa aja, sama seperti perasaan gue ke Reno, Aldo dan Fabian. Gak ada rasa yang spesial untuk Alfian " jawab Vita dengan senyuman tipis di bibirnya.
Ayu, Ririn dan Vira kecewa mendengar jawaban dari Vita. Mereka mengira Vita juga memiliki rasa yang sama seperti Alfian. Jadi, mereka bisa membantu untuk membuat Vita dan Alfian jadian.
" Serius lo? masa sama sekali gak ada rasa yang spesial gitu di hati lo untuk Alfian?, " Vira yang masih belum puas dengan jawaban Vita pun kembali memastikan.
Vita hanya senyum senyum melihat teman teman nya yang kecewa dengan jawaban yang Ia berikan.
" Vit, jawab dong. Jangan senyum senyum aja " tanya Vira lagi yang udah gak sabaran.
__ADS_1
" Iya, gue gak punya perasaan lebih ke Alfian. Gue mohon, jangan ngomong apa apa ke Alfian. Gue gak mau pertemanan kita rusak hanya karena ini, " jawab Vita.
Ayu, Vira dan Ririn pun mengangguk mengiyakan permintaan Vita. Memang benar, pertemanan mereka itu lebih penting dari pada cinta cintaan begini.
Setelah para gadis selesai bergosip, para anak lelaki pun sampai di meja mereka dengan pesanan pesanan mereka semua.
Mereka makan dengan lahap dan di selingi dengan canda tawa. Kantin yang memang selalu berisik di setiap jam istirahat, lebih berisik lagi karena suara anak anak kelas XIIipa1.
Setelah selesai makan dan bercanda tawa, mereka masuk ke dalam kelas karena bel masuk telah berbunyi.
Mereka kembali melanjutkan pelajaran sekolah sampai jam pulang tiba.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Mohon maaf readers kesayangan baru bisa up, soalnya lagi ada insiden kemarin.
Telapak tangan saya melepuh karena tersiram kuah panas mendidih jadinya gak bisa ngetik cerita.
Alhamdulillah udah enakan sekarang, jadi baru bisa up..
__ADS_1
Sekali lagi saya mohon maaf 🙇🙇