
Setelah bekeliling lokasi wisata, pak kepala desa mengantar kan mereka ke lokasi camping ground dan menyuruh mereka beristirahat. Halim juga pamit undur diri dan mengatakan akan kembali saat makan malam tiba.
Vita dan anak anak XIIipa1 masuk ke dalam tenda dan mengistirahat kan tubuh mereka.
Berhubung tenda nya hanya muat dua orang, maka Alfian mengatur Vita bersama Ayu, Ririn bersama Vira, Reno bersama Fabian dan diri nya sendiri bersama Aldo.
Vita langsung merebahkan tubuh nya di dalam tenda dan menatap langit langit tenda.
" Hei, jangan melamun di tempat seperti ini? " ucap Ayu saat melihat Vita melamun.
" Gue gak melamun Yu, gue lagi kefikiran mas Randy. Sampai sekarang, dia gak ada memberikan kabar apapun sama gue. Seperti nya, memang dia hanya menganggap gue palampiasan, " balas Vita sedih.
" Lo itu fikiran nya negatif terus. Mungkin saja dia gak kasih lo kabar karena ingin memberikan lo waktu untuk sendiri. Sudah jangan mikirin yang tidak tidak, lo harus yakin cinta mas Randy ke lo itu tulus, " ucap Ayu.
" Semoga saja Yu. Tapi, gue takut jika berharap lebih, gue akan terluka semakin dalam, " balas Vita lalu menoleh ke arah Ayu dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Ayu merasa tidak tega dengan sahabat nya itu. Sungguh berat banget perjalanan hidup dan cinta nya.
" Lo tenang saja Vit, setelah ini lo akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguh nya, " gumam Ayu dalam hati.
" Sudah ah bicarakan yang aneh aneh. Lebih baik kita mandi yuk, gue sudah gerah banget. Kita ajak Vira dan Ririn sekalian, " ucap Ayu.
" Ok boleh lah, gue juga sudah gerah banget, " balas Vita.
Ayu dan Vita memilih pakaian ganti mereka yang ada di dalam tas, dan juga membawa peralatan mandi mereka. Setelah itu, mereka keluar dari tenda dan berjalan menuju tenda Vira dan Ririn.
****
Selesai mandi, mereka semua kembali ke lokasi agro. Karena hari ini hari minggu, banyak banget pengunjung yang datang bersama keluarga.
Mereka semua berjalan di atas papan yang terbentang di atas sawah, dan bergabung dengan pengunjung lain nya.
Sore itu, mereka habis kan menikmati keindahan ciptaan Allah. Hamparan padi yang luas dan sudah mulai menguning, serta kolam ikan di seputaran petak sawah.
" Guys, ikan nya besar besar tuh, boleh di tangkap atau di pancing tidak ya?, " tanya Fabian semangat.
" Coba bentar gue tanya sama bang Halim, " jawab Alfian.
Alfian mengambil ponsel nya yang terselip di saku celana nya, lalu mendial nomor Halim. Setelah berbicara beberapa saat, Alfian mengakhiri panggilan mereka.
"Gimana popsky, boleh?, " tanya Fabian gak sabaran.
" Bang Halim bilang, boleh. Bentar lagi dia ke sini bersama teman nya yang lain bawain alat pancing untuk kita, " jawab Alfian.
Fabian bersorak ria karena di perbolehkan mancing.
" Memang mantap banget lah tempat ini, gue juga bisa menyalurkan hobi mancing gue, " ucap Fabian.
Sambil menunggu Halim dan teman teman nya datang, mereka kembali berjalan jalan di sekitaran agro.
Alfian mengikuti Vita yang mulai menjauh dari kumpulan mereka. Alfian melihat raut sedih di wajah Vita.
__ADS_1
Hati nya terasa sakit melihat wanita yang di cintai nya sedang sedih dan terluka. Jika waktu bisa berputar, saat itu diri nya akan memilih untuk mempertahankan Vita.
Alfian menghampiri Vita dan berdiri di samping Vita. Vita menoleh ke arah Alfian dan tersenyum. Alfian tau, senyum itu tidak lah tulus, ada keterpaksaan di dalam senyum itu.
" Ternyata pengaruh dia besar banget ya di hidup lo. Kalian baru mengenal dan memutuskan untuk menikah, tapi gue lihat cinta lo lebih besar ke dia dari pada ke gue saat itu, " ucap Alfian dengan tatapan lurus ke depan.
" Gue juga gak tau kenapa bisa secinta ini dengan nya. Mungkin karena ikatan pernikahan ini, maka nya hati dan hidup gue lebih terikat bersama nya, " jawab Vita yang juga memandang lurus ke depan.
" Meskipun hati gue terasa sakit tapi gue bahagia karena dia benar benar sangat mencintai lo. Lo gak perlu khawatir dan sedih, gue yakin dia akan kembali bersama lo, " ucap Alfian.
Vita menoleh ke arah Alfian, Ia merasa tidak enak karena terus menyakiti perasaan Alfian. Vita tau, melihat kemesraan nya bersama Randy selama ini pasti telah sangat melukai hati Alfian. Namun, nasi sudah menjadi bubur, cinta nya kini hanya untuk Randy.
" Maaf, Fian. Gue tau selama ini lo terluka, gue benar benar minta maaf, " ucap Vita.
Alfian menoleh ke arah Vita dan menatap lekat kedua mata Vita.
" Lo gak perlu minta maaf ke gue. Ini sudah takdir kita, gue selama nya hanya akan menjadi sahabat lo. Jangan pernah menyalahkan diri lo lagi dengan semua yang telah terjadi, gue bahagia melihat lo bahagia. Bukan kah cinta tidak selama nya harus memiliki, " balas Alfian.
" Thanks Fian, lo memang benar benar sahabat yang baik. Gue beruntung memiliki kalian semua di hidup gue, " ucap Vita.
Alfian tersenyum dan mengacak acak rambut Vita. Ikhlas itu memang sulit, tapi Ia akan terus berusaha untuk bisa mengikhlaskan wanita yang sangat di cintai nya bahagia dengan orang lain.
" Lo suka gak tempat ini?, " tanya Alfian.
" Gue suka banget tempat ini. Thanks Fian, lo ajak gue ke tempat ini, " jawab Vita tersenyum.
" Lo tau gak, dulu saat pertama kali lihat ig @wisatakampoenglama, gue sudah bayangin mau ngajak lo ke sini setelah kita lulus sekolah. Ke sini bersama lo dengan status pacar gue, tapi ternyata saat gue bawa lo ke sini status kita tetap sama, sebagai sahabat, " ucap Alfian kembali menatap lurus ke depan.
" Lo gak perlu merasa bersalah. Gue cuma ingin melakukan apa yang telah menjadi rencana gue. Percaya lah, gue bahagia melihat lo bahagia. Gue percaya, dia bisa membahagiakan lo, " ucap Alfian.
" Ayo, gabung sama yang lain, mereka mau mancing ikan, " ajak Alfian lalu menarik lembut tangan Vita agar mengikuti nya.
Vita membiarkan Alfian menarik tangan nya dan berjalan mengikuti Alfian.
****
Alfian dan Vita kembali bergabung dengan yang lain nya. Mereka melihat Aldo, Fabian dan Reno sudah mulai memancing.
Setelah beberapa saat memperhatikan teman teman nya memancing, Alfian mengajak Halim untuk berbicara berdua saja.
Alfian dan Halim berjalan menjauh dari yang lain agar pembicaraan mereka tidak di dengar.
" Ada apa bang, kelihatan nya serius banget? Apa pelayanan kami kurang bagus ya?, " tanya Halim.
" Tidak bang, pelayanan kalian bagus dan gue puas, begitu juga dengan teman teman gue. Gue hanya ingin meminta abang dan pengurus di sini membantu gue membuat surprise untuk salah satu teman gue, " jawab Alfian.
" Ohh begitu bang, saya fikir pelayanan kami tidak memuaskan. Kalau boleh tau surprise yang seperti apa yang abang ingin buat?, " tanya Halim.
Alfian memberitahukan semua rencana nya kepada Halim dan meminta semua di urus tanpa sepengetahuan Vita.
Halim mengerti apa yang harus Ia dan teman teman nya kerjakan. Hanya satu kesulitan nya, menyulap agro seperti yang di ingin kan Alfian. Dengan pengunjung yang padat setiap hari, agak sulit mengerjakan nya.
__ADS_1
" Bang, semua bisa kami atur, tapi agak sulit mengerjakan bagian yang di agro. Tiap sore banyak pengunjung yang datang ke sini, " ucap Halim.
" Tutup saja satu tempat yang akan di gunakan untuk surprise. Masalah biaya nanti gue tambahain, " balas Alfian.
" Baiklah bang. Tapi kapan dua teman abang itu datang ke sini?, " tanya Halim.
" Mereka akan tiba hari selasa, waktu tiba nya sama seperti gue tadi, " jawab Alfian.
" Baik bang, nanti saya suruh teman saya untuk menjemput mereka, " ucap Halim.
" Bilang sama teman abang untuk sabar menghadapi salah satu dari dua orang itu. Dia mungkin agak kasar dan sombong, maklum orang kaya nomor satu di Indonesia, " ucap Alfian.
" Ihh abang kok gitu ngomong nya. Tenang saja bang, kami sudah siap mental untuk menghadapi setiap pengunjung di sini, " balas Halim.
Setelah selesai membicarakan rencana nya kepada Halim, Alfian mengambil ponsel nya yang ada di saku celana nya. Ia mendial nomor seseorang dan menunggu panggilan nya terhubung.
" Hallo, " sapa seseorang di seberang telpon.
" Persiapkan diri mu. Selasa pagi kalian akan berangkat menyusul kami ke Medan, " ucap Alfian to the point.
" Ok, thanks, " balas orang itu.
Setelah itu, alfian mengakhiri panggilan telpon nya dan memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku celana.
Alfian mengajak Halim kembali bergabung dengan teman teman yang lain dan ingin mencoba memancing seperti teman teman nya karena ini pertama kali nya Ia memancing ikan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Sorry ya akak lama up nya. Jangan cemberut ya, nanti saya up satu episode lagi tapi kasih bonus vote yang banyak ya.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya***.
__ADS_1