
Clara sudah berada di apartemen milik nya. Ia rebahkan tubuh nya yang sudah terasa sangat lelah karena setelah tadi membereskan barang barang nya di penthouse Alex, Clara langsung pergi ke apartemen nya.
Clara mengambil ponsel nya yang ada di samping nya, lalu mencari tau tentang perusahaan Alex.
Tidak banyak berita tentang perusahaan Alex, hanya latar belakang perusahaan dan alamat di mana perusahaan itu berada. Tidak ada foto Alex sama sekali dan juga berita tentang kehidupan pribadi Alex.
Clara menghela nafas nya dengan berat. Fikiran nya semakin kacau karena tidak menemukan apapun tentang kehidupan pribadi Alex.
" Besok, aku harus datang ke perusahaan Alex. Aku harus mencari tau keberadaan Alex dan tujuan dia menipu diri ku, " gumam Clara.
" Ahh lapar nya. Sebaik nya aku pesan online saja, rasa nya malu makan di luar dengan kondisi ku sekarang, " gumam Clara lagi.
Clara memesan makanan dan minuman via online, lalu meletakkan kembali ponsel nya di atas tempat tidur.
Clara bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Sambil menunggu pesanan datang, lebih baik Ia mandi dan membersihkan tubuh nya dari keringat.
Pesanan Clara tiba sesaat diri nya selesai memakai pakaian nya. Ia mengambil uang dari dalam dompet, lalu berjalan menuju pintu depan. Tak lupa, Ia memakai selendang untuk menutupi luka di wajah nya
Setelah selesai membayar, Clara menutup pintu apartemen nya dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu nya.
Ia memakan pizza sambil menonton tv di ruang tamu nya. Selesai makan, Clara kembali ke kamar nya untuk beristirahat. Tubuh nya sudah sangat lelah dan Ia harus tidur agar besok tubuh nya terasa fresh.
****
Kini Clara sudah berada di depan lobi kantor milik Alex. Ia memantapkan hati nya untuk melangkah kan kaki nya masuk ke kantor Alex. Apapun hasil nya, itu urusan belakangan yang penting diri nya bisa bertemu Alex.
Clara terus melangkahkan kaki nya masuk ke dalam dan berhenti tepat di depan meja resepsionis.
" Selamat siang nona, bisa saya bertemu dengan tuan Alexander Matthew Ezekiel?, " sapa Clara.
" Selamat siang nona. Maaf sebelum nya, apakah anda sudah memiliki janji?, " tanya resepsionis.
" Belum nona. Tapi, katakan saja Clara ingin menemui nya, " jawab Clara.
" Maaf nona, tidak bisa, " ucap Resepsionis.
" Saya mohon nona. Tolong beritahu terlebih dahulu kepada sekertaris Tuan Alexander, kalau Clara ingin bertemu dengan tuan Alexander. Saya mohon, " Mohon Clara.
" Baiklah, saya coba tanya. Tunggu sebentar, " balas resepsionis.
Clara bernafas lega karena resepsionis mau membantu nya. Semoga saja diri nya bisa bertemu dengan Alex.
Setelah menunggu beberapa saat, resepsionis menutup panggilan nya bersama sekertaris Alex.
" Nona Clara, saya mohon maaf. Tuan Alexander sedang tidak ada di tempat. Beliau sedang mengunjungi anak perusahaan nya di negara lain, " ucap Resepsionis setelah meletakkan gagang telepon nya.
" Kapan tuan Alexander akan pulang?, " tanya Clara.
"Dari yang saya dengar, kemungkinan beliau akan pulang satu minggu lagi, " jawab resepsionis.
Clara lemas mendengar jawaban resepsionis. Ia harus menunggu kepulangan Alex satu minggu lagi. Itu berarti diri nya masih harus menunggu kejelasan dari Alex satu minggu lagi.
__ADS_1
Setelah mengucapkan terima kasih, Clara meninggalkan meja resepsionis dan pergi keluar dari kantor Alex.
Clara memanggil taksi dan pulang ke apartemen nya. Ia sudah tidak memiliki tenaga lagi, dan fikiran nya juga sudah kacau karena tidak bisa bertemu dengan Alex.
****
JAKARTA, INDONESIA.
Hubungan pernikahan Randy dan Vita sudah masuk minggu ketiga. Dari hari ke hari hubungan mereka semakin baik dan mesra.
Selain kemesraan, perdebatan karena sikap posesif Randy membumbui hubungan pernikahan mereka.
Seperti sekarang ini, Vita sedang berdebat dengan Randy hanya karena baju yang di pakai Vita untuk pergi latihan bernyanyi dengan teman teman nya di sekolah.
Sudah tiga kali Vita bolak balik ganti pakaian nya hanya karena Randy yang terus protes. Randy bilang, jangan pakai rok pendek, kaki jenjang kamu kelihatan. Jangan pakai dress, kamu mau tunjukin lekuk tubuh kamu ya di depan laki laki lain. Itu kaos nya terlalu ketat dan tipis, ganti lagi, dan bla bla bla.
Vita sudah tidak tahan lagi dengan mulut Randy yang tidak henti henti nya memprotes pakaian yang di kenakan nya.
" Sudah cukup mas, aku lelah kamu protes terus. Bisa bisa aku gak jadi pergi hanya karena kamu gak mau aku pakai baju ini , baju itu. Sekarang, aku harus pakai baju yang seperti apa lagi yang menurut kamu itu benar, " ucap Vita kesal.
" Kamu ini ya, jadi istri gak mau nuruti omongan suami. Aku kan gak mau lekuk tubuh kamu di liatin laki laki lain, apa itu salah, " balas Randy yang juga kesal.
Vita tersenyum jahil lalu menghampiri Randy yang duduk di tepi tempat tidur.
" Suami ku sayang sedang cemburu ternyata, " ledek Vita.
" Siapa juga yang cemburu, ke pede an kamu, " elak Randy.
Randy tersenyum sumringah. Ia dengan semangat memilih kan pakaian yang akan di kenakan Vita di lemari.
Setelah beberapa saat memilih sampai tumpukan baju Vita berserakan, akhir nya Randy memilih kan kemeja berwarna biru langit dengan ukuran yang cukup besar di tubuh Vita lalu celana jeans dengan warna yang sama.
Vita hanya bisa geleng geleng kepala melihat tumpukan pakaian nya yang berserakan. Tambah lagi deh pekerjaan nya karena Randy.
Vita mengambil pakaian nya dari tangan Randy lalu masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai berganti pakaian, Vita keluar dari dalam kamar mandi dan duduk di depan meja rias.
Mulai lagi mulut Randy mengeluarkan protes nya. Tidak boleh pakai make up, pakai saja bedak putih baby seperti biasa. Jangan pakai lipstik, nanti mereka tergoda dengan bibir mu itu, dan bla bla bla.
Dari pada semakin pusing kepala Vita dan gak jadi pergi latihan, lebih baik nurut saja deh.
Setelah selesai memakai bedak baby, memoles bibir nya dengan lip balm agar tidak kering lalu menyisir rambut nya, Vita mengambil tas nya dan pamit kepada Randy.
Dan satu lagi drama yang di buat Randy, dia akan mengantar Vita dan menunggu Vita selama latihan di sekolah. Mulut Vita menganga mendengar Randy mengatakan hal itu.
" Aaarrgghhhh, tau ah. Terserah kamu deh kalau mau ikut, " geram Vita lalu berjalan keluar kamar dengan menghentak hentak kan kaki nya.
Randy tanpa rasa bersalah tersenyum sumringah. Ia mengambil dompet dan ponsel nya lalu di selipkan ke dalam saku celana nya, lalu mengambil kunci mobil nya yang ada di atas meja. Setelah itu, dengan cepat Randy menyusul Vita ke bawah.
Vita turun ke bawah dan duduk di sofa yang ada di ruang keluarga dengan wajah di tekuk. Ilham dan Rita sudah paham jika menantu mereka sedang cemberut pasti karena ulah anak laki laki mereka.
" Sayang, kali ini apa lagi ulah suami mu itu?, " tanya Rita lembut sambil mengelus puncak kepala Vita.
__ADS_1
" Kesal deh mi sama mas Randy. Ini pakaian ke empat yang Vita coba setelah ketiga pakaian yang Vita kenakan sebelum nya selalu di protes mas Randy. Terlalu ketat lah, terlalu pendek lah, terlalu tipis lah. Sudah gitu, gak boleh pakai make up, gak boleh pakai lipstik nanti laki laki di luar sana liatin bibir Vita terus. Dan satu lagi drama mas Randy, mau antar Vita latihan dan nungguin Vita latihan di sekolah. Menyebalkan deh mi, " ucap Vita mengadu kepada mertua nya.
Ilham dan Rita hanya tersenyum menanggapi aduan dari menantu mereka. Mau bagaimana lagi, Randy memang seperti itu. Tapi heran nya, kenapa Clara di biarkan selalu memakai pakaian ketat dan make up yang berlebihan. Dasar Randy aneh.
" Sudah lah nak, sabar saja. Suami mu memang seperti itu ada nya. Sebenar nya itu juga karena suami mu sayang dan cinta sama kamu, jadi dia bersikap posesif begitu, " ucap Rita menenangkan menantu nya.
" Iya, tapi terlalu berlebihan mi. Vita capek tau gak mi selalu berdebat sama mas Randy hanya karena masalah kecil, " balas Vita cemberut.
" Yasudah nanti mami nasehatin Randy yah, " ucap Rita.
" Benar ya mi? " tanya Vita memastikan dan Rita mengangguk sambil tersenyum.
" Terima kasih ya mi, mami memang yang terbaik, " ucap Vita lalu memeluk mertua nya.
Randy sedari tadi berdiri di bawah tangga sambil memperhatikan istri nya yang sedang mengadu kepada mami nya. Bibir nya menyunggingkan senyuman melihat pemandangan indah itu.
" Aku berharap pemandangan ini bisa terus terlihat di rumah ini. Aku bahagia karena mereka begitu dekat satu sama lain. Terima kasih Vit, kamu sudah memberikan kebahagiaan di rumah ini, " gumam Randy dalam hati.
Randy menghampiri istri dan kedua orang tuanya. Ia mengajak Vita untuk segera berangkat latihan. Setelah berpamitan, Randy dan Vita berjalan keluar rumah menuju mobil Randy.
Setelah memakai seatbelt, Randy menghidupkan mesin mobil nya lalu melajukan mobil nya menuju sekolah Vita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Penasaran gak dengan kelanjutan cerita Clara? Ikutin terus ya kelanjutan cerita nya.
Jangan lupa like and terus vote yang banyak ya akak.
Love you all***.
__ADS_1