
Setelah selesai mandi dan memakai baju, Randy langsung merebahkan tubuh nya di samping Vita yang sedang duduk bersandar sambil memainkan handphone nya.
" Sebaik nya kamu istirahat lagi. Bukan nya tadi kamu bilang masih sedikit pusing, " ucap Randy lembut yang kini sudah memiringkan badan nya menghadap Vita.
" Aku lelah dan bosan mas, tiduran terus di kamar, " rengek Vita.
" Aku tau, tapi kamu tetap harus banyak istirahat, " balas Randy.
Vita cemberut, rasa nya Ia benar benar merasa bosan karena seharian berada di dalam kamar.
Randy melihat Vita cemberut merasa gemas, Ia segera duduk dan mencubit gemas kedua pipi Vita.
" Sakit mas, " rengek Vita sambil memukul pelan kedua tangan Randy agar melepas cubitan di pipi nya.
" Kamu gemesin. Yaudah, kamu mau kemana kalau gak mau tiduran di kamar?, " tanya Randy setelah melepas cubitan nya dari pipi Vita.
" Ke bawah, nonton bareng mami, " ucap Vita antusias.
" Baiklah, " jawab Randy.
Vita merasa senang karena di perbolehkan Randy untuk ke luar dari kamar. Vita segera membuka selimut nya dan menurunkan kedua kaki nya. Namun, sebelum Ia sempat berdiri, Randy udah terlebih dahulu menggendong Vita ala bridal style.
" Aahhh mas, aku bisa jalan sendiri, " pekik Vita yang merasa terkejut karena Randy menggendong nya.
" Gak, aku akan menggendong mu sampai ke bawah. Kalau kamu gak mau, maka kita gak jadi turun ke bawah, " ucap Randy.
" Baiklah, suami ku tersayang. Bawa aku turun ke bawah, " balas Vita pasrah dari pada gak jadi turun ke bawah.
Randy tersenyum penuh kemenangan. Kemudian, Randy berjalan keluar kamar sambil menggendong Vita dan perlahan menuruni anak tangga menuju ruang keluarga.
Saat udah hampir sampai di ruang keluarga, Rita dan Ilham melihat Vita di gendong oleh Randy langsung menghampiri. Mereka takut jika sakit Vita bertambah parah, sehingga Randy menggendong nya dan ingin membawa kerumah sakit.
" Rand, ada apa dengan Vita?? Apa sakit nya bertambah parah?, " tanya Rita khawatir.
" Gak mi, Vita hanya merasa bosan di kamar. Dia ingin menonton bersama mami, " jawab Randy yang terus berjalan ke arah sofa dan mendudukkan Vita di sofa.
__ADS_1
Rita dan Ilham merasa lega karena menantu nya baik baik aja. Mereka pun kembali duduk di sofa.
" Maaf mi pi, Vita udah membuat semua orang menjadi khawatir dan repot, " ucap Vita merasa bersalah.
" Jangan berbicara seperti itu sayang. Kamu itu putri mami dan papi, jadi udah sewajar nya kami khawatir jika terjadi apa apa dengan kamu, " balas Rita tersenyum
" Iya mi, terima kasih, " ucap Vita.
Melihat kedekatan antara istri dan orang tua nya membuat hati Randy merasa bahagia. Ia gak menyangka, wanita yang belum lama di kenal nya dan di nikahi secara mendadak bisa membuat orang tua nya langsung sangat menyayangi nya.
Randy berfikir, apa yang membuat orang tua nya begitu sangat tidak menyukai Clara. Orang tua nya selalu beralasan mereka gak menyukai pekerjaan Clara sebagai model. Tapi, seperti nya ada hal lain yang lebih dari itu yang membuat rasa ketidaksukaan terhadap Clara begitu besar.
" Aku harus mencari tau. Gak mungkin mereka bisa semudah itu langsung menyayangi Vita, tapi tidak dengan Clara, " gumam Randy dalam hati.
" Sayang, kamu mau menonton apa bareng mami papi?, " tanya Rita.
" Bagaimana, kalau nonton film Korea mi? Atau, film India aja kalau mami gak suka film korea?, " balas Vita dengan semangat.
" Ihhh, mami suka juga dong nonton film Korea. Aktor nya, tampan tampan, " ucap Rita antusias.
" Betul itu, Vit. Rasa nya, mami ingin sekali pergi ke Korea Selatan dan bertemu dengan mereka, " balas Rita yang gak mau kalah jiwa muda nya.
" Emmm, Vita ikut ya mi kalau mami mau ke sana, " pinta Vita.
" Tenang sayang, nanti pasti mami ajak, " ucap Rita.
Randy dan juga Ilham merasa sangat kesal mendengar istri istri mereka yang sedari tadi membicarakan babang babang tampan dari Korea. Randy mengkode papi nya dan Ilham pun paham.
Randy mulai menghitung tanpa bersuara, hanya bibir nya aja yang bergerak. Pada hitungan ketiga, Randy dan Ilham langsung bangkit dan menggendong masing masing istri mereka.
Aaarrghhhh.
Rita dan Vita menjerit saat tiba tiba mereka di gendong suami mereka masing masing.
Bibi yang baru aja selesai mencuci dan menyimpan piring dan gelas yang tadi di pakai teman Vita langsung berlari tergopoh gopoh menghampiri majikan nya yang menjerit. Ia takut terjadi apa apa dengan majikan nya, terlebih saat ini Vita juga sedang sakit.
__ADS_1
" Ada apa tuan, nyonya? Bibi mendengar ada suara jeritan?, " tanya bi Ana khawatir.
" Ahh, gak ada apa apa bi. Oiya bi, tolong matikan tv nya ya, kami mau ke kamar, " ucap Randy.
Setelah meminta tolong bibi untuk mematikan tv, Randy dan Ilham yang sedang menggendong istri mereka masing masing berjalan menuju ke kamar mereka yang ada di lantai dua.
Selama perjalanan menuju ke kamar, Rita dan juga Vita meronta untuk diturunkan. Namun bukan nya di turunkan, Ilham dan Randy malah mempercepat langkah mereka supaya cepat sampai ke kamar.
Bi Ana geleng geleng kepala dan tersenyum lucu melihat tingkah majikan nya. Lalu, Ia mematikan tv dan kembali ke kamar untuk istirahat sejenak karena semua pekerjaan nya telah selesai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Jangan lupa, like and vote nya ya akak.
__ADS_1
Like nya jangan cuma di akhir episode aja ya akak, tapi di setiap episode***.