Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 110 Benarkah dia Alex


__ADS_3

PARIS, PERANCIS.


Claudia telah menganggap Clara seperti adik nya sendiri. Ia juga turut sedih mendengar kalau Clara di keluarkan dari agency mereka.


Setelah mendengar kabar itu, Claudia sering mengunjungi Clara di apartemen nya, untuk memastikan kalau Clara baik baik saja. Ia tau pasti keputusan itu sangat sulit untuk di terima Clara. Clara harus merelakan mimpi nya untuk menjadi model terkenal.


Seperti malam ini, Claudia menyempatkan untuk melihat Clara di apartemen nya sebelum pergi ke acara pertunangan pimpinan perusahaan di mana diri nya bekerja.


" Clara, aku tau kamu sangat sedih dan kecewa dengan semua ini, tapi aku mohon kamu jangan menyiksa diri mu seperti ini. Sudah beberapa hari ini kamu jarang makan dan penampilan kamu saat ini sangat kacau. Aku yakin akan ada hikmah dari semua yang menimpa mu, " ucap Claudia sedih.


" Hikmah apa lagi yang kamu maksud. Kamu lihat keadaan ku sekarang, aku tidak lebih baik dari pada sampah. Tidak ada yang mau menerima ku, aku sudah hancur sekarang, " balas Clara emosi.


" Clara, aku sudah menganggap mu seperti adik ku sendiri. Aku tidak tega melihat mu terpuruk seperti ini. Aku akan membantu mu semampu ku agar kamu bisa bangkit, " ucap Claudia menenangkan.


" Sudah lah Claudia, kamu jangan memberikan harapan palsu kepada ku. Lebih baik sekarang kamu pergi, aku ingin sendiri, " usir Clara.


Claudia menghela nafas nya dengan berat, sudah beberapa hari ini diri nya membujuk Clara tapi tetap saja tidak ada artinya.


" Baiklah, aku pamit dulu. Aku hampir terlambat menghadiri acara pertunangan nona Stella dengan CEO AME.Corp. Aku mohon saat aku pergi, kamu jangan melakukan hal gila, " pamit Claudia.


Clara tersentak mendengar nama AME.Corp. Itu adalah perusahaan milik Alex, dan apa tadi Claudia bilang, dia akan bertunangan dengan mantan bos nya.


" Apa tadi kamu bilang, AME.Corp? Apakah nama Ceo di sana Alexander Matthew Ezekiel?, " tanya Clara.


" Iya benar. Ada apa?, " tanya Claudia balik.


Bagai di sambar petir mendengar berita ini, fikiran dan hati Clara semakin kacau. Bagaimana mungkin Alex akan bertunangan dengan Stella, mantan bos nya. Lalu, kenapa waktu itu Alex melamar nya.


Pertanyaan demi pertanyaan berputar di dalam otak Clara, namun tak ada satu pun jawaban yang bisa Ia temukan. Satu satu nya cara adalah diri nya harus bertemu dengan Alex dan meminta jawaban dari semua pertanyaan yang ada di dalam otak nya.


Dan, jalan satu satu nya agar dia bisa bertemu dengan Alex adalah hadir di dalam acara pertunangan itu.


" Claudia, bisa aku minta tolong pada mu?, " pinta Clara.


" Pertolongan apa yang kamu maksud?, " tanya Cludia balik.


" Bisa kah aku ikut dengan mu menghadiri acara pertunangan itu? Aku mohon, " pinta Clara memelas.


" Kamu yakin akan ikut dengan ku hadir di sana?, " tanya Cludia dan Clara mengangguk pasti.


" Kamu sudah siap pergi ke acara pesta dengan keadaan diri mu yang sekarang? Ahh maaf bukan aku bermaksud merendahkan mu, aku hanya tidak ingin orang orang di sana mencemooh diri mu, " ucap Claudia.


"Aku tidak peduli dengan omongan orang orang. Aku hadir di sana karena ingin memastikan sesuatu. Aku mohon bawa lah aku pergi bersama mu ke acara itu, " pinta Clara sambil mengatupkan kedua tangan nya.


Claudia mengernyitkan kening nya melihat sikap Clara.


" Apa maksud Clara ingin memastikan sesuatu di sana, pasti ada sesuatu yang berhubungan dengan CEO AME.Corp. Mungkin tidak masalah aku membawa nya ke sana, undangan nya juga untuk dua orang, " batin Claudia.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan membawa mu ke sana. Sekarang, bersiap siap lah, aku tidak ingin kita terlambat, " ucap Claudia.


Clara tersenyum bahagia karena Claudia mengizinkan nya untuk ikut pergi ke acara itu. Ia memeluk Claudia sebentar lalu melepaskan nya dan pergi ke kamar nya untuk bersiap siap.


Setelah dua puluh menit bersiap siap, Clara keluar dari kamar nya dan menemui Claudia kembali di ruang tamu nya. Melihat Clara sudah siap, Claudia segera mengajak Clara pergi karena tidak ingin terlambat.


****


Clara tidak memperdulikan orang orang yang berbisik tentang nya. Meskipun memakai gaun tertutup, tetapi bekas luka sayatan di wajah nya masih terlihat meskipun sudah di tutupi oleh make up.


Untuk Clara, yang terpenting adalah bisa bertemu dengan Alex dan meminta penjelasan dari pria itu.


Claudia mengajak Clara untuk duduk bergabung dengan teman teman satu tim nya. Clara tau teman teman satu tim nya dulu tidak suka dengan keberadaan nya saat ini tetapi Ia berpura pura tidak mengetahui nya dan masih bertegur sapa.


Waktu yang di tunggu tunggu pun tiba, kedua mempelai memasuki aula dan terus berjalan sampai ke atas panggung.


Sejak awal kedua mempelai memasuki aula, Clara di buat syok dengan kenyataan yang ada. Itu bukan lah Alex yang selama ini bersama nya.


Kalau yang sedang berjalan di atas karpet merah adalah benar Alex, Ceo AME.Corp, Lalu siapa yang bersama nya waktu itu.


Setelah saling bertukar cincin, Alex dan stella menemui para tamu undangan untuk mengucapkan terima kasih telah hadir di acara pertunangan mereka.


Claudia juga mengajak Clara untuk mengucapkan selamat, tetapi Clara tetap diam mematung dengan segala pertanyaan yang berputar di otak nya.


" Clara, kenapa kamu malah melamun? Ayo kita juga ke sana memberi ucapan selamat, " ajak Claudia sambil menepuk pelan bahu Clara.


" Aahhh, iya, " ucap Clara saat sadar dari lamunan nya.


" Ada apa, Clara?, " tanya Claudia bingung.


" Tunggu sebentar, aku ingin bertanya pada mu, " jawab Clara.


" Apa itu?, " tanya Claudia balik.


"Apa benar yang saat ini bertunangan dengan nona Stella adalah Ceo AME.Corp, Alexander Matthew Ezekiel?, " tanya Clara tidak percaya.


" Iya benar, dia adalah tuan Alexander. Ada apa dengan mu? Kenapa kamu bertanya seperti itu, seperti tidak percaya saja kalau dia adalah tuan Alexander, " jawab Claudia dengan kening berkerut karena bingung dengan sikap Clara yang aneh.


" Lalu, apakah yang bertemu dengan mu saat aku di rawat di rumah sakit adalah laki laki itu?, " tanya Clara sambil menunjuk Alex.


Kening Claudia semakin berkerut melihat Clara menunjuk Alex. Ada apa sebenar nya dengan Clara, fikir nya.


" Tidak, bukan dia orang nya. Yang aku temui saat menunggu mu di rumah sakit bukan lah dia, tapi pria lain. Hei, ada apa dengan mu? Cerita pada ku, " ucap Claudia penasaran.


" Beberapa waktu lalu, sebelum acara makan malam tim, aku berkenalan dengan pria yang mengaku bernama Alex, Ceo AME.Corp. Dia memberi ku kartu nama nya, jadi aku percaya kalau dia adalah Alex. Dia bilang, dia menyukai ku dan mengajak ku tinggal di penthouse nya, bahkan dia melamar ku juga. Hubungan kami baik baik saja dan sangat mesra. Tapi, tiba tiba dia menghilang saat kejadian di studio waktu itu. Aku sudah tidak bisa menghubungi nya sampai sekarang. Jadi, saat kamu bilang Alex akan bertunangan dengan nona Stella, aku ingin hadir menemui nya dan meminta penjelasan. Tapi, lihat lah sekarang, Alex yang aku kenal bukan lah pria yang sedang berdiri di depan sana. Lalu, sekarang aku harus bagaimana Claudia? Aku harus mencari kemana lagi pria itu. Aku tidak mempunyai informasi apapun tentang nya, keluarga nya atau pun yang lain. Aku hanya ingin tau apa tujuan nya menipu ku, " terang Clara dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipi nya.


Claudia terkejut mendengar cerita Clara. Ia tidak menyangka Clara di tipu dengan pria yang mengaku sebagai Alex. Tapi, untuk apa pria itu menipu Clara, Clara bukan lah puteri seorang pimpinan perusahaan atau pun pewaris kekayaan. Lalu, apa tujuan pria itu.

__ADS_1


" Clara tenang kan lah diri mu saat ini. Nanti, aku akan mencoba membantu mu mencari tau siapa pria itu. Sekarang, kita ucapkan selamat kepada mereka terlebih dahulu, setelah itu kita pergi dari tempat ini, " ucap Claudia menenangkan.


Clara mengangguk lalu menghapus air mata nya. Ia dan Claudia bangkit dan berjalan menghampiri Alex dan Stella.


Saat mereka hampir mendekati Alex dan Stella, Clara menghentikan langkah kaki nya. Ia terpaku melihat apa yang ada di hadapan nya saat itu. Ia melihat Putra dan Ziya saling bergantian memberi selamat kepada Alex dan Stella.


Yang membuat Clara lebih terkejut, Ia mendengar Putra mengatakan kepada Alex untuk menjaga adik sepupu nya, Stella.


Ada apa sebenar nya ini, kenapa bisa Stella adik sepupu nya Putra, suami dari Ziya. Kenapa diri nya tidak mengetahui hal itu. Lalu, jika benar itu adalah Alex, lalu Alex yang di temui nya waktu itu siapa? Kenapa ada orang yang berani mengaku ngaku sebagai Alexander. Apa jangan jangan.


Semua yang di alami nya seperti kaset yang berputar kembali di dalam otak nya. Saat pertama kali mendapat kontrak kerja, pertemuan dengan orang yang mengaku sebagai Alex, kejadian di restoran, Lalu kejadian di studio bersama Johan, dan sekarang Ia hadir di acara pertunangan Alex dan Stella, semua kejadian Ia rangkai menjadi satu.


Sekarang Clara sudah tau, ini semua adalah rencana Ziya dan suami nya. Clara benar benar emosi dan marah dengan semua yang di lakukan Ziya terhadap nya. Karena mereka semua, kini dia harus keluar dari dunia model untuk selama nya.


Clara mengepalkan kedua tangan nya dengan erat, tubuh nya bergetar menahan amarah. Ia berbalik, berjalan menjauh dan keluar dari aula itu. Ia bersumpah dalam hati nya, akan membalas semua perbuatan mereka kepada nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Karena banyak yang minta kelanjutan cerita nya, maka sesuai permintaan kalian semua, saya kembali melanjutkan cerita ini.


Bagaimana dengan rencana akhir Ziya, pasti pada gak nyangka kan?


Ayo ikuti terus kelanjutan cerita mereka ya.

__ADS_1


Tapi, kasih vote yang banyak juga dong supaya saya semangat nulis nya***.


Jangan lupa like and vote yang banyak ya.


__ADS_2