Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
Extra Part 4


__ADS_3

Aro tiba di kediaman Djaya sekitar pukul tiga siang. Ia di sambut dengan hangat oleh seluruh keluarga Djaya kecuali Queen yang masih tidur siang di dalam kamar nya. Rasa rindu nya dengan Queen sudah tidak bisa di tahan nya. Ia pamit untuk membersihkan diri terlebih dahulu, baru lah Ia pergi menemui Queen di kamar gadis kecil itu.


Aro duduk di tepi ranjang dan tersenyum saat mata nya menatap wajah damai Queen yang sedang tertidur nyenyak. Tangan nya terulur untuk menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Queen.


Sesaat, Aro teringat ucapan mommy nya sebelum Ia berangkat ke bandara.


FLASHBACK ON.


Aro membawa koper nya turun ke lantai bawah dan menyuruh pelayan rumah nya untuk membawa dan memasukkan koper nya ke dalam bagasi mobil. Sebelum berangkat, Ia ingin menemui mommy nya di kamar mommy nya untuk berpamitan.


" Mommy, Aro berangkat ya, " pamit Aro yang sudah duduk di samping mommy nya lalu memeluk mommy nya dari samping dan mendaratkan sebuah ciuman di pipi mommy nya.


" Kamu hati hati di sana dan ingat jaga pola makan dan tidur mu. Mommy tidak mau kamu sakit, " ucap mommy nya memperingati.


" Baik ibunda Ratu, " Aro meringis karena satu cubitan sudah mendarat di paha nya karena mommy nya paling tidak suka jika Aro menyebut nya ibunda ratu. Gosong gosong deh itu paha, hahaha.


" Sakit mom, " rengek Aro manja.


" Sudah tua, jangan manja, " ledek mommy nya membuat Aro mendengus kesal karena mommy nya kembali membahas usia.


" Aro, " panggil mommy dengan nada serius.


" Ya mom, " balas Aro yang kini sudah bersikap biasa.


" Mommy tau bagaimana perasaan mu yang sulit untuk melupakan nya. Tetapi, kamu harus ingat jika dia sudah memiliki keluarga kecil yang bahagia. Mommy tidak ingin putera kebanggaan mommy menghancurkan rumah tangga orang lain. Mulai lah untuk membuka hati mu untuk cinta yang lain, " Aro mengangguk lemah menjawab nasehat mommy nya yang sudah kesekian kali mommy nya ucapkan untuk diri nya.


" Satu lagi yang mommy ingin kamu untuk selalu mengingat nya, " Aro menatap mommy nya menunggu kelanjutan ucapan mommy nya.


" Jangan jadikan Queen sebagai pelampiasan perasaan mu itu hanya karena wajah nya yang sangat mirip dengan ibu nya. Mommy tidak ingin perasaan mu untuk nya melebihi rasa sayang seorang ayah untuk puteri nya. Mommy tidak ingin kamu melukai Queen dan juga diri mu sendiri. Mommy harap kamu selalu mengingat nasehat mommy ini, " pinta mommy nya dengan sangat.


Aro tersenyum untuk menenangkan hati mommy nya yang Ia tau sangat takut jika putera nya kembali terluka.


" Mommy tenang saja, karena rasa sayang Aro untuk Queen hanya sebatas rasa sayang dan cinta seorang ayah untuk puteri nya. Aro juga tidak segila itu sampai bisa mencintai Queen lebih dari itu. Lagi pula, Aro bisa di hajar sampai babak belur sama Randy jika berani mencintai anak gadis nya, " Aro tertawa mengingat wajah terkejut Randy saat dulu Ia mengatakan untuk merestui hubungan nya dengan Queen sebagai pasangan suami istri saat Queen baru saja hadir di dalam rahim Vita.


Mommy mengelus lembut bahu putera nya lalu memeluk Aro dengan erat karena untuk beberapa hari ke depan mereka tidak akan bertemu.


FLASHBACK OFF.


" Gue bukan seorang pedofil yang mencintai gadis di bawah umur. Jika memang seperti itu, gue tidak mungkin memilih Queen puteri gue sendiri dan pasti nya itu adalah hal tergila yang pernah gue lakukin seumur hidup, " monolog Aro.


Aro kembali memandang Queen lalu tersenyum jahil. Ia merebahkan tubuh nya di samping Queen lalu memeluk Queen dengan erat.

__ADS_1


Queen meronta ronta di pelukan nya karena Ia memberikan ciuman bertubi tubi di wajah Queen. Dengan mata yang masih terpejam, Queen memukul tubuh Aro dan merengek karena tidur siang nya terganggu.


" Ayah, Queen masih mengantuk. Jangan ganggu Queen, " rengek Queen yang tentu saja dengan mata yang masih setia terpejam lalu memutar tubuh nya membelakangi Aro.


Aro tersenyum gemas melihat Queen yang merengek lalu berbalik membelakangi nya.


" Daddy pulang lagi saja deh ke London. Queen lebih memilih tidur dari pada bertemu dengan daddy, " Aro berbicara dengan nada di buat memelas tepat di dekat telinga Queen.


Aro tau, pasti Queen akan langsung tersadar jika sudah mendengar suara nya.


Satu.


Dua.


Tiga.


Queen membuka mata nya dan langsung berbalik ke arah Aro. Senyum indah nya tersungging lebar saat melihat Aro sudah ada di depan nya.


" Daddy, " pekik Queen bahagia lalu memghambur memeluk Aro.


" I miss you, Dad, " ucap nya lagi.


****


Malam ini, kediaman keluarga Djaya sangat ramai karena Rei beserta istri dan juga para warga rempong beserta keluarga mereka juga datang memenuhi undangan Vita untuk ikut merayakan pesta barbeque di taman samping kediaman Djaya.


Mereka semua saling bertukar cerita menarik di dalam kehidupan rumah tangga mereka. Sesekali, mereka saling melemparkan lelucon membuat semua orang tertawa bahagia.


" Aro, kapan lagi lo menikah? Usia makin bertambah, bro. Memang nya, lo mau jadi perjaka tua?, " ledek Rei.


" Brengs*k lo, ngatain gue jadi perjaka tua. Santai lah, gue masih ingin menikmati kesendirian gue, " balas Aro.


Randy dan Rei mendengus kesal mendengar jawaban Aro yang terkesan santai untuk mencari jodoh nya.


" Mau kapan lagi? Usia lo sudah lebih dari tiga puluh tahun. Lo gak kasihan sama mommy yang pasti nya berharap putera kesayangan nya bisa cepat memberikan menantu dan cucu, " tanya Randy dengan nada serius.


" Untuk sekarang, gue masih belum kefikiran mencari istri. Gue masih ingin fokus ke pekerjaan gue dulu. Nanti lah, kalau memang sudah waktu nya, gue pasti akan memperkenalkan calon istri gue ke lo semua, " jawab Aro tanpa menatap wajah Randy. Ia tidak ingin sahabat nya melihat luka yang tersembunyi di balik manik mata nya ketika membahas tentang pasangan hidup.


" Lo gak kefikiran untuk merebut Vita dari gue kan?, " celetuk Randy tiba tiba membuat semua orang yang ada di sana menatap ke arah Randy karena suara Randy tadi cukup kuat.


Aro mendengus kesal mendengar ucapan Randy yang begitu gila. Kalau memang diri nya ingin merebut Vita kembali, kenapa tidak dari dulu saja itu Ia lakukan. Dasar Randy sudah tidak waras.

__ADS_1


" Otak lo korslet ya, Ran, " ucap Aro kesal bisa bisa nya sahabat nya itu berfikir buruk tentang nya.


" Enak saja kalau ngomong. Otak gue baik baik saja tapi otak lo itu yang bermasalah, " balas Randy sengit.


" Tuan Randy yang terhormat, saya merasa anda harus pergi ke dokter untuk memeriksa kan otak anda yang bermasalah. Bisa bisa nya anda mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti tadi, " Aro memberi jeda, Ia menarik nafas dalam dalam " Lo jangan berfikir gila ya. Gue gak pernah berniat merebut Vita dari lo. Kalau memang gue mau, sudah dari dulu gue lakukan. Gak perlu menunggu perut Vita buncit lagi karena ulah lo, " teriak Aro kesal karena sahabat nya itu benar benar bodoh.


Semua orang tercengang mendengar teriakan kekesalan Aro. Para ibu ibu bahkan refleks menutup telinga anak anak mereka karena merasa ucapan Aro tidak pantas di dengar oleh anak anak.


" Tenang bod*h, gue cuma bercanda, " ucap Randy lalu tertawa.


" Dasar gila! Makin tua, makin gesrek otak lo. Ketularan Vita and the geng pasti nya, " omel Aro lalu kembali menikmati jagung bakar milik nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.

__ADS_1


__ADS_2