Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 81


__ADS_3

Pagi hari nya Vita terbangun dan membuka mata nya. Ia mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut ruangan. Kening Vita berkerut karena ini bukan lah kamar nya dan juga Randy. Saat melihat ke samping, Vita bernafas lega karena Ia melihat wajah sahabat nya sedang tidur, ini berarti Ia berada di rumah sahabat nya.


Vita duduk di tepi tempat tidur dan mengingat kembali perlakuan kasar suami nya yang berakhir diri nya berada di kamar sahabat nya.


Air mata Vita kembali menetes mengingat Randy dengan kasar nya menepis tangan nya bahkan mengacuhkan diri nya. Vita berfikir perbuatan salah apa yang telah di perbuat nya sampai diri nya harus menerima perlakuan kasar dari Randy.


Ayu terbangun karena mendengar suara tangis. Saat mata nya terbuka, Ayu melihat Vita duduk di tepi tempat tidur sambil menangis sesegukan.


Ayu bangkit dan menghampiri Vita. Ayu langsung memeluk Vita dan menenangkan nya.


" Vit, lo kenapa? Lo ada masalah apa sih sebenar nya?, " tanya Ayu.


" Kenapa hiks hiks dia kasar hiks sama hiks gue, Yu. Hiks hiks gue gak ada hiks berbuat salah hiks tapi kenapa dia hiks kasar sama gue hiks hiks, " jawab Vita sambil menangis sesegukan.


" Hah? Dia berbuat kasar apa sama lo? Cerita sama gue, " tanya Ayu yang sudah emosi sahabat nya di perlakukan dengan kasar.


Ayu melepas pelukan mereka lalu menyeka air mata Vita.


" Sekarang lo cerita ke gue ada masalah apa sebenar nya antar lo dan suami lo. Ingat, jangan ada kebohongan!, " ancam Ayu.


Vita menghela nafas nya dengan berat lalu menceritakan kejadian kemarin malam.


" Gue gak tau Yu, gue merasa gak berbuat salah apapun pada nya. Kemarin malam, gue nungguin suami gue pulang dari kantor. Tapi, sampai lewat jam makan malam dia belum pulang juga. Gue coba hubungi ponsel nya berkali kali tapi gak di angkat. Sampai pukul sebelas malam, suami gue belum pulang juga. Gue baru teringat, kenapa gak tanya mas Rei saja, kan mas Rei asisten pribadi mas Randy pasti tau dimana mas Randy saat itu. Tapi, waktu gue baru mau hubungi mas Rei, mas Randy keburu pulang ke rumah. Jadi, gue urungkan niat gue dan menghampiri mas Randy. Tapi saat melihat gue, tatapan suami gue seperti marah dan benci banget lihat gue. Dia langsung berpaling dari gue dan pergi begitu saja ke kamar. Gue ikutin suami gue sampai ke kamar, gue mau tau apa yang sudah terjadi pada nya. Tapi, sewaktu di kamar, gue pegang tangan dia dan tanya ke dia apa ada sesuatu yang terjadi, dia dengan kasar nya menepis tangan gue dan memunggungi gue. Gue gak tau Yu apa salah gue, kenapa dia kasar banget sama gue, " terang Vita dengan air mata yang terus mengalir.


Ayu memeluk Vita dan mencoba menenangkan sahabat nya itu. Ayu mengepalkan tangan nya, Ia merasa sangat marah karena Randy berani berbuat kasar terhadap Vita.


" Lo, tinggal di sini saja dulu sampai lo tenang. Kalau perlu, nanti gue izinin ke wali kelas. Gue yakin, suami lo pasti datang ke sekolah untuk mencari lo. Jadi, untuk sementara lo jangan kemana mana dulu, " ucap Ayu.


Vita hanya mengangguk menuruti perintah Ayu. Saat ini, diri nya juga tidak ingin bertemu dengan Randy.


" Gue mandi dulu ya, nanti gue minta bibi siapin sarapan lo dan bawa ke kamar, " ucap Ayu.


" Thanks ya Yu. Lo memang sahabat terbaik gue, " balas Vita.


" Iya sayang ku, sudah jangan nangis lagi. Lihat lo nangis gini, gue pengen langsung ke rumah mertua lo dan nonjok wajah suami lo, " Ucap Ayu.


" Lo jangan apa apapin suami gue, " balas Vita cemberut.


" Ok, gue akan tahan diri untuk sekarang. Tapi, lo jangan nangis lagi dan sekarang lo harus tersenyum, " ucap Ayu dan Vita mengangguk patuh.


Vita menghapus sisa air mata nya dan tersenyum manis di depan sahabat nya itu.


Ayu memeluk Vita dengan erat lalu melepaskan nya. Ia bangkit dan berjalan mengambil handuk nya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Saat Ayu sedang mandi, Vita membereskan tempat tidur milik Ayu. Setelah selesai, ia mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas, lalu duduk di sofa kecil di dalam kamar Ayu.


Vita mengecek ponsel nya, tidak ada pesan atau panggilan dari Randy. Mungkin suami nya belum bangun mengingat ini masih jam setengah enam pagi.


Vita langsung menonaktifkan ponsel nya lalu meletakkan ponsel nya di atas meja kecil yang ada di samping sofa.


Vita bangkit dari sofa dan berjalan ke arah balkon kamar Ayu. Ia membuku pintu balkon dan berjalan ke luar lalu duduk di kursi yang ada di dekat pinggir balkon. Ia menghirup udara pagi lalu menyandarkan punggung nya dan menutup mata nya.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Ayu ke luar dari dalam kamar mandi dan langsung mengambil pakaian nya di dalam lemari lalu memakai nya. Selesai berpakaian, Ayu duduk di meja rias lalu menyisir rambut nya dan memoles wajah nya dengan bedak dan memoles bibir nya dengan lip glos.


Selesai berdandan, Ayu mengambil tas sekolah nya dan berpamitan kepada Vita.Ayu berpesan agar Vita untuk jangan pergi kemana mana dan jangan melakukan hal bodoh. Vita menuruti semua perintah sahabat nya itu, lalu Ayu keluar kamar menuju ke meja makan.


Selesai sarapan, Ayu berpesan kepada bibi untuk membawakan sarapan Vita ke kamar dan menemani Vita selama dia berada di sekolah. Bibi mengangguk mengiyakan perintah majikan nya. Setelah itu, Ayu pamit kepada bibi dan segera berangkat ke sekolah.


****


KEDIAMAN KELUARGA DJAYA.


Randy merasa tidur nya terusik karena suara ketukan pintu kamar nya. Ia dengan terpaksa membuka mata nya dan beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu.


Bi Ana sudah berdiri di depan pintu kamar nya saat Randy membuka pintu.


" Ada apa bi?, "tanya Randy.


" Tuan dan nona muda sudah di tunggu di meja makan untuk sarapan, " jawab bi Ana.


" Hmm, iya bi. Bilang ke mami papi untuk duluan saja sarapan nanti kami nyusul, " ucap Randy.


" Baik tuan muda. Kalau begitu, bibi pamit, " jawab bi Ana.


Randy mengangguk lalu menutup pintu kamar nya. Setelah itu, Ia menuju kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi. Randy berfikir Vita sedang berada di dalam kamar mandi, karena saat bangun diri nya tidak melihat Vita berada di samping nya.


Setelah mengetuk pintu cukup lama, Randy tidak mendengar suara sautan dari dalam. Randy perlahan membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam.


Mata Randy membelalak saat melihat kamar mandi ternyata kosong. Vita tidak ada di dalam kamar mandi. Randy keluar dari kamar mandi dan langsung berlari keluar kamar menuju ruang makan.


" Tidak nak, mami papi tidak melihat nya. Ini saja yang membuat sarapan bibi. Mami fikir Vita masih tidur maka nya mami minta bibi membangunkan kalian, " jawab Rita.


"Ada apa Rand?, " tanya Ilham.


" Vita tidak ada di dalam kamar pi. Randy sudah mencari nya di dalam kamar mandi tapi Vita juga tidak ada di sana, " jawab Randy panik.


" Kok bisa Rand? Kemana Vita pergi pagi pagi? Coba tanya satpam Rand, " tanya Rita yang juga sudah panik.


" Bi, tolong panggilkan satpam ke sini, " jerit Ilham.


" Baik tuan besar, " jawab bi Ana.


Bi Ana pergi ke pos satpam untuk memanggil pak satpam seperti perintah majikan nya. Setelah beberapa saat, bi Ana dan juga pak satpam sudah berada di ruang makan. Mereka menghadap kepada ketiga majikan nya dengan kepala menunduk.


" Tuan besar memanggil saya?, " tanya pak satpam sopan.


" Kamu ada lihat menantu saya pergi keluar dari gerbang rumah?, " tanya Ilham datar.


Deg.


Jantung pak satpam berdetak cepat. Ia baru teringat, nona muda nya kemarin malam keluar tengah malam menggunakan motor dan belum kembali sampai sekarang. Dan salah nya, dia lupa melaporkan hal itu kepada majikan nya.


" Maaf tuan besar. kemarin malam Nona muda keluar menggunakan motor. Saya sudah melarang nya, namun nona muda beralasan kalau ingin membeli obat di apotik untuk tuan muda. Saya dengan terpaksa mengizinkan nona muda keluar. Namun, saya baru ingat nona muda belum kembali sampai sekarang, " jawab pak satpam takut.

__ADS_1


Mereka semua terkejut mendengar pengakuan dari satpam rumah mereka.


" Rand, kamu sakit kemarin malam?, " tanya Rita memastikan.


" Tidak mi, " jawab Randy.


" Lalu, kenapa Vita pergi keluar malam malam? " tanya Rita yang semakin panik.


" Ahh, sial, " umpat Randy setelah mengingat kejadian kemarin malam. Randy langsung bergegas pergi ke kamar nya.


Randy langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi nomor Vita namun nomor Vita tidak aktif.


Randy menjambak rambut nya merasa frustasi. Ia begitu bodoh bersikap kasar kemarin malam terhadap istri nya dan sekarang istri nya kabur dari rumah.


Randy segera mengambil kunci mobil nya dan turun ke bawah.


Saat melewati ruang keluarga, langkah kaki Randy terhenti karena Ilham memanggil nya.


" Apa yang terjadi sampai Vita pergi dari rumah?, " tanya Ilham tegas.


" Ahh itu pi, ini salah Randy. Tadi malam Randy terlalu emosi dan tidak sengaja berbuat kasar sama Vita, " jawab Randy dengan kepala menunduk.


Ilham merasa geram mendengar pengakuan putra nya itu, Ia berjalan mendekati Randy dan.


Plaaakkk.


Ilham menampar dengan keras pipi Randy.


" Papi tidak pernah mendidik mu untuk kasar terhadap wanita, apalagi itu istri kamu sendiri. Temukan Vita sekarang juga, jika tidak ketemu hari ini maka kamu akan tau akibat nya, " ucap Ilham emosi.


" Baik pi, " jawab Randy merasa bersalah.


Setelah berpamitan, Randy bergegas keluar rumah menuju mobil nya. Randy segera melajukan mobil nya meninggalkan kediaman keluarga Djaya.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Puas gak akak akak Randy mendapat tamparan yang keras dari papi Ilham??.

__ADS_1


Yuk like and Vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2