
Hari minggu, biasa nya hari bersantai untuk Vita. Meskipun siang nya, Ia harus ke cafe untuk bekerja. Setidaknya, di pagi hari Ia bisa bersantai sejenak karena libur sekolah. Namun, karena hari ini Ia akan pergi dengan Randy, terpaksa Ia bangun pagi.
" Aahhh, menyebalkan harus bangun pagi di saat lagi libur begini, " teriak Vita saat alarm nya berbunyi pukul 7 pagi.
Yahhh, Vita memang menyetel alarm nya jam 7 pagi. Ia takut gak terbangun dan lupa dengan janji nya. Biasanya, Ia akan bangun jam 9 atau jam 10 Pagi saat hari libur.
Vita segera bangun dan beranjak dari tempat tidur. Ia gak mandi terlebih dahulu, karena ingin bersih bersih rumah dan mencuci baju nya. Begitu lah, kegiatan nya tiap minggu, sekalian bakar kalori.
" Baiklah, saat nya menjadi bi Inem. Semangat! " teriak Vita pada diri nya sendiri.
Vita mulai terlebih dahulu dengan membereskan kamar nya. Menyapu, mengepel, mengelap semua barang barang yang berdebu, mengeluarkan pakaian kotor dari kamar untuk di cuci.
Setelah selesai dengan kamar nya, Vita keluar dan membersihkan ruang tamu, ruang keluarga lalu kamar ayah bunda nya. Meskipun mereka telah meninggal, Vita tetap membersihkan nya. Jadi, saat rindu dengan ayah bunda nya, kapan aja Ia bisa tidur di sana.
Setelah selesai beberes rumah, Vita mencuci baju nya yang sudah menumpuk karena Ia bisa nya hanya mencuci seminggu sekali.
Sambil mengucek baju, Vita bersenandung ria. Sesekali, memainkan busa busa seperti anak kecil. Rasa nya, saat saat seperti ini akan sangat Ia rindukan karena setelah menikah dengan Randy, entah Ia masih bisa seperti ini lagi atau tidak, mengingat Randy yang memiliki pembantu.
Setelah, selesai mencuci dan menjemur nya, Vita ke dapur untuk membuat sarapan karena cacing di perut nya sudah meronta ronta. Benar aja, sejak bangun hingga jam 10 pagi, Gak ada yang masuk kedalam perut nya.
Nasi goreng telah matang dengan telur mata sapi diatas nya. Vita segera membawa nya ke ruang keluarga, melahap sarapan nya sambil menonton film kartun anak kembar dari negara tetangga. Saat asyik makan, handphone nya berdering yang terletak di dalam kamar nya.
Vita berlari kecil untuk mengambil handphone nya. Saat udah meraih nya, Vita melihat nama yang tertera di layar, membuat bibir nya mengembangkan senyum kecil.
Vita langsung mengangkat telpon dari Alfian. Yahhh benar Alfian, karena memang dia yang menelpon Vita.
" Hallo Alfian, " sapa Vita.
" Hallo Vit. Emm, sorry ya gue ganggu lo pagi pagi, " balas Alfian.
" Gak apa apa kok Fian. Ada apa, kok tumben telpon gue pagi pagi?, " tanya Vita.
" Emm, gini Vit. Gue mau tanya. Emmm, nanti malam, lo datang kan ke cafe nya Aldo ngerayain ulang tahun gue? " jawab Alfian ragu ragu.
" Pasti datang lah. Ohh ya ampun, gue belum beli kado buat lo, " jerit Vita histeris sambil memukul pelan kening nya.
" Ehhh, gak apa apa Vit. Lo gak perlu bawa kado kok. Lo datang aja, Itu udah kado buat gue, " balas Alfian.
" Ihhh, gak boleh dong, harus bawa, " ucap Vita.
" Yaudah, terserah lo. Tapi, gue gak maksa lo ngasih kado ke gue, " balas Alfian.
" Iya deh, iya, " ucap Vita sambil senyum senyum gak jelas (bahagia banget lo Vit dapat telpon dari Alfian, ingat Randy woooiii 😄).
__ADS_1
" Lo mau gue jemput vit?, " tawar Alfian.
" Terima kasih Fian, tapi gak usah. Nanti, gue pergi sendiri aja, " tolak Vita halus.
" Baiklah, tapi hati hati ya. Jangan ngebut dan jangan lupa pakai jaket ya, " balas Alfian.
" Ok deh Fian. Oiya, gue tutup dulu ya, soalnya gue masih sarapan tadi, " ucap Vita.
" Ohh iya iya. Yaudah bye Vit. Sampai jumpa nanti malam, " balas Alfian sambil tersenyum bahagia.
" Bye Fian, " balas Vita lalu menutup telpon nya.
Setelah telpon dari Alfian terputus, Vita meloncat loncat kegirangan seperti dapat lotre aja.
Namun, seketika kebahagian nya harus terhenti karena suara ketukan dari pintu depan rumah nya. Vita berjalan keluar kamar nya dan membuka pintu rumah. Saat pintu terbuka, terlihat lah Randy yang telah rapi ingin menjemput Vita.
Saat melihat Randy, Vita terkejut dan seketika melihat jam yang ada di handphone nya yang ia pegang.
" Astagfirullah, udah hampir jam 11. Mati deh gue, " batin Vita.
Vita tersenyum kikuk dan menyuruh Randy masuk ke dalam rumah terlebih dahulu, karena Ia mendapat tatapan tajam dari Randy yang melihat nya masih belum siap siap.
Randy masuk dan langsung duduk di sofa. Namun, mata nya masih menatap tajam ke arah Vita seperti ingin menguliti Vita aja.
" Yaudah, cepat sana mandi. Jangan pakai lama ya dandanan nya, " perintah Randy.
" Ii.. iya mas. Tapi, aku lanjutin sarapan dulu ya mas. Dikit lagi, belum habis nasi goreng nya, " pinta Vita.
Randy mengangguk dan Vita segera pergi ke ruang keluarga untuk melanjutkan sarapan nya yang tertunda.
Vita makan dengan buru buru, lalu meletakkan piring kotornya di wastafel, setelah menghabiskan sarapan nya. Vita gak mencuci nya terlebih dahulu, karena takut Randy akan menunggu nya lama.
Vita segera masuk ke kamar lalu menyambar handuk nya. Kali ini, ia harus mandi lebih cepat dari biasa nya. Setelah selesai mandi, Vita segera memilih baju dan memakai nya. Memoles sedikit wajah nya karena gak ingin membuat dirinya dan Randy malu saat pergi nanti.
Setelah selesai dan kelihatan cantik, Vita keluar kamar dan menghampiri Randy yang berada di ruang tamu. Saat melihat vita udah siap, Randy berdiri dan langsung mengajak Vita berangkat.
Mereka keluar dari rumah dan tak lupa Vita mengunci pintu rumah nya. Mereka berjalan menuju mobil dan masuk kedalam nya. Setelah, mereka memakai sabuk pengaman, Randy segera menghidupkan mesin mobil dan menginjak pedal gas menuju ke mall A untuk membeli cincin pernikahan di toko emas milik keluarga nya.
Setelah sampai diparkiran mall, Mereka di sambut manager mall dan manager toko emas serta beberapa staff mall. Bahkan, security membukakan pintu mobil Randy. v
Vita mengernyitkan keningnya, Ia heran kenapa sampai disambut seperti ini.
" Mas, kok kita pakai acara disambut segala? " tanya Vita heran saat mereka sudah berada diluar mobil.
__ADS_1
" Karena aku, pemilik mall ini. Aku menelpon mereka kalau aku akan kesini, " jawab Randy.
Vita terkejut, ternyata mall terbesar di kota nya milik keluarga Djaya.
" Oohh babang, ternyata dirimu begitu kaya raya. Uhhhh, jiwa kismin dedek berontak babang, " batin Vita.
Mereka mulai memasuki mall. Vita terkejut saat Randy menggenggam tangan nya saat memasuki mall. Randy melihat vita begitu gelisah, karena mendapat tatapan dari seluruh pengunjung mall. Jadi, Ia berinisiatif menggenggam tangan Vita agar merasa nyaman.
" Aku tau, kamu gelisah karena tatapan mereka semua, " ucap Randy saat Vita menatap diri nya.
" Terima kasih, mas, " balas Vita tersenyum.
Mereka sampai di toko emas milik Randy lalu duduk di sofa yang ada di toko tersebut. Manager toko menyuruh beberapa karyawan mengeluarkan beberapa pasang cincin pernikahan.
Mata Vita telihat berbinar, Ia merasa kagum saat melihat keindahan cincin cincin yang ada dihadapan nya, begitu bagus dan indah. Ia gak menyangka akan bisa memakai cincin sebagus itu.
Randy menyuruh Vita memilih cincin mana yang Ia suka. Vita terlihat begitu bahagia dan antusias memilih nya.
Vita memperhatikan cincin cincin yang ada di hadapan nya. Pilihannya, jatuh pada sepasang cincin dengan bertahtakan berlian yang tidak terlalu besar, namun terlihat elegan. Vita menunjuk cincin itu lalu Randy menyuruh karyawan untuk mengambil nya agar bisa mereka coba.
Mereka mencoba cincin itu, cincin nya sangat pas dan terlihat bagus saat di pakai. Randy meminta karyawan untuk membungkus nya dan meminta untuk di kirim kerumah.
Setelah itu, mereka beranjak dan pergi meninggalkan toko emas. Randy mengajak Vita untuk makan siang terlebih dahulu, sebelum melakukan foto prawedding. Meskipun masih kenyang, tapi Vita Gak bisa menolak karena memang udah waktunya makan siang dan pasti nya Randy udah lapar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1