
Randy kini sudah berada di dalam ruangan kerja kantor nya setelah tadi mampir sebentar ke sekolah Vita.
Rand memeriksa sebentar file yang di siapkan Rei untuk meeting nya nanti.
" Kerja bagus Rei. Penawaran ini, pasti akan sangat memuaskan tuan Gerald, " puji Randy.
" Tentu Rand. Kali ini, tuan Gerald gak akan menolak kerja sama dengan perusahaan kita, " ucap Rei bangga.
" Baiklah. Jam berapa mereka sampai? " tanya Randy.
" Sebentar lagi mereka akan sampai, " jawab Rei.
Dan benar aja, tamu yang mereka tunggu telah tiba. Siska, sekertaris Randy memberitahukan kalau tuan Gerald dan asisten nya sedang menunggu di luar ruangan.
Segera, Randy meminta Siska untuk mempersilahkan tamu nya untuk masuk.
Randy berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk menyambut kedatangan tamu penting nya. Begitu juga Rei, Ia mengikuti Randy dan berjalan di samping Randy.
Randy mempersilahkan tuan Gerald dan asisten nya untuk duduk di sofa. Randy meminta Siska untuk membawakan minuman dan cemilan untuk mereka.
Randy segera memulai pembahasan meeting mereka. Karena tuan Gerald sangat tidak suka mengulur waktu, maka Randy langsung membicarakan inti dari pembahasan mereka.
Tuan gerald mendengarkan semua penawaran yang di jelaskan oleh Randy. Kali ini, Ia merasa puas dengan penawaran yang di berikan perusahaan Randy.
" Tuan Randy, penawaran yang kalian berikan kali ini sangat memuaskan saya. Seperti nya, kali ini saya gak punya alasan untuk menolak kerja sama ini, " ucap tuan Gerald setelah Randy selesai menjelaskan.
Randy terlihat sangat bahagia, karena kali ini mereka berhasil bekerja sama dengan perusahaan milik tuan Gerald yang berasal dari Amerika.
Randy menjabat tangan tuan Gerald dan mengucapkan terima kasih.
Setelah pembahasan tentang pekerjaan selesai, mereka berbincang bincang santai sejenak.
" Oh iya tuan Randy, saya dengar anda baru aja melangsungkan pernikahan. Selamat ya tuan, semoga pernikahan kalian langgeng dan dikaruniai banyak putra dan putri, " ucap tuan Gerald tulus.
" Terima kasih tuan Gerald atas doa tulus nya, " balas Randy dengan senyum bahagia.
" Karena berita pernikahan anda, istri saya juga ikut ke Indonesia untuk langsung mengucapkan ucapan selamat untuk istri anda. Jadi, bolehkah kami bertemu dengan istri anda sebelum kembali ke amerika?, " tanya tuan Gerald.
__ADS_1
" Tentu saja boleh, tuan Gerald. Tetapi, saya mohon maaf untuk hari ini gak bisa karena istri saya sedang sakit, " jawab Randy dengan nada sedih.
" Oh, gak apa apa tuan Randy. Lain waktu juga bisa, saat istri anda sudah sembuh. Saya dan istri juga akan tinggal beberapa hari lagi di Indonesia, " balas tuan Gerald.
" Terima kasih atas pengertian nya tuan, " ucap Randy.
" Baiklah, saya pamit undur diri terlebih dahulu, " ucap tuan Gerald lalu beranjak dari sofa.
Randy ikut beranjak dari sofa. Randy mengulurkan tangan nya dan tuan Gerald menyambut uluran tangan Randy. Setelah itu, tuan Gerald dan asisten nya pamit pergi meninggalkan ruangan kerja Randy.
Setelah tuan Gerald dan asisten nya pergi, Randy kembali duduk di sofa begitu juga dengan Rei.
Randy merasa lega karena kali ini perusahaan nya bisa bekerja sama dengan perusahaan tuan Gerald.
" Alhamdulillah Rei, akhirnya kita berhasil. Terima kasih, karena kerja keras mu kita bisa mendapatkan kerja sama ini, " ucap Randy tulus lalu menepuk pelan bahu Rei.
" Sama sama, Rand. Ini kan udah tugas ku membantu mu, " jawab Rei.
" OiyamRei, aku minta tolong handle pekerjaan ku yang lain. Sekarang, Aku mau pulang ke rumah temani Vita. Kasihan dia, " ucap Randy.
" Terima kasih, Rei, " ucap Randy.
" Santai bro, " balas Rei.
Randy berjalan ke meja kerja nya mengambil handphone dan kunci mobil nya lalu pamit ke Rei. Randy juga berpesan kepada Siska untuk memberikan semua sisa pekerjaan nya hari ini kepada Rei. Setelah itu, Randy pergi meninggalkan kantor nya.
****
Sementara di ruang kelas XIIipa1, anak anak pada heboh setelah bel pulang berbunyi.
" Popsky, kita jenguk momsky yuk, " ajak Fabian.
" Iya popsky, ayo kita semua jenguk momsky. Semoga aja setelah kita menjenguk nya, momsky jadi cepat sembuh, " ajak Ririn heboh.
" Baiklah. Tapi, kita harus membeli parcel buah terlebih dahulu, gak mungkin kan kita menjenguk nya dengan tangan kosong, " ucap Alfian.
" Asyiiiaaappp popsky, " jawab anak anak serempak.
__ADS_1
" Yaudah, kita gerak sekarang. Nanti, kita mampir sebentar ke toko buah, " ucap Alfian.
Anak anak kelas XIIipa1 meninggalkan kelas mereka dan berjalan ke parkiran lalu menaiki kendaraan mereka masing masing.
Saat dalam perjalanan menuju rumah keluarga Djaya, mereka mampir sebentar ke toko buah untuk membeli parcel buah untuk Vita.
Setelah membayar di kasir, mereka kembali menaiki kendaran mereka masing masing dan melanjutkan perjalanan ke rumah keluarga Djaya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, akhirnya mereka tiba di depan gerbang kediaman keluarga Djaya.
Setelah mendapatkan izin dari satpam, mereka melajukan mobil nya memasuki pelataran halaman rumah Djaya yang luas.
Mereka memarkirkan kendaraan mereka dan tak lupa Alfian membawa parcel buah yang mereka beli tadi untuk diberikan kepada Vita.
Mereka berjalan menuju pintu utama dan langsung memencet bel saat sudah di depan pintu.
Gak berapa lama, bi Ana datang membukakan pintu. Saat pintu terbuka, bi Ana langsung mempersilahkan mereka masuk, karena bi Ana tau mereka adalah teman teman sekolah Vita yang pasti datang untuk menjenguk.
Alfian dan teman teman mengucapkan terima kasih kepada bi Ana lalu mengikuti bi Ana masuk ke dalam rumah.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Like nya jangan di akhir aja ya akak.
__ADS_1