Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 64


__ADS_3

PARIS, PERANCIS


Di dalam sebuah cafe yang cukup terkenal di Paris, Clara sedang menikmati secangkir kopi. Fikiran nya menerawang memikirkan Randy yang masih belum menelpon bahkan mengirimi nya pesan.


Clara mengecek handphone nya berulang kali namun tetap tak ada notif apapun dari Randy. Ia merasa sangat kesal karena baru pertama kali ini, Randy gak memberikan kabar apapun. Terakhir kali mereka berkomunikasi, saat kemarin diri nya menelpon Randy saat Randy berada di kantor.


Clara mencoba menghubungi nomor Randy, namun panggilan nya sama sekali gak di jawab oleh Randy membuat diri nya semakin kesal dan emosi.


" Brengs*k, " umpat Clara.


Clara meletakkan asal handphone nya di atas meja cafe. Kekesalan nya benar benar memuncak. Setelah kemarin malam masalah yang terjadi antara diri nya dan teman model wanita nya di agensi tempat diri nya bekerja, kini giliran Randy yang gak memberikan kabar apapun dan gak mengangkat panggilan dari nya.


" Jangan jangan, wanita itu mulai menghasut Randy untuk gak menghubungi aku?, " gumam Clara menduga duga.


" Awas aja kalau memang benar, gak akan aku biarkan dia hidup tenang. Randy hanya milik ku, dan aku gak mau kehilangan Randy. Apapun yang terjadi, aku gak boleh kehilangan Randy, " gumam Clara lagi.


Sementara itu di sudut cafe, seorang laki laki tampan sedang memperhatikan Clara. Ia merasa kagum dengan pesona yang ada di dalam diri Clara. Laki laki itu bangkit dari duduk nya dan memberanikan diri menghampiri Clara.


" Hai. Boleh kah, aku duduk di sini bersama mu?, " tanya laki laki itu saat sudah berada di depan Clara.


Clara mengangkat kepala nya, melihat siapa yang berani berani nya mengganggu diri nya yang sedang kesal. Clara mengernyitkan kening nya, Ia merasa gak mengenal laki laki di depan nya ini.


Laki laki tampan, berkharisma, memiliki tubuh atletis dan sangat cocok dengan kriteria laki laki idaman Clara.


Clara tersenyum sekilas lalu mempersilahkan laki laki itu duduk di kursi kosong yang ada di depan nya.


" Hai, perkenalkan nama ku Alex, " ucap laki laki itu sambil mengulurkan tangan kanan nya.


" Hai, aku Clara, " ucap Clara sambil membalas uluran tangan Alex.


Setelah saling memperkenalkan diri, Alex terus memandangi Clara dengan tatapan kagum. Alex benar benar terpesona dengan kecantikan Clara, membuat Clara menjadi salah tingkah karena terus di pandangi oleh Alex.


" Kenapa kamu terus memandangi ku? Apa ada sesuatu yang aneh di diri ku?, tanya Clara penasaran.


" Ah maaf. Aku hanya terpesona dengan kecantikan diri mu, " balas Alex merasa bersalah karena terus memandangi Clara.


" Oh begitu. aku fikir ada yang salah dengan diri ku saat ini, " ucap Clara.


" Kamu begitu cantik dan pesona mu benar benar membuat ku gak bisa mengalihkan mata ku untuk terus memandangi wajah mu, " ucap Alex.


" Kamu terlalu berlebihan, Lex, " balas Clara malu malu.


" Tidak tidak, aku gak berlebihan. Kamu memang sangat cantik dan hati ini gak bisa berbohong jika aku telah jatuh cinta karena pesona mu, " Ucap Alex dengan tatapan mendamba.


Clara tersenyum bahagia mendapat pujian dari Alex. Ia merasa bangga dengan diri nya yang bisa membuat laki laki bertekuk lutut karena kecantikan diri nya.


" Boleh kah kita bertukar nomor handphone? Dan jika kamu ada waktu senggang, bisakah kita makan malam bersama?, " tanya Alex.


" Tentu boleh. Ini kartu nama ku, " balas Clara sambil menyodorkan kartu nama yang Ia ambil dari dalam tas nya dan di terima oleh Alex.


" Clara Anastasia, nama yang bagus. Ah ternyata, kamu seorang model. Pantas aja, kamu begitu cantik dan juga emm sexy, " ucap Alex dengan senyum menawan nya membuat Clara terpesona dengan senyuman Alex.


" Dan ini kartu namaku, " ucap Alex sambil menyodorkan kartu nama yang Ia ambil dari dalam dompet nya.


Clara mengambil kartu nama Alex dan membaca nya.


" Alexander Matthew Ezekiel, Ceo AME.CORP, " cicit Clara.


" Wow, ternyata yang ada di hadapan ku ini adalah seorang Ceo. Sungguh, aku sangat tersanjung bisa di puji oleh seseorang yang hebat seperti dirimu, Lex, " Ucap Clara.


" Seorang Ceo, lumayan juga. Bisa lah aku manfaatin dia selama aku di sini. Dari pada mikirin Randy yang udah buat aku kesal, lebih baik aku bersenang senang dengan laki laki ini. Kelihatan nya dia juga sangat tertarik dengan diriku. Gak boleh di sia siakan kesempatan emas seperti ini, " gumam Clara dalam hati nya.


" Kamu terlalu memuji diriku Clara, aku tidak lah sehebat itu. Justru aku yang beruntung karena bisa mengenal model cantik seperti diri mu. Emm, bolehkah aku mengundang mu untuk makan malam bersama dengan ku malam ini di penthouse ku?, " pinta Alex


" Wah, pucuk di cinta ulam pun tiba. Seperti nya, tujuan ku untuk memanfatkan diri nya akan berjalan lancar. Lihat lah dirinya itu, dia kelihatan sekali sudah tergila gila dengan kecantikan ku, " gumam Clara dalam hati.


" Baiklah, aku terima undangan mu. Tidak baik bukan, menolak undangan dari seseorang yang hebat seperti diri mu?, " balas Clara dengan senyum menggoda nya.


" Aku mohon, jangan terus memuji ku, " Ucap Alex


" Ok ok, jika kamu tidak ingin aku terus memuji mu. Ah iya maaf, seperti nya aku harus pergi. Sebentar lagi aku harus melakukan pemotretan. Aku gak ingin telat sampai di sana dan membuat mereka menunggu ku, " ucap Clara merasa bersalah.

__ADS_1


" Baiklah, aku mengerti. Meskipun, aku masih ingin berlama lama dengan mu di sini tapi pekerjaan mu juga penting. Pergilah sekarang, aku yang akan membayar bill sebagai ucapan terima kasih karena kamu menerima undangan makan malam dariku, " balas Alex.


" Maaf ya Lex dan juga terima kasih atas traktiran nya. Kalau gitu sampai ketemu nanti malam, "pamit Clara lalu beranjak berdiri dan berjalan meninggalkan Alex.


" Clara, tunggu, " panggil Alex.


Clara mnghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke belakang saat Alex memanggil nya.


" Ada apa lex?, " tanya Clara.


" Bolehkah aku menjemput mu nanti malam?, tanya Alex berharap.


" Baiklah. Aku tunggu kamu nanti malam jam 7. Jangan sampai terlambat ya, " balas Clara dan di anggukin oleh Alex. Setelah itu, Clara berbalik badan dan kembali berjalan meninggalkan Alex.


Alex tersenyum bahagia. Setelah itu, Ia meminta bill kepada pelayan. Setelah selesai melakukan transaksi pembayaran, Alex pergi meninggalkan cafe dan kembali ke kantor nya.


****


JAKARTA, INDONESIA


Randy yang sedang rebahan di kamar sambil menunggu Vita memasak spagetti untuk diri nya mendengar handphone nya berdering.


" Siapa sih yang nelpon, ganggu aja, " gerutu Randy.


Dengan perasaan yang kesal, Randy mengambil handphone nya yang Ia letakkan di atas meja.


" Clara, " cicit Randy dengan kening yang berkerut


Randy malas sekali mengangkat panggilan dari Clara. Randy meletakkan kembali handphone nya ke atas meja. Lalu, Ia kembali merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur dan memejamkan mata nya .


Tidak berapa lama, Vita masuk ke dalam kamar membawa nampan berisi dua piring spagetti dan dua gelas air putih.


Vita meletakkan nampan yang di bawa nya ke atas meja kecil samping sofa, lalu berjalan menghampiri Randy yang sedang rebahan di atas tempat tidur.


" Mas, ayo makan. Spagetti nya udah matang, " ucap Vita.


Randy membuka mata nya lalu bangun dan berjalan ke arah sofa lalu duduk di sana. Randy mengernyitkan kening nya saat melihat dua piring spagetti di atas meja.


" Kepe-dean kamu mas. Yang satu itu punya ku. Aku juga lapar karena tadi siang aku makan bubur sedikit saat di suapin mami. Aku gak suka makan bubur, jadi saat memakan nya aku merasa ingin muntah, " balas Vita.


" Oh gitu. Tapi apa kamu udah boleh makan spagetti? Aku takut kamu demam lagi, " tanya Randy.


" Tenang aja mas, aku udah sembuh kok, " balas Vita tersenyum.


Randy mengangguk lalu Vita memberikan sepiring spagetti kepada Randy dan juga mengambil untuk diri nya sendiri, setelah itu Vita ikut duduk di sofa di samping Randy.


Randy makan dengan lahap nya. Entah karena memang sangat lapar atau memang spagetti buatan Vita yang lezat, tak butuh waktu lama spagetti di piring Randy habis tak bersisa. Bahkan, Ia merasa kurang dengan porsi yang di masak Vita untuk nya.


Vita yang sedang asyik makan dengan perlahan merasa terkejut, karena tiba tiba Randy mengambil alih piring nya.


" Mas, itu punya ku, " rengek Vita.


" Aku masih lapar, ini untuk ku aja. kamu masak lagi sana, " balas Randy dan langsung melahap spagetti Vita yang baru aja di makan beberapa suap.


" Yaudah, kamu habis kan aja. Aku malas mau masak lagi, " ucap Vita lalu mengambil gelas yang ada di atas meja dan meminum nya.


Vita memperhatikan Randy yang sedang melahap spagetti buatan nya. Vita tersenyum lucu melihat cara makan Randy yang seperti anak kecil. Mulut Randy belepotan saos spagetti.


Vita mengambil tisu dan mengelap mulut Randy saat Randy telah menghabiskan semua spagetti nya dan memberikan piring kotor nya kepada Vita. Randy terdiam dan menatap Vita saat vita mengelap mulut nya. Vita tersenyum saat Randy menatap diri nya.


" Kamu ini seperti anak kecil aja, makan sampai belepotan begini, " ucap Vita sambil terus mengelap mulut Randy.


Setelah selesai mengelap mulut Randy, Vita menyodorkan air minum untuk Randy. Randy langsung mengambil nya dan meminum nya sampai habis lalu menyerahkan kembali gelas kosong kepada Vita.


Vita menerima gelas kosong dari Randy dan meletakkan kembali ke atas nampan. Setelah itu, Vita beranjak dari sofa dan membawa nampan berisi piring dan gelas kotor ke dapur.


Sambil menunggu Vita kembali dari dapur membereskan piring dan gelas kotor, Randy kembali duduk bersandar di tempat tidur. Ia mengambil handphone Vita yang ada di meja samping tempat tidur.


Randy memeriksa isi handphone Vita. Ia ingin tau, dengan siapa istri nya itu sering chatingan, dan dengan siapa aja istri nya itu sering melakukan panggilan telepon.


Saat sedang memeriksa handphone Vita, satu chat masuk di handphone Vita. Randy langsung membuka dan membaca nya.

__ADS_1


Saat membaca nya, rahang Randy langsung mengeras dan raut wajah nya terlihat begitu marah. Ia genggam erat handphone Vita lalu melemparkan handphone Vita dengan keras ke dinding kamar.


Randy berdiri dan berjalan ke arah jendela, menatap keluar jendela berharap emosi nya bisa reda. Namun, sampai Vita kembali ke kamar, emosi Randy tak kunjung reda.


Vita masuk ke dalam kamar dan melihat Randy sedang berdiri di dekat jendela. Ia menghampiri Randy dan langsung memeluk Randy dari belakang.


" Mas, ngapain berdiri di sini?, " tanya Vita.


" ...., " tak ada jawaban dari Randy.


" Sayang, kok gak di jawab sih, " ucap Vita manja.


Randy melepaskan pelukan Vita dan berbalik badan. Wajah Randy yang terlihat sangat marah dan menakutkan, membuat Vita refleks mundur menjauh dua langkah dari Randy.


" Mas kenapa?, " Tanya Vita takut takut.


Vita bingung kenapa Randy bisa berubah menakutkan secepat ini. Padahal, Randy tadi baik baik aja, saat Ia tinggal sebentar ke dapur membereskan piring dan gelas kotor mereka.


Randy masih diam dan gak menjawab pertanyaan dari Vita. Ia mengalihkan pandangan nya dari Vita ke arah handphone Vita yang udah hancur berserakan di lantai.


Vita mengikuti arah pandang Randy dan sontak terkejut mendapati handphone nya udah hancur berserakan di lantai.


" Mas, handphone ku. Kamu apakan handphone ku?, " tanya Vita takut.


" Kamu gak ingin bertanya, kenapa aku menghancurkan handphone mu itu?, " tanya Randy dengan seringai yang menakutkan.


" Memang nya ada apa mas?, " tanya Vita yang semakin takut setelah melihat seringai menakutkan dari Randy.


" Apa benar, kamu sekarang mencintai ku?, " bukan nya menjawab pertanyaan Vita, Randy malah kembali bertanya kepada Vita masih dengan seringai nya yang menakutkan.


" Iya mas, aku mencintai mu. Mas kenapa sih?, " tanya Vita yang sekarang menjadi bingung.


" Lalu, kenapa dia masih mengirim chat mesra untuk mu? Apa kamu gak bilang kepada nya, kalau kamu sudah mencintai ku dan melupakan dia?, " tanya Randy sedikit berteriak.


" Dia? Dia siapa mas? Kamu kalau ngomong jangan ngegantung gitu, aku gak ngerti, " balas Vita yang semakin bingung.


" Laki laki yang tadi menjenguk mu dengan teman teman mu itu. Dia mengirim pesan mesra untuk mu. Apakah kamu masih selalu membalas chat dia dengan kata kata mesra?, " tanya Randy yang udah gak bisa mengontrol emosi nya lagi.


" Alfian? Memang nya dia kirim pesan apa? Aku gak pernah melakukan chat pribadi dengan nya setelah kita menikah. Aku juga sadar akan status ku sebagai istri mu. Bahkan tadi, aku juga udah mengungkapkan perasaanku kepada mu. Jadi, gak mungkin aku berbalas chat mesra dengan Alfian. Percaya sama aku mas, " balas Vita mencoba meyakinkan Randy.


Randy pergi meninggalkan Vita dengan emosi yang masih menguasai diri nya. Ia pergi menjauh karena takut Vita akan menjadi sasaran luapan emosi nya.


Vita bingung harus berbuat apa. Jika Randy pergi, Ia takut terjadi apa apa dengan Randy. Tapi Ia juga takut, jika salah berkata atau bertindak akan membuat semua nya semakin berantakan.


Saat tangan Randy sudah memegang handle pintu kamar, Vita langsung berlari dan menahan pintu agar Randy tidak membuka pintu dan keluar dari kamar.


" Percayalah mas, aku mencintai mu. Aku sangat mencintai mu, " ucap Vita yang langsung mengalungkan kedua tangan nya di leher Randy dan mencium bibir Randy.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like and vote nya ya akak. Jangan cuma comment "lanjut" doang 😊.

__ADS_1


__ADS_2