
Ilham, Rita dan Vita sudah kembali dari rumah sakit dan kini sedang duduk di ruang keluarga. Setelah tadi dengan susah payah Vita mengajak kedua mertua nya untuk pulang.
Bagaimana tidak, Rita sempat membuat keributan dan tidak terima dengan hasil pemeriksaan dokter. Bahkan, sampai ingin memecat dokter dan perawat yang ada di ruangan itu karena di anggap tidak becus bekerja.
Vita bersusah payah membujuk mertua nya agar tenang dan mau pulang ke rumah, tetap saja Rita tidak mau pulang dan memilih untuk pemeriksaan ulang.
Terpaksa Vita mengatakan jika diri nya memang masih perawan dan mas Randy sama sekali tidak ingin menyentuh diri nya. Setelah mendengar hal itu, Rita langsung terdiam dan memandang wajah Vita dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.
Setelah beberapa detik baru lah Rita mengajak Suami dan menantu nya pulang tanpa pamit kepada dokter.
Ilham dan Vita merasa sungkan, dan mengucapkan permohonan maaf kepada dokter dan perawat atas tindakan dan perkataan Rita. Setelah mengucapkan terima kasih, mereka keluar dari ruangan dokter kandungan menyusul Rita ke area parkir.
" Sekarang jelaskan kepada mami dan papi maksud perkataan mu tadi di rumah sakit, " ucap Rita tegas.
Ucapan Rita yang tegas membuat Vita sedikit merasa terintimidasi karena selama ini mertua nya tidak pernah berbicara setegas itu. Tapi, demi kebaikan semua nya dia harus berani.
" Tunggu sebentar mi, ada yang ingin Vita ambil dan tunjukkan kepada mami papi, " balas Vita.
Tanpa menunggu persetujuan mertua nya, Vita bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamar Ziya. Ia mengambil semua bukti bukti yang di kumpulkan Ziya selama ini dan juga surat perjanjian pernikahan nya bersama Randy.
Setelah itu, Vita kembali ke ruang keluarga dan meletakkan semua bukti bukti ke atas meja.
" Papi, mami, sebelum nya Vita minta maaf. Mungkin setelah ini, papi dan mami kecewa sama Vita, " ucap Vita.
Ilham dan Rita tetap diam dan memilih mendengarkan terlebih dahulu penjelasan Vita.
Vita menarik nafas nya dalam dalam dan membuang nya perlahan.
" Vita ingin jujur kepada mami dan papi kalau selama ini pernikahan Vita dan mas Randy di dasar kan kontrak. Mas Randy meminta Vita menikah dengan nya dengan syarat mas Randy bisa menikah lagi dengan Clara dan sebagai imbalan nya mas Randy akan membiayai seluruh hidup dan pendidikan Vita dan juga biaya ganti rugi mobil mas Randy yang Vita tabrak tidak perlu di bayar, " ucapan Vita terhenti untuk memberi jeda dan melihat respon mertua nya.
Ternyata kedua mertua nya tidak merespon apapun, wajah mereka tetap datar dan memilih untuk tetap diam.
Vita menghela nafas nya dengan berat lalu melanjutkan kembali penjelasan nya.
__ADS_1
" Awal nya, Vita menolak dengan tegas dan memilih untuk membayar ganti rugi mobil secara cicilan. Tapi malam hari nya, Mbak Ziya datang ke rumah Vita bersama mas Rei. Mbak Ziya meminta Vita mau menikah dengan mas Randy dan meminta Vita untuk berusaha membuat mas Randy mencintai Vita dan bisa melupakan Clara. Mbak Ziya menunjukkan bukti bukti kejahatan Clara, dan menunjukkan rekaman Clara. Vita menjadi bimbang antara menolak atau menerima pernikahan itu. Jika menerima pernikahan itu, mungkin Vita bisa menyelamatkan semua orang dari rencana jahat Clara. Mbak Ziya juga memperbolehkan Vita meminta syarat harta kepada mas Randy, tapi Vita menolak semua itu. Untuk Vita, jika semua orang bisa selamat maka itu adalah kebahagian tersendiri untuk Vita, " ucap Vita kembali menjeda untuk melihat respon mertua nya dan lagi lagi mereka tetap menunjukkan wajah datar tanpa ingin merespon.
" Jujur, awal nya Vita sama sekali tidak memiliki rasa apapun terhadap mas Randy, tapi dari hari ke hari kebersamaan kami, rasa cinta itu muncul semakin besar dan dalam. Vita juga sangat menyayangi mami dan papi serta seluruh keluarga yang lain. Vita merasa beruntung bisa merasakan kembali hangat nya keluarga. Tapi, Vita tidak ingin lama lama membohongi mami dan papi serta memberi harapan palsu kepada semua orang. Vita tidak bisa memberikan penerus untuk keluarga Djaya karena mas Randy berjanji kepada Clara sampai kapan pun mas Randy tidak akan pernah menyentuh Vita, " ucap Vita tercekat dan merasa sakit saat mengingat hal itu.
" Pemeriksaan dokter tadi adalah rencana Vita untuk memberitahukan kepada mami dan papi kalau sampai detik ini Vita masih perawan. Vita tidak mungkin mengatakan langsung kepada mami dan papi, dan tentu nya kalian tidak akan percaya begitu saja. Jadi, Vita merencanakan semua ini agar bisa memberitahukan segala nya kepada mami dan papi. Vita gak sanggup lagi mi berlama lama membohongi mami dan papi. Maafin Vita, mi pi, " ucap Vita lalu menundukkan kepala nya menyembunyikan air mata nya yang sudah mengalir.
Rita tidak tega melihat menantu nya menangis. Ia menghampiri Vita dan duduk di sebelah Vita lalu memeluk erat menantu nya. Tangis Vita semakin pecah, saat Rita memeluk diri nya.
Ilham menghela nafas nya dengan berat. Ia tidak menyangka putera nya bisa berbuat hal bodoh seperti ini.
" Nak, papi mau tanya sama kamu. Apa saat Ziya meminta kamu menikah dengan Randy, dia mengancam kamu? Katakan dengan jujur kepada papi, " tanya Ilham.
Vita menyeka air mata nya dan melepas pelukan nya bersama Rita.
" Mbak ziya memang mengancam Vita melalui teman teman satu kelas Vita. Dan ini juga salah satu alasan Vita mau menikah dengan mas Randy. Vita tidak ingin terjadi sesuatu dengan mereka semua. Selama ini mereka selalu membantu Vita dan Vita tidak ingin membalas kebaikan mereka dengan menghancurkan masa depan mereka, " jawab Vita dengan air mata yang kembali menetes.
Rita sedikit terkejut mendengar jawaban Vita tapi tidak untuk Ilham. Ia tau, puteri nya itu mewarisi sikap kejam diri nya, jadi tidak heran kalau Ziya bisa sampai melakukan hal itu.
" Kamu anak yang hebat nak. Kamu mengorbankan segala nya hanya untuk kami, " ucap Rita dengan air mata yang sudah menetes.
" Mami dan papi silahkan lihat semua bukti bukti itu dan juga surat perjanjian pernikahan Vita dan mas Randy. Disana ada satu poin yang di ubah mas Randy, Vita di haruskan berhenti bekerja dan menerima jika seluruh biaya hidup dan pendidikan di tanggung mas Randy, " ucap Vita.
Ilham dan rita bergantian melihat bukti bukti kejahatan Clara. Selain bukti yang pernah di tunjukkan Ziya kepada nya, Vita juga menunjukkan bukti bukti perselingkuhan Clara selama di Paris. Tidak hanya foto, tetapi video Clara sedang berhubungan dengan Alex juga ada.
Rita sampai jijik melihat Video itu dan tidak ingin lanjut melihat nya. Ilham benar benar emosi dan sudah tidak sanggup lagi menahan nya. Ternyata, diri nya membesarkan anak yang begitu bodoh.
Ilham melempar bukti bukti itu ke atas meja dan bangkit dari sofa dengan wajah yang terlihat sangat emosi. Dia akan menemui Randy dan memberikan pelajaran kepada putera nya itu.
Vita tau jika papi nya sudah tidak bisa lagi menahan emosi nya dan ingin menemui Randy. Vita bangkit dan menghampiri Ilham lalu memegang lengan papi nya.
" pi, Vita mohon jangan sakiti mas Randy. Biar Vita yang menyelesaikan semua ini dengan cara Vita. Vita minta izin kepada mami dan papi untuk pergi dari rumah ini, " ucap Vita.
" Apa maksud kamu nak mau pergi dari rumah ini? Papi tidak akan mengizinkan kamu pergi, kamu puteri papi dan ini adalah rumah kamu, " balas Ilham emosi.
__ADS_1
" Pi, ini demi kebaikan hubungan Vita dan mas Randy. Papi tolong dengarkan dulu semua yang akan Vita katakan, Vita mohon papi mengerti maksud keinginan Vita ini, " ucap Vita menenangkan mertua nya.
Vita mengajak Ilham untuk duduk kembali dan terpaksa Ilham menuruti keinginan menantu nya dan memilih mendengarkan apa yang akan di sampaikan menantu nya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Jangan bully saya ya karena Vita bilang mau pergi dari rumah. Hehehe.
Tenang saja, Ini juga salah satu rencana Vita kok untuk kebaikan masa depan hubungan nya dengan Randy.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.
__ADS_1