
Siapa sangka seorang anak yatim piatu yang hidup dalam kesederhanaan dan bertahan dengan uang pensiunan serta penghasilan dari kerja paruh waktu, kini hidup nya layak nya seorang puteri sultan.
Berawal dari ketidaksengajaan pertemuan yang menjadikan nya harus menerima kontrak sebagai istri yang rela untuk di madu. Pada akhir nya, diri nya menjadi istri satu satu nya yang sangat di sayangi dan di cintai.
Ia merasa Allah itu sangat baik kepada nya karena telah di limpahkan kasih sayang dan cinta dari orang orang terdekat nya. Tidak hanya suami, mertua, ipar bahkan para sahabat nya begitu sangat menyayangi nya.
Berulang kali Ia ucapkan Alhamdulillah di dalam hati nya atas semua yang Allah berikan kepada nya. Allah menjadikan nya sebagai hamba yang sangat beruntung dan selalu bersyukur atas segala nikmat.
Tak hanya sebagai istri dan menantu yang baik, Ia telah berhasil menjadi sahabat dan kakak ipar yang baik untuk adik laki laki suami nya. Ia berhasil membuat laki laki yang telah menjadi sahabat nya itu menemukan cinta sejati nya dan melupakan rasa yang pernah berkembang di hati untuk diri nya.
" Mas, Alhamdulillah sekarang Alfian sudah menemukan cinta sejati nya. Mulai sekarang kamu jangan cemburu buta lagi sama Alfian, " ucap Vita sambil memainkan jari nya di dada Randy.
" Iya sayang, maaf ya kecemburuan ku membuat kamu susah, " balas Randy yang terus mengelus sayang puncak kepala istri nya.
Vita menggelengkan kepala nya " Enggak sayang, aku gak merasa di susahkan hanya saja terkadang merasa kesal, sedikit sih, " ucap Vita terkekeh.
Randy menoel gemas hidung Vita " Kamu ini bisa saja, " balas Randy.
" Semoga Amanda dan Alfian berjodoh ya sayang. Aku itu berharap banget mereka bisa sampai menikah karena mereka terlihat sangat cocok. Eh, tapi kamu tau gak sayang?, " tanya Vita serius yang tiba tiba bangkit dan duduk bersila di depan Randy.
Randy bangkit dan juga ikut duduk bersila di depan Vita " Tau apa sayang?, " tanya Randy balik yang penasaran melihat wajah serius istri nya.
" Rasa sayang dan cinta Alfian untuk Amanda itu sangat besar, beda banget sewaktu dulu dia memiliki rasa untuk aku, " jawab Vita.
" Kenapa kamu bisa bicara seperti itu?, " tanya Randy dengan kening berkerut.
" Aku itu bisa merasakan nya sayang, dan juga itu sangat terlihat dari mata nya. Dulu saat bersama ku, tak pernah aku melihat binar binar kebahagiaan yang sangat jelas terpancar. Aku memang merasakan Fian mencintai ku tapi tidak sebesar cinta nya kepada Amanda. Dan itu juga tidak aku lihat saat kami berciuman dulu, " ups Vita reflek menutup mulut nya dengan kedua tangan nya saat tidak sengaja keceplosan dan melihat suami nya yang langsung melotot ke arah nya.
" Kalian pernah berciuman? Apakah sering?, " tanya Randy dengan suara dan raut wajah yang datar namun terasa sangat menakutkan untuk Vita.
" I..itu kit, " belum lagi Vita selesai menjawab pertanyaan Randy, Randy sudah lebih dulu berdecak kesal lalu meninggalkan Vita dengan perasaan kesal, marah, kecewa. Randy keluar dari kamar dan pergi ke lantai bawah.
Vita memukul pelan mulut nya yang kenapa bisa keceplosan hal sensitif seperti itu " Duh Vita, bodoh banget sih lo, " rutuk nya pada diri nya sendiri.
" Lebih baik gue kejar mas Randy dan mengatakan kalau gue dan Fian hanya sekali saja berciuman. Gue gak mau mas Randy berfikir terlalu jauh, " gumam Vita lalu bergegas turun dari ranjang dan keluar kamar menyusul suami nya.
Vita perlahan menuruni anak tangga, meskipun Ia panik karena memikirkan suami nya yang sedang marah, tetapi Ia tidak melupakan keselamatan bayi yang ada di dalam kandungan nya.
Langkah nya terhenti saat melihat suami nya dan Fian sedang berdebat. Terlihat juga, mami dan papi mereka yang berusaha melerai saat Randy ingin melayangkan pukulan kepada Alfian.
" Randy, kamu apa apan sih tiba tiba datang dan bertanya hal gak jelas sambil marah marah sama adik kamu, " bentak Ilham.
" Randy kecewa sama mereka pi, gak nyangka mereka pern, " ucapan Randy terhenti karena mendengar suara bentakan Vita.
" Cukup mas, cukup. Mas sudah keterlaluan, " bentak Vita.
__ADS_1
Refleks Alfian, Ilham, Randy dan Rita berbalik dan melihat Vita yang sedang menunjukkan raut wajah marah sambil melangkah mendekat ke arah mereka.
" Nak tenang, kasihan bayi kamu, " ucap Rita mengingatkan Vita sambil mengelus lembut bahu Vita saat Vita sudah berada di samping nya.
Vita tidak menghiraukan ucapan mertua nya, Ia lantas menatap nyalang ke arah Randy.
" Kamu marah dan bertengkar dengan Fian karena mendengar aku pernah berciuman dengan Fian? Dengar ya mas, aku dan Fian hanya satu kali berciuman dan tidak pernah berbuat lebih. Itu hanya masa lalu, dan masa lalu tidak bisa aku hilangkan dari bayang bayang hidup ku. kami melakukan itu juga sebelum kita menikah jadi jika menurut kamu itu salah, harus nya kamu berkaca diri dan melihat kelakuan kamu dulu. Kamu lupa, kalau kelakuan kamu lebih rendah lagi karena kamu masih bermesraan dengan wanita ular itu saat kita sudah menikah. Apa kamu pernah berfikir kalau aku terluka dengan sikap mu itu. Dan aku yakin, bahkan kalian pernah berciuman dan mungkin saja sering atau lebih tepat nya setiap kali kalian bertemu, " Vita menjeda ucapan nya, menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan perlahan.
Randy terdiam dan membeku, Ia sadar jika kelakuan nya dulu sangat menyakiti Vita, tetapi Ia tidak peduli dan terus menyakiti hati Vita. Ia lebih memilih memikirkan perasaan Clara yang pasti sedih karena diri nya terus berdekatan dengan wanita lain.
Vita menatap Randy tajam dan kembali berucap " Harus nya aku yang marah karena kelakuan mu dulu bersama wanita ular itu, tapi aku berfikir itu hanya masa lalu jadi kenapa aku harus mempermasalahkan nya karena sekarang kita punya kehidupan sendiri. Bersikap lah dewasa, jangan selalu menuruti amarah dan ego mu. Kamu tau, aku lelah, lelah dengan sikap kamu yang seperti ini, " Vita sedikit berteriak di akhir ucapan nya membuat semua orang tersentak kaget.
" Peter, " teriak Vita.
Peter yang memang sudah berada di dekat ruang keluarga langsung mendekat saat Vita berteriak memanggil nya. Ia tadi langsung masuk ke dalam rumah saat bi Asih memanggil nya dan memberitahu jika kedua tuan mereka sedang bertengkar. Bi Asih takut jika mereka saling baku hantam, jadi nya bi Asih memanggil Peter masuk ke dalam rumah.
" Iya nona muda, " ucap Peter saat sudah mendekat.
" Awasi pria ini, jangan biarkan dia mendekat dan masuk ke dalam kamar. Malam ini, aku tidak ingin melihat wajah nya, " perintah Vita sambil menunjuk wajah Randy.
Sontak saja Randy membulatkan mata nya. Ia tidak menyangka istri nya bisa segitu marah nya sampai tidak ingin berada di dekat nya.
" Sayang, " panggil Randy lirih sambil berjalan mendekat namun langkah nya terhenti saat Vita mengangkat tangan nya menolak diri nya.
" Sayang, " panggil Randy yang berusaha mengejar Vita tetapi di tahan oleh Peter.
" Maaf tuan, sebaik nya anda menjauh dari nona malam ini, " ucap Peter.
Randy menatap nyalang ke arah Peter dan mencengkram baju Peter " Siapa kau berani nya menyuruh aku menjauh dari istri ku, hah, " bentak Randy.
" Maaf tuan, saya hanya menjalan kan perintah nona muda, " jawab Peter tenang dan tidak terpancing emosi.
" Rand, tenang lah. Biarkan Vita sendiri malam ini, biarkan Vita menenangkan diri nya. Mami akan menemani nya jika kamu khawatir terjadi apa apa dengan Vita, " ucap Rita menenangkan putera nya.
Randy mendesah pasrah dan menuruti ucapan mami nya. Ia duduk di sofa dan menyandarkan tubuh nya di sofa sambil memejamkan kedua mata nya.
Ilham menyuruh Peter dan beberapa bodyguard menjaga di depan kamar Vita dan Randy agar jika terjadi sesuatu, Rita bisa segera meminta tolong.
" Mas, " panggil Alfian pelan yang sudah duduk di sebelah Randy tetapi Randy tetap menutup kedua mata nya.
" Aku tau mas kalau kamu cemburu saat tau aku dan Vita pernah berciuman. Tapi, itu hanya lah masa lalu dan sekarang apa kamu lupa kalau aku sudah memiliki Amanda. Benar kata Vita, masa lalu tidak mungkin bisa kita hilang kan dari hidup kita. Dan kamu harus nya sadar jika masa lalu kamu bahkan lebih membuat hati Vita terluka, tetapi Vita bisa menerima itu semua. Harus nya kamu belajar banyak dari nya tentang kesabaran, " ucap Alfian.
" Tenang kan diri kamu dan fikir kan semua yang aku dan Vita katakan. Satu hal yang harus kamu ingat, bagaimana pun masa lalu Vita bersama aku maupun pria lain nya, tetap saja saat ini dan selama nya hanya kamu yang Ia cintai dan Ia pilih untuk menjadi pendamping hidup nya, " lanjut Alfian lalu menepuk pelan bahu Randy dan bangkit pergi meninggalkan Randy.
Ilham melihat putera nya seperti itu merasa iba tetapi juga kecewa, Ia mendekat dan menepuk pelan bahu putera nya " Rand, istirahat lah di kamar bawah. Besok pagi baru lah kalian bicara lagi dengan baik baik. Biarkan Vita menenangkan diri nya malam ini, " ucap Ilham menenangkan putera nya.
__ADS_1
Randy membuka kedua mata nya dan menatap sendu ke arah papi nya " Maaf kan Randy ya pi karena sudah egois, " ucap Randy lirih.
Ilham menggelengkan kepala nya seraya tersenyum " Sudah sudah jangan terus menyalahkan diri mu. Dengan kamu menyadari kesalahan mu, itu sudah bagus nak. Besok temui Vita, dan minta maaf lah pada nya, " balas Ilham.
" Iya pi, " ucap Randy lalu Ilham berjalan meninggalkan Randy menuju kamar nya.
Sepeninggal Ilham, Randy kembali memejamkan kedua matanya dan menarik nafas nya dalam dalam.
" Maaf sayang, karena keegoisan dan cemburu buta ku membuat kamu terluka seperti itu, " gumam Randy lirih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.
Epilog:
Ilham berguling guling di atas ranjang nya, Ia tidak bisa tidur karena malam ini istri nya menemani menantu nya dan membuat nya harus tidur sendiri dengan guling yang sama sekali tidak bisa memberikan rasa hangat saat di peluk.
Ilham membuka kedua mata nya dan duduk bersandar di atas ranjang.
" Rand Rand, kamu tega banget sih sama papi. Kalian yang bertengkar malah papi juga harus tidur sendirian begini, ".
" Mana malam ini terasa dingin lagi. Mami, papi butuh kehangatan, ". Teriak frustasi Ilham yang sudah seperti anak ABG saja, hahaha.
__ADS_1