Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 128 Kerasukan


__ADS_3

Vita terbangun saat mendengar bunyi alarm ponsel nya berdering. Ia membuka mata nya lalu duduk dan mengambil ponsel nya lalu mematikan alarm. Setelah itu, Ia letak kan kembali ponsel nya ke atas meja.


Vita merenggang kan otot otot nya lalu mengucir asal rambut nya. Setelah itu, Ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Ia basuh wajah nya dengan air lalu mengelap nya dengan handuk.


Pagi ini, Vita akan memasak sarapan untuk semua keluarga termasuk untuk Alex, Stella dan Aro yang menginap di kediaman Djaya.


Vita bergegas turun ke bawah menuju dapur. Di dapur, sudah ada bi Ana dan bi Asih yang terlihat ingin menyiapkan sarapan.


" Pagi bi Ana, pagi bi Asih, " sapa Vita saat sudah sampai di dapur.


" Pagi nona muda, " jawab bi Ana dan bi Asih.


" Pagi ini biar Vita yang masak ya bi, " seru Vita semangat.


" Tidak usah nona, biarkan saya dan bi Asih saja yang memasak, " tolak bi Ana lembut.


" Biar Vita saja bi yang memasak sarapan. Bi Ana dan bi asih bantu bantu yang lain saja, " ucap Vita memaksa.


" Baiklah nona jika nona memaksa ingin memasak, biar saya dan bi Asih bantu potong potong saja, " balas bi Ana pasrah.


" Nah gitu dong bi. Em, hari ini Vita ingin masak nasi goreng seafood. Bibi tolong bantu bersih kan seafood nya ya bi, " pinta Vita.


" Siap nona, " jawab bi Ana dan bi Asih serempak.


Hampir satu jam Vita habis kan waktu nya untuk berperang melawan peralatan di dapur. Dan hasil nya, nasi goreng seafood telah matang dan siap untuk di sajikan di atas meja makan.


Saat Vita baru selesai memasak, tiba tiba saja sebuah suara mengagetkan diri nya, bi ana serta bi Asih.


" Seperti nya enak, " ucap seseorang di belakang mereka.


Vita, bi Ana dan juga bi Asih berbalik menghadap seseorang yang berada di belakang mereka.


" Aro, " cicit Vita saat melihat sosok yang tadi berada di belakang nya.


" Pagi, " sapa Aro dengam senyum yang tersungging di bibir nya.


" Pagi juga, " balas Vita lalu tersenyum tipis.


" Pagi tuan muda, " balas bi Ana dan bi Asih.


" Tuan muda ingin sesuatu?, " tanya bi Ana.


Aro tersenyum lalu menggeleng kan kepala nya.


" Tidak bi, terima kasih. Saya hanya mengikuti penciuman saya yang mencium wangi harum masakan, jadi saya ke sini, " jawab Aro.


Vita mengalihkan pandangan nya, menghindari tatapan Aro.


" Bi, tolong tata di atas meja makan ya nasi goreng nya. Vita mau ke kamar bangunin mas Randy, " seru Vita lalu berjalan meninggal kan dapur tanpa berpamitan kepada Aro.


Aro menatap punggung Vita yang semakin menjauh dari pandangan nya, lalu Ia tersenyum tipis.


" Tuan yakin tidak ingin di buatkan sesuatu? " tanya bi Ana memecahkan lamunan Aro.


" Eh tidak perlu bi, saya mau jogging sebentar, " jawab Aro lalu berjalan menuju ke taman samping.


****


Sesampai nya di kamar, Vita langsung menghampiri Randy dan membangun kan nya. Ia goyang goyang pelan tubuh Randy agar terbangun.


Randy bangun dan menggeliat lalu perlahan membuka kedua mata nya. Senyum nya mengembang saat melihat wajah cantik istri nya saat membuka kedua mata nya di pagi hari.


" Pagi sayang, " sapa Randy dengan suara serak khas bangun tidur.


" Pagi juga sayang, " balas Vita.

__ADS_1


Randy duduk lalu bersandar pada sandaran tempat tidur.


" Ayo cepat mandi, nanti kita di tunggu semua orang, " perintah Vita.


" Mandi bareng yah, " ajak Randy lalu menaik turun kan kedua alis nya.


" Tidak tidak, kamu duluan saja. Kalau bareng pasti akan jadi lama nanti nya, " tolak Vita lalu bangkit dan berjalan menuju lemari.


Randy bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menghampiri Vita dan hap Randy langsung menggendong Vita ala bridal style.


" Tidak ada penolakan sayang, aku sudah cukup menahan nya satu malaman ini, " ucap Randy lalu membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam.


Vita hanya bisa pasrah jika Randy sudah bergairah seperti ini. Percuma di tolak karena ujung ujung nya tetap dia yang kalah.


Pagi ini mereka melakukan olah raga pagi mereka di dalam kamar mandi. Randy terpaksa menuruti keinginan istri nya yang hanya meminta satu ronde saja, karena istri nya tidak ingin di goda lagi oleh papah Andy seperti saat baru menikah dulu.


Setelah selesai olah raga pagi dan membilas diri, Randy dan Vita keluar dari dalam kamar mandi dan langsung memakai pakaian mereka. Karena hari ini hari minggu, mereka hanya memakai baju santai.


Vita membereskan sebentar tempat tidur mereka sebelum mereka keluar dari dalam kamar.


Selama perjalanan menuju ke ruang makan, Randy terus saja memeluk posesive pinggang ramping Vita.


" Pagi semua, " sapa Randy dan Vita kepada semua orang. Karena olah raga tadi, mereka terlambat turun untuk sarapan.


" Pagi, " balas semua orang.


Randy menarik kursi lalu duduk di sana, sementara Vita menyiapkan nasi goreng di piring Randy. Lalu, Vita menuju ke dapur untuk membuat kan Randy kopi serta susu putih untuk diri nya.


Vita meletak kan secangkir kopi dan segelas susu di atas meja lalu Ia menarik kursi dan duduk di sana.


Vita melihat ke arah nasi goreng yang ada di hadapan nya, rasa nya Ia tidak berselera ingin memakan nya. Padahal tadi, Ia begitu semangat saat memasak nya.


Vita mengambil segelas susu yang tadi di buat nya lalu meneguk nya sampai habis dan meletak kan kembali gelas kosong nya ke atas meja.


Randy menegur Vita saat melihat Vita yang masih belum menyendok kan nasi goreng ke piring nya.


Vita hanya menggeleng geleng kan kepala nya. Melihat itu, Randy langsung meletak kan sendok dan garpu nya lalu memeriksa Vita. Ia sangat takut jika terjadi apa apa dengan Vita.


" Kamu kenapa sayang?, " tanya Randy khawatir.


" Aku gak apa apa mas, aku hanya tidak berselera melihat nasi goreng nya, " jawab Vita lesu.


" Ada apa sayang, bukan nya tadi bibi bilang kamu yang memasak nasi goreng nya?, " tanya Rita yang juga mulai khawatir.


" Vita gak apa apa mi, Vita hanya gak berselera mau makan nasi goreng nya, " jawab Vita menatap mertua nya.


Vita kembali menatap Randy lalu berucap membuat semua orang di sana membelalak kan mata nya.


" Mas, aku kepingin makan ketupat sayur sekarang, " ucap Vita manja.


" Hah, ketupat sayur, " beo Randy.


" Iya sayang, ayo kita pergi beli sekarang, " rengek Vita sambil menggoyang goyang kan lengan Randy.


Randy memejam kan mata nya, Ia berfikir di mana diri nya bisa menemukan tempat yang menjual ketupat sayur, sementara diri nya tidak pernah membeli nya sendiri jika ingin makan.


" Aku tidak tau sayang di mana ada yang jual ketupat sayur, " jawab Randy saat kedua mata nya terbuka.


" Aku tau di mana biasa nya tempat yang menjual ketupat sayur dan rasa nya juga enak. Ayo kita ke sana sekarang, " rengek Vita.


" Yasudah, ayo kita ke sana. Kamu tunggu di sini sebentar, aku ambil dompet, ponsel dan kunci mobil, " ucap Randy lalu bangkit dan berjalan meninggalkan ruang makan.


Sebelum Randy berjalan terlalu jauh, Vita berucap sedikit berteriak meminta Randy membawa ponsel nya juga dan di jawab anggukan oleh Randy.


Semua orang yang ada di meja makan terus menatap Vita membuat nya merasa risih dengan tatapan itu.

__ADS_1


" Kenapa semua menatap Vita? Apa Vita ada berbuat salah ya?, " tanya Vita takut takut karena terus di tatap.


" Ahh tidak sayang, kamu tidak salah. Nanti hati hati ya saat kalian pergi dan ingat jangan terlalu banyak makan sambal, " jawab Rita lalu mengingat kan menantu nya itu.


" Iya mi, nanti Vita makan nya gak pakai sambal banyak banyak cuma nanti habis satu mangkok saja, " jawab Vita terkekeh.


Rita hanya menggeleng geleng kan kepala nya mendengar candaan dari menantu nya.


Selang berapa lama, Randy kembali ke ruang makan sambil membawa jaket untuk Vita lalu menyuruh Vita memakai nya. Setelah itu, Ia mengajak Vita pergi mencari ketupat sayur sesuai keinginan istri nya itu.


Setelah berpamitan kepada semua orang, Randy dan Vita berjalan keluar rumah menuju mobil.


Saat semua orang sibuk memperhatikan kepergian Vita dan Randy, seseorang sedang menahan emosi nya dengan mengepal kan kedua tangan nya dengan erat.


****


Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, mobil yang di kendarai Randy tiba di depan sebuah warung tenda biru.


Mereka langsung keluar dari mobil setelah Randy memarkirkan mobil nya. Vita menarik tangan Randy agar Randy berjalan lebih cepat.


Setelah mengatakan pesanan mereka, Vita mengajak Randy duduk di salah satu meja yang di sediakan oleh penjual.


" Sayang, kenapa tiba tiba kamu ingin makan ketupat sayur?, " tanya Randy.


" Gak tau mas, sesaat terlintas saja di kepala ku ketupat sayur dengan kuah yang banyak, sambal, telur dan kerupuk. Rasa nya pasti enak banget, " jawab Vita sambil menjilat bibir bawah nya lalu melihat ke arah penjual karena diri nya sudah tidak sabar ingin makan ketupat sayur.


Randy hanya tersenyum melihat istri nya yang sudah tidak sabar ingin makan ketupat sayur.


Setelah menunggu beberapa saat, pesanan mereka tiba. Vita langsung memakan ketupat sayur yang ada di hadapan nya dengan sangat rakus. Dengan sekejap, ketupat sayur nya sudah habis di lahap Vita, tapi Vita masih merasa belum kenyang. Ia pun memesan kembali satu porsi ketupat sayur.


Randy bergidik ngeri melihat cara Vita memakan ketupat sayur itu seperti tidak makan selama setahun saja. Bahkan, ketupat sayur Randy saja masih belum habis saat Vita sudah menghabiskan tiga porsi ketupat sayur.


Setalah porsi ketiga, baru lah Vita merasa kenyang. Ia menuang air putih ke dalam gelas lalu meneguk nya sampai habis.


" Kenyang nya aku, " gumam Vita sambil mengelus elus perut nya.


Randy menggeleng kan kepala nya melihat istri nya yang sanggup menghabis kan tiga porsi ketupat sayur sekaligus. Ia pun kembali bergidik ngeri.


" Kerasukan apa istri ku ini, sampai bisa menghabis kan tiga porsi ketupat sayur sekaligus. Apa harus aku bawa ke dokter ya untuk memeriksa nya? Tidak tidak tidak, mana bisa dokter memeriksa orang yang kerasukan. Ohh sayang ku, kamu membuat ku takut, " jerit Randy dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


***Maaf ya akak lama up nya, semoga kalian semua tetap sabar menunggu.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2