Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 86


__ADS_3

Clara duduk sendiri di dalam studio sambil memainkan ponsel nya. Ia tidak sadar jika sedari tadi sedang di perhatikan seorang pria yang ada di sudut ruangan.


Dengan langkah perlahan, pria itu menghampiri Clara dan hal itu sama sekali tidak di sadari Clara yang sibuk dengan ponsel nya.


Begitu tepat di belakang Clara, pria itu langsung memeluk Clara dari belakang dengan satu tangan nya membekap mulut Clara agar tidak berteriak.


Clara terkejut dan berteriak namun suara nya terhalang karena bekapan tangan pria itu. Clara hanya bisa menoleh untuk melihat siapa pria yang berani memeluk nya.


Betapa terkejut nya Clara saat melihat pria yang memeluk serta membekap mulut nya.


" Jo..han, " gumam Clara tidak jelas Clara karena mulut nya di bekap.


" Hai sayang ku, rindu aku?, " ucap pria itu yang tak lain bernama johan dan tak lupa johan menyeringai membuat Clara bergidik ngeri.


" Ahhh, aku sangat merindukan mu Clara sayang, " ucap Johan lagi sambil mengeratkan pelukan nya.


Clara meronta ronta agar Johan melepaskan pelukan serta bekapan nya. Bukan nya melepaskan Clara, Johan malah mengancam Clara agar tetap diam.


" Tenang lah sayang. Aku tidak akan menyakiti mu, jika kamu menuruti perkataan ku. Biarkan aku memeluk mu sebentar saja, aku sangat merindukan mu, " ucap Johan tepat di telinga Clara lalu menggigit pelan telinga Clara.


Clara terpaksa menuruti perkataan Johan, Ia diam saja di dalam pelukan Johan. Jika diri nya tidak menurut, maka Johan akan berbuat hal yang nekat.


" Sayang, aku rindu belaian mu, " ucap Johan lembut di telinga Clara lalu mengecup leher Clara.


Clara menahan desahan nya agar tidak lolos dari bibir mungil nya. Ia memaki Johan dalam hati karena masih ingat bagian bagian sensitif tubuh nya.


" Kenapa kamu tega meninggalkan aku di saat aku membutuhkan mu? Apa karena aku bangkrut, kamu mencampakkan aku dan pergi ke pelukan pewaris Djaya?, " ucap Johan yang tiba tiba emosi lalu tangan kiri nya mencekik leher Clara dan tangan kanan nya masih membekap mulut Clara.


Clara meronta ronta karena kini Ia sulit untuk bernafas. Cekikan Johan terasa semakin kuat di leher nya. Tapi, Johan seakan tidak peduli dengan Clara yang terus meronta.


" Dasar wanita murahan! Dulu, aku begitu bodoh karena lebih memilih wanita murahan seperti mu dari pada istri serta anak ku. Saat aku bangkrut, kamu malah pergi meninggalkan aku. Kali ini, aku akan memberikan mu pelajaran berharga agar di lain waktu kamu tidak bisa menghancurkan keluarga orang lain, " ucap Johan yang sudah semakin emosi.


Clara menggigil ketakutan mendengar perkataan Johan. Ia semakin meronta tapi cekikan Johan semakin kuat di leher nya.


Tangan kanan Johan melepas bekapan nya di mulut Clara, lalu Ia segera mengambil sesuatu di dalam kantung jaket nya.


Clara mengambil kesempatan itu untuk berteriak minta tolong. Tetapi, Johan malah menertawakan Clara.


" Clara sayang, kamu lupa kalau tempat ini kedap suara. Berteriak lah sesuka mu, tidak akan ada yang mendengar. Teriak lah yang kencang, Aku begitu merindukan suara mu ini, " ucap Johan dengan seringai mengerikan nya.


Clara berhenti berteriak karena benar ucapan Johan, studio ini kedap suara.


" Sayang, dari pada berteriak seperti itu, lebih baik kamu keluarkan suara desahan mu yang sangat menggoda itu, " ucap Johan di telinga Clara lalu mengecup Telinga Clara dan perlahan turun ke leher Clara.


Clara sekuat tenaga menahan desahan nya agar tidak keluar. Ia tidak ingin Johan tau kalau diri nya menikmati sentuhan Johan.


" Brengs*k! Dia masih ingat betul bagaimana membuat ku terangsang, " umpat Clara dalam hati.


" Sayang, jangan di tahan, keluarkan saja. Aku ingin mendengar desahan mu, " ucap Johan.


Clara sudah tidak bisa menahan nya lagi. Desahan demi desahan pun keluar dari bibir mungil nya.


Aaahhh.. Uhhmmm..

__ADS_1


Kini, Clara menikmati setiap sentuhan yang di berikan Johan. Johan memang paling bisa membuat nya cepat terangsang hanya dengan kecupan dan setuhan lembut di leher nya.


Saat Clara menikmati setiap sentuhan Johan, tiba tiba Johan menghentikan aksi nya dan tersenyum menyeringai kepada Clara.


" Dasar wanita murahan! Terima pembalasan dari ku, " ucap Johan emosi.


Johan langsung menyanyat dengan perlahan lengan Clara dengan pisau lipat yang tadi Ia ambil dari saku jaket nya.


Aaarrghhhh.


Clara memekik kesakitan saat johan menyayat lengan kiri nya. Tak peduli dengan teriakan kesakitan Clara, kini Johan kembali menyayat kedua paha mulus Clara secara bergantian.


Clara semakin memekik kesakitan. Darah mengalir di setiap luka yang di terima nya.


" Kamu selalu menyombongkan diri mu karena tubuh indah mu ini. Kali ini, kamu tidak akan bisa lagi menyombongkan diri mu, " ucap Johan yang semakin menyayat tubuh Clara.


Tidak hanya di lengan dan paha Clara, tetapi Johan juga memberikan sayatan di wajah cantik Clara.


Clara sudah tidak bisa menahan rasa sakit nya, Ia terkulai lemas dan pingsan. Melihat Clara pingsan, Johan tersenyum puas.


" Setelah ini, dengan luka di setiap tubuh mu, kamu akan berfikir ulang untuk menjalin hubungan dengan pria mana pun, " ucap Johan lalu mendorong Tubuh Clara hingga jatuh ke lantai.


Johan pergi meninggalkan studio dengan hati hati. Ia tidak ingin ada orang yang melihat nya dan curiga kepada nya.


****


Elise, Alexa, Catherine serta teman teman se tim mereka telah selesai sarapan. Alexa mengajak dan mentraktir mereka semua sarapan terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan mereka.


Mereka berjalan beriringan menuju ke studio sambil bercerita dan sesekali tertawa bersama.


Semua pada keheranan karena Alexa tiba tiba berhenti setelah melihat ke dalam studio. Mereka pun mengikuti ke arah yang di tuju mata Alexa. Sama seperti Alexa, wajah mereka berubah pucat pasi setelah melihat apa yang ada di hadapan mereka.


Dengan setengah kesadaran yang di miliki Steve, sang fotographer dengan langkah gemetaran memanggil orang orang dan juga security gedung.


Orang orang yang mengerumuni pintu masuk studio, menjauhkan diri dari pintu setelah petugas kepolisian serta perawat dan dokter tiba. Mereka membawa Clara ke rumah sakit yang sebelum nya sudah di berikan pertolongan pertama.


Setelah Clara di bawa ke rumah sakit, semua orang membubarkan diri karena petugas kepolisian memerintahkan untuk menjauh dari lokasi kejadian.


Alexa dan catherine menghampiri Elise di ruang ganti. Setelah melihat tidak ada orang lain di ruangan itu, mereka dengan segera menutup dan mengunci nya.


" Elise, bagaimana ini? Aku tidak mau masuk penjara, " ucap Catherine yang sudah ketakutan.


" Aku juga tidak mau masuk penjara. Bukan nya kamu bilang, pria itu hanya akan bercinta dengan Clara sampai kita semua tiba di studio dan menunjukkan betapa murahan nya wanita itu? Tapi, pria itu malah melakukan hal semengerikan itu, " timpal Alexa yang sama takut nya dengan Catherine.


" Kalian berdua tenang lah. Dengan kalian menunjukkan ketakutan kalian, itu akan membuat polisi curiga. Bersikap lah biasa saja dan kalian gak perlu takut, aku akan mengurus semua ini. Yang penting saat introgasi dengan polisi, kalian harus tetap tenang dan menjawab sesuai kata kata ku, " balas Elise.


Dengan cepat Alexa dan Catherine mengangguk menuruti perintah Elise. Mereka mendengar kan dengan seksama semua yang di katakan Elise sebagai alibi mereka saat di introgasi pihak kepolisian.


Setelah mengatakan apa saja yang akan menjadi alibi Alexa dan Catherine, Elise menyuruh mereka keluar dari ruang ganti. Alexa dan Catherine lagi lagi menuruti perintah Elise dan keluar dari ruang ganti.


" Dasar pria bodoh, membuat ku susah saja. Aku menyuruh nya untuk membuat wanita itu terlihat murahan di depan semua orang, tapi malah melakukan hal gila seperti itu. Aku harus segera mengurus nya, " gumam Elise kesal setelah Alexa dan Catherine pergi.


****

__ADS_1


Elise kini berada di depan pintu apartemen Johan. Ia memencet bel berulang kali agar Johan segera membuka pintu.


Saat pintu terbuka, Elise langsung nyelonong masuk tanpa di persilahkan Johan. Ia duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


Setelah menutup pintu apartemen nya, Johan menghampiri Elise dan duduk di sofa berseberangan dengan Elise.


" Aku menyuruh mu hanya membuat dia malu di depan semua orang, tetapi kamu malah menyiksa nya seperti itu. Beruntung dia tidak mati saat itu. Jika dia mati, maka kita berdua akan mendapat hukuman dari big bos, " ucap Elise to the point.


" Ahh, sorry Elise. Aku hanya tidak tahan lagi untuk membalas dendam kepada nya, " balas Johan frustasi.


" Aku tau bagaimana perasaan mu. Tapi, dengan perbuatan mu itu, rencana balas dendam big bos kepada nya akan berakhir. Padahal, aku masih ingin melihat nya menderita, " Elise berdecak kesal.


" Apa yang aku lakukan itu adalah hal yang luar biasa. Setelah ini, dia tidak akan bisa lagi menjadi model dan big bos bisa langsung melaksanakan rencana terakhir nya, " balas Johan.


" Benar juga yang kamu katakan. Nanti, aku akan coba berdiskusi dengan big bos tentang masalah itu. Sekarang kamu pergi lah ke Amerika. Big bos menyuruh mu untuk menetap sementara di sana, " Ucap Elise lalu meletakkan amplop coklat besar yang di bawa nya tadi ke atas meja.


" Tapi Elise, bagaimana dengan anak dan istri ku kalau aku menetap di amerika?, " tanya Johan.


" kamu tenang saja, mereka baik baik saja di Indonesia. Big bos sudah mengurus mereka. Sekarang, anak mu sudah bisa bersekolah kembali dan istri mu juga sudah mendapat pekerjaan yang layak, " jawab Elise.


" Terima kasih Elise. Dan tolong sampaikan ucapan terima kasih ku kepada big bos. Semoga ini semua bisa menjadi penebus kesalahan ku kepada istri dan anak ku. Dan juga, tolong sampaikan kepada big bos, jika ada hal yang harus aku kerjakan lagi, aku siap melakukan nya, " ucap Johan.


" Baiklah, akan aku sampaikan. Sekarang, aku pamit. Aku harus kembali ke kantor agar teman kerja ku yang lain tidak curiga, " ucap Elise lalu bangkit dan berjalan keluar dari apartemen Johan.


Setelah Elise pergi, Johan mengambil amplop coklat yang di tinggalkan Elise di atas meja lalu pergi ke kamar nya untuk menyiapkan barang barang nya. Hari ini juga, Ia akan berangkat ke Amerika sesuai perintah big bos.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Hmmm, gimana menurut kalian balasan untuk Clara, terlalu kejam kah??.


Jangan bully saya yah. Hahahahaha.


Jangan lupa like and vote yang banyak, biar tambah semangat up nya.

__ADS_1


Kalau ranking nya naik jauh, saya up lagi hari ini dua episode. gimana***?


__ADS_2