Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 131 Kisah Cinta Yang Rumit


__ADS_3

Vita hanya bisa tersenyum geli melihat semua orang menjadi heboh karena diri nya mau memeriksakan diri ke dokter.


Mereka semua pun bergegas berganti baju dan kembali secepat nya ke ruang keluarga agar Vita tak menunggu lama.


Vita melihat satu persatu rona kebahagiaan di wajah tiap orang, namun tatapan nya terhenti saat melihat rona sendu terpancar pada satu orang di ruangan itu. Beberapa detik mereka saling beradu pandang, namun sedetik kemudian Vita mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


" Maaf, mungkin kebahagiaan ku ini menyakiti hati mu, " gumam Vita dalam hati.


Setelah semua orang telah bersiap, mereka langsung bergegas menuju mobil dan mengendarai nya menuju rumah sakit keluarga Djaya.


" Sayang, kita ini mau periksa ke dokter atau mau mendemo para dokter sih?, " ucap Vita terkekeh.


Randy tersenyum lalu menggenggam tangan kanan Vita dan mencium nya.


" Sayang, mereka itu hanya terlalu bahagia mendengar kamu mau memeriksakan diri mu ke dokter. Jadi, biarkan saja mereka seperti itu, " balas Randy.


" Tapi sayang, aku takut mengecewakan semua orang jika nanti hasil nya negatif, " ucap Vita lirih.


Randy semakin erat menggenggam tangan Vita, lalu tersenyum.


" Sayang, apapun hasil nya nanti, kita harus bisa ikhlas menerima nya. Jika memang kamu beneran hamil, aku akan semakin menjaga kamu. Dan jika memang Allah belum memberikan kepercayaan kepada kita saat ini, kita bisa terus mencoba nya setiap hari kan, " balas Randy sambil menaik turun kan alis nya.


" Dasar mesum, " ucap Vita dengan wajah yang sudah memerah malu.


Randy menarik Vita ke dalam pelukan nya lalu mencium puncak kepala Vita berkali kali sambil terus fokus menyetir.


Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, mereka semua tiba di area parkir rumah sakit.


Manager rumah sakit serta beberapa perawat menyambut kedatangan mereka semua. Kening manager dan perawat berkerut seketika saat melihat banyak sekali yang datang menemani menantu keluarga Djaya untuk memeriksakan diri.


Setelah membungkuk hormat dan menyapa Ilham dan yang lain nya, manager langsung mengarahkan mereka semua ke ruang pemeriksaan kandungan.


" Wuihh, ini mau periksa atau demo sih, ramai banget yang ikut, " bisik salah satu perawat kepada teman nya yang satu yang sedang bertugas di meja resepsionis.


" Huss, jaga bicara mu, atau kamu mau di pecat, " balas perawat yang lain.


****


Mereka semua telah sampai di depan pintu ruangan dokter kandungan. Manager mengetuk pintu terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Randy dan Vita masuk.


Saat Vita ingin masuk, yang lain nya juga sibuk ingin masuk ke dalam ruangan dan mendengar langsung dari dokter tentang hasil pemeriksaan nya.


Vita berbalik dan menyuruh mereka untuk tetap menunggu di luar ruangan.


" Mi, mami dan yang lain nya menunggu di luar saja ya. Maaf, bukan nya Vita mau bersikap tidak sopan, tapi Vita hanya ingin berdua saja dengan mas Randy di dalam, " ucap Vita sambil menggenggam tangan mertua nya.


" Tapi sayang, mami ingin sekali menemani kamu di dalam, " balas Rita.


" Mi, please ngertiin Vita ya, " ucap Vita.


" Sudah mi, kita tunggu di luar saja. Biarkan mereka berdua yang masuk, " seru Ilham sambil merangkul bahu istri nya.


Rita sebenar nya ingin sekali masuk ke dalam ruangan dengan mereka tetapi karena permintaan Vita, terpaksa diri nya menunggu di luar saja.


" Baiklah sayang, mami dan yang lain nya menunggu di luar saja, " ucap Rita lalu memeluk menantu nya.


Setelah pelukan mereka terlepas, Vita dan Randy masuk ke dalam ruang dokter kandungan.


Kening dokter kandungan berkerut saat melihat Vita datang bersama Randy. Ia masih ingat jika Vita pernah datang ke ruangan nya bulan lalu.


" Bukan kah kamu yang bulan lalu datang periksa ke sini dan hasil nya masih perawan tetapi kedua orang tua kamu memarahi saya dan bilang saya tidak becus memeriksa kamu dan bersikeras kamu hamil?, " tanya dokter itu saat Vita dan Randy sudah duduk di depan nya.


" Iya benar dok, itu saya. Dan kenal kan ini suami saya, mas Randy, " jawab Vita.


Randy dan dokter itu saling berjabat tangan. Lalu, dokter itu bertanya sudah berapa lama berumah tangga dan keluhan apa saja yang terjadi.


Vita menceritakan kalau diri nya tidak mengalami keluhan apa apa. Tetapi Randy menceritakan kalau sikap istri nya hari ini sangat aneh.


Dokter paham lalu meminta perawat membantu Vita untuk tidur di brangkar agar bisa di periksa.


Setelah selesai memeriksa Vita, dokter kembali ke kursi nya lalu perawat membantu Vita kembali ke kursi nya.


Dokter mengatakan hasil pemeriksaan nya kepada Randy dan Vita. Wajah Randy dan Vita terlihat tegang lalu dokter memberikan resep yang harus mereka tebus. Setelah itu Randy dan Vita keluar dari ruangan dokter dengan wajah sedih.


Rita dan yang lain nya langsung menghampiri Vita dan Randy saat mereka sudah keluar dari ruangan dokter. Rita langsung memeluk Vita saat melihat wajah sedih menantu nya.


" Sudah lah sayang jangan bersedih, mungkin saat ini kalian belum di beri kepercayaan oleh Allah. Tetap berdoa dan berusaha, jangan menyerah karena kalian juga baru saja menikah, " ucap Rita menenangkan menantu nya.

__ADS_1


" Kamu juga Rand, jangan sedih seperti itu. Kalian masih bisa terus mencoba nya, kalian juga baru beberapa bulan menikah, " kali ini Ilham yang menenangkan putera nya.


Vita dan Randy saling pandang lalu tertawa terbahak bahak membuat semua orang kebingungan.


" Kalian kenapa tertawa?, " tanya Rita bingung.


Randy dan Vita berhenti tertawa lalu Randy menarik pinggang Vita dan memeluk nya dengan begitu possesive.


Semua orang semakin bingung dengan sikap Randy dan vita.


" Hei, kalian kenapa diam saja sekarang. Ayo katakan yang jelas hasil nya bagaimana, " seru Ziya geram.


Randy dan Vita saling pandang dan tersenyum bahagia lalu Randy mengangguk kan kepala nya kepada Vita. Setelah Randy mengangguk kan kepala nya, Vita mengeluarkan selembar foto hasil usg dari dalam tas nya lalu menyerahkan kepada Rita.


Rita mengambil hasil usg itu lalu melihat nya dengan teliti bersama dengan Ziya dan mamah Lisa.


" Selamat mi, mami akan mempunyai satu cucu lagi, " ucap Vita bahagia saat mereka masih melihat hasil usg nya.


Semua orang terdiam sambil menatap Randy dan Vita, lalu sesaat kemudian mereka bersorak ria mendengar kalau Vita hamil.


" Kita akan punya cucu lagi pi, ".


" Kita akan punya keponakan, ".


" Gue akan jadi uncle, ".


" Gue akan jadi aunty, ".


" Tambah lagi cucu kita pah, ".


Begitu lah teriakan heboh mereka semua dan teriakan mereka semua membuat semua pasien dan keluarga pasien yang ada di lantai itu menjadi terganggu. Tetapi, mereka tak ada yang berani protes karena takut berurusan dengan keluarga Djaya.


Rita langsung masuk ke dalam ruang dokter untuk bertanya langsung perihal keadaan calon cucu nya.


" Dokter, bagaimana keadaan calon cucu saya, sehat kan? Sudah berapa minggu usia nya sekarang?, " tanya Rita gak sabaran.


Dokter tersenyum ramah lalu menjelaskan kepada Rita dan Ilham serta Vita dan Randy yang juga kembali masuk ke dalam ruangan.


" Dari hasil pemeriksaan, usia kandungan puteri ibu baru memasuki usia minggu ke empat. Kandungan nya sehat tetapi tetap harus menjaga pola makan dan mengurangi rutinitas yang bisa membahayakan kandungan nya. Jangan terlalu banyak berfikir yang berat berat dan stres karena bisa mengganggu kesehatan janin nya. Karena usia nona Vita saat ini masih muda, jadi sangat rentan mengalami keguguran. Jadi saya harap, kalian bisa menjaga nya dengan baik. Saya sudah memberikan resep vitamin kepada nona Vita, silah kan resep itu di tebus dan di minum sesuai aturan yang saya anjur kan, " terang dokter.


Saat mereka semua ingin melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan, Rita kembali berbalik dan menatap dokter dan perawat yang ada di ruangan itu secara bergantian.


" Pi, katakan kepada keponakan mu yang nakal itu untuk memberikan mereka bonus bulan ini, " ucap Rita sambil menatap suami nya.


Ilham mengangguk lalu mengambil ponsel nya dan menelpon keponakan nya yang tak lain adalah direktur utama di rumah sakit ini. Ia menyuruh untuk memberikan bonus sebesar tiga puluh persen dari gaji mereka kepada dokter dan perawat yang memeriksa Vita tadi.


Dokter dan perawat yang ada di ruangan itu melongo tak percaya namun sedetik kemudian mereka mengucapkan terima kasih kepada Ilham dan Rita. Setelah itu, mereka keluar dari ruangan dokter dan kembali ke kediaman Djaya dan tentu nya Randy telah menebus resep Vitamin yang di perintah kan dokter tadi.


****


Sesampai nya di rumah, Randy menyuruh Vita untuk langsung beristirahat. Tapi, Vita menolak nya karena Ia ingin membuat dalgona.


" Sayang, ayo aku antar kamu ke kamar, kamu harus banyak istirahat, " ajak randy lembut.


" Gak mau, aku mau ke dapur sayang, " tolak Vita.


" Kamu mau ngapain di dapur sayang? Kamu lupa tadi dokter bilang kamu tidak boleh banyak melakukan kegiatan yang berat berat, " ucap Randy.


" Aku ingin buat dalgona sayang, bareng mereka semua, " balas Vita manja sambil menunjuk Vira, Ayu dan Ririn.


" Tapi sayang, aku gak mau kamu kelelahan, " Randy terus membujuk Vita agar mau beristirahat.


" Aku gak akan lelah sayang, lagi pula buat nya juga mudah kok. Kamu tenang saja ya, " ucap Vita lalu mengecup kilas bibir Randy, setelah itu Vita langsung menarik tangan Ayu dan Vira untuk ke dapur di ikuti juga oleh Ririn.


" Sudah lah Rand, biarkan saja. Yang penting kamu tetap awasi Vita, dari pada dia tertekan karena kamu larang, itu lebih membahayakan kandungan nya, " ucap Rita menenangkan putera nya.


Randy hanya bisa mengangguk pasrah sambil memijit pelipis nya kerena tiba tiba kepala nya terasa pusing.


" Bro, kita ke gazebo saja sambil menunggu mereka selesai membuat apa tadi itu yang di bilang istri mu dal dalgona, " ucap Aro mengajak Randy dan yang lain nya.


" Ide bagus juga, " balas Randy.


" Mas, ambil gitar Vita sana, dari pada bosan nunggu mereka lebih bagus nyanyi , " ucap Alfian.


" Yasudah kalian duluan saja ke gazebo nanti aku nyusul sambil bawa gitar Vita, " balas Randy.


Randy pergi ke kamar nya mengambil gitar Vita sementara yang lain pergi duluan ke gazebo.

__ADS_1


Di dapur, para wanita muda sedang menyiapkan bahan bahan untuk membuat dalgona. Setelah semua bahan tersedia, mereka langsung mengeksekusi nya.


Mereka membuat dalgona sambil mengobrol agar tidak terasa bosan.


" Yu, ada yang mau gue ceritain sama lo, " ucap Vita.


" Apa itu?, " tanya Ayu sambil terus mengaduk adonan nya.


" Ini tentang kak Al, " jawab Vita.


Ayu menghentikan aktivitas nya lalu menatap Vita menuntut Vita untuk lanjut berbicara.


" Kak Al ada di Indonesia, dan gue sudah bertemu dengan nya, " lanjut Vita.


" Apa? Lo serius Vit?, " tanya Ayu tak percaya.


" Gue serius Yu. Dan yang lebih mengejutkan lagi kalau Kak Al itu sebenar nya, " jawaban Vita terpotong karena Randy tiba tiba datang ke dapur.


" Sayang, " panggil Randy.


" Iya sayang, ada apa?, " tanya Vita mencoba menutupi kegugupan nya.


" Aku dan yang lain nya di gazebo. Kamu nanti nyusul ke sana ya. Dan ingat, jangan terlalu lelah, " jawab Randy.


" Iya sayang, nanti aku minta bi Ana bawain kalian minuman dan cemilan ke sana, " ucap Vita.


" Ok sayang, " balas Randy.


Randy berlutut di depan Vita, mensejajar kan wajah nya dengan perut Vita lalu mengelus nya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


" Sayang nya Daddy, sehat sehat di perut mommy ya, " ucap Randy sambil terus mengelus perut Vita.


" Bukan Daddy tapi ayah, " balas Vita cemberut.


Randy terkekeh melihat wajah cemberut istri nya lalu kembali berucap di depan perut Vita.


" Iya deh ayah. Sehat sehat ya anak ayah, " ucap Randy lembut lalu mencium perut rata Vita.


" Iya ayah, dedek bayi akan sehat sehat terus di perut bunda, " balas Vita menirukan suara anak kecil.


Setelah itu, Randy berdiri dan mencium kening Vita lalu pergi menyusul yang lain nya di gazebo.


Vita menatap punggung Randy yang kian menjauh dari pandangan nya lalu berucap.


" Kisah cinta yang rumit. Gue gak nyangka Yu, selama ini pria yang hadir di dalam hidup gue saling terikat satu sama lain, " ucap Vita.


" Maksud lo?, " tanya Ayu bingung dengan ucapan ambigu sahabat nya itu.


Vita hanya mengangkat bahu nya gak ingin menjawab pertanyaan Ayu, meskipun Ia tau Ayu sudah sangat penasaran.


Setelah itu, Vita memanggil bi Ana meminta untuk membuat kan Randy dan yang lain nya minuman serta cemilan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Maaf ya baru bisa up kembali.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak. Terima kasih***.

__ADS_1


__ADS_2