
Di dalam pelukan Randy, Vita tersenyum licik. Vita merasa sangat senang, karena rencana nya kali ini juga berhasil. Sedikit demi sedikit, rencana yang Ia buat berjalan sangat lancar dan mulus seperti jalan tol.
" Perlahan tapi pasti, kamu akan mencintai ku dan hanya akan mencintai ku. Lalu jika saat itu tiba, aku akan membuat sedikit permainan untuk hati mu, suami ku tersayang, " batin Vita.
Vita melepaskan pelukan nya, Ia menatap suami nya itu dan tersenyum.
" Terima kasih sayang, " ucap Vita lalu mengecup kilas bibir Randy.
Randy memicingkan mata nya sesaat Vita mengecup kilas bibir nya.
" Mau menggoda ku, emm, " ucap Randy dengan menaikkan sebelah alis nya
" Siapa juga yang menggoda kamu. Memang nya gak boleh ya, aku mencium bibir suami ku sendiri, " balas Vita dengan tersenyum jahil.
Senyum Vita memudar karena Ia terkejut, tiba tiba Randy udah berada di atas nya dan menindih nya.
" Hei, istri kamu ini lagi sakit. Apa kamu akan melakukan nya di saat aku lagi sakit begini?, " tanya Vita gugup.
" Kita lihat aja, apakah kamu masih sakit atau udah sembuh, " balas Randy.
Vita menelan saliva nya susah payah dan Randy tersenyum geli melihat Ekspresi lucu istri nya saat ini.
Randy mengelus lembut bibir Vita dengan ibu jari nya, lalu Ia mulai menyatukan bibir nya dengan bibir Vita. Randy mencium dan ******* bibir Vita dengan lembut. Karena terbakar gairah, Vita juga membalas ciuman dan lumatan dari Randy.
Randy dan Vita sudah berciuman cukup lama. Namun terlihat, mereka belum ingin melepaskan ciuman panas dan menggairahkan tersebut.
Namun, Saat sedang menikmati ciuman mereka, tiba tiba aja sebuah suara mengharuskan untuk menghentikan kegiatan mereka.
Krruuuuccuuukkkk.
__ADS_1
Kedua mata Randy dan Vita membulat sempurna saat mendengar suara yang berasal dari perut Randy. Seketika, wajah Randy memerah malu dan menghentikan aksi nya. Randy melepaskan ciuman nya bersama Vita dan membenamkan wajah merah nya di atas dada Vita.
" Dasar perut gak tau waktu. Bisa bisa nya berbunyi di saat seperti ini, " rutuk Randy pada diri nya sendiri.
Vita tau Randy merasa sangat malu. Ia mengelus lembut puncak kepala Randy, seraya menyampaikan bahwa diri nya gak mempermasalahkan jika adegan mesra mereka terhenti.
" Sayang, kamu lapar?, " tanya Vita lembut.
Randy gak sanggup untuk menjawab pertanyaan Vita karena masih merasa sangat malu. Randy hanya mengangguk kecil untuk menjawab pertanyaan Vita.
" Masih jam segini kamu udah lapar, sayang? Ini juga masih lama, sampai waktu makan malam tiba, " tanya Vita penasaran, karena gak biasa nya Randy kelaparan di jam segini.
" Aku belum makan siang dan juga tadi pagi aku gak menghabiskan sarapan ku. Jadi, saat ini aku lapar, " gumam Randy pelan.
" Hah, kamu belum makan siang mas? Kenapa?, " tanya Vita seraya menggeser tubuh nya meminta Randy untuk bangun.
" Kenapa, kamu belum makan siang mas? Ini udah mulai sore. Perut kamu bisa sakit karena telat makan. Apalagi tadi pagi kamu makan sedikit, " ucap Vita khawatir.
" Aku gak selera makan karena gak ada kamu yang menemaniku sarapan. Dan juga tadi, setelah meeting aku langsung pulang ke rumah. Aku mau makan siang di rumah, sekalian temani kamu yang lagi sakit. Tapi, karena dengar teman kamu datang, aku buru buru ke atas ingin menyuruh mereka pulang. Jadi nya, aku malah lupa niat awal aku pulang ke rumah, " jawab Randy.
Vita geleng geleng kepala mendengar jawaban Randy. Ia gak habis fikir, kenapa Randy sangat tidak menyukai jika diri nya terlalu dekat dengan teman sekelas nya.
" Yaudah, kamu tunggu di sini. Aku akan ke dapur untuk masakin kamu spagetti. Itu masakan yang cukup cepat untuk di sajikan, " ucap Vita.
" Gak usah, kamu juga masih sakit. Aku akan minta tolong bibi masakin untuk ku. Kamu istirahat lah, " balas Randy.
" Aku udah sehat, kamu tenang aja. Sekarang, kamu tunggu sebentar disini aku gak akan lama, " ucap vita.
Randy mengangguk dan Vita segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu dan membuka nya. Vita melangkahkan kaki nya keluar dari kamar, lalu menutup kembali pintu nya.
__ADS_1
Setelah Vita keluar dari kamar, Randy merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur sambil menunggu Vita kembali.
Saat berada di luar kamar, Vita berdiri menyandarkan punggung nya di pintu dan menutup mata nya.
" Aku memang mulai menyukai mu mas. Tapi untuk cinta, maaf aku belum bisa memberikan nya untuk mu. Bukan karena Alfian, tapi karena kamu masih mencintai wanita ular itu. Saat, di hati mu hanya ada aku, di saat itu lah aku akan memberikan seluruh cinta dan hidup ku untuk mu. Untung aja perut mu tadi berbunyi mas. Jika tidak, maka semua rencana ku akan berakhir karena aku tadi juga tidak bisa mengontrol hasrat ku, " batin Vita.
Vita membuka mata nya, lalu Ia kembali berjalan menuju dapur untuk memasak spagetti untuk Randy.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Udah 3 episode ya akak untuk hari ini.
Jangan lupa, like and vote nya ya akak, agar saya lebih semangat lagi nulis nya.
Terima kasih***.
__ADS_1