
Felix memasuki ruang kerja David dan berdiri gagah di samping David yang sedang duduk di sofa.
" Felix, siapkan semua anggota, kita akan kedatangan tamu sebentar lagi, " perintah David.
" Dav, aku punya rencana lain dan menurut ku ini lebih baik dari pada kita ikut menyerang, " ucap Felix.
" Rencana?, " ulang David.
" Iya Dav. Ketua sudah memberitahukan kepada ku siapa tamu kita dan tamu kita kali ini bukan lah lawan yang mudah. Dia adalah puteri ketua kelompok Golden dari Hongkong dan dia bekerja sama dengan kelompok Wolfies dari Singapura karena nona adalah kapak ipar dari istri ketua Wolfies. Tidak hanya itu saja, puteri ketua Golden mengancam akan menghancurkan kerajaan bisnis kita jika kita tidak membebaskan nona, " terang Felix.
David tertawa saat mendengar mereka akan menghancurkan kerajaan bisnis keluarga nya. Siapa mereka yang berani mengancam seperti itu, meskipun kedua kelompok itu bergabung tetap tidak akan bisa menghancurkan Blakes Group dan juga kelompok Blakes di dunia hitam.
" Felix lelucon mu benar benar menggelikan. Jika mereka bergabung juga tetap tidak akan bisa menghancurkan kita. Kita jelas jauh lebih unggul dari pada mereka, " ucap David terkekeh.
" Tidak Dav, mereka bisa menghancurkan kita karena ketua Wolfies bukan lah orang sembarangan. Bisnis nya cukup mendunia dan bukan itu saja, ada beberapa nama juga yang membantu mereka untuk menghancurkan kita. Salah satu nya Philips, teman kuliah mu dulu, " balas Felix.
" Philips? Itu bukan lah hal baru jika dia ingin menghancurkan ku. Bukan kah perusahan kita selalu bersaing dengan nya. Tapi, apa kamu yakin jika mereka bergabung bisa menghancurkan kita?, " tanya David tak percaya.
" Menurut ketua, itu bisa saja terjadi karena orang orang di sekeliling nona bukan lah orang sembarangan. Namun, hal itu menjadi pemicu ketua menjadi sangat ingin bertemu dengan nona. Ketua sangat penasaran dengan wanita yang menjadi pilihan mu kali ini. Jika mereka semua bersikeras menyuruh kita membebaskan nona, itu berarti nona sangat berarti untuk mereka karena mereka berani mengorbankan banyak hal. Jadi, ketua menyuruh kita untuk kembali dan membawa nona bersama dengan kita. Ketua juga mengatakan, dia menerima anak yang sedang di kandung nona sebagai cucu nya sendiri, " jawab Felix.
David tersenyum bahagia mendengar daddy nya menerima kehadiran Vita dan bayi yang ada di kandungan Vita. Hal ini menjadi semangat untuk David membawa Vita kembali ke negara nya.
" Lalu, apa rencana mu?, " tanya David.
" Aku akan menyuruh anggota memperketat penjagaan di area depan untuk mengecoh mereka jika kita melakukan itu untuk persiapan penyerangan mereka. Lalu, kita menempatkan beberapa anggota di area dalam rumah. Dan sebelum mereka datang, kita akan pergi keluar dari tempat ini lewat arah barat, arah di mana mereka tidak akan duga untuk kita lewati. Aku sudah menyiapkan anggota terbaik kita untuk mengawal kita menuju bandara. Persiapan untuk keberangkatan kita juga sudah aku siapkan, jadi kita tidak akan mendapat masalah saat di bandara nanti terutama untuk nona, " jawab Felix.
David tersenyum menyeringai, rencana Felix benar benar sempurna. Setelah mereka berhasil keluar dari Indonesia, maka Vita selama nya akan menjadi milik nya.
" Felix, rencana mu benar benar sempurna. Tapi, apakah aman untuk kandungan Vita melakukan penerbangan dengan waktu yang lama. Kamu tau sendiri kan bagaimana kondisi nya?, " ucap David khawatir.
" Tenang saja David, kandungan Vita cukup kuat untuk melakukan penerbangan. Aku juga sudah menyiapkan dokter khusus yang akan ikut bersama kita. Tapi, kita tidak bisa membawa Vita dalam keadaan sadar, " balas Felix.
" Jadi maksud mu, kita harus membuat nya tidak sadar kan diri?, " tanya David.
" Benar, karena jika kita membawa nya dalam keadaan sadar, tentu saja dia akan memberontak. Lakukan lah saat dia sedang terlelap, Dav, " jawab Felix.
" Baik lah, akan aku lakukan. Sekarang, laksanakan rencana mu. Aku akan pergi ke kamar melihat keadaan Vita dan membius nya kembali jika dia sudah tidur, " ucap David lalu bangkit dan pergi keluar dari ruang kerja nya di susul oleh Felix di belakang nya.
****
Putra segera mengerahkan anak buah nya untuk mencegah mobil yang membawa David, Vita dan Felix menuju ke bandara.
Putra yang sudah berada di Indonesia langsung turun tangan untuk menyelamatkan Vita. Sementara, Aro, Alex, Stella serta keluarga lain nya sedang mengurus Blakes Group. Mereka benar benar akan menghancurkan Blakes Group karena James Blakes menolak untuk menyuruh David membebaskan Vita. Dia malah menantang mereka semua dan akan membawa Vita jauh dari mereka semua.
" Ketua, mobil yang membawa nona muda sudah mendekati bandara. Seluruh anggota sudah bersiap di tempat, tinggal menunggu perintah dari ketua, " ucap Daniel orang kepercayaan Putra.
" Bagus, hadang mobil yang membawa mereka. Tapi, ingat untuk tetap waspada karena David Blakes orang yang licik, " balas Putra.
" Baik ketua, " ucap Daniel.
Daniel menghubungi salah satu anggota yang sudah bersiap di lokasi untuk segera menghadang mobil David. Setelah mendapat perintah, seluruh anggota Wolfies yang berada di lokasi segera melaksanakan tugas mereka.
Felix yang mengendarai mobil yang membawa David dan Vita yang sedang dalam keadaan tidak sadar kan diri segera menginjak rem saat dua mobil anggota mereka di depan tiba tiba saja berhenti mendadak.
" David, seperti nya mereka mengetahui jika kita akan ke bandara. Sekarang, kita terkepung, " ucap Felix.
" Sialan, berani sekali mereka. Katakan kepada semua anggota untuk menyerang mereka, " balas David emosi.
" Baik Dav, " ucap Felix lalu segera mengatakan kepada semua anggota nya untuk turun dan menyerang. Setelah itu, Ia pun turun dari mobil dan ikut menyerang anak buah Putra.
David menundukkan kepala nya dan menatap Vita yang sedang tidak sadar kan diri di dalam pelukan nya. Ia mengelus lembut puncak kepala Vita dan mencium nya.
" Kamu tunggu di sini dulu ya sayang, aku akan menyingkirkan semua hama yang mengganggu kita. Aku janji tidak akan lama mengurus mereka, " gumam David lalu dengan perlahan dan hati hati meletakkan kepala Vita pada sandaran kursi mobil.
__ADS_1
Setelah itu, David mengeluarkan senjata yang berada di balik jas nya. Sebelum keluar dari mobil, David memandang Vita sejenak lalu mencium pelipis Vita dan tersenyum lembut melihat wanita yang sangat di cintai nya tertidur nyenyak karena bius yang di berikan nya.
David membuka pintu mobil dan menutup nya kembali dengan hati hati agar tidak mengganggu Vita. Lalu, dia berjalan ke depan dan bergabung dengan anggota nya untuk bertarung melawan anggota Wolfies.
" David, bebas kan Vita, " ucap Putra yang memimpin langsung kelompok Wolfies.
David terkekeh lalu menyeringai " Tidak akan pernah, dia milik ku dan aku tidak akan pernah melepaskan nya, " balas David.
" Jika itu mau mu, maka aku tidak akan segan segan untuk membunuh mu, " ancam Putra.
" Kau fikir aku takut dengan ancaman mu. Sebelum kau membunuh ku, maka kau duluan yang akan aku bunuh dan mengirim mu ke neraka, " balas David tanpa rasa takut.
Putra menggeram marah, dia langsung memerintahkan anggota Wolfie untuk menyerang. Begitu juga dengan David, Ia juga memerintahkan anggota nya untuk menyerang.
Jalanan yang biasa nya begitu sunyi dan hanya terdengar kendaraan berlalu lalang kini terdengar berisik karena suara senjata yang saling beradu tembak.
Masing masing dari mereka kehilangan banyak anggota karena terkena tembakan. Baik putra maupun David tetap tidak mau mengalah sampai salah satu dari mereka mati.
Cukup lama mereka saling menyerang sampai mobil yang membawa Ayu dan anggota nya tiba di lokasi. Ayu yang melihat David dan Putra saling menyerang segera menyuruh anggota nya untuk membantu Putra menyerang David.
Kelompok Putra sangat terbantu karena bantuan Ayu, dan hal itu membuat David semakin tersudut. Felix menyuruh David untuk kabur membawa Vita dan membiarkan diri nya dan sisa anggota yang menghadang Putra dan Ayu. David menuruti perkataan Felix, Ia berbalik dan berlari ke arah mobil di mana Vita berada.
Vita tersadar dari tidur nya, ralat lebih tepat nya tersadar dari pengaruh bius David. Ia memegang kepala nya yang terasa pusing karena sisa obat bius. Namun, Ia terkejut karena mendengar suara tembakan yang menggema di luar.
Vita membuka pintu dan keluar dari mobil dengan perlahan karena kepala nya masih terasa pusing. Ia melihat David yang berlari ke arah nya dan di belakang nya Ayu sedang mengejar David.
" Ayu, " jerit Vita sekuat tenaga saat melihat sahabat nya berusaha untuk menyelamatkan nya.
David memaksa Vita untuk kembali masuk ke dalam mobil saat sudah berada di hadapan Vita. Namun, Vita berontak dan berusaha melepaskan cekalan tangan David di lengan nya.
" David, lepasin aku. Aku tidak ingin ikut dengan mu, " berontak Vita.
" Kamu harus ikut aku sayang, kita akan pergi dari sini dan hidup bersama, " balas David yang semakin memaksa Vita masuk ke dalam mobil.
David berdecak kesal lalu berbalik ke arah Ayu. Ia menarik Vita ke dalam pelukan nya dan membuat Vita sebagai tameng diri nya.
" Silahkan tembak jika kamu ingin melihat mayat Vita, " ancam David sambil mengarahkan senjata nya ke arah kepala Vita.
Vita gemetar hebat saat senjata yang ada di tangan David di arah kan di kepala nya. Ayu sudah bersiap siap akan menembak David, namun Vita mengelengkan kepala nya karena merasa takut.
" David, kau tega menyakiti ku, " ucap Vita dengan suara gemetar dan air mata yang mengalir di kedua pipi nya, berharap David akan luluh.
" Maaf kan aku sayang. Lebih baik kamu mati di tangan ku dari pada kamu kembali bersama laki laki bodoh itu, " balas David.
" Bukan kah kau bilang kau sangat mencintai ku lalu kenapa kau melakukan hal ini. Kau tidak hanya menyakiti ku tetapi juga bayi ku, " ucap Vita.
" Justru karena aku sangat mencintai mu dan bayi kita maka nya aku melakukan semua ini. Kalian milik ku dan aku tidak akan membiarkan mereka memisahkan kita, " balas David.
" David, jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan menyakiti ku sampai seperti ini. Aku mohon lepaskan aku, biarkan aku pergi, " ucap Vita yang terus mencoba meluluhkan David.
" Tidak akan, aku tidak akan melepaskan mu, " bentak David membuat Vita meringis ngeri.
Ayu sudah tidak tahan lagi mendengar perdebatan David dan Vita, Ia juga geram dengan Vita yang berfikir David akan luluh dengan rayuan seperti itu.
Ayu segera melepaskan satu tembakan ke arah lengan kiri David membuat David dan Vita terkesiap dengan tembakan itu. David refleks melepaskan pelukan nya dan Vita memanfaatkan itu untuk menjauh dari David.
Setelah Vita menjauh sedikit dari David, Ayu kembali melesatkan satu tembakan ke arah dada kiri David sebelum David melesatkan tembakan ke arah nya. Seketika itu juga, senjata yang ada di tangan nya terjatuh bersama dengan tubuh nya yang jatuh ke aspal.
" David, " pekik Vita terkejut. Ia tidak menyangka Ayu akan benar benar membunuh David.
David tersenyum getir ke arah Vita. Vita menendang jauh senjata yang tadi di pegang David dan menghampiri David yang tergeletak tak berdaya dengan darah yang mengalir deras.
" David, ya ampun kenapa harus begini, " ucap Vita yang sudah berlutut di hadapan David.
__ADS_1
" Kamu mengkhawatirkan aku sayang? Aku sudah begitu jahat kepada mu tetapi kamu masih mau mengkhawtirkan diri ku. Kamu sungguh sangat baik, karena itu aku tidak salah telah sangat mencintai mu, " balas David dengan terbatuk batuk dan keluar darah segar dari mulut nya.
Vita meringis melihat darah yang keluar dari mulut David, tanpa terasa air mata Vita mengalir dengan deras. Meskipun David salah telah menculik nya tetapi selama bersama nya, Vita tidak pernah di perlakukan buruk oleh nya. Malah, David berusaha agar diri nya bisa merasa nyaman dan berusaha selalu memenuhi keinginan nya.
" David, maafkan aku karena diri ku kau menjadi seperti ini, " ucap Vita dengan suara serak karena menangis.
David mengulurkan tangan nya dan menghapus air mata di kedua pipi Vita " Shuutt, jangan menangis sayang, aku tidak sangup melihat air mata mu. Jangan menyalahkan diri mu karena ini semua salah ku, " David berhenti berbicara karena kembali terbatuk dan darah yang keluar dari mulut nya lebih banyak lagi.
David, menggenggam tangan Vita dan menatap Vita begitu dalam " Meskipun aku mati sekarang aku merasa sangat bahagia, karena kamu ada di samping ku saat aku menghembuskan nafas terakhir ku. Aku mohon ingat lah selalu diri ku sebagai seseorang yang begitu sangat mencintai mu. Terus lah berbahagia bersama bayi kita, dan ingat lah jika aku benar benar sangat menyayangi dan mencintai bayi yang ada di dalam sini, " ucap David lalu mengelus lembut perut Vita.
" David, maafkan aku karena tidak bisa membalas perasaan mu yang begitu tulus untuk ku, " balas Vita kemudian membalas genggaman tangan David.
David tersenyum bahagia saat Vita membalas genggaman tangan nya, ini sangat berarti untuk diri nya.
" Terima kasih karena sejak bertemu dengan mu membuat hidup ku terasa lebih berarti. Jika kamu tidak keberatan, bisa kah aku meminta satu hal kepada mu sayang, " mohon David.
Vita berfikir sejenak sebelum menganggukkan kepala nya. David tersenyum bahagia saat Vita mau mengabulkan permintaan nya.
" Aku ingin di makam kan di halaman rumah di mana kita kemarin bersama. Dan aku minta, sering sering lah mengunjungi ku di sana. Rumah itu, telah menjadi milik mu jadi kamu tidak perlu khawatir jika ingin berkunjung ke sana sayang, " pinta David.
Vita segera mengangguk kan kepala nya sebagai bukti Ia akan mengabulkan permintaan David.
" Dav, " panggil Felix dengan suara lirih melihat bos nya, sahabat baik nya dalam keadaan yang hampir meregang nyawa.
David menolehkan kepala nya ke arah Felix lalu menyruh Felix untuk mendekat " Felix, aku minta setelah aku pergi kamu tetap menjaga Vita, kekasih hati ku. Lindungi dia dan anak anak nya. Jangan biarkan siapa pun menyakiti nya, " ucap David semakin lemah.
Felix mengangguk kan kepala nya " Tentu Dav, aku akan menjaga Vita dan anak anak nya sesuai perintah mu. Sekarang, pergi lah dengan tenang, " balas Felix.
David mengangguk lemah lalu menoleh ke arah Vita dan menatap nya begitu dalam " Aku mencintai mu, sangat mencintai mu. Aku akan membawa cinta ku ke dalam keabadian, " ucap David lalu menghembuskan nafas terakhir nya dan menutup mata nya untuk selama lama nya.
Vita menutup mata nya saat David menghembuskan nafas terakhir nya " Tenang lah di alam sana, David. Maaf, karena diri ku kamu harus berakhir seperti ini, " gumam Vita lirih dalam hati nya. Ia merasa sangat bersalah, karena diri nya seseorang harus pergi dalam keadaan menyedihkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Maaf ya akak jika episode kali ini mungkin tidak sesuai dengan harapan kalian. Saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk membuat ending David dan Vita. Sebenar nya gak tega sih membuat tokoh David mati karena melihat dalam nya cinta nya untuk Vita. Mau nya sih ada gitu getar getar cinta di hati Vita untuk David. Tapi, ya balik lagi pada skenario awal kalau cinta Vita hanya untuk Randy.
Moga saja deh, saya gak kena bully sama fans nya David yang berharap Vita bersama dengan David. Hahaha.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya kakak***.
__ADS_1