Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 25


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 5 sore, Vita udah siap untuk berangkat kerumah Randy, tinggal tunggu Randy datang menjemput.


Hari ini, Vita menggunakan dress putih selutut dengan lengan 3/4 dan memakai make up tipis. Ia ingin berpenampilan sedikit berbeda dari biasa nya, karena akan bertemu dengan orang tua Randy.


Setelah selesai bersiap, Vita menunggu Randy di ruang tamu. Gak butuh waktu lama menunggu, Randy udah sampai di depan rumah Vita.


Randy turun dari mobil dan ingin menjemput vita di dalam rumah. Vita yang mendengar suara mobil Randy, segera membukakan pintu untuk Randy dan saat pintu terbuka Randy tertegun melihat penampilan Vita yang berbeda dari biasa nya.



Vita melihat Randy yang malah melamun, kemudian menjentikkan jari nya agar Randy tersadar. Saat Randy tersadar, Randy berusaha bersikap normal, meskipun Ia merasa malu karena sikap nya itu.


" Ehemmm, kelihatan nya kamu udah siap. Ayo, berangkat sekarang, " ajak Randy.


" Iya mas. Tapi tunggu sebentar, aku ambil tas lalu kunci pintu rumah, " balas Vita dan dijawab anggukan oleh Randy.


Vita berjalan ke sofa lalu mengambil tas nya dan segera kembali ke depan rumah lalu mengunci pintu.


Setelah Vita mengunci pintu, Randy dan Vita berjalan menuju mobil. Namun, saat Vita ingin membuka pintu mobil, Randy terlebih dahulu membukakan nya untuk Vita.


Vita mengucapkan terima kasih, saat Randy membukakan pintu untuk diri nya dan Randy membalas dengan senyuman. Setelah Vita masuk kedalam mobil, Randy menutup pintu lalu Ia berjalan sedikit memutar dan masuk kedalam mobil. Setelah itu, Ia menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobil nya meninggalkan rumah Vita.


Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam. Randy fokus mengemudi, sementara Vita hanya memperhatikan jalanan dari balik kaca yang ada disebelah kiri nya.


Vita merasa bosan sedari tadi hanya melihat jalanan. Ia juga gugup, karena sebentar lagi akan bertemu dengan orang tua Randy.


Dari pada mati kebosanan dan gugup, Vita meminta izin untuk menghidupkan radio yang ada di mobil Randy.


" Mas, aku bosan diam aja. Boleh ya, aku hidupin radio, " pinta Vita.


" Ehemm, " Randy hanya berdehem menjawab permintaan Vita.


Setelah mendapatkan izin, Vita langsung menghidupkan radio.


Saat radio menyala, terdengar lantunan lagu yang dipopulerkan oleh Ungu " Dia atau Diriku "


Sungguh tak mungkin dalam kisah ini kita kan bersatu


Bila tak pernah ada perasaan cinta seutuhnya


Kini akhirnya kau harus memilih dia atau diriku


Yang pantas mendapatkanmu, pantas menjadi kekasihmu.


Sampai kapankah kita akan bersama


Bila tak pernah ada perasaan cinta antara kita


Perasaan saling menyayangi.


Sampai kapankah kita akan bersama


Bila kau hanya bisa mencintaiku separuh hatimu


Separuh kau mencintainya.


Sungguh tak mungkin, sungguh tak bisa

__ADS_1


Kita kan bersama bila kau masih membagi cinta.


Sampai kapankah kita akan bersama


Bila tak pernah ada perasaan cinta antara kita


Perasaan saling menyayangi.


Sampai kapankah kita akan bersama


Bila kau hanya bisa mencintaiku separuh hatimu


Separuh kau mencintainya.


Sepanjang lagu berputar, Vita dan Randy hanya diam menghayati lagu yang di nyanyikan oleh band Ungu tersebut. Mereka menjadi canggung, karena lirik lagu nya ngena banget untuk hubungan mereka saat ini.


" Lagu nya pas banget sih sama keadaan gue sekarang. Kok, kayak nya nyindir gue banget. Nasib gue kok gini amat yahhh, " batin Vita.


Randy sesekali melirik kearah Vita yang hanya diam saat lagu berputar.


" Biasanya, dia ikut bernyanyi saat lagu berputar tapi ini kenapa diam aja. Apa karena lirik lagu nya pas banget ya, sama keadaan kami sekarang, " batin Randy.


" Eehheeemmm, " Randy berdehem untuk memecah kecanggungan diantara mereka.


" Matikan aja radio nya, sebentar lagi kita sampai, " ucap Randy.


" Iya mas, " balas Vita lalu mematikan radio.


Setelah Vita mematikan radio, mereka kembali diam seperti saat pertama memasuki mobil, sampai mobil yang dikendarai Randy tiba di halaman rumah Randy.


Vita semakin gugup saat mereka sudah sampai di halaman rumah Randy. Tangan nya menjadi dingin dan berkeringat.


" Tenang aja, pasti semua nya akan baik baik aja, " Randy mencoba menenangkan.


Vita menarik nafas lalu membuangnya secara perlahan. Ia lakukan hal itu berulang kali sampai Ia merasa tenang.


Randy yang melihat Vita sudah kembali tenang, mengajak nya untuk turun dan masuk kedalam rumah.


" Sudah tenang kan. Ayo, kita turun dan masuk.. " ajak Randy.


" Ii.. iya mas, ayo, " balas Vita.


Mereka pun turun dari mobil, lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Saat berjalan masuk ke dalam rumah, Randy menggenggam tangan Vita agar Vita tetap merasa tenang.


Vita membiarkan tangan nya di genggam oleh Randy, karena Ia merasa mendapatkan keberanian tambahan saat Randy menggenggam tangan nya.


Mereka tiba di ruang keluarga dan terlihat Ilham sedang bermain dengan Rasya si pipi gembul. Randy pun menyapa papi nya.


" Sore pi, " sapa Randy.


Ilham yang mendengar sapaan Randy mengalihkan perhatian nya dari Rasya ke arah Randy, lalu membalas sapaan Randy.


" Sore, rand. Kamu udah sampai, " balas Ilham.


" Gadis cantik di sebelah kamu itu, pasti Vita kan?, " tanya Ilham saat melihat Vita berdiri disamping Randy.


" Iya pi, ini Vita, " jawab Randy.

__ADS_1


" Sore om, saya Vita.. " sapa Vita dan memperkenalkan diri nya. Vita berjalan ke arah Ilham, sedikit membungkuk badan nya lalu mencium punggung tangan Ilham. Setelah itu, Ia kembali berdiri di samping Randy.


" Wah wah wah, tidak hanya cantik, tapi kamu juga anak yang sopan, " puji Ilham.


Vita tersenyum malu saat mendengar pujian dari Ilham lalu mengucapkan terima kasih.


" Mami, Ziya, ayo kesini dulu. Tamu nya sudah datang, " Ilham memanggil istri dan juga anak perempuan nya.


Rita dan Ziya yang sedang berada di dapur, segera menuju ke ruang keluarga saat mendengar panggilan dari Ilham.


Saat mereka sampai di ruang keluarga, Rita kagum melihat kecantikan dan keanggunan Vita. dengan pakaian sederhana dan make up tipis, Vita terlihat begitu sempurna.


" Mi, Zi, kenalin ini yang nama nya Vita, " ucap Randy.


Vita langsung bergantian mencium tangan Rita dan Ziya. Rita semakin kagum dengan kesopanan vita.


" Mari mari, duduk dulu. Jangan berdiri aja, " ajak Rita.


Mereka pun duduk bersama sama. Rita duduk di samping Ilham yang sedang memangku cucu mereka rasya. Sedangkan, Randy dan Vita duduk berdampingan di sofa satunya lagi. Sementara, Ziya pergi ke dapur untuk meminta bibi membuatkan minuman.


" Jadi, kamu yang nama nya Vita ya?, " tanya Rita memulai obrolan.


" Iya tante, " jawab Vita sopan.


" Kamu cantik, sopan juga terhadap orang tua. Tidak salah, Randy memilih kamu untuk jadi menantu mami dan papi, " puji Rita.


" Tante terlalu memuji saya. Saya tidak sebaik itu tante, " balas Vita sopan.


" Kamu anak yang rendah hati. Tante suka dengan sikap kamu itu, " puji Rita lagi.


" Udah dong mi, jangan di puji terus. Nanti dia melayang jauh ke angkasa loh, " sindir Randy.


" Gak apa apa dong. Memang calon menantu mami ini cantik, sopan dan rendah hati, " bela Rita.


" Udah ahh, Randy ke kamar dulu mau mandi. Udah gerah, " pamit Randy.


Randy pun berlalu meninggalkan mereka dan berjalan ke kamar nya di lantai atas. Vita melihat sikap cuek Randy, hanya bisa diam sambil melihat punggung Randy yang terus menjauh dan kemudian menghilang..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2