Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 48


__ADS_3

Vita masuk ke dalam kamar, Ia melihat Randy membaringkan tubuh nya dan memejamkan mata nya.


" Semoga aja mas Randy belum tidur, " batin Vita.


Vita mendekati Randy dan duduk di tepi tempat tidur. Ia menggoyang goyang kan lengan Randy berharap Randy membuka mata nya.


Randy membuka mata nya dan melihat Vita duduk di dekat nya. Ia menatap kesal ke arah Vita.


" Ada apa?, " tanya Randy ketus.


" Haisss, ketus banget sih mas. Lembut sedikit kenapa sih, sama istri, " balas Vita kesal.


" Ada apa istri ku?, " Randy bertanya lagi tapi dengan suara yang lembut.


" Nah gitu dong mas, lembut sama istri jangan tau nya jutek, galak, tukang ngambek, " ledek Vita.


" Cihh, " cibir Randy.


" Mas, izinin ya aku belajar bareng teman sekelas di rumah ini. Please, " pinta Vita sambil mengatupkan kedua telapak tangan nya.


" Gak boleh, " tolak Randy.


" Yah, kok gak boleh mas? Please dong mas, izinin ya ya, " pinta Vita lagi.


Randy bangun dan duduk menghadap Vita. Ia menatap tajam Vita seperti ingin memangsa nya aja.


" Kamu ini, minta izin sampai seperti ini. Pasti, karena kamu ingin terus dekat dan mesra mesraan sama laki laki itu kan? " tuduh Randy.


" Haiss, kamu itu mas tuduh sembarangan aja, " ucap Vita kesal.


" Jelas jelas aku lihat kamu tadi di cafe mesra banget, pakai acara suap suapan. Terus, nyanyi bareng dan tangan kamu di genggam sama dia. Itu yang kamu bilang aku tuduh sembarangan? " ucap Randy.


" Ehhh, mas kok ada di cafe bukan nya kerja? Ayo jujur, mas jalan sama wanita yang mana lagi?, " tanya Vita polos.


" Plaaakkk, " Randy menyentil kening Vita.


" Aduhhh, sakit mas. Tega banget sih. Ini nama nya kdrt mas, " ucap Vita sambil mengelus kening nya.


" Maka nya jangan sembarangan bicara. Aku di sana meeting dengan client bareng Rei juga. Udah, jangan mengalihkan pembicaraan. Udah jelas jelas kamu yang salah, mesra mesraan sama laki laki lain, istri macam apa kamu itu, " ucap Randy kesal.


" Haiss, memang nya mas suami yang gimana. Punya istri tapi gak di perhatikan, gak di sayang, gak dimanja, bahkan gak mau melaksanakan kewajiban nya sebagai suami. Lebih perhatian sama wanita lain. Lagi pula, bukan aku yang minta di perhatikan dan di manja, tapi Alfian sendiri yang memberikan semua itu. Aku sebagai wanita normal, ya terima dengan senang hati, " jawab Vita.


" Kamu ini, di bilangin suami bantah aja, " ucap Randy.


" Bukan bantah, tapi memang kenyataan nya. Gak sadar juga. Pokok nya, mau mas setuju atau gak, aku akan tetap belajar bareng teman teman di rumah ini, tiga kali seminggu, " balas Vita lalu bangkit dan berjalan menuju meja belajar nya.

__ADS_1


Randy terdiam. Ia sadar apa yang di bilang Vita memang benar. Tapi, kalau Ia mesra dan memanjakan Vita, Ia takut jatuh cinta dengan Vita dan pasti akan menyakiti Clara.


Vita duduk di kursi meja belajar nya. Ia mulai kembali mencatat catatan dari buku Ayu. Vita membiarkan Randy merenungi kalau yang Ia bilang tadi adalah benar.


" Yaudah, kamu boleh belajar bareng teman teman mu. Tapi ingat, jauhi laki laki itu. Aku gak suka lihat kamu dekat dekat dia, " ucap Randy tiba tiba.


Vita membalikkan badan nya menghadap Randy, dan tersenyum sumringah. Vita langsung bangkit dan melompat naik ke atas tempat tidur. Ia langsung memeluk Randy dan refleks mencium pipi Pandy. Randy membulatkan mata nya karena mendapat ciuman dari Vita.


" Udah, biasa aja kali mas mata nya, cium suami kan gak dosa. Oiya, terima kasih suami ku udah izinin aku, " ucap Vita.


Setelah mengucapkan terima kasih, Vita kembali lagi ke meja belajar nya dan melanjutkan belajar nya dengan semangat.


" Ingat pesan ku, " ucap Randy.


" Iya mas. Lagi pula, mana mungkin bisa mesra bareng Alfian, kan ada mami papi, " jawab Vita yang masih terus fokus dengan buku buku nya.


" Baguslah. Yaudah, aku tidur duluan. Kamu jangan tidur terlalu malam, jangan begadang, " ucap Randy mengingatkan.


" Aasyyiiiiaaappp, " jawab Vita.


Randy merebahkan tubuh nya dan memejamkan mata nya. Gak berapa lama, Ia tertidur. Vita masih terus fokus belajar nya sampai larut malam dan Ia tertidur di meja belajar nya.


****


Esok pagi nya, Randy terbangun lebih dulu. Randy membuka mata nya dan melihat Vita gak ada di samping nya.


Randy bangkit dan berjalan ke arah Vita, Ia memperhatikan Vita yang tertidur di meja belajar nya.


" Dasar gadis kecil, " gumam Randy lalu menggendong Vita ala bridal style dan meletakkan Vita di tempat tidur secara perlahan agar tidak terbangun.


Randy duduk di tepi tempat tidur di samping Vita. Ia memandang wajah Vita yang terlihat menggemaskan saat tidur. Randy menyibakkan rambut Vita yang menutupi wajah.


" Maaf, karena aku gak bisa menjadi suami yang baik untuk mu, " gumam Randy lalu mencium kening Vita.


Randy beranjak dari tempat tidur dan mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Vita terbangun dan meregangkan otot otot nya. Ia merasa tubuh nya sangat pegal. Namun, Ia bingung kenapa bisa ada di tempat tidur, bukan nya tadi malam Ia tertidur di meja belajar.


Saat Vita sibuk dengan kebingungan nya, Randy keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk kecil melilit di pinggang nya.


" Udah bangun?, " tanya Randy.


Vita melihat ke arah Randy dengan tatapan bingung.


" Hei, kenapa wajah mu itu? Jelek banget. Sekarang kamu mandi, udah jam setengah tujuh, " perintah Randy.

__ADS_1


" Hah? setengah tujuh, " jerit Vita.


Vita melompat turun dari tempat tidur dan langsung menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Baru kali ini, Ia bangun kesiangan.


Randy geleng geleng kepala melihat tingkah Vita. Ia mengambil baju dari lemari dan memakai nya.


Randy mengambil handphone yang terletak diatas meja dan memasukkan ke dalam kantong celana nya lalu memakai jam tangan nya.


Randy duduk di tepi tempat tidur sambil menunggu Vita selesai mandi. Gak berapa lama Vita selesai mandi dan keluar hanya mengenakan handuk karena lupa membawa seragam sekolah nya.


Randy memperhatikan Vita yang hanya mengenakan handuk. Entah kenapa, pagi ini Vita terlihat begitu sexy dengan handuk yang membalut tubuh nya. Randy menelan saliva nya susah payah. Hasrat nya untuk menyentuh Vita kembali lagi.


" Mas, kenapa lihatin aku seperti itu? Ada yang aneh ya?, " tegur Vita.


" Gak ada apa apa. Kamu cepat pakai baju, lalu kita turun ke bawah, " ucap Randy.


Vita mengiyakan, Ia mengambil seragam sekolah nya di dalam lemari dan memakai nya di dalam kamar mandi.


Setelah Vita masuk ke dalam kamar mandi, Randy uring uringan. Ia benar benar gak bisa menahan hasrat nya untuk gak menyentuh Vita.


" Shiittt. Pagi pagi udah begini. Kenapa, pagi ini dia terlihat sexy? membuat aku bergirah aja, " umpat Randy.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


*M**aaf kalau banyak yang protes lama up nya. Saya usahakan bisa cepat, namun apa daya pekerjaan di dunia nyata menguras banyak waktu saya 🙇🙇*.


__ADS_2