Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 120 Piala Oscar


__ADS_3

Vita dan Randy menikmati makan malam bersama dengan Rita dan Ilham. Malam ini suasana di ruang makan terasa hening karena sejak pulang dari kantor, Vita selalu diam dan raut wajah nya terlihat jelas kalau dia sedang sangat kesal.


Rita dan Ilham sedari tadi memperhatikan menantu mereka yang bertingkah sangat aneh sejak pulang tadi. Tak ada senyuman dan canda tawa seperti biasa nya yang terlontar dari bibir mungil Vita.


Rita sudah tidak tahan lagi dengan suasana seperti ini. Ia menghentikan aktivitas makan nya dan bertanya kepada menantu nya.


" Sayang, ada apa? Kenapa wajah mu terlihat kesal sejak pulang tadi?, " tanya Rita.


Vita menghentikan tangan nya yang sedang ingin menyendokkan makanan kedalam mulut nya, lalu Ia letakkan lagi sendok itu ke atas piring. Ia melihat ke arah mami nya dan tersenyum. Terlihat jelas sekali jika senyum itu sangat di paksakan.


" Tidak apa apa mi. Vita hanya lelah saja dengan tugas sekolah, " jawab Vita.


Rita tau jika menantu nya sedang berbohong saat ini. Ia pun melirik Randy dan terlihat putera nya tidak bernafsu menikmati makan malam nya. Itu berarti mereka sedang ada masalah berdua.


" Yasudah sayang, setelah ini langsung istirahat di kamar. Biar bibi nanti yang membereskan semua nya, " ucap Rita.


" Iya mi, " jawab Vita singkat.


Vita kembali melanjutkan makan malam nya dan pamit lebih dulu untuk kembali ke kamar saat sudah menghabiskan makan malam nya.


Di dalam kamar, Vita menyibukkan diri nya dengan buku buku pelajaran nya di meja belajar nya. Ia bahkan tidak peduli dengan Randy yang sudah masuk ke dalam kamar.


Suasana kamar sangat hening, bisa di bilang sangat mencekam untuk saat ini. Randy mengusap kasar wajah nya dengan kedua tangan nya. Ia tidak tahan di abaikan seperti ini oleh istri nya.


" Sayang, " panggil Randy berharap Vita mau menoleh atau bahkan hanya sekedar menyahut saja pun sudah bisa membuat hati nya lega.


" ...., " hening, tak ada jawaban dari istri nya.


" Sayang, " Randy mencoba kembali memanggil istri nya.


" ...., " lagi lagi hanya keheningan yang di dapat nya.


Randy mengeram frustasi, dia benar benar tidak tahan lagi di abaikan Vita.


" Sayang, aku mohon maafin aku. Aku janji tidak akan melakukan nya lagi di kantor. Aku akan menahan diri ku untuk tidak melakukan lebih dari sekedar berciuman, " bujuk Randy.


Lagi lagi hanya hening, Vita sama sekali tidak berniat menjawab setiap ucapan Randy. Vita terus fokus pada buku yang ada di hadapan nya. Ia terlalu kesal dan teramat kesal karena kejadian tadi di kantor. Sungguh moment paling memalukan di dalam hidup nya.


Flashback on.


" Randy, kamu memang mengambil keputusan yang sangat tepat, " teriak Rei sesaat pintu terbuka dan masuk ke dalam Ruangan randy.


Tubuh Rei menegang di susul Ayu yang mengikuti Rei dari belakang saat melihat Vita dan Randy sedang bercumbu di sofa.


" Oouuww tidak, " ucap Rei dan Ayu berbarengan.


Randy menatap tajam ke arah Rei dan Ayu lalu berteriak keras.


" Rei bersiap lah, aku akan mengirim mu ke kutub selatan, " teriak Randy kesal karena kegiatan nya bersama istri nya terhenti.


Vita menundukkan kepala nya, menyembunyikan wajah nya yang memerah malu karena ketahuan sedang bercumbu mesra dengan Randy.


" Ahhh, ini mah seperti anak ABG yang lagi bermesraan di pos ronda terus ke pergok pak hansip. Ya ampun malu banget rasa nya, " batin Vita menjerit.


Rei dan Ayu tersenyum kikuk gak tau harus bereaksi apa saat ini. Terlebih raut wajah Randy sudah seperti ingin menerkam mereka saja.


" Sorry Rand, kami gak tau kalau kalian lagi emm itu, " ucap Rei gugup.


" Hah, kalian ini menggangu saja, " teriak Randy kesal lalu mengacak rambut nya.


" Ya maaf Rand. Lagi pula salah kamu sendiri gak kunci pintu, kan aku sudah biasa masuk ruangan mu tanpa ketuk pintu dulu, " lah malah nyalahin orang, dasar si Rei.


" Rei, " geram Randy sambil menunjuk Rei dengan telunjuk nya.


Ahh Randy benar benar kesal saat ini. Ia melihat ke arah Vita yang sedari tadi menunduk. Pasti istri nya sangat malu saat ini.


" Sayang, " panggil Randy.


Vita mengangkat kepala nya dan terlihat mata nya sudah berkaca kaca.


" Sayang, maaf ya aku terlalu ke bawa suasana dan sampai lupa kunci pintu, " ucap Randy merasa bersalah.

__ADS_1


Vita hanya mengangguk kan kepala nya, rasa nya saat ini diri nya ingin tenggelam di dasar samudera karena malu.


" Vit, sorry ya, gue gak tau kalau lo sama mas Randy lagi itu. Ah tau gini tadi kita gak kesini, " ucap Ayu lalu memukul lengan Rei.


" Ya aku juga gak tau sayang kalau mereka lagi begituan, " balas Rei sambil mengelus lengan nya yang perih karena pukulan Ayu.


Randy merasa jengah melihat perdebatan antara Rei dan Ayu yang malah saling menyalahkan satu sama lain.


" Sudah berhenti jangan berdebat lagi. Lebih baik kalian keluar dari ruangan ku, " pekik Randy.


Rei dan Ayu seketika menghentikan perdebatan mereka lalu bergegas keluar dari ruangan Randy. Namun langkah mereka terhenti karena tiba tiba Alfian dan yang lain nya masuk ke dalam ruangan Randy.


" Yu, Vit, kalian ngapain sih lama banget. Kita sudah berlumut nih nungguin kalian, " seru Alfian yang kesal karena sudah menunggu lama di aula tapi Vita dan Ayu gak balik balik.


Ayu memberi kode kepada Alfian untuk diam dan keluar dari ruangan, tapi entah kenapa hari ini Alfian tidak paham kode yang di berikan oleh Ayu.


Malah dengan santai nya, Alfian dan yang lain nya duduk di sofa yang berhadapan dengan Vita dan Randy lalu sebagian duduk di karpet.


Ayu menghela nafas nya dengan berat. Entah apa yang akan terjadi nanti, diri nya hanya bisa pasrah.


" Hei, kenapa kalian diam saja? Lanjut latihan lagi gak?, " tanya Alfian yang semakin kesal.


" Ehh, kita akhiri saja deh untuk hari ini, besok kita lanjut lagi. Tadi, Vita bilang lagi gak enak badan, " bohong Ayu sementara Vita terus memalingkan wajah nya dari teman teman nya karena masih malu.


" Hah, momsky sakit? Pasti kelelahan tuh. Yasudah besok saja kita lanjut lagi, " ucap Fabian histeris. Lah lebay bang, ingat istri orang tuh.


Vita hanya mengangguk tanpa menatap teman teman nya.


Vira yang duduk tepat di hadapan Vita terus memperhatikan Vita. Sejak awal, Ia memilih duduk tepat di hadapan Vita karena ingin memastikan kalau yang di lihat nya benar.


" Sudah yuk kita pulang sekarang, biarkan momsky dan mas Randy berdua di sini. Momsky tuh lagi gak sakit jadi gak perlu khawatir. Kalian gak lihat apa, itu di leher momsky ada bekas ciuman mas Randy. Pasti tadi momsky lama karena lagi mesra mesraan dengan mas Randy, " ucap Vira yang sontak membuat Vita dan Randy gelagapan sementara semua orang menatap leher Vita.


Ahh Vira, dasar mulut nya ember banget. Rasa nya Ayu ingin sekali memukul mulut Vira yang gak ada filter nya kalau ngomongin yang jorok jorok.


" Vira, " bentak Ayu.


Vira seketika membungkam mulut nya, Ia benar benar gak sadar sudah ngomong begitu.


Randy menatap mereka semua dengan tatapan yang sangat tajam dan menusuk. Seketika mereka semua bergidik ngeri lalu bergegas bangkit dan berlari keluar ruangan Randy tak terkecuali Rei dan Ayu.


Setelah mereka semua pergi, Randy menarik Vita ke dalam pelukan nya.


" Sudah sayang, jangan di fikirkan lagi ya yang tadi, " ucap Randy menenangkan Vita karena Randy tau pasti istri nya sangat malu.


Vita diam tidak menjawab ucapan Randy. Ia benar benar malu dan kesal, bisa bisa nya ke pergok sama semua orang.


Vita mendorong tubuh Randy tanpa menatap Randy, Vita berucap.


" Aku mau pulang sekarang, " ucap Vita datar.


" Ehh, tapi aku masih harus memeriksa berkas berkas dan menandatangani nya sayang. Kamu kalau lelah, tidur saja dulu di kamar ku. Kalau sudah selesai, nanti aku bangunin, " balas Randy lembut.


Tanpa menjawab, Vita langsung bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamar Randy yang ada di sudut ruangan kerja Randy.


Randy menghela nafas nya dengan berat. Sudah pasti istri nya sedang merajuk dan akan sulit untuk di rayu.


Setelah melihat istri nya masuk ke dalam kamar, Randy bangkit dan berjalan menuju ke meja kerja untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Satu jam lama nya Randy berkutat dengan berkas berkas yang ada di atas meja kerja nya. setelah selesai, Randy menghampiri Vita di kamar untuk mengajak istri nya itu pulang.


Randy fikir Vita tidur tapi ternyata istri nya sedang duduk menyandar di atas tempat tidur sambil memainkan ponsel nya.


Randy mengajak Vita untuk pulang, dan lagi lagi tanpa menjawab, Vita langsung bangkit dan berjalan melewati Randy. Vita mengambil tas sekolah nya lalu berjalan mendahului Randy menuju parkiran.


Randy hanya bisa berulang kali menghela nafas nya dengan berat mendapati istri nya yang terus mengabaikan nya. Randy benar benar mengutuk mereka semua, karena mereka diri nya malah di diamkan oleh Vita.


Flashback Off.


****


Randy bangkit dan menghampiri Vita yang sedang duduk di kursi meja belajar nya. Randy memeluk Vita dari belakang dan menenggelamkan wajah nya di leher Vita. Vita bisa merasakan deru nafas Randy yang berat di leher nya.

__ADS_1


" Sayang, aku mohon jangan diamkan aku seperti ini. Lebih baik kamu marahi aku, maki aku atau kalau perlu kamu pukul aku dari pada kamu diam seperti ini, " ucap Randy memelas.


Vita menghela nafas nya dengat berat. Ia memang masih kesal dan marah dengan kejadian tadi tapi diri nya juga tidak tega melihat Randy seperti ini.


Vita mengelus lembut lengan Randy yang sedang memeluk nya.


" Sudah lah, gak perlu di bahas lagi. Lebih baik kita tidur sekarang, aku sudah sangat lelah, " ucap Vita.


Randy menggelengkan kepala nya.


" Aku gak mau tidur sampai kamu memaafkan aku, " balas Randy.


" Aku sudah memaafkan kamu, " ucap Vita.


Randy melepas pelukan nya lalu memutar kursi belajar Vita menghadap kearah nya. Randy berlutut di depan Vita dengan wajah memelas dan menggenggam erat kedua tangan Vita.


" Kamu beneran sudah maafin aku?, " tanya Randy memastikan.


" Iya, aku sudah maafin kamu. Tapi, lain kali jangan seperti itu. Aku benar benar malu kepergok mereka semua, " jawab Vita.


" Maaf sayang, aku lupa kunci pintu. Tapi, aku janji lain kali gak akan lupa mengunci pintu dan berpesan kepada Siska untuk tidak menerima tamu, " ucap Randy lalu mengedipkan sebelah mata nya.


Vita menarik tangan nya dari genggaman Randy lalu memukul lengan suami nya dengan keras. Haisshh, kenapa lah diri nya punya suami yang mesum begini.


Randy meringis lalu mengusap lengan nya yang pedih terkena pukulan Vita.


" Aku lelah, mau tidur di pelukan kamu, " rengek Vita lalu merentangkan kedua tangan nya.


Randy terkekeh melihat Vita merengek seperti ini. Duh gemes nya. Tadi saja di cuekin, eh sekarang merengek minta di peluk saat tidur.


" Duh istri siapa sih yang manja ini, gemes nya, " goda Randy lalu dengan cepat menggendong Vita seperti koala.


Vita melingkarkan kedua kaki nya di pinggang Randy sementara kedua tangan nya sudah mengalung di leher Randy dan membenamkan wajah nya di leher Randy.


Randy berjalan menuju tempat tidur lalu perlahan membaringkan Vita di sana. Setelah itu, Randy berbaring di samping Vita lalu menarik Vita ke dalam pelukan nya.


" Good night sweetheart, " ucap Randy lalu mencium puncak kepala Vita.


" Good night sayang, " balas Vita lalu menggeser tubuh nya semakin merapat ke tubuh Randy.


Randy tersenyum bahagia karena istri nya sudah memaafkan nya dan tidur saling berpelukan seperti biasa. Gak bisa di bayangkan oleh nya, jika harus di hukum tidur di luar kamar.


" Good job Rand, akhir nya berhasil juga kamu meluluhkan hati istri mu dengan wajah memelas mu itu. Akting yang bagus, Rand. Jika masuk dalam nominasi Oscar, kamu pasti memenangkan piala Oscar, " gumam Randy pada diri nya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Curhat dikit boleh ya :


Kadang saya merasa kecewa dan sedih sewaktu baca comment yang mengatakan terlalu sedikit, membosankan, dan mengatakan terlalu lama up nya. Nulis itu gak mudah akak, terkadang bisa muncul banyak ide tapi kekuatan fisik penulis yang gak kuat berlama lama ngetik dan menatap layar terus menerus. Atau terkadang, lagi kehabisan ide untuk melanjutkan cerita selanjut nya. Kalau di paksakan bisa jadi cerita nya ngelantur dan gak seru lagi.


Jadi saya mohon untuk tetap setia menunggu dan bersabar serta menghargai jerih payah penulis. Kami menulis juga tujuan nya untuk menghibur para pembaca, tapi sejujur nya kami juga butuh di hibur. Di saat lagi kehabisan ide, kami juga butuh refreshing. Tapi apalah daya, saat ini kita sedang menghadapi wabah virus yang mengharuskan untuk berdiam diri di rumah. So, tolong untuk tetap terus bersabar ya.

__ADS_1


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak. Vote kalian penyemangat untuk saya. Terima kasih***.


__ADS_2