
PARIS, PERANCIS.
Cleaning service sedang membereskan barang barang yang berantakan di ruangan rawat inap Clara. Setelah siuman, dokter memeriksa keadaan nya dan mengatakan jika luka luka sayatan ini akan menimbulkan bekas. Hal itu, membuat Clara menjadi emosi dan depresi.
Clara menghancurkan apa saja yang bisa di gapai nya, sehingga dokter harus memberikan suntikan obat penenang untuk nya. Saat ini, Clara kembali tertidur karena pengaruh obat penenang.
Claudia sebagai atasan merasa bertanggung jawab atas apa yang menimpa anggota tim nya. Ia memutuskan untuk menjaga Clara sampai Clara siuman kembali. Claudia menyuruh yang lain yang sedang menjenguk Clara untuk pulang karena besok mereka harus bekerja kembali.
Saat Clara tertidur, Claudia mencoba mengecek ponsel Clara. Ia ingin memberi tau keadaan Clara kepada pria yang tempo hari menjaga Clara.
Claudia mengecek panggilan keluar dan masuk di ponsel Clara, tertera di sana nama Alex yang sering menghubungi nya. (Sebuah keberuntungan, Clara menghapus semua chat dan riwayat panggilan nya bersama Randy, karena takut sewaktu waktu Alex memeriksa ponsel nya).
Claudia segera mendial nomor Alex, namun nomor Alex tidak aktif. Berulang kali di coba, tetap saja nomor itu tidak aktif. Claudia menyerah, Ia meletakkan kembali ponsel Clara di atas meja dan memutuskan untuk tidur.
Esok pagi nya, Clara terbangun dan mendapati Claudia sudah duduk di kursi di samping ranjang nya.
Clara kembali mengamuk, tetapi Claudia bisa meyakinkan Clara untuk bisa tenang, dengan sedikit memberikan ancaman kepada Clara akan di suntik obat penenang kembali.
Clara menangis meratapi keadaan nya sekarang dengan luka sayatan di tubuh dan wajah nya.
Claudia mengerti bagaimana perasaan Clara. Untuk seorang model, tubuh dan wajah adalah aset berharga. Jika sudah rusak atau cacat, karir sebagai model akan hancur.
" Clara tenang lah, pulihkan dulu kondisi mu saat ini. Jika kamu sudah pulih, kamu bisa melakukan operasi plastik untuk menghilangkan bekas sayatan ini, " ucap Claudia mencoba membujuk Clara.
" Tapi, itu memerlukan uang yang sangat banyak. Dari mana aku punya uang sebanyak itu, " balas Clara sedih.
" Sudah lah, jangan fikirkan hal itu dulu. Yang penting sekarang kamu harus cepat pulih. Setelah pulih, coba kamu bicarakan dengan bos tentang hal ini. Semoga bos mau membantu mu, " ucap Claudia.
" Terima kasih Claudia, " balas Clara.
" Sama sama. Ah maaf, aku harus pergi karena aku harus ke kantor hari ini. Jaga diri mu baik baik. Dan satu lagi, kemarin malam aku mencoba menghubungi nomor teman pria mu waktu itu tapi nomor nya tidak aktif. Coba sekarang kamu hubungi dia, mungkin sekarang nomor nya sudah aktif, " ucap Claudia.
" Baiklah, terima kasih dan hati hati di jalan, " balas Clara.
Claudia tersenyum lalu pergi meninggalkan ruang rawat Clara.
Setelah Cludia pergi, Clara mengambil ponsel nya yang terletak di atas meja. Ia mencari nomor Alex dan mendial nya.
Seperti kata Claudia tadi, nomor Alex tidak aktif. Berulang kali Clara menghubungi nomor Alex, tetap tidak aktif.
" Brengs*k! Kenapa nomor nya tidak aktif. Kemana dia sebenar nya. Saat aku membutuhkan nya, nomor nya malah tidak aktif, " umpat Clara kesal.
" Aku harus bisa menghubungi Alex. Aku akan minta dia membiayai seluruh biaya operasi plastik ku, " gumam Clara.
" Nanti coba aku hubungi dia lagi, mungkin baterai nya habis atau dia sedang meeting, " gumam Clara mencoba menenangkan diri nya sendiri.
Clara meletakkan kembali ponsel nya ke atas meja dan dia kembali beristirahat.
****
Clara terbangun karena perawat membangunkan nya untuk makan siang dan minum obat. Dengan perlahan dan di bantu perawat, Clara duduk dan memakan makanan yang di sediakan pihak rumah sakit.
Setelah selesai makan, Clara minum obat dan kembali berbaring di ranjang nya.
Clara mengambil ponsel nya dan mencoba kembali menghubungi Alex. Namun, tetap saja nomor Alex masih tidak aktif.
Clara semakin frustasi karena Alex juga tiba tiba menghilang dan tidak bisa di hubungi.
__ADS_1
" Kemana sebenar nya Alex, nomor nya masih tetap tidak aktif, " gumam Clara frustasi.
Clara kembali meletakkan ponsel nya dan beristirahat kembali. Ia berharap, semoga malam nanti nomor Alex sudah bisa di hubungi kembali.
Malam nya, Setelah makan malam dan minum obat, Clara kembali mencoba menghubungi Alex. Tetapi, berulang kali di coba nya tetap saja nomor Alex tidak aktif.
Clara benar benar sangat frustasi karena Alex masih tidak bisa di hubungi dan hilang tiba tiba. Ia sekarang mulai bingung dan tak tau harus berbuat apa.
Kalau diri nya menghubugi Randy, rasa nya percuma karena Randy tidak mungkin datang ke Paris. Dan jika Randy tau diri nya seperti ini karena mantan kekasih gelap nya, maka sudah pasti hubungan nya dengan Randy akan berakhir.
Dari pihak kepolisian juga masih mencari pelaku sesuai dengan petunjuk yang di berikan nya, tetapi mungkin sulit karena tidak ada sama sekali wajah pelaku yang terekam kamera cctv.
" Kenapa Johan bisa ada di sini? Kenapa dia tau aku bekerja di sana? Dari mana dia memiliki uang untuk bisa kesini padahal dia sudah bangkrut dan tidak memiliki apapun saat itu?, " pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mulut Clara.
Clara meyakinkan diri nya untuk bisa segera sembuh dan mencari keberadaan Alex terlebih dahulu. Setelah itu, dia akan pergi ke kantor untuk memastikan pekerjaan nya dan juga mencari tau tentang Johan.
****
JAKARTA, INDONESIA.
Hari ini Vita kembali belajar bersama dengan teman teman nya di kediaman keluarga Djaya. Tapi, Vita merasa sangat kesal karena sedari tadi Randy menempel dengan nya seperti perangko.
Tidak hanya saat makan siang saja, tetapi saat belajar bersama teman teman nya pun Randy terus saja berada di dekat nya. Vita merasa risih karena teman teman nya juga terus menggoda mereka.
" Mas, kamu kembali saja ke kamar, jangan ganggu di sini, " usir Vita karena sudah tidak tahan lagi dengan Randy yang selalu menempel dengan nya.
" Gak mau, aku mau di sini dengan mu, " tolak Randy.
" Haisss kamu ini. Kenapa tadi tidak pergi saja ke kantor?, " tanya Vita kesal.
" Ooo, jadi kamu biasa nya tebar pesona gitu sama karyawan karyawan mu. Saat wajah mu babak belur begini, kamu malu, " ucap Vita dengan tersenyum miring dan menaikkan satu alis nya.
" Ehhh bukan gitu sayang, " balas Randy terbata bata dan menelan saliva nya susah payah melihat reaksi Vita.
" Bukan begitu apa nya? Jangan mengelak lagi, " tanya Vita kesal.
" Aku gak pernah tebar pesona tapi mereka saja yang tergila gila sama aku. Lagi pula aku kan harus menjaga image ku, gak mungkin aku ke kantor dengan wajah begini. Bisa bisa mereka berfikir aku pria yang suka berkelahi, dan itu akan berdampak buruk bagi nama baik keluarga Djaya, " balas Randy.
" Huh dasar banyak alasan. Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini, aku gak bisa konsentrasi menjelaskan rumus rumus ini ke mereka semua kalau ada kamu di sini, " lagi lagi Vita berusaha mengusir Randy.
" Iya iya aku pergi, tapi ingat jangan dekat dekat dengan Alfian, " balas Randy lalu bangkit dan berjalan meninggalkan Vita dan teman teman nya di gazebo.
Akhir nya, Vita bisa bernafas lega karena Randy pergi juga meninggalkan mereka.
" Suami lo masih saja cemburu sama gue. Kalau begini terus, gimana kita bisa mulai latihan duet untuk acara perpisahan seperti permintaan ketua osis tadi, " ucap Alfian.
" Ah iya juga ya, gue lupa soal itu. Emm, nanti malam coba gue bicarakan sama suami gue deh. Semoga saja dia bisa mengerti. Sorry juga ya, suami gue masih bersikap begitu, " balas Vita.
" Gak masalah, gue ngerti kok, " ucap Alfian.
Mereka kembali melanjutkan belajar bersama nya, dan Vita kembali memberikan penjelasan kepada teman teman nya tentang materi yang sedang mereka pelajari.
Setelah selesai belajar, mereka semua langsung pamit pulang kepada kedua mertua Vita dan juga Randy. Vita mengantar kan mereka semua sampai ke depan pintu utama. Setelah mobil dan motor teman teman nya menghilang dari pandangan, Vita masuk kembali ke dalam rumah.
****
Selesai makan malam, Vita dan Randy memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar. Selain karena merasa sangat lelah, ada yang ingin di sampaikan kepada Randy.
__ADS_1
Vita memposisikan diri nya duduk dengan melipatkan kedua kaki nya dan berhadapan dengan suami nya di atas tempat tidur.
Vita merasa gugup dan takut saat ingin menyampaikan apa yang ada di fikiran nya.
" Kamu mau ngomong apa sama aku? Ini sudah lima menit kita duduk berhadapan seperti ini dan kamu masih enggan untuk berbicara, " tanya Randy membuyarkan lamunan Vita.
" Ahh itu mas, emm, " jawab Vita gugup.
" Kalau bicara itu yang jelas, aku gak ngerti, " ucap Randy.
Vita semakin gugup, Ia yakin Randy pasti marah dan gak akan setuju. Tapi, ini kan untuk kepentingan sekolah. Seluruh anak anak kelas XII juga sangat ingin melihat penampilan mereka berduet di atas panggung untuk yang terakhir kali nya.
Vita menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan. Ia harus berani mengatakan nya kepada Randy dan meminta agar Randy mengizinkan nya.
" Aku mau kasih tau kamu, kalau seluruh anak anak kelas XII minta aku dan Alfian untuk berduet di acara perpisahan sekolah. Aku minta kamu untuk mengizinkan aku bernyanyi bersama dengan Alfian, " ucap Vita tegas dan dengan satu tarikan nafas.
Randy terdiam mencerna kata kata Vita, berduet bersama Alfian? Tidak tidak tidak, dia tidak rela istri nya bernyanyi bersama pria lain.
" Aku tidak akan mengizinkan nya, " jawab Randy tegas.
Vita menatap wajah Randy dengan lesu. Sesuai dugaan nya, Randy pasti tidak akan mengizinkan nya.
" Aku mohon mas, izinin aku ya. Aku janji akan jauh jauh dari Alfian saat latihan dan tampil nanti. Aku ingin memberikan sesuatu yang berkesan di saat acara perpisahan sekolah ku, " pinta Vita memelas.
Randy tidak rela istri nya bernyanyi satu panggung dengan pria lain, apalagi itu Alfian. Tapi, melihat istri nya memohon seperti itu, hati nya luluh.
Randy menghelas nafas nya dengan berat lalu berucap.
" Baiklah, aku kasih kamu izin bernyanyi bersama Alfian di acara perpisahan sekolah, " ucap Randy dengan berat hati.
Wajah Vita merona bahagia. Ia tidak menyangka Randy akan mengizinkan nya. Vita memeluk Randy dan mengucapkan banyak terima kasih. Tapi sedetik kemudian, wajah nya berubah kesal setelah mendengar kata kata Randy.
" Aku izin kan tapi dengan satu syarat, " ucap Randy tersenyum licik saat Vita memeluk nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Sorry ya akak baru bisa up lagi soalnya lagi sibuk di dunia nyata.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak.
Love you all***.
__ADS_1