
Randy dan Vita masih terus berdebat dan gak ada yang ingin mengalah satu sama lain. Ilham sudah tidak tahan lagi mendengar perdebatan antar anak dan menantu nya itu.
" Hentikan perdebatan kalian! Tidak bisakah, papi makan dengan tenang malam ini?, " Tanya Ilham datar namun tersirat ancaman di dalam nada suara nya.
Randy dan Vita refleks menghentikan perdebatan mereka dan menoleh ke arah Ilham. Terlihat wajah datar papi nya, namun sorot mata Ilham terlihat sangat menyeramkan.
Glek...
Randy dan Vita menelan saliva nya susah payah saat melihat ekspresi Ilham. Sejak Ilham pensiun mengurus bisnis keluarga Djaya, tak pernah sekalipun Randy melihat ekspresi Ilham yang seperti ini. Dan, ini lah pertama kali nya Ilham kembali menunjukkan sisi menyeramkan nya.
Begitu juga dengan Vita, ini kali pertama Ia melihat wajah menyeramkan dari mertua nya. Biasa nya, Ia selalu melihat wajah mertua nya yang ramah dan penuh kasih sayang saat bersama dengan nya.
Rita sampai terkejut karena kembali melihat ekspresi menyeramkan dari suami nya. Bahkan, Rei sampai menghentikan makan nya karena takut melihat ekspresi Ilham.
" Gawat, papi benar benar marah, " gumam Randy dalam hati.
" Ya Allah, mertua ku saat ini benar benar menyeramkan. Bahkan, jauh lebih menyeramkan berkali kali lipat dari mas Randy dan mbak Ziya saat marah, " gumam Vita dalam hati.
" Maaf pi, " ucap Randy dan Vita berbarengan lalu menundukkan kepala.
" Hmm, lanjutkan makan malam nya. Setelah selesai makan malam, kita bicara di ruang keluarga, " ucap Ilham datar, lalu kembali melanjutkan makan nya.
" Baik pi, " balas Randy dan Vita berbarengan.
Randy dan Vita merasa menyesal karena berdebat di meja makan saat sedang makan bersama keluarga. Mereka berjanji pada diri mereka sendiri, kalau ini perdebatan mereka di depan keluarga untuk pertama dan terakhir kali nya.
Mereka melanjutkan kembali makan malam dengan hening, hanya terdengar dentingan sendok dan garpu.
Setelah selesai makan malam, Vita membantu bibi mencuci dan menyimpan piring dan gelas di dapur. Sesekali, Ia menghela nafas nya dengan berat karena merasa takut jika nanti nya mertua nya akan memarahi diri nya dan Randy. Ini adalah kali pertama, Ia melakukan kesalahan dan membuat mertua nya berubah menjadi menakutkan.
Bi Ana yang sedang membantu Vita mencuci piring dan gelas merasa khawatir karena Vita beberapa kali menghela nafas dengan berat.
"Nona baik baik saja? Bibi khawatir melihat nona yang terus menghela nafas dengan berat seperti itu, " tanya bi Ana.
" Ah iya bi, Vita baik baik saja, " jawab vita berbohong. Ia gak ingin bi Ana khawatir karena diri nya. Meskipun saat ini, diri nya begitu takut untuk nanti berbicara dengan mertua nya. Lebih tepat nya, mengintrogasi diri nya dan Randy.
Selesai membantu bibi, Vita membuatkan teh hijau untuk semua orang dan menyiapkan beberapa cemilan. Lalu, membawa cangkir cangkir berisi teh dan sepiring cemilan ke ruang keluarga.
Vita berjalan ke ruang keluarga membawa nampan dengan begitu takut. Bahkan, nampan yang Ia pegang sampai bergetar.
Vita meletakkan cangkir cangkir berisi teh dan sepiring camilan di atas meja di ruang keluarga. Lalu, Vita duduk di samping Randy dengan kepala tertunduk.
Suasana di ruang keluarga saat ini sangat mencekam karena aura yang di keluarkan Ilham. Randy dan Vita merasa seperti sepasang remaja yang akan di introgasi orang tua nya karena ketahuan pacaran diam diam. Bahkan, Rei juga harus terlibat hanya karena membawakan pesanan Randy.
" Sekarang, katakan kepada papi apa masalah kalian sampai harus berdebat di meja makan, " ucap Ilham datar namun dengan tatapan mengintimidasi.
Tatapan mengintimidasi dari Ilham membuat semua orang di ruang keluarga menjadi takut. Rita menjadi khawatir jika suami nya akan menghukum anak dan menantu nya.
" Ah itu pi, sebenarnya hanya salah paham aja antara Randy dan Vita, " jawab Randy.
" Tidak pi, itu karena mas Randy yang terlalu cemburu dan gak mau mengakui nya, " ucap Vita yang kesal karena Randy gak jujur.
" Hei, kan aku sudah bilang kalau aku gak cemburu. Aku hanya gak suka dia mengirimi kamu pesan mesra, " bantah Randy.
" Pesan mesra? Memang nya dia kirim apa? Ayo katakan apa isi pesan nya sampai mas cemburu dan marah lalu menghancurkan handphone ku, " tantang Vita.
Ilham geleng geleng kepala melihat kelakuan anak dan menantu nya yang seperti sepasang remaja yang sedang bertengkar. Ia memijit pelipis nya karena merasa pusing mendengar mereka berdebat tanpa henti.
" Cukup, hentikan. Papi lelah mendengar kalian berdebat, " lerai Ilham.
Randy dan Vita menghentikan perdebatan mereka dan menundukkan kepala merasa bersalah.
" Jika kalian berdebat terus, bagaimana masalah ini bisa di selesaikan. Randy, sekarang katakan kepada kita semua apa isi pesan itu, " perintah Ilham.
" Em, itu anu pi, " ucap Randy terbata bata.
__ADS_1
" Katakan dengan jelas jangan terbata bata seperti itu. Laki laki itu harus berbicara dengan jelas dan tegas, " ucap Ilham dengan nada suara sedikit tinggi, membuat semua orang terlonjak kaget.
" Isi pesan nya mengatakan, Vita maaf karena telah mengganggu waktu istirahat mu tadi. Aku ingin sekali merawat mu di saat diri mu sakit. Tapi, apa daya diri mu telah menjadi milik orang lain. Maaf, karena hati ini masih belum bisa melupakan mu karena sejujur nya hati ini memang hanya tertulis nama mu. Namun percaya lah, aku bahagia karena melihat suami mu begitu mengkhawatir kan diri mu dan terlihat sangat mencintai mu. Sekarang, aku yakin kalau dia akan selalu membahagiakan dirimu dan gak akan membiarkan diri mu terluka. Terima kasih, karena pernah menjadi bagian dari cerita hidup ku. Aku mencintai mu, sahabat ku. Itu isi pesan nya pi, " jawab Randy tegas karena gak ingin papi nya lebih marah lagi.
Semua terdiam mendengar isi pesan dari Alfian untuk Vita. Vita juga menjadi bingung dan takut, jika Ilham dan Rita berfikir kalau Ia selingkuh dari Randy.
" Rei, sebaiknya kamu pulang sekarang, ini sudah malam, " ucap Ilham.
" Ah, baik Om, " balas Rei takut takut lalu bangkit dan menyalami Ilham dan Rita secara bergantian lalu menyerahkan paper bag berisi handphone baru ke Randy.
Setelah Rei pergi, Ilham menatap tajam anak dan menantu nya yang menunduk takut.
" Randy, besok kamu pulang lebih cepat dari kantor. Dan untuk kamu Vita, katakan pada laki laki itu, besok setelah selesai belajar bersama di sini, papi ingin berbicara dengan nya dan juga kalian berdua, " ucap Ilham tegas dan gak ingin di bantah.
" Baik pi, " balas Randy dan Vita berbarengan.
Setelah mendengar jawaban anak dan menantu nya, Ilham mengajak istri nya pergi ke kamar untuk istirahat.
Setelah Ilham dan Rita pergi dan tidak kelihatan lagi, baru lah Randy dan Vita bisa bernafas lega dan menyenderkan punggung mereka di sofa.
" Ini semua gara gara kamu, papi jadi berubah menakutkan seperti itu lagi, " tuduh Randy.
" Lah, kok aku? Ini semua kan karena kamu yang gak mau mengakui kalau cemburu sama Alfian. Lagi pula, isi pesan nya juga biasa aja. Kamu aja yang terlalu mempermasalahkan nya, " balas Vita Kesal
" Biasa aja kamu bilang? Dia mengatakan, kalau dia mencintai mu itu biasa aja?, " tanya Randy kesal.
" Huh, harus nya aku gak percaya begitu saja kalau kamu sudah melupakan dia. Dan pasti, kamu sangat senang kan karena dia masih sangat mencintai mu?, " tuduh Randy lagi.
" Terserah kamu mau percaya atau enggak, yang jelas aku sudah melupakan perasaan ku terhadap nya dan hanya mencintai mu, " balas Vita kesal lalu pergi meninggalkan Randy menuju kamar.
Randy menghelas nafas nya dengan berat dan mengusap wajah nya dengan kasar.
" Benarkah Vita sudah melupakan laki laki itu? Sorot mata nya mengatakan iya, tapi kenapa hati ini masih meragu. Tapi tunggu dulu, sejak tadi kami berdebat tentang aku yang cemburu, ehh benarkah aku cemburu? Itu berarti, aku sudah mulai mencintai Vita?, " gumam Randy pada diri nya sendiri.
****
Di dalam kamar, Ilham sudah tidak bisa menahan nya lagi. Ia tertawa terbahak bahak dan membuat istri nya kebingungan.
" Mas, kenapa kamu tertawa seperti ini? Aku fikir, kamu akan marah besar tadi. Aku sudah takut sekali kamu akan menghukum mereka, " tanya Rita bingung.
" Kenapa aku harus marah istri ku? Tadi itu hanya akting. Kamu harus tau, saat ini aku bahagia karena melihat Randy cemburu kepada Vita. Itu artinya, Randy benar benar mencintai Vita. Dan aku percaya, Vita tidak akan pernah mengkhianati Randy karena Vita juga mencintai Randy. Istriku, akhirnya anak kita sudah bisa melupakan wanita itu, " ucap Ilham bahagia lalu memeluk istri nya.
Rita paham maksud perkataan suami nya. Ia juga bahagia karena akhirnya anak nya telah melupakan wanita jahat dan gila harta itu.
Ilham melepaskan pelukan nya lalu mengajak istri nya untuk tidur. Ia lelah karena harus berakting seperti tadi. Padahal, hanya sebentar saja.
Sementara Ilham dan Rita tidur dengan perasaan bahagia, berbeda hal nya dengan Randy dan vita.
Randy dan Vita tidur dengan perasaan kesal dan saling memunggungi satu sama lain.
Vita gelisah dan membolak balikkan tubuh nya karena gak bisa tidur. Biasa nya, Ia tidur di pelukan Randy dan Ia sudah terbiasa dan nyaman akan hal itu. Kini, Ia tidur dengan memunggungi suami nya, merasa ada sesuatu yang hilang.
Randy mengerti kenapa Vita dari tadi membolak balikkan tubuh nya dan masih belum bisa tertidur. Ia juga merasakan hal yang sama dengan Vita. Selama ini, Ia juga sudah terbiasa tidur dengan memeluk Vita. Tapi kini karena keegoisan, mereka harus tidur saling memunggungi satu sama lain.
" Kamu, kenapa belum tidur?, " tanya Randy yang sudah berbalik ke arah Vita.
" Aku gak bisa tidur, " jawab Vita ketus dan masih memunggungi Randy.
" Sini, berbalik lah, " ucap Randy lembut.
Vita membalikkan tubuh nya menghadap Randy. Wajah nya terlihat sangat kesal dengan Randy.
Randy langsung menarik Vita ke dalam pelukan nya dan Vita gak menolak karena Ia juga ingin tidur di dalam pelukan Randy.
" Tidur lah sekarang, " ucap Randy lembut lalu mencium puncak kepala Vita dan mempererat pelukan nya.
__ADS_1
Vita mengangguk kecil di dalam pelukan Randy lalu menenggelamkan wajah nya di dada bidang suami nya. Vita hirup dalam dalam aroma tubuh suami nya yang di rasa nya selalu bisa menenangkan hati nya lalu dipejamkan mata nya dan Ia mulai masuk ke dalam alam mimpi. Begitu juga dengan Randy yang sudah terlelap tidur.
****
Pagi hari nya Randy terbangun lebih dulu. Ia lepaskan pelukan nya perlahan agar Vita gak terbangun. Setelah itu, Randy mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Vita terbangun dan meraba tempat tidur Randy yang kosong. Ia membuka mata nya mencari keberadaan Randy, namun saat mendengar gemericik air di kamar mandi Vita tau pasti Randy sedang mandi.
Vita mereganggang otot otot nya dan turun dari tempat tidur. Lalu, Ia rapikan sprei dan bantal guling yang berantakan. Saat Vita sedang merapikan sprei, Randy yang telah selesai mandi keluar dari dalam kamar mandi dan langsung memeluk Vita dari belakang.
Vita terlonjak kaget karena tiba tiba Randy memeluk nya.
" Astagfirullah mas, kaget aku, " pekik Vita.
" Hehehe selamat pagi sayang, " ucap Randy lalu mencium puncak kepala Vita.
" Pagi sayang. Sebentar ya, aku siapkan pakaian kerja kamu, " balas Vita.
" Nanti saja. Sayang, maafkan aku karena sikap kasar ku kemarin. Maaf, karena sudah menghancurkan handphone pemberian almarhum ayah untuk mu. Aku sungguh sangat menyesal, " ucap Randy tulus.
" Tidak apa apa sayang, aku sudah memaafkan mu. Aku juga minta maaf karena sudah membuat mu marah dan kesal, " balas Vita.
Randy merasa lega karena mereka sudah saling memaafkan satu sama lain. Ia semakin mempererat pelukan nya dan menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Vita.
" Sayang, lepaskan aku. Aku mau siapkan pakaian kerja mu lalu aku juga mau mandi, " ucap Vita.
" Hmm baiklah, " balas Randy lalu melepaskan pelukan nya.
Vita berjalan menuju lemari dan mengambilkan pakaian kerja Randy lalu menyerahkan kepada Randy. Randy mengambil nya dan langsung memakai nya. Vita kembali membereskan tempat tidur dan setelah selesai Ia mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Sambil menunggu Vita selesai mandi, Randy mengambil paper bag yang berisi handphone baru untuk Vita lalu mengambil kartu sim lama Vita yang masih menempel di handphone lama Vita yang masih berserakan di lantai. Setelah itu, Randy duduk di sofa untuk mengaktifkan handphone baru itu agar bisa langsung digunakan Vita.
Vita selesai mandi dan keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk. Ia langsung menuju lemari dan mengambil seragam sekolah nya lalu memakai nya di dalam kamar mandi. Setelah selesai memakai seragam, Vita keluar dari dalam kamar mandi dan duduk di kursi depan meja rias.
Vita menyisir rambut nya lalu mengucir rambut nya. Setelah itu, Vita memakai bedak baby putih. Selesai berdandan, Vita membereskan buku buku pelajaran sekolah nya lalu memasukkan ke dalam tas sekolah nya.
Setelah di rasa nya semua sudah beres, Vita menghampiri Randy yang sedang duduk di sofa sambil mengutak atik handphone baru nya.
" Ayo mas kita turun, " ajak Vita.
" Ah iya, " balas Randy.
Randy menyerahkan handphone baru kepada Vita dan Vita langsung menerima nya dan memasukkan handphone baru nya ke dalam saku celana nya. Lalu, Vita dan Randy berjalan keluar kamar menuju ruang makan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak. Terima kasih.
__ADS_1