
Randy pamit kepada Vita untuk kembali ke ruangan nya dan Vita mengangguk. Sebelum pergi, Randy memeluk Vita sebentar lalu mencium kilas bibir istri nya.
Randy mengajak Rei untuk segera membersihkan diri dan melanjutkan kembali pekerjaan mereka.
Rei lebih dulu tiba di ruangan nya karena ruangan nya lebih dekat dengan aula. Sementara Randy, Ia harus berjalan lagi agak jauh untuk bisa mencapai pintu ruangan nya.
Saat tiba di depan ruangan nya, Randy membuka pintu dan masuk ke dalam. Randy menghentikan langkah nya dan mematung di tempat saat melihat seseorang sedang duduk di kursi kerja nya.
" Clara, " cicit Randy tak percaya.
" Hai sayang, merindukan aku?, " sapa Clara manja.
Clara berdiri dan berjalan perlahan mendekati Randy yang masih berdiri tidak jauh dari pintu.
Tubuh Randy menegang saat Clara membuka jaket yang di kenakan nya lalu melempar asal. Kini Clara hanya mengenakan tank top dan celana jeans panjang.
Randy melihat tubuh Clara di penuhi bekas sayatan, bahkan wajah nya juga memiliki bekas sayatan meskipun samar karena tertutup make up.
Randy berfikir, apakah luka sayatan itu di berikan oleh adik nya kepada Clara. Itu sungguh mengerikan, mengingat selama hidup nya, adik nya adalah wanita yang lemah lembut meskipun keras kepala.
Lamunan Randy buyar ketika Clara memeluk diri nya dengan erat. Seketika, bayangan rekaman tentang rencana pembunuhan dan perselingkuhan Clara menari nari di dalam otak nya.
Dengan sigap Randy mendorong Clara dan pelukan mereka terlepas. Mata Randy menatap tajam ke arah Clara, Ia sekuat tenaga untuk tidak lepas kontrol dan membunuh Clara saat itu juga.
Clara menatap tak percaya dengan apa yang baru saja di lakukan Randy.
" Sayang, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mendorong ku? Ini terasa sakit, " tanya Clara kesal.
" Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini atau aku tidak akan pernah mengampuni mu, " usir Randy.
" Kamu mengusir ku? Apa yang terjadi dengan mu?, " tanya Clara. Ia tak percaya Randy mengusir nya.
" Pergi!, " usir Randy dengan membentak.
Clara bukan nya pergi malah dia tertawa. Sudah gila beneran memang si Clara, di usir bukan nya pergi malah tertawa.
" Apakah adik mu yang meracuni pikiran mu itu? Atau istri mu yang tak tau diri itu? Lihat lah, apa yang terjadi dengan ku, ini semua adalah perbuatan adik mu dan apa yang ku dapatkan sekarang, kamu mengusir ku?, " ucap Clara penuh emosi.
Randy menutup mata nya untuk meredam emosi nya. Jujur saja, diri nya sudah tidak bisa menahan emosi nya. Ingin sekali tangan nya mencekik leher wanita berhati iblis di hadapan nya ini sampai mati.
" Jawab aku, Rand, " bentak Clara.
Randy membuka mata nya dan menatap tajam Clara.
" Jika itu aku, aku akan melakukan hal yang lebih buruk dari pada ini kepada mu. Sekarang katakan kepada ku, apa yang harus aku lakukan terhadap orang yang berniat membunuh keluarga ku dan memanfaatkan aku untuk mengambil harta keluarga ku?, " bentak Randy.
Deg.
Jantung Clara berdetak dengan cepat. Dari mana Randy mengetahui niat buruk nya itu. Ia tidak pernah memberitahukan kepada orang lain tentang niat nya itu, kecuali kepada dua teman nya dan gak mungkin teman nya itu membocorkan rahasia nya.
__ADS_1
Randy mendekati Clara lalu mengapit keras kedua pipi Clara dengan tangan nya membuat Clara meringis kesakitan dan meronta untuk di lepas kan.
" Dasar wanita hina, wanita murahan. Kamu fikir aku mau menerima mu kembali setelah mengetahui semua itu. Dan satu hal lagi, kenapa kamu kembali kepada ku padahal di sana kamu sedang asyik bercumbu mesra dengan pria lain, " ucap Randy lalu menyeringai menakutkan.
Randy semakin keras mengapit kedua pipi Clara dan tidak peduli dengan pukulan yang di terima nya dari tangan mungil Clara.
Rasa cinta yang dulu menggebu gebu untuk Clara telah hilang dan di gantikan oleh rasa benci, jijik dan amarah yang memuncak.
Randy melepaskan tangan nya dari pipi Clara dan menyentak dengan kasar.
" Pergi dari sini dan jangan pernah muncul lagi di hadapan ku. Jika aku tau kamu berani muncul di hadapan ku atau mencoba menyakiti istri dan keluarga ku, maka aku tidak akan menjebloskan mu ke penjara, melainkan langsung ke neraka jahanam, " bentak Randy.
Clara menatap Randy dengan tatapan yang sulit di artikan, lalu dia segera mengambil jaket dan tas nya. Setelah itu, Ia bergegas pergi meninggalkan ruangan Randy.
****
Clara keluar dari ruangan Randy dengan amarah yang memuncak. Ia tidak menyangka satu satu nya harapan nya untuk bisa kembali seperti sedia kala telah musnah.
Ia bersumpah akan membalas semua perbuatan Ziya dan suami nya itu serta istri Randy yang sudah membuat nya kehilangan tambang emas nya.
Clara keluar dari lift dan terus berjalan keluar dari gedung kantor Randy menuju mobil nya. Ia tidak peduli dengan tatapan dan suara bisikan yang tertuju untuk diri nya.
Untuk apa lagi dia menjaga image nya karena selama nya dia tidak akan pernah bisa kembali lagi ke dunia model karena Stella telah membuat pengumuman yang menghancurkan karir nya untuk selama lama nya.
Clara melajukan mobil nya keluar dari area parkir menuju ke apartemen nya.
Clara tidak terima hidup nya hancur begitu saja. Ia memukul stiur mobil nya dengan keras berkali kali, meluapkan segala emosi yang saat ini di rasakan nya.
" Kalian tunggu saja pembalasan dari ku. Kalian tidak akan pernah bisa hidup bahagia selama aku masih hidup. Jika hidup ku hancur, maka hidup kalian juga harus hancur. Terutama kamu Randy, berani sekali kamu mencampakkan diri ku, " ucap Clara emosi.
" Tidak ada yang boleh mencampakkan Clara karena hanya Clara yang boleh mencampakkan orang lain, " ucap Clara lagi dengan penuh emosi lalu tertawa keras.
Clara semakin menambah laju mobil nya dan terus membawa nya kembali ke apartemen.
****
Setelah Clara pergi meninggalkan ruangan nya, Randy berjalan menuju ke meja kerja nya, Ia menyenderkan tubuh nya ke sisi meja dengan menumpukan kedua tangan nya ke atas meja.
Air mata nya menetes karena dada nya terasa sangat sesak. Ia menangis bukan karena mengusir Clara, tetapi Ia menangisi kebodohan nya yang dulu dengan mudah nya terjebak bujuk rayuan Clara dan cinta palsu Clara.
Randy menjambak rambut nya dan berteriak frustasi. Kenapa wanita itu harus muncul lagi di hadapan nya dan dengan percaya diri berharap kalau Ia akan menerima wanita itu lagi.
Air mata Randy terus menetes dan merutuki kebodohan nya. Jika saja adik nya tidak mengetahui rencana busuk Clara, mungkin saat ini Ia sudah kehilangan semua keluarga yang sangat Ia sayangi.
Saat ini, diri nya sangat membutuhkan istri nya. Randy ingin sekali memeluk Vita dan menangis menumpahkan segala rasa sakit yang ada di dalam dada nya.
Kaki Randy tidak sanggup lagi menopang berat tubuh nya. Tubuh nya merosot ke bawah dan duduk dengan menenggelamkan wajah nya pada kedua kaki nya yang terlipat oleh kedua tangan nya.
Randy semakin menangis sesegukan, Ia benar benar merasa seperti pecundang yang sangat bodoh.
__ADS_1
Saat diri nya tenggelam dalam tangis nya, suara merdu yang sangat Ia kenali memanggil nya dan meminta nya untuk tidak menangis lagi.
Randy mengangkat kepala nya dan melihat seseorang yang saat ini sedang berjongkok di hadapan nya dengan air mata yang terus berlinang.
" Vita, " cicit Randy.
Randy langsung memeluk Vita dengan erat saat di hadapan nya itu benar benar adalah istri nya.
Vita mengelus lembut punggung Randy, berusaha untuk mencoba menenangkan suami nya.
" Sayang, sudah jangan di tangisi lagi. Semua nya sudah berakhir dan dia sudah mendapatkan balasan dari perbuatan nya, " ucap Vita lembut.
Randy tidak menjawab ucapan Vita, Ia masih terus menangis di dalam pelukan Vita.
Vita mendorong pelan tubuh Randy agar pelukan mereka terlepas. Vita menyeka air mata Randy dengan kedua ibu jari nya seraya tersenyum.
" Lupakan semua nya sayang. Kita mulai dari awal kembali, " ucap Vita lalu mengecup kilas bibir Randy.
Randy mengangguk lalu kembali memeluk erat istri nya. Ia benar benar bersyukur karena Vita lah yang menjadi istri nya. Wanita yang berhati baik dan tulus.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Keputusan yang bagus Randy. Tapi gimana dengan Clara ya, apa lagi lah rencana jahat nya itu. Dasar ular keket.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak, jangan cuma minta up nya yang banyak. Hehehehe***.
__ADS_1