Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 144 Di culik


__ADS_3

Anak anak kelas XIIipa1 dan Rei sedang menikmati makan malam di kediaman keluarga Djaya. Malam ini mereka makan malam sambil menggosipin Randy dan Vita yang sedang asyik romantisan romantisan makan malam berdua di restoran dan juga hadiah fantastik yang di berikan Randy untuk Vita. (Dosa loh gosipin orang lain, gak baik. Hehehe).


" Mi, itu beneran harga berlian tadi seratus lima puluh miliar?, " tanya Ririn penasaran.


" Iya benar. Aku saja tadi yang ngurus pembayaran nya sampai terkejut. Dasar si Randy, buat jantung aku mau copot. Gila saja dia, beli satu barang sampai segitu harga nya, " Belum sempat Rita menjawab, Rei sudah lebih dulu menjawab pertanyaan Ririn dengan menggebu gebu.


" Mas Randy keren deh seperti pengusaha muda yang menikah dengan artis Syahrini. Mas kawin nya saja aku dengar empat puluh miliar, belum lagi yang lain lain. Wahhh, buat iri saja, " seru Vira.


" Sultan mah bebas ya, " seru Ririn.


Ilham dan Rita hanya senyum senyum mendengar reaksi mereka semua. Malam ini, Randy tidak hanya memberikan kejutan untuk Vita tetapi untuk semua orang dengan hadiah fantastik nya.


" Mami ada anak laki laki lagi gak? Vira mau dong jadi menantu mami, " celetuk Vira tiba tiba.


" Lo gimana sih Vir, itu tuh sih Fian kan anak mami. Lo lupa?, " balas Aldo.


" Ehh iya ya, lupa gue. Sorry Fian, " ucap Vira dan Alfian hanya tersenyum.


" Yah kalau Fian mau sama kamu ya mami setuju setuju saja, " ucap Rita tersenyum.


" Bukan type Fian mi, " balas Fian datar.


" Tega lo popsky, " rajuk Vira sementara yang lain tertawa terbahak bahak.


Setelah selesai makan malam, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga menikmati cemilan dan secangkir teh hijau sambil bercanda gurau.


****


Malam ini Vita merasa sangat bahagia karena bisa berkencan dengan Randy. Selama menikah, baru kali ini mereka bisa berkencan seperti ini. Biasa nya selalu jalan bersama anak anak yang lain.


" Sayang, kamu bahagia malam ini?, " tanya Randy.


" Tentu sayang. Tentu Aku sangat bahagia bisa berkencan dengan mu malam ini, " jawab Vita tersenyum bahagia.


" Kalau begitu, mulai hari ini aku akan sering mengajak mu berkencan, " ucap Randy.


" Tidak perlu sering sering juga sayang, " balas Vita.


" Loh kenapa? Bukan nya kamu bilang tadi bahagia bisa kencan romantis sama aku begini, " tanya Randy dengan kening berkerut.


" Aku memang bahagia bisa kencan romantis begini sama kamu di restoran yang bagus. Tapi, lebih baik untuk makan di rumah saja, kan aku sedang hamil gak bagus juga sering sering makan di luar. Lebih sehat dan higienis makan makanan yang kita masak sendiri, " balas Vita.


" Benar juga sih yang kamu bilang sayang, lebih baik kamu makan makanan yang di masak bibi atau pun mami. Kalau pun seandai nya kamu mau kencan romantis lagi, nanti aku suruh orang untuk mempersiapkan semua nya di taman rumah kita saja. Aku akan suruh mereka mensulap taman rumah kita menjadi tempat yang lebih romantis dari pada restoran ini, " ucap Randy.


" Kamu ini ada ada saja sayang. Gak perlu lah sampai seperti itu. Buat ku, yang penting bisa selalu bersama mu seperti ini sudah membuat ku jauh lebih bahagia, " balas Vita.


Randy tersenyum bahagia mendengar penuturan istri nya. Ia menggenggam kedua tangan Vita lalu mencium nya.


" Aku beruntung memiliki mu sebagai istri ku. Kamu adalah bidadari surga ku, " ucap Randy.


Vita tersipu malu mendengar pujian yang di ucapkan Randy. Rasa nya Ia melayang ke angkasa. Hahaha.


" Sayang, sebaik nya kita pulang sekarang yuk. Sudah malam dan kamu harus istirahat, " ajak Randy.


" Hmm, baik lah sayang. Tapi, nanti kita mampir ke toko roti yang ada di ujung jalan ini ya, " pinta Vita.


" Mau beli apa sayang? Ini sudah malam, memang nya masih ada stock roti di toko itu, " tanya Randy.


" Gak tau, kita coba saja. Aku lagi ingin makan roti abon yang di buat di toko roti itu. Rasa nya benar benar enak karena mereka buat sendiri abon nya, " jawab Vita.


" Baik lah, sesuai keinginan mu sayang, " ucap Randy membuat Vita tersenyum bahagia.


Randy memanggil pelayan untuk meminta bill mereka. Setelah selesai melakukan transaksi pembayaran, Randy dan Vita meninggalkan restoran.

__ADS_1


****


Di sudut restoran, seseorang yang sedari tadi memperhatikan Randy dan Vita hanya bisa menahan amarah dan rasa cemburu nya saat melihat Randy dan Vita bermesraan.


" Brengs*k, dia itu milik ku. Berani sekali kau, " geram seseorang itu.


" Tunggu sebentar lagi sayang. Setelah ini, kita akan bersama selama nya, " ucap nya lagi dengan seringai mengerikan.


Seseorang itu menghubungi anak buah nya saat melihat Randy dan Vita keluar dari restoran. Ia menyuruh anak buah nya untuk membuntuti Randy dan Vita.


Setelah menghubungi anak buah nya, Ia memanggil pelayan untuk meminta bill. Setelah selesai membayar bill nya, Ia bergegas keluar restoran.


Ia mengendarai mobil nya menuju ke tempat di mana anak buah nya memberitahukan kemana lagi Randy membawa Vita.


Ia menghentikan mobil nya di parkiran toko roti lalu memperhatikan Randy dan Vita yang sedang sibuk memilih roti.


Senyum bahagia terukir indah di bibir orang itu saat melihat raut bahagia di wajah seseorang yang di cintai nya.


" Setelah ini, senyum bahagia itu hanya aku yang akan melihat nya, " gumam nya.


Seseorang itu menyuruh anak buah nya untuk bersiap siap, lalu Ia turun dari mobil saat melihat Randy dan Vita keluar dari toko roti.


" Hai, kebetulan sekali kita bertemu di sini, " ucap nya.


Randy dan Vita menghentikan langkah mereka lalu menatap orang yang menyapa mereka.


Randy dan Vita tidak membalas sapaan orang itu, mereka menatap dingin ke arah orang itu. Randy merangkul bahu Vita posessive, lalu mereka berjalan melewati orang itu.


Saat Randy dan Vita akan mendekati mobil mereka, orang itu langsung menyuruh anak buah nya bertindak.


Bughhh.


Randy jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri setelah kepala nya di hantam dengan balok. Vita menjerit ketakutan saat melihat Randy tersungkur di lantai dengan darah yang mengalir dari kepala nya.


Orang itu dan anak buah nya bergegas meninggalkan lokasi saat melihat pemilik dan pelayan toko roti berlari keluar menghampiri mereka.


****


Randy di bawa ke rumah sakit setelah pemilik toko menghubungi pihak rumah sakit untuk mengirim kan ambulans.


Pemilik toko roti terpaksa ikut karena di minta sebagai penjamin pasien dan juga sebagai saksi saat nanti pihak kepolisian datang menemui nya.


Dokter meminta persetujuan pemilik toko roti untuk melakukan tindakan operasi karena darah yang keluar dari kepala Randy semakin banyak.


Pemilik toko roti itu ragu menandatangani surat persetujuan operasi Randy. Ia takut jika Randy tidak selamat saat operasi, Ia akan di tuntut oleh keluarga nya.


Tetapi, karena dokter bilang Randy tidak punya banyak waktu dan harus segera di operasi, maka Ia pun segera menandatangani nya.


Suster memberikan dompet dan ponsel Randy kepada pemilik toko roti, lalu suster itu kembali lagi ke dalam ruangan operasi.


Pemilik toko roti itu membuka dompet Randy untuk mencari tanda pengenal di sana.


" Randy Alansyah Djaya, " gumam nya.


Ia mengingat ingat seperti pernah mendengar nama Djaya.


" Djaya, " pekik nya terkejut setelah ingat siapa itu keluarga Djaya.


Pemilik toko roti itu menghidupkan ponsel Randy dan berharap ponsel itu tidak terkunci. Ia bernafas lega karena ponsel Randy tidak terkunci.


Segera Ia mencari nomor kontak keluarga Randy. Saat melihat nama kontak papi di layar ponsel, segera Ia mendial nya.


Panggilan mereka terhubung saat dering ketiga.

__ADS_1


" Hallo Rand, " sapa Ilham.


" Malam tuan. Maaf saya bukan pemilik ponsel ini, " ucap pemilik toko takut takut.


" Ini siapa? Kenapa ponsel anak saya ada pada anda?, " tanya Ilham panik.


" Saya Indra, pemilik toko roti yang tadi di kunjungi anak dan menantu tuan. Maaf tuan, apa tuan dan keluarga bisa datang sekarang ke rumah sakit xx karena anak tuan sedang menjalani operasi " jawab Indra.


" Operasi? Apa yang terjadi dengan anak dan menantu saya?, " tanya Ilham khawatir karena mendengar anak nya sedang menjalani operasi.


" Nanti akan saya jelas kan tuan. Tapi, saya mohon tuan untuk segera datang ke rumah sakit, " jawab Indra.


" Baik lah, saya dan keluarga akan datang ke sana. Saya mohon anda untuk tetap berada di sana sampai kami tiba, " pinta Ilham.


" Baik tuan, " jawab Indra lalu mengakhiri panggilan telepon mereka.


Setelah itu, Ilham mengajak istri dan anak anak nya untuk segera pergi ke rumah sakit. Mereka semua sangat panik dan khawatir saat mendengar berita tadi.


Saat tiba di rumah sakit, mereka semua bergegas pergi ke ruang operasi. Di kursi tunggu, terlihat lelaki paruh baya duduk di sana dengan kepala menunduk. Mereka berfikir, itu pasti lelaki yang mengabari mereka tentang kondisi Randy dan Vita.


" Bagaimana keadaan anak dan menantu saya?, " tanya Ilham saat tiba di depan pintu operasi.


Lelaki paruh baya tadi mengangkat kepala nya lalu berdiri dan menjawab pertanyaan Ilham.


" Dokter masih melakukan tindakan operasi, " jawab Indra.


" Apa yang terjadi sampai anak dan menantu saya harus di operasi? Apa mereka kecelakaan?, " tanya Ilham.


" Tidak, mereka tidak kecelakaan tetapi seperti nya ini kasus penculikan. Karena anak tuan mendapat pukulan di bagian belakang kepala nya lalu menantu tuan di bawa pergi oleh beberapa orang. Saya dan pegawai toko saya langsung berlari keluar saat mendengar suara minta tolong. Tetapi, kami terlambat karena menantu tuan sudah di bawa pergi, " jawab Indra.


" Apa, Vita di culik, " pekik mereka semua terkejut.


Rita tak kuasa lagi, Ia seketika pingsan setelah mendengar Vita di culik. Alfian bergegas meminta tolong kepada suster jaga untuk membawa mami nya ke ruang rawat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Maaf kan saya yah akak akak baru muncul kembali. Seminggu ini sibuk di dunia nyata. Baru sebentar bisa pegang tablet dan nulis, ehh harus di letakkan lagi karena pekerjaan yang belum selesai.


Hufff, kalian pada kabur atau masih tetap setia gak ya menunggu cerita saya. Huhuhu. Semoga saja masih setia***.

__ADS_1


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak. Terima kasih.


__ADS_2