
Vita terus berlari sampai kedalam kelas. Begitu sampai, Ia langsung duduk di kursi nya. Ia mengatur nafas nya yang terengah engah karena marathon mendadak. Syukurnya, Ia tiba di kelas tepat saat bel berbunyi. Jadi, Ia tidak kena hukuman karena datang terlambat.
" Dasar pria pelupa. Udah janji malah melupakan begitu aja. Untung aja gue datang tepat waktu. Kalau sampai telat, gak akan gue kasih ampun, " gerutu Vita.
Ayu yang berada di samping tempat duduk Vita merasa heran. Gak biasa nya, sahabat nya itu datang tepat saat bel berbunyi. Biasa nya datang lebih awal, ini di tambah ngomel ngomel gak jelas.
" Heiii, kenapa lo bisa telat? Kenapa juga lo ngomel ngomel gak jelas gitu? Pria mana yang lo maksud? Ada yang gangguin lo? Cerita sama gue, " tanya Ayu bertubi tubi.
Vita mengibas ngibas kan tangan kanan nya, memberi kode agar Ayu sabar menunggu jawaban dari nya. Ia masih terus mengatur nafas nya. Setelah nafas nya sedikit teratur, baru lah Ia menjawab semua pertanyaan dari Ayu.
" Ahhh, gue gak apa apa Yu. Tadi kesiangan aja kok. Lo tenang aja gak usah khawatir. "jawab Vita terbata bata karena nafas nya masih belum teratur sempurna.
Ayu mengangguk anggukkan kepalanya pertanda mengerti. Namun, Ia masih belum puas dengan jawaban Vita. Pertanyaan soal pria yang diumpati nya itu, masih belum di jawab.
" Terus, pria yang lo bil, " Ayu gak sempat melanjutkan omongan nya, keburu bu Mira masuk ke dalam kelas. Akhirnya, pertanyaan nya tertunda karena menjawab salam dari guru nya.
" Pagi anak anak, "sapa bu Mira.
" Pagi bu, " balas murid murid.
" Baiklah anak anak, simpan semua buku kalian. Siapkan alat alat tulis kalian di atas meja. Kita akan ujian, "ucap bu Mira.
Mendengar kata ujian, seketika murid murid berteriak histeris. Terutama, Fabian yang memang paling benci dengan yang nama nya ujian dadakan.
" Aarghhhh, ibu kejam banget sih, kok ujian nya dadakan. Kenapa gak dikasih tau dari kemarin bu. Cukup tahu aja bu yang di goreng dadakan, ujian jangan, " protes Fabian.
" Alah, kamu fabian. Belajar gak belajar, hasil ujian kamu tetap merah, " sindir bu Mira.
Fabian yang di sindir, hanya bisa garuk garuk kepala nya yang tiba tiba aja gatal. Memang bener sih, belajar gak belajar, tetap aja hasil ujian nya merah. 😆
" Udah, jangan protes lagi. Sekarang simpan buku kalian dan siap kan alat tulis kalian, " perintah bu Mira dan murid murid hanya bisa pasrah.
Mereka diberikan waktu satu setengah jam untuk mengerjakan soal ujian. Untuk Vita, ujian dadakan sih gak ada masalah ,karena memang Ia murid yang pintar. Tapi, untuk murid seperti Fabian, ujian dadakan itu seperti bencana besar.
Bu Mira, meminta bantuan Alfian dan juga Vita untuk membagi kertas soal ujian dan jawaban kepada teman teman nya. Setelah selesai, mereka kembali ke tempat duduk mereka.
__ADS_1
Setelah semua murid mendapatkan kertas soal dan jawaban, bu Mira mulai menyuruh mereka mengerjakan nya. Baru beberapa menit di mulai, Fabian memulai aksinya.
" Suit, suit momsky, momsky, " Fabian berusaha memanggil Vita.
Vita yang merasa dipanggil menoleh ke arah kanan belakang nya. Ia melihat, Fabian mengangkat jari telunjuk dan tengah nya yang berarti meminta bantuan jawaban soal nomor dua.
Demi persahabatan, gak apa apa sekali kali membantu teman saat ujian. Namun, belum lagi bantuan di dapatkan Fabian, ehh udah ketahuan bu Mira. Memang guru yang satu ini gak bisa diajak kompromi.
" Fabian, jangan kamu fikir, ibu gak tau kalau kamu meminta bantuan. Ibu selalu mengawasi kamu! Dan untuk kamu Vita, jangan bantu teman teman mu. Biarkan mereka berusaha sendiri. " tegur bu Mira dengan suara yang tegas.
Fabian dan Vita dengan susah payah menelan saliva nya , saat ketahuan guru mereka. Terpaksa, mereka mengangguk pertanda mengerti akan teguran dari guru nya itu.
Setelah waktu yang di berikan berakhir, bu Mira meminta Alfian mengumpulkan semua kertas jawaban dan Vita mengumpulkan kertas soal. Setelah semua terkumpul, mereka memberikan kertas kertas itu kepada bu Mira yang sedang berdiri di depan kelas.
Setelah semua kertas di terima bu Mira, Ia pamit kepada anak anak dan memberikan sisa waktu setengah jam pelajaran, untuk mereka istirahat sebagai bonus setelah melaksanakan ujian tadi.
" Huuuuaaaaaa, dasar bu Mira tega banget sama gue. Minta bantuan sedikit aja sama momsky gak boleh, " Fabian mengeluh setelah bu mira keluar kelas.
" Fabiannn. Uhhh, karena mau bantuin lo, malah gue yang kena tegur sama bu Mira. Untung aja cuma di tegur, coba kalau di coret nama gue, mati gue, " omel Vita sambil berbalik ke arah belakang.
" Lain kali gue gak mau bantu gitu lagi. Biar lo berusaha sendiri, " omel Vita lagi.
" Iya ini, bukan nya berusaha sendiri lo fabian, malah nyusahin orang lain. Maka nya belajar dong lo, " kali ini Ayu yang mengomeli Fabian.
" Iya iya, gue ngerti. Tapi, kalian kan tau kalau gue itu susah banget paham nya kalau sudah berurusan dengan yang nama nya rumus rumus. Bantuin gue napa sih, kita belajar bareng, " usul Fabian.
" Bagus juga itu ide Fabian, gue setuju nihhh, " timpal Ririn.
" Yaudah, itu pun boleh. Nanti, kita atur kapan waktu yang pas untuk kita semua bisa belajar bareng, tanpa harus mengganggu kegiatan masing masing, " jawab Vita.
" Wuuuaaahhhh, momsky yang terbaikkkkk, " teriak Fabian, lalu berlari ke arah Vita dengan gaya slow motion dengan kedua tangan nya direntangkan ingin memeluk Vita.
Namun sebelum Fabian sampai ke meja Vita, Alfian langsung menarik kerah belakang baju nya, sampai Ia sedikit tercekik.
" Mau ngapain lo?, " tegur Alfian dengan tatapan tajam nya.
__ADS_1
Fabian yang mendapat teguran dan tatapan tajam dari Afian, hanya bisa menelan saliva nya susah payah.
" Waduh mati deh gue. Kenapa, gue tadi pakai acara mau peluk peluk momsky. Kena tatapan maut dari popsky dah gue, " batin Fabian.
" Maaf popsky. Adek cuma ingin peluk momsky aja, sebagai ucapan terima kasih, " ucap Fabian dan tak lupa puppy eyes nya.
" Yaudah, duduk lagi, " perintah Alfian tegas, dan terpaksa Fabian menurut dari pada mendapatkan hukuman dari popsky nya itu.
Anak anak yang lain bersorak sorak, saat melihat Alfian yang kelihatan cemburu saat Fabian ingin memeluk Vita.
" Ciye ciye, popsky cemburu itu momsky, " teriak semua anak anak.
Alfian yang sadar akan perbuatan nya tadi, wajah nya sudah memerah dan mencoba bersikap biasa aja. Sementara Vita, Ia tertunduk malu dengan wajah yang juga memerah...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.