
JAKARTA, INDONESIA.
Setelah makan malam, Randy kembali lebih dulu ke dalam kamar. Hari ini Ia merasa lelah dan gak berniat untuk mengobrol bersama orang tua nya di ruang keluarga. Sementara, Vita membantu bibi membereskan piring dan gelas kotor.
Randy merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur. Pikiran nya melayang, memikirkan Clara yang tidak memberikan kabar selama beberapa hari. Clara pun tidak membalas panggilan atau pesan dari nya, membuat Randy merasa khawatir terjadi apa apa dengan Clara.
Vita yang telah selesai membantu bibi di dapur kembali ke kamar menyusul Randy. Saat masuk ke dalam kamar, Vita melihat Randy sedang rebahan langsung menghampiri Randy dan ikut rebahan di sebelah Randy. Vita menarik lengan Randy ke atas lalu meletakkan kepala nya di atas lengan Randy. Randy membiarkan Vita melakukan itu dan juga tidak memprotes saat Vita semakin mendekat ke arah nya dan memainkan jari jari Vita di atas dada bidang milik nya.
" Sayang ini kan malam minggu, kamu gak mau ajak aku ke mana gitu?, " tanya Vita.
Sejujur nya, Randy sedang malas menjawab pertanyaan Vita jadi Ia hanya menjawab nya dengan singkat.
" Gak, " jawab Randy.
Vita menghentikan aktivitas jari jari nya di dada bidang suami nya, lalu mengubah posisi nya tidur nya menjadi telungkup dan menatap wajah Randy.
" Kamu kenapa mas? Aku lihat kamu banyak fikiran. Apa ada masalah?, " tanya Vita khawatir setelah melihat raut wajah Randy seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Aku gak apa apa, " jawab Randy berbohong.
" Hei, aku istri mu. Meskipun kita baru menikah, tapi aku tau kapan saat kamu sedang baik baik saja, atau lagi sakit atau sedang berbohong sekalipun. Jadi, jawab aku dengan jujur. Ada apa dengan mu?, " Tanya Vita memaksa.
Randy menghela nafas nya dengan berat lalu menatap wajah Vita.
" Yakin kamu tidak akan marah jika aku jujur?, " tanya Randy.
" Iya, aku tidak akan marah, " jawab Vita mantap.
" Aku sedang memikirkan Clara. Sudah beberapa hari aku tidak mendapat kabar dari nya. Panggilan dan pesan dari ku juga tidak di balas oleh nya. Awal nya, aku berfikir dia marah karena aku mengabaikan panggilan dari nya saat kamu sakit waktu itu, tapi sekarang aku berfikir kalau terjadi sesuatu dengan nya karena ini sudah terlalu lama dia tidak memberikan kabar, " jelas Randy.
Vita menghela nafas nya dengan berat lalu mengelus lembut pipi Randy.
" Aku yakin mbak Clara baik baik saja. Mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Atau mungkin, dia masih ngambek karena kamu mengabaikan panggilan dari nya waktu itu, hehehe. Kamu gak usah khawatir sampai segitu nya, mbak Clara pasti bisa jaga diri nya dengan baik, " ucap Vita menenangkan Randy.
" Tapi, aku tetap saja masih mengkhawatirkan nya. Dia sendiri di sana tanpa ada keluarga atau pun seseorang yang dekat dengan nya, " ucap Randy.
" Sayang, tenang lah. Aku yakin mbak Clara baik baik saja. Percaya sama aku ya, " balas Vita.
Lagi lagi Randy menghela nafas nya dengan berat. Meskipun masih merasa khawatir, tapi Ia mencoba berfikir kalau Clara sedang baik baik saja.
" Baiklah, aku percaya, " ucap Randy pasrah.
" Nah gitu dong sayang. Lalu, apa malam minggu ini kita habis kan di rumah saja?, " tanya Vita yang kembali membalikkan tubuh nya menjadi telentang dan meletakkan kepala nya di atas lengan Randy.
" Kamu mau ke mana?, " tanya Randy balik.
" Entah, " jawab Vita.
Randy mendengus mendengar jawaban Vita. Ia merasa kesal dengan istri nya yang mengajak jalan tapi saat di tanya mau ke mana, malah jawaban nya entah.
" Kalau kamu tidak tau mau ke mana, lebih baik di rumah saja, " ucap Randy ketus.
Vita cemberut saat Randy mengatakan di rumah saja. Ia tadi bermaksud saat mengatakan entah, itu berarti Randy harus berinisiatif mengajak Vita ke tempat yang bagus. Tapi, malah akhir nya diri nya yang kecewa. Harus nya Vita sadar kalau suami nya itu selalu lambat kalau berurusan soal wanita.
" Yaudah deh, kita di rumah aja, " balas Vita kesal lalu bangkit dari tempat tidur menuju ke arah meja belajar nya, mengambil gitar kesayangan nya yang ada di samping meja belajar nya lalu duduk di sofa.
Vita memetik senar gitar nya, sambil berfikir lagu apa yang pas untuk di nyanyi kan dengan suasana hati nya saat ini. Setelah mendapatkan lagu yang pas, Ia mulai memetik senar gitar nya dengan nada lagu yang ingin di nyanyi kan nya dan mulai bernyanyi.
Sedikit waktu yang kau miliki
Luangkanlah untukku
Harap secepatnya datangi aku
Sekali ini kumohon padamu
Ada yang ingin kusampaikan
Sempatkanlah
Hampa kesal dan amarah
Seluruhnya ada di benakku
Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
__ADS_1
Oleh cintamu
Kuingin marah melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri di sini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa
Sedetik menunggumu di sini seperti seharian
Berkali kulihat jam di tangan
Demi membunuh waktu
Tak kulihat tanda kehadiranmu
Yang semakin meyakiniku
Kau tak datang
Hampa kesal dan amarah
Seluruhnya ada di benakku
Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
Oleh cintamu
Kuingin marah melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri di sini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa*
Kecewa, Bunga Citra Lestari.
Randy bangkit dari tempat tidur dan menghampiri Vita. Randy langsung merampas gitar dari tangan Vita.
" Kamu apa apaan sih nyanyi lagu itu?, " tanya Randy kesal.
" Kenapa? Kamu merasa?, " tanya Vita balik.
" Kamu, " geram Randy.
" Kenapa? Kamu mau marah? Memang nya salah kalau aku kecewa? Yang kamu fikir kan hanya dia saja. Kamu gak pernah berfikir tentang apa yang aku mau dan apa yang aku ingin kan, " ucap vita kesal lalu berjalan keluar kamar meninggalkan Randy sendiri di dalam kamar dengan pintu kamar yang masih terbuka.
Vita terus berjalan dengan rasa yang teramat kesal. Mulut nya tak henti henti nya menggerutu. Bahkan, Vita gak sadar kalau baru saja melewati ruang keluarga yang di sana ada Ilham dan Rita yang sedang menonton Televisi. Ilham dan Rita pun sampai di buat keheranan dengan Vita yang terus saja menggerutu kesal.
Vita terus berjalan menuju ke taman samping kediaman keluarga Djaya. Ia mendudukkan diri nya di tangga gazebo.
" Dasar suami nyebelin, " teriak Vita.
" Kenapa sih dia gak peka banget kalau aku tuh ingin di perhatikan, ingin dimanja dan di ajak kemana gitu malam minggu, " teriak Vita lagi.
Vita menundukkan kepala nya setelah berteriak se kencang kencang nya. Ia bahkan gak sadar suara nya itu terdengar sampai ke dalam rumah. Berapa oktaf suara kamu itu Vit, hehehe.
Ilham dan Rita yang mendengar teriakan Vita, membiarkan saja menantu nya melampiaskan kekesalan nya. Mereka tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga anak dan menantu nya. Mereka yakin, Randy dan Vita bisa menyelesaikan sendiri masalah mereka kali ini yang di anggap sangat sepele.
Setelah Vita tadi keluar dari kamar, Randy menundukkan diri nya di sofa dan memijit pelipis nya. Ia kesal karena Vita menyanyikan lagu seperti itu, apa lagi saat diri nya sedang khawatir memikirkan Clara. Namun, tiba tiba Ia mendengar suara teriakan kekesalan Vita.
" Wah, itu anak suara nya berapa oktaf sih sampai terdengar ke lantai dua, " ucap Randy lalu bangkit dan berjalan keluar kamar mencari keberadaan Vita.
Saat sampai di ruang keluarga, Randy menghampiri papi dan mami nya untuk bertanya di mana istri nya berada. Rita langsung mengatakan kalau menantu nya yang sedang kesal itu sedang berada di taman.
Randy langsung menuju ke taman mencari keberadaan Vita di sana. Saat melihat Vita sedang duduk di tangga gazebo, Randy langsung menghampiri istri nya.
" Tenggorokan kamu gak sakit setelah berteriak sekencang itu?, " tanya Randy datar saat berada tepat di hadapan Vita dengan kedua tangan yang di lipat di atas dada.
Vita mengangkat kepala nya dan melihat Randy dengan kesal lalu memalingkan wajah nya. Randy tersenyum lucu melihat wajah kesal istri nya lalu berjongkok di depan Vita.
" Harus nya kamu bilang aja kalau ingin jalan jalan keluar. Aku memang gak tau mau jalan ke mana, dan kamu juga gak tau mau kemana. Jadi, aku fikir lebih baik di rumah saja, " ucap Randy lembut karena jika Ia berbicara dengan nada yang kasar sudah pasti mereka akan bertengkar kembali.
Vita diam saja dan tidak ingin menanggapi ucapan Randy. Ia terus saja memalingkan wajah nya dari Randy.
" Vit, sudah dong jangan kesal lagi. Kamu tau, teriakan kekesalan kamu itu terdengar sampai ke dalam rumah bahkan sampai ke lantai dua, " ucap Randy.
__ADS_1
Vita menoleh tak percaya ke arah Randy. Masa sih teriakan nya sekencang itu sampai terdengar ke dalam rumah.
" Kamu serius? Jadi, mami papi dengar?, " tanya Vita memastikan.
" Ya dengar lah. Mami dan papi kan ada di ruang keluarga. Aku yang di lantai dua saja dengar, jadi gak mungkin mami papi yang ada di ruang keluarga gak dengar teriakan kamu, " jawab Randy tersenyum lucu melihat ekspresi terkejut bercampur takut di wajah istri nya.
" Mas, gimana ini?, " tanya Vita takut.
" Gimana apa nya?, " tanya Randy balik.
" Mami papi pasti marah aku teriak teriak begitu. Aku tadi gak sadar kalau suara aku kencang banget, " jawab Vita.
" Mami papi gak marah, kamu tenang aja. Sekarang, kamu katakan kamu mau jalan jalan kemana?, " tanya Randy.
" Gak, aku gak mau kemana mana. Kita di rumah saja. " jawab Vita yang masih takut jika mertua nya marah.
" Yaudah, kita sekarang kembali ke kamar kalau kamu gak mau pergi jalan keluar, " ucap Randy.
" Kamu duluan aja mas. Aku nanti nyusul saat mami papi sudah masuk ke dalam kamar, " balas Vita.
Randy geleng geleng kepala melihat tingkah istri nya. Dengan sigap Randy langsung menggendong Vita dan berjalan masuk ke dalam rumah. Randy gak memperdulikan jeritan Vita yang meminta di turunkan.
Randy terus berjalan dan pamit kepada mami papi nya untuk naik ke atas saat melewati ruang keluarga. Vita yang masih merasa takut, menenggelamkan wajah nya di dada bidang suami nya. Sementara, Ilham dan Rita hanya tersenyum melihat tingkah anak dan menantu nya yang sebentar bertengkar, lalu tanpa butuh waktu lama sudah mesra lagi.
Saat sudah sampai di kamar, Randy meletakkan Vita di atas tempat tidur lalu ikut berbaring di samping Vita dan memeluk erat tubuh Vita.
" Mas lepasin, aku susah nafas, " ucap Vita meronta ronta minta Randy melepaskan pelukan nya.
Randy melepaskan pelukan nya lalu menatap wajah Vita.
" Mas, kamu yakin mami papi gak marah?, " tanya Vita memastikan kembali.
" Iya. Kamu lihat sendiri kan, tadi mami papi tersenyum saat kita pamit mau naik ke atas, " jawab Randy.
Vita bernafas lega saat tau mertua nya gak marah. Ia merutuki diri nya sendiri yang gak bisa menjaga volume suara nya saat berteriak kesal.
" Maaf, " ucap Randy tiba tiba.
Vita menatap Randy dengan kening yang berkerut.
" Untuk apa?, " tanya Vita bingung.
" Karena tidak memperhatikan kamu. Aku lupa kalau istri ku ini masih remaja, dan pasti ingin jalan jalan keluar menikmati malam minggu, " jawab Randy.
"Aku yang harus nya minta maaf mas, gak seharusnya aku begitu. Harus nya aku lebih ngertiin kamu yang sedang khawatir dengan mbak Clara, " ucap Vita merasa bersalah.
" Iya aku maafin kamu. Sudah jangan kesal lagi ya. Dan satu lagi, jangan nyanyi lagu yang seperti itu lagi di depan ku, aku gak suka, " balas Randy.
" Asyiiiaaapp suami ku, " ucap Vita memberi hormat kepada Randy.
Randy yang gemas langsung berpindah posisi menjadi di atas Vita dan menciumi seluruh wajah Vita dengan gemas nya. Vita hanya tertawa dan menikmati ciuman bertubi tubi dari suami nya.
Setelah puas menciumi wajah istri nya, Randy merebahkan tubuh nya di samping Vita dan memeluk erat tubuh Vita. Randy menyuruh Vita untuk segera tidur. Meskipun masih belum mengantuk, tapi Vita menuruti perintah suami nya. Ia memejamkan mata nya berusaha untuk tertidur, dan tak berapa lama Ia pun terlelap, di susul Randy yang juga sudah terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Saya sebenarnya gak mau baper saat readers comment gak mau baca lagi karena cerita tentang Clara beberapa episode kemarin, tapi ya tetap aja baper. Entah kenapa belakangan ini saya jadi cepat baperan. Dikit dikit baper. Huhuhu.
Saya tuh buat cerita beberapa episode tentang Clara karena ingin memberitahukan apa saja rencana pembalasan dari Ziya yang terkesan cukup sadis sih. Dan gak melulu tentang kemesraan Vita dan Randy.
Jadi, saya harap akak readers menikmati saja alur cerita nya.
__ADS_1
Dan lagi, saya baca comment nya pada protes karena Clara mendapatkan Alex yang baik sementara Clara jahat begitu. Tapi ada juga yang comment, bilang kalau Clara sama Alex saja biar gak ganggu Vita dan Randy. Tenang akak, Nikmatin saja dulu alur nya, nanti akan saya kasih kejutan yang super duper mengejutkan. Hehehe.
Jangan lupa like and vote nya yang banyak ya akak, biar saya semakin semangat nulis nya***.