
Setelah selesai latihan, Vita kembali menghampiri suami dan teman teman nya yang sedang duduk lesehan.
Vita langsung menyambar botol minuman yang ada di samping Randy dan meminum nya sampai habis.
Randy tersenyum lalu menyeka keringat yang ada di dahi Vita dengan ibu jari nya.
" Kamu terlihat sangat lelah sayang. Apa kita pulang sekarang saja biar kamu bisa istirahat?, " tanya Randy dengan nada yang sangat lembut.
" Aku gak mau pulang sekarang. Aku sudah janji dengan mereka, setelah selesai latihan kami akan jalan jalan ke mall, " jawab Vita.
" Jalan ke mall? Sayang ku, bukan nya tadi pagi kamu hanya izin untuk pergi latihan dan tidak meminta izin untuk jalan ke mall, " ucap Randy menekankan di setiap kata nya.
Vita menelan saliva nya susah payah. Ia lupa tadi pagi tidak bilang kalau mau jalan ke mall setelah latihan. Dan diri nya hanya izin untuk latihan.
" Sayang, " rayu Vita.
Randy menghela nafas nya dengan berat. Meskipun kesal tapi diri nya juga tidak bisa marah lama lama dengan istri nya. Kalau saja hari ini dia tidak ikut menemani latihan, sudah pasti diri nya gak tau kalau istri nya akan jalan ke mall.
" Harus nya kamu bilang juga tadi pagi dan tidak menyembunyikan nya. Aku juga gak mungkin melarang kamu pergi dengan teman teman mu, yang penting kamu harus jujur, " ucap Randy lembut.
" Maaf, " balas Vita merasa bersalah.
" Yasudah, ayo kita berangkat, " ajak Randy.
" Tunggu dulu mas, Aku bilang sama yang lain kita berangkat sekarang, " ucap Vita lalu berbicara kepada teman teman nya.
Setelah semua orang setuju untuk berangkat ke mall, mereka terlebih dahulu membantu teman teman yang lain membereskan ruang aula dari sisa sampah cemilan mereka.
Setelah semua beres, Mereka mengambil tas masing masing dan segera berjalan keluar dari ruang aula.
Randy terus menggenggam tangan Vita selama perjalanan menuju parkir sekolah membuat semua teman teman Vita menggoda mereka.
" Yaelah kasihan kenapa sama kita kita yang jomblo ini, pegangan tangan terus " ledek Vira.
" Cari pasangan maka nya Vir biar gak jadi jomblo ngenes, " ledek Ririn.
" Brengs*k lo Rin ngejek gue, " umpat Vira.
" Ya maka nya cari pasangan Vir. Itu si Reno juga masih jomblo, " goda Ririn.
Blushhh.
Wajah Vira dan Reno menjadi merah dan salah tingkah, membuat mereka semua semakin gencar menggoda Vira dan Reno.
" Sudah sudah kalian ini terus saja menggoda Vira dan Reno. Lebih baik kita cepetan berangkat ke mall, " ucap Vita menyudahi teman teman nya yang terus menggoda Vira dan Reno saat sudah sampai di parkiran.
" Sayang, ke mall mau ngapain? Belanja atau mau makan?, " tanya Randy sebelum mereka masuk ke mobil.
" Mau main timez*ne sampai puas. Setelah itu baru lanjut makan, " jawab Vita semangat.
" Yasudah tunggu sebentar, " ucap Randy lalu mengambil ponsel di saku celana nya.
" Mau menghubungi siapa?, " tanya Vita bingung.
" Manager mall. Aku mau suruh dia mengosongkan area timez*ne supaya kalian bisa puas main nya, " jawab Randy sambil terus mencari nomor manager mall.
__ADS_1
Teman teman Vita yang mendengar ucapan Randy menganga tak percaya. Hanya karena istri nya ingin main timez*ne sampai puas, Randy sampai menyuruh orang untuk mengosongkan area timez*ne. Sultan mah bebas yah.
" Ehhh gak perlu sampai begitu sayang. Aku lebih senang kalau bisa berbaur dengan para pengunjung timez*ne yang lain. Lagipula, mereka juga pasti ingin main di sana, " tolak Vita.
" Ini hari minggu pasti ramai di sana dan kalian akan susah mendapatkan permainan yang kosong. Kalau pun bisa kalian harus mengantri, " ucap Randy.
" Justru itu sayang, di sana pasti banyak pengunjung anak anak. Aku gak mau mereka kecewa karena tidak bisa bermain, " balas Vita.
Alfian berjalan mendekat ke arah Randy dan Vita lalu menepuk pelan bahu Randy.
" Itu lah kelebihan istri mu, selalu sederhana dan tidak suka sesuatu yang berlebihan, " ucap Alfian lalu berjalan masuk ke mobil nya.
Alfian membuka kaca mobil nya lalu berteriak ke arah teman teman nya.
" Ayo berangkat, timez*ne sudah menunggu kita, " teriak Alfian lalu menutup kaca mobil nya dan memakai kaca mata hitam.
" Aaasyiiiaaappp popsky, " teriak mereka semua berbarengan.
Mereka semua bergegas masuk ke dalam mobil. Namun, saat Ayu ingin masuk ke dalam mobil Aldo, Rei menahan lengan Ayu.
Ayu mengernyitkan kening nya menatap ke arah Rei. Ia bingung kenapa Rei menahan lengan nya.
" Kamu tidak bawa mobil?, " tanya Rei dan Ayu menggelengkan kepala nya.
" Bareng aku saja ya, " ajak Rei.
" Eh, aku bareng mereka saja deh, " tolak Ayu.
Vita melihat Rei sedang mencoba mengajak Ayu untuk berangkat bersama nya. Terlintas di fikiran nya untuk membantu melancarkan usaha Rei mendekati sahabat nya itu.
" Ehh tapi Vit, " balas Ayu gelagapan.
" Sudah ikut mas Rei saja, gak baik menolak ajakan seseorang, " ucap Vita lalu membuka pintu mobil Rei dan mendorong Ayu masuk ke dalam mobil.
Ayu terpaksa masuk ke dalam mobil Rei karena Vita terus saja mendorong nya. Ayu mengumpati Vita di dalam hati karena dengan tega membiarkan nya hanya berdua dengan Rei.
Setelah Ayu masuk ke dalam mobil nya, Rei tersenyum kepada Vita sebagai ucapan terima kasih.
Vita mengerti arti senyum di bibir Rei. Vita menepuk pelan bahu Rei seraya berucap.
" Kami mendukung kalian sepenuh nya, " ucap Vita lalu menuju ke mobil Aldo.
" Kalian berangkat saja, biarkan Ayu pergi bersama mas Rei. Doain, semoga hubungan mereka lancar, " ucap Vita kepada teman teman nya.
Vira, Reno, Fabian, Ririn, dan juga Aldo mengangguk dan tersenyum. Mereka juga pasti akan ikut mendukung yang terbaik untuk sahabat mereka itu. Terlebih, mereka juga tau mas Rei pria yang baik.
Setelah itu, Vita menghampiri Randy dan mengajak Randy masuk ke dalam mobil. Setelah memakai seatbelt, Randy melajukan mobil nya meninggalkan area sekolah di susul mobil Rei, aldo dan Alfian.
****
Selama perjalanan menuju mall, Ayu terus saja melihat jalanan dari kaca mobil yang ada di samping nya.
Ia terlalu canggung untuk memulai percakapan, dan hasil nya mulut nya terus tertutup rapat.
Rei sesekali melirik ke arah Ayu yang terus memperhatikan jalanan dari kaca mobil di samping nya.
__ADS_1
Rei berdehem berusaha memecahkan keheningan di antara mereka.
" Apa jalanan di luar lebih menarik dari pada mengobrol bersama ku?, " tanya Rei memulai obrolan.
Ayu menoleh ke arah Rei sebentar lalu kembali menatap jalanan dari kaca depan mobil.
" Aku hanya tidak terbiasa mengobrol dengan orang yang tidak dekat dengan ku, " jawab Ayu.
" Apakah aku tidak bisa menjadi seseorang yang dekat atau menjadi seseorang yang spesial untuk mu?, " tanya Rei to the point. (gercep juga ya kamu Rei, hehehehe).
Ayu menatap ke arah Rei yang masih terus fokus dengan jalanan di depan.
" Maksud kamu?? " tanya Ayu balik.
" Aku tidak suka berbasa basi dan juga ini pertama kali nya aku mengatakan hal ini kepada wanita. Ayu, aku ingin menjadi seseorang yang spesial di hati kamu, " jawab Rei melihat ke arah Ayu lalu kembali fokus ke depan.
" Hah? Maksud kamu spesial apa? " tanya Ayu yang tiba tiba otak nya nge blank.
Rei menghentikan mobil nya di pinggir jalan. Ia membuka seatbelt nya lalu menghadap ke arah Ayu. Dengan perlahan, Rei menggenggam tangan kanan Ayu. Ayu menjadi gugup dan salah tingkah saat Rei menggenggam tangan nya.
Rei menarik nafas nya dan membuang nya perlahan.
" Aku tau kita baru saling mengenal saat Vita menikah dengan Randy dan itu terhitung juga masih sekitar tiga mingguan. Namun, aku tidak bisa membohongi perasaan ku kalau aku sudah jatuh hati kepada mu. selama ini aku tidak pernah merasakan perasaan ini kepada wanita manapun dan kamu adalah wanita pertama yang berhasil membuat hati ini berdebar, " ucap Rei menatap lekat kedua mata Ayu dan Ayu tetap diam mendengar kan dengan jantung yang sudah berpacu lebih cepat dari biasa nya.
" Rahayu Anastasya Mahendra, Maukah kamu menjadi bagian hidup ku, separuh jiwa ku, menjadi tulang rusuk ku dan bersama dengan ku sampai akhir hidup mu?, " ucap Rei gugup.
Deg.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Dari kemarin banyak yang bilang gak bisa ke buka, gak bisa ke baca. Coba di update dulu aplikasi mangatoon dan noveltoon nya di playstore, semoga saja setelah itu bisa terbuka kembali.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.
__ADS_1