
Randy, Vita dan Amanda duduk di sofa yang berada di dalam ruangan Randy. Sementara, Queen sedang berdiri bersedekap dada sambil menatap tajam ayah nya yang sebenar nya tidak terlihat menakutkan malah jadi tambah lucu dan menggemaskan.
Setelah tadi adegan drama Queen yang mengomel tidak jelas kepada wanita yang masih tersungkur di lantai, kini giliran ayah nya yang terkena omelan Queen. Kalau kalian tanya di mana wanita itu, jawaban nya adalah Vita telah menyeret nya keluar dari ruangan Randy saat wanita itu ingin menampar Queen.
Wanita itu bangkit dan berdiri dengan garang nya di depan Queen yang juga menatap nya tak kalah tajam. Entah menurun dari mana sikap Queen yang berani seperti itu, yang jelas sejak kecil Ia sudah menunjukkan jiwa kepemimpinan nya dan selalu tampil berani.
" Anak kurang ajar, tidak tau sopan santun. Berani sekali kamu masuk ke ruangan ini dan mendorong ku hingga terjatuh. Rasakan ini, " omel wanita itu dan bersiap melayang kan tamparan ke pipi Queen. Tapi dengan sigap, Vita menahan tangan wanita itu dan menjambak rambut wanita itu lalu menyeret nya keluar dari ruangan Randy.
" Berani sekali kau ingin menampar puteri ku, " ucap Vita emosi sambil melempar wanita itu keluar dari ruangan Randy hingga kembali tersungkur ke lantai.
Randy menghampiri Vita dan menahan istri nya itu untuk tidak menerjang wanita yang sudah berani menggoda nya dan ingin menampar puteri mereka. Demi apa pun, saat ini Vita sedang mengandung bayi kembar mereka, dan Ia tidak ingin terjadi apa apa dengan istri dan kedua bayi nya.
" Sayang, ingat bayi bayi kita. Jangan terlalu emosi seperti ini, " Randy mengingat kan Vita sambil mengelus lembut punggung Vita agar lebih tenang.
Vita menghela nafas nya dengan berat. Jika sudah menyangkut puteri kecil nya, Ia seakan melupakan semua nya. Ia mengelus lembut perut nya, seraya bergumam kata maaf karena melupakan fakta jika Ia sedang mengandung.
Peter yang melihat kejadian itu bergegas menghampiri Vita dan Randy, serta Queen dan Amanda yang juga sudah berada di depan pintu ruangan Randy. Insting nya memang kuat, jika menyangkut tentang Vita dan Queen. Beruntung nya tadi, Ia segera pulang setelah membeli pesanan Vita. Dan ketika sampai di rumah, begitu tau Vita dan Queen pergi ke kantor Randy, buru buru Ia pergi menyusul mereka.
" Pet, tolong bawa wanita ini keluar dari kantor ku, " Peter segera melaksanakan perintah Randy dan menyuruh dua anak buah nya untuk membantu nya menyeret wanita yang masih tersungkur di lantai.
Wanita itu berteriak dan meronta ronta saat di seret paksa oleh dua anak buah Peter, tetapi mereka menulikan telinga mereka dan terus menyeret wanita itu hingga sampai ke depan pintu lobi kantor.
" Jangan pernah kembali lagi ke sini atau kau akan tau akibat nya, " setelah memberikan ancaman, Peter pergi meninggalkan wanita itu untuk kembali ke ruangan Randy di ikuti kedua anak buah nya.
Sementara, setelah anak buah Peter menyeret paksa wanita itu, Randy memberikan perintah kepada Siska untuk menolak proposal kerja sama yang di bawa wanita itu. Ia tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan yang licik. Ia tau, wanita itu di kirim papa nya untuk menggoda diri nya agar proposal kerja sama perusahaan mereka bisa Ia terima. Karena selama ini, Ia selalu menolak proposal perusahaan tersebut.
Dan kini, Ia harus menghadapi kemarahan puteri kecil nya yang memang sangat tidak suka jika ada wanita lain yang menyentuh diri nya kecuali keluarga terdekat mereka.
" Ayah, bisa jelaskan siapa tante genit tadi, " perintah Queen yang masih bersidekap dada dan memandang Randy dengan tatapan tajam nya.
__ADS_1
Amanda, Randy, Vita dan Peter hanya bisa menahan tawa mereka melihat tingkah menggemaskan Queen. Sebisa mungkin mereka menahan tawa mereka. Mereka tidak ingin Queen merajuk karena mereka menertawakan diri nya.
" Bukan siapa siapa sayang, " jawab Randy yang sudah bisa menguasai kembali diri nya dan membawa Queen ke dalam pangkuan nya.
" Lalu, kenapa tante tadi peluk peluk tangan ayah?, " tanya Queen yang masih tidak puas dengan jawaban ayah nya.
" Tante genit tadi sedang menggoda ayah nya Queen, " bukan Randy yang menjawab pertanyaan Queen melainkan Amanda yang sudah terkekeh melihat kedua mata Queen yang membulat sempurna mendengar jawaban nya.
" Ihhhh, ayah kok mau sih di goda goda tante genit tadi. Pokok nya, ayah tidak boleh bertemu dengan tante genit itu lagi. Dan mulai sekarang, ayah akan di jaga uncle Peter agar tidak ada tante tante genit lain nya yang akan menggoda ayah nya Queen, ".
" Uncle Peter, mulai sekarang harus ikuti ayah kemana pun ayah pergi. Jagain ayah nya Queen dari tante tante genit di luar sana, " Queen mengakhiri kalimat panjang nya dengan memberikan perintah kepada Peter.
" Baik, nona Queen, " jawab Peter tegas menerima perintah Queen.
Randy hanya bisa pasrah dan mengangguk mengiyakan ucapan puteri kecil nya karena jika Ia menolak, sudah bisa di pastikan puteri nya akan mengamuk dan merajuk kepada nya.
" Ayah, " panggil Queen yang sudah tenang dan menyenderkan tubuh mungil nya di dada ayah nya.
" Queen sangat merindukan daddy Aro. Bisakah ayah menyuruh daddy Aro untuk datang ke sini?, " pinta Queen dengan manja.
" Sayang, daddy Aro pasti sangat sibuk di sana, jadi tidak mungkin bisa datang ke sini, " ucap Vita sambil menatap Randy agar menolak keinginan puteri mereka.
" Tentu, ayah akan menyuruh daddy Aro untuk datang ke sini menemui Queen, " Vita mengehela nafas nya dengan berat karena Randy selalu menuruti permintaan puteri mereka. Hal ini lah yang membuat Queen menjadi keras kepala dan harus selalu bisa mendapatkan apa yang sudah menjadi keinginan nya.
Randy segera mengambil ponsel nya dan menghubungi Aro. Tak peduli dengan perbedaan waktu dan kesibukan apa yang sedang di jalankan Aro. Setelah panggilan mereka terhubung, Randy langsung mengatakan tujuan nya menghubungi Aro. Tak ada sedikit pun penolakan yang keluar dari bibir Aro, Ia langsung mengiyakan permintaan puteri sahabat nya itu.
" Daddy Aro akan datang, sayang, " ucap Randy kepada puteri nya setelah panggilan nya bersama Aro berakhir.
Queen merasa sangat bahagia karena daddy nya akan datang menemui diri nya. Ia benar benar sangat menyayangi Aro dan juga akan sangat possesive jika Aro sedang berada di Jakarta.
__ADS_1
" Ayah, saat Queen sudah besar nanti, Queen akan menikah dengan daddy Aro, " celetuk Queen membuat semua orang yang berada di sana terdiam dan saling menatap satu sama lain.
Ya ampun Queen, masih piyik sudah mikirin nikah, pipis saja masih belum lurus loh ya, hahahaha.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Makin gak jelas saja nih, wkwkwkkwk.
__ADS_1
Jangan lupa kasih like, comment and vote yang banyak untuk Queen ya aunty dan uncle.