
Vita terbangun saat mendengar suara alarm berbunyi. Segera Ia duduk dan mengambil jam yang ada di atas meja lalu mematikan nya karena tidak ingin membangunkan mami nya yang sejak tadi malam menemani nya tidur.
Perlahan Ia turun dari ranjang, mengambil ikat rambut yang ada di atas meja rias lalu mengikat asal rambut nya. Setelah itu, Vita melangkah kan kaki nya menuju ke kamar mandi.
Setelah membasuh wajah nya dan menyikat gigi, Vita mengelap wajah nya yang basah dengan handuk kecil yang tersedia di dalam kamar mandi. Lalu, Ia keluar dari kamar mandi dan melihat mami nya masih tidur dengan nyenyak nya.
" Kasihan mami kalau aku bangun kan, tidur nya juga masih nyenyak banget. Lebih baik aku ke bawah dan membantu bibi menyiapkan sarapan, " gumam Vita lalu melangkah kan kaki nya keluar dari dalam kamar nya.
Begitu membuka pintu kamar, Vita melihat dua bodyguard berjaga di depan kamar nya. Ia pun memerintah kan mereka untuk turun dan beristirahat. Setelah itu, Vita kembali pada niat awal nya turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.
Saat menuju ke bawah, Vita memikirkan di mana suami nya tidur tadi malam. Tidak mungkin Fian atau pun papi mau menampung Randy di kamar mereka.
" Mungkin mas Randy tidur di kamar bawah yang biasa mbak Zi gunakan kali ya. Kalau begitu, nanti saja deh setelah menyiapkan sarapan baru aku bangun kan, " gumam Vita sambil terus melangkah menuruni anak tangga.
Hati Vita mencelos saat tiba di ruang keluarga. Ia melihat suami nya tertidur di sofa dengan posisi duduk dan sebelah tangan yang menutupi wajah nya.
Kedua mata Vita sudah berkaca kaca melihat keadaan suami nya yang terlihat sangat kacau. Ia pun perlahan mendekat dan duduk di samping suami nya.
Randy terbangun karena merasa tidur nya terusik oleh gerakan di samping nya. Perlahan Ia membuka mata nya dan menurunkan tangan yang menutupi wajah nya.
" Vita, " seru Randy tak percaya dengan apa yang di lihat nya saat ini.
" Kenapa tidur di sini? Kenapa tidak di kamar bawah?, " tanya Vita tanpa peduli dengan raut wajah tak percaya Randy kalau diri nya ada di depan suami nya saat ini.
" Ak..aku tidak.., " Randy tidak melanjutkan ucapan nya dan langsung memeluk Vita. Ia memeluk nya dengan erat seakan jika Ia melepas pelukan itu, Vita akan menjauh lagi dari nya.
" Maaf sayang, maaf kan semua keegoisan ku. Tolong jangan hukum aku lagi dengan jauh dari mu, aku tidak sanggup. Aku mohon maaf kan aku, " ucap Randy lirih.
Vita tetap diam dan tidak membalas pelukan Randy. Meskipun Ia sudah memaafkan suami nya, tetapi rasa kecewa itu masih ada. Kecewa karena Randy masih saja berfikiran yang tidak tidak di antara Ia dan Alfian.
Randy melepas pelukan nya lalu menangkup kedua pipi Vita dengan kedua tangan nya " Sayang, aku mohon maaf kan aku. Aku berjanji ini terakhir kali nya bersikap begitu, " ucap Randy dengan suara yang semakin lirih dan wajah yang sendu.
" Kamu selalu mengatakan seperti itu tetapi selalu saja kamu ingkari. Lalu, apa kali ini aku harus percaya dan memaafkan mu?, " tanya Vita datar. Ia akan memberi pelajaran kepada suami nya kali ini agar tidak terus terusan berfikiran buruk seperti itu.
Randy menggeleng gelengkan kepala nya dan menatap Vita dengan tatapan memohon agar istri nya percaya " Tidak, aku benar benar berjanji kali ini tidak akan mengulangi nya lagi. Aku mohon percaya pada ku dan maafkan aku, " jawab Randy meyakinkan Vita.
Vita mengenggam kedua tangan Randy yang sedang menangkup kedua pipi nya seraya tersenyum " Aku sudah maafin kamu sayang dan aku percaya kali ini kamu akn menepati janji kamu, " ucapan Vita sontak membuat senyum mengembang di wajah Randy dan memberikan begitu banyak kecupan di setiap inci wajah Vita.
Vita terkekeh geli karena mendapat begitu banyak nya kecupan di wajah nya " Ihh sudah sayang geli, " pinta Vita agar Randy berhenti menciumi nya.
Randy berhenti mencium Vita dan menatap dalam kedua mata Vita " Terima kasih sayang karena sudah memaafkan ku, " ucap Randy lembut.
Vita mengangguk kan kepala nya lalu berniat pamit ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Namun baru saja ingin membuka mulut nya, Randy sudah mencium bibir nya dan ******* nya.
__ADS_1
Eheemm.
Suara deheman yang cukup keras menghentikan ciuman mereka dan mengalihkan pandangan mereka ke asal suara. Vita meringis malu karena di sana Ia melihat Alfian, mami dan juga papi nya sedang berdiri dan memergoki mereka sedang berciuman.
" Oh my god, mata gue ternodai, " ucap Alfian dengan nada mengejek dan seringai di bibir nya.
" Apa kalian tidak bisa cari tempat lain untuk bermesraan?, " timpal Ilham sambil bersedekap dada.
" Sudah sana kalian ke kamar, lanjut mesra mesraan nya di sana, " perintah Rita lalu melangkahkan kaki nya ke dapur meninggalkan Ilham dan Alfian yang terus menggoda Randy dan Vita.
****
Anggota keluarga Djaya sedang menikmati sarapan pagi nya dengan saling melemparkan canda tawa. Dan juga Alfian yang sedari tadi terus menggoda Randy dan Vita yang kepergok ciuman di ruang keluarga.
" Kalian ini apa gak bisa mesra mesraan nya di kamar, di rumah kita itu banyak orang loh. Seenak nya saja mesra mesraan di depan umum gitu, " ledek Alfian.
" Alah bilang saja kamu iri gak bisa begitu dengan Amanda karena belum halal, " gantian Randy yang meledek Alfian dan berhasil karena kini wajah Alfian terlihat kesal.
" Maka nya cepat di halalin dong Amanda, jadi aku dan mami punya teman ngobrol di rumah dan juga teman belanja, " timpal Vita.
" Ck, mau nya sih secepat nya tapi aku kan masih harus mendapat restu dari Daddy dan kakak kedua nya. Bryan dan kakek Fred bilang, sulit mendapat restu dari mereka karena mereka berdua lah yang paling possesive kepada Amanda, " seru Alfian kesal.
" Ya sudah sabar saja. Aku yakin kamu pasti bisa meluluhkan hati mereka berdua, " support Vita dan di amin kan oleh seluruh anggota keluarga.
" Pagi, " balas semua orang yang langsung mengalihkan pandangan mereka ke asal suara.
Suasana seketika hening saat melihat ternyata Felix yang menyapa mereka semua. Tetapi, suasana hening tersebut tak berlangsung lama karena pekikan bahagia Vita.
" Kak Felix, " pekik Vita bahagia karena Felix sudah kembali ke Indonesia.
" Pagi nona muda, " sapa Felix ramah dengan senyum tersungging di bibir nya.
Vita pun bergegas bangun dan menghampiri Felix yang berdiri tidak jauh dari meja makan.
" Kak Felix lama banget sih pulang nya, aku kan kangen, " rengek Vita yang sudah berada di depan Felix.
" Maaf nona muda, pekerjaan di sana tidak bisa saya tinggalkan, " jawab Felix.
" Terus, Daddy dan Mommy gak ikut ke Indonesia?, " tanya Vita.
" Tuan dan Nyonya besar minta maaf karena belum bisa datang melihat nona muda. Tapi Nyonya berjanji saat acara syukuran tujuh bulanan baby, mereka akan datang ke sini, " jawab Felix.
" Ya sudah lah, " ucap Vita lirih.
__ADS_1
" Jangan sedih nona muda, ini ada titipan dari nyonya besar. Coklat kesukaan nona muda, " hibur Felix.
" Coklat?, " pekik Vita yang langsung kembali bahagia karena mendengar kalau mommy nya menitipkan coklat kesukaan nya.
Felix mengangguk kan kepala nya lalu menyerahkan sebuah paper bag yang penuh dengan coklat.
" Yeyy, puas deh makan coklat, " pekik Vita bahagia lalu kembali duduk di meja makan.
" Bahagia nya yang dapat oleh oleh, tapi ingat jangan terlalu banyak makan coklat nya. Kamu lagi hamil loh, " ucap Randy mengingatkan.
" Iya sayang, tenang saja, " balas Vita sambil memakan coklat yang baru saja dia ambil dari dalam paper bag.
Randy hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah istri nya yang begitu sangat menyukai coklat. Ia pun mengacak acak rambut Vita karena gemas melihat istri nya yang sudah belepotan coklat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.