Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 103 Rencana liburan untuk Vita


__ADS_3

Semua anak anak XIIipa1 datang ke rumah Ayu setelah mendapatkan pesan grup kelas.


Mereka semua penasaran, kenapa Ayu menyuruh mereka datang dan tidak boleh beralasan tidak bisa datang.


Satu persatu telah hadir di rumah Ayu dan duduk bersama sama di taman samping rumah Ayu.


Setelah semua berkumpul, barulah Ayu bercerita kalau Vita sedang ada masalah dengan suami nya dan memutuskan untuk tinggal sementara dengan nya. Ayu hanya menceritakan, kenapa Vita ingin menikah dengan Randy dan sekarang memutuskan untuk keluar dulu dari kediaman Djaya. Ayu tidak bercerita tentang ancaman Ziya karena akan membuat semua teman teman nya merasa bersalah.


Semua anak anak merasa prihatin sekaligus merasa kagum dengan Vita yang rela mengorbankan diri nya hanya untuk menyelamatkan kedua orang tua Randy yang notabene nya saat itu tidak di kenal nya.


" Jadi, Vita di mana sekarang?, " tanya Aldo.


" Dia sedang di kamar gue, dia sedang istirahat. Gue kasihan lihat dia, kelihatan sedih banget, " jawab Ayu.


" Gue punya ide bagus. Gimana kalau kita ajak Vita liburan? Kan kita dapat libur sekolah selama tiga hari setelah selesai ujian UASBN, " usul Alfian.


" Yakin ide lo bagus? Di saat seperti ini, memang nya bisa dia menikmati liburan?, " tanya Ayu.


" Momsky butuh ketenangan fikiran, Yu. Semoga saja saat berada di sana, fikiran dan hati nya bisa lebih tenang, " timpal Ririn.


" Coba lo ajak momsky turun. Nanti kita rayu momsky supaya mau liburan bareng kita, " ucap Vira.


" Yasudah, sebentar gue panggil Vita, " balas Ayu.


Ayu bangkit dan berjalan menuju ke kamar nya yang ada di lantai dua. Ia buka pintu kamar nya perlahan dan masuk ke dalam.


Ayu melihat Vita sedang duduk melamun di sofa yang ada di dalam kamar nya. Ayu menghampiri Vita dan duduk di samping Vita.


" Vit, " panggil Ayu sambil menepuk pelan paha Vita.


Vita tersadar dari lamunan nya dan melihat ke arah Ayu yang sekarang sudah duduk di samping nya.


" Ehh, lo Yu. Ada apa?, " tanya Vita.


" Semua anak anak ada di bawah, mereka mau ketemu sama lo sekarang, " jawab Ayu.


" Gue lagi ingin sendiri dulu, Yu, " ucap Vita.


" Vit, gue mohon lo jangan begini. Kan lo sendiri yang sudah mutusin untuk keluar dari kediaman Djaya untuk kasih waktu suami lo berfikir. Gue gak mau lihat lo sedih begini. Gue yakin, kalian pasti bersatu kembali, " pinta Ayu.


Vita menghela nafas nya dengan berat. Air mata nya kembali menetes saat mengingat Randy kembali.


" Gue rindu dia, Yu. Gue tau ini semua keputusan gue, tapi gue benar benar rindu dia, " ucap Vita di sela sela isak tangis nya.


Ayu memeluk sahabat nya itu, memberikan kekuatan dan ketenangan.


" Gue ngerti apa yang lo rasain saat ini. Tapi, lo gak bisa begini terus. Lo harus kuat dan yakinin diri lo sendiri kalau dia akan kembali bersama lo, " ucap Ayu.


Vita tidak menjawab ucapan Ayu, Ia terus menangis di pelukan Ayu.


" Gue mohon lo hapus air mata lo. Sekarang, kita temui anak anak, mereka semua khawatir sama keadaan lo, " ucap Ayu.


Vita mengangguk pelan lalu melepas pelukan nya bersama Ayu. Di hapus nya air mata nya, lalu menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan.


" Ayo kita turun dan temui mereka, " ajak Vita.


" Ini baru sahabat gue, " balas Ayu tersenyum lalu memeluk Vita.


Ayu melepas pelukan nya lalu menarik tangan Vita untuk turun ke bawah. Vita terus mengikuti langkah Ayu sampai mereka tiba di taman samping rumah Ayu.


Anak anak bangun dari duduk mereka saat melihat Vita datang. Ririn dan Vira langsung memeluk Vita, di ikuti oleh Ayu dan anak anak laki laki lain nya. (Sudah seperti teletubbies saja ya, hehehe).


Setelah puas berpelukan, mereka mengajak Vita duduk. Vita merasa sedikit lebih tenang setelah bertemu dengan teman teman nya.

__ADS_1


" Momsky, kita semua turut sedih dengan apa yang terjadi. Momsky tenang saja, kita semua selalu ada buat momsky, " ucap Ririn.


" Thanks guys, gue bahagia memiliki kalian semua di dalam hidup gue, " balas Vita.


" Vit, kita semua sudah mutusin kalau kita semua akan liburan bareng. Kita akan habisin waktu libur sekolah kita dengan berkemah bersama, " ucap Alfian semangat.


" Berkemah? Di mana?, " tanya anak anak semua berbarengan.


" Kalian saja deh, gue gak ikut, " tolak Vita.


" Big no, lo harus ikut kita semua liburan. Gak ada penolakan. Semua biar gue yang urus, nanti kita tinggal berangkat saja, " ucap Alfian.


" Iya momsky, ikut yah. Gak seru kalau momsky gak ikut kita, " rayu Vira.


Vita menghela nafas nya dengan berat. Ia melihat wajah semua teman teman nya yang benar benar berharap diri nya juga ikut. Demi mereka semua, Ia memutuskan untuk ikut pergi.


" Ok gue ikut, " jawab Vita.


Semua anak anak bersorak riang mendengar keputusan Vita. Alfian segera menghubungi seseorang untuk mengurus keberangkatan mereka semua dan menghubungi salah satu petugas pengurus tempat wisata yang akan mereka tuju.


" Eh tapi tunggu, kita mau berkemah di mana?, " tanya Aldo.


" Ke tempat yang seru. Di sana kita gak hanya berkemah atau liburan semata, kita juga bisa belajar di sana. Yang pasti, lo semua bakalan suka sama tempat nya, " jawab Alfian.


" Ok kalau begitu, kita semua serahin ke popsky, " ucap Fabian.


" Tapi, gue minta data keterangan kalian untuk tiket pesawat. Sebaik nya, kita pulang sekarang dan siapin keperluan yang akan kita bawa untuk besok. Kita kumpul di bandara saja, nanti waktu keberangkatan nya gue kirim ke grup kelas, " balas Alfian.


" Siap popsky, " ucap mereka serempak.


Mereka semua pamit pulang kepada Ayu dan Vita. Setelah semua anak anak pulang, Ayu dan Vita kembali ke kamar membereskan barang barang yang akan mereka bawa.


****


Ayu menghubungi Rei saat melihat Vita sudah naik ke atas tangga. Ayu ingin bertanya lebih jelas tentang masalah Vita dan Randy serta Ia akan mengatakan kepada Rei kalau diri nya dan semua anak anak akan pergi liburan.


Rei segera mengangkat panggilan telpon saat mendengar suara dering ponsel nya berbunyi, terlebih di layar tertera nama my future wife membuat Rei bersemangat untuk mengangkat nya.


" Hallo, my future wife, " sapa Rei.


Blusshhh.


Pipi Ayu merona saat mendengar Rei mengatakan my future wife saat panggilan mereka terhubung.


Hening beberapa saat membuat Rei harus mengulang sapaan nya.


" Hallo, sayang, kamu masih di sana?, " tanya Rei.


" Ehhh iya mas Rei, " jawab Ayu tergagap.


" Ada apa sayang kamu menghubungi ku malam malam begini? Rindu aku ya?, " tanya Rei menggoda.


" Ihhh enggak kok, aku gak rindu, " elak Ayu.


Kini wajah Ayu semakin memerah sampai ke telinga nya. Benar benar yah, Rei bisa saja membuat Ayu tersipu malu.


" Yasudah lah kalau kamu gak rindu, biarkan aku saja yang merasa rindu dengan mu, " ucap Rei.


" Ehh bukan gitu mas. Emm, aku juga rindu sih, " balas Ayu malu malu.


Senyum Rei tercetak jelas di bibir nya saat mendengar kekasih hati nya juga merindukan diri nya.


" Ahh iya mas Rei, aku menghubungi mu karena ingin bertanya tentang masalah Vita dan mas Randy. Hari ini Vita keluar dari kediaman Djaya, apa kamu tau hal ini?, " tanya Ayu.

__ADS_1


" Iya aku sudah tau, bahkan lebih dulu mengetahui nya dari kamu, " jawab Rei.


" Menurut kamu, apa mas Randy benar benar mencintai Vita? Apa dia tidak menganggap Vita sebagai pelampiasan hati nya yang terluka?, " tanya Ayu.


" Setau aku, Randy benar benar mencintai Vita dan aku yakin Randy tidak akan pernah menganggap Vita seperti itu. Kamu tenang saja, pernikahan Randy dan Vita akan baik baik saja, " jawab Rei.


" Semoga saja sih mas. Aku kasihan melihat Vita bersedih seperti itu, tadi saja dia menangis karena merindukan mas Randy, " ucap Ayu.


" Kalau begitu, kamu bantu Randy untuk bisa meyakinkan Vita kalau Randy tidak menganggap nya seperti itu. Tadi, tante Rita meminta aku membantu Randy untuk bisa membuat Vita yakin akan cinta nya. Randy juga benar benar kehilangan Vita saat ini, sayang, " balas Rei.


"Ahh, aku punya ide sayang, " ucap Ayu semangat.


" Ide apa itu?, " tanya Rei.


" Besok, kami akan pergi liburan berkemah dengan anak anak yang lain. Saat ini, aku gak tau Alfian mengajak kami kemana. Tapi saat sudah sampai di sana, aku akan menghubungi kamu sayang. Nanti, kita atur pertemuan mereka di sana dan membuat mereka untuk bisa saling berbicara dari hati ke hati. Aku akan libatkan anak anak yang lain juga untuk rencana kita ini, " jawab Ayu antusias.


" Ide yang bagus juga. Tapi, aku bakalan rindu berat dong gak ketemu kamu beberapa hari, " manja Rei.


" Hei, hanya beberapa hari bukan beberapa tahun, " ucap Ayu malas.


" Kalau begitu boleh gak aku ketemu kamu malam ini, sebagai pengobat rindu ku untuk beberapa hari? Sebentar juga gak apa apa, " tanya Rei dengan nada manja.


Ayu berfikir cukup lama sampai diri nya mengiyakan permintaan Rei.


" Ok, kamu boleh datang. Tapi, ajak juga mas Randy untuk melihat Vita sebentar. Aku tau pasti mas Randy juga merindukan Vita, " ucap Ayu.


" Kalau Vita menolak untuk ketemu Randy, bagaimana?, " tanya Rei.


" Vita sudah tidur maka nya aku suruh kamu ajak mas Randy. Kalau dia belum tidur juga aku gak akan izinin untuk mereka ketemu saat ini, " jawab Ayu.


" Ok sayang ku, my future wife. Sebentar lagi aku akan datang ke rumah mu bersama Randy. Sampai ketemu sayang, " ucap Rei dengan begitu semangat.


" Iya iya, kamu hati hati bawa mobil nya, " balas Ayu mengakhiri panggilan.


Setelah panggilan berakhir, Rei bergegas mengganti pakaian nya lalu mengambil dompet dan ponsel nya dan memasukkan nya ke dalam saku celana nya. Ia mengambil kunci mobil nya dan berjalan keluar apartemen dengan sangat bersemangat.


Rei akan menjemput Randy terlebih dahulu, baru mereka akan sama sama berangkat menemui pujaan hati mereka. Iya deh yang lagi kasmaran itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak.

__ADS_1


__ADS_2