
Randy sampai di parkiran cafe, Ia langsung memarkirkan mobil nya dan keluar dari mobil.
Randy masuk kedalam cafe dan mencari cari dimana keberadaan Vita dan teman teman nya. Ia melihat semua pengunjung cafe begitu antusias dengan apa yang ada di depan. ia penasaran dan mencoba menerobos orang orang untuk ikut melihat.
Saat mendapat celah dan bisa melihat apa yang terjadi didepan sana, tangan nya mengepal erat rahang nya mengeras dan sorot mata nya begitu menakutkan. Randy melihat gadis kecil nya, calon istri nya ada di depan sana dengan tangan di genggam oleh laki laki lain.
Emosi nya semakin memuncak, tatkala mendengar pengakuan cinta laki laki itu untuk gadis kecil nya. Randy udah gak tahan lagi dan saat Vita ingin menjawab, Randy semakin menerobos kerumunan orang orang dan begitu tepat didepan mereka, Randy menarik lengan Alfian dan langsung menonjok nya.
Buuuggghhhhh.
Seketika, Vita dan semua teman teman berteriak.
" ALFIAN, "
Vita dan teman teman membantu Alfian berdiri, karena Ia langsung tersungkur setelah mendapat tonjokan dari Randy.
Saat Vita ingin membantu Alfian, tangan nya ditarik paksa untuk menjauh. Vita terkejut dan langsung menoleh. Namun, Ia semakin terkejut karena yang menarik tangan nya adalah Randy.
" Mas Randy, " cicit Vita.
Randy terus menarik Vita agar menjauh dan keluar dari cafe. Alfian yang melihat Vita di tarik paksa, segera bangkit dan menarik tangan Vita. Vita terhenti saat tangan nya di tarik juga oleh Alfian, membuat Randy semakin geram.
Randy melepas kan genggaman tangan nya, lalu melayangkan kembali tonjokan ke wajah Alfian. Vita menjerit saat Alfian dan Randy akhirnya adu jotos.
Buuugghhhh.
Buuugghhhh.
Mereka berhenti, karena para pengunjung dan teman teman Alfian melerai. Vita melihat Randy dan Alfian babak belur pada wajah mereka, terlebih Alfian yang terlihat lebih parah hanya bisa menangis. Ia merasa bersalah atas semua yang terjadi.
" Hehh bajing*n! Siapa lo, berani berani nya main tarik paksa cewek gue?, " teriak Alfian emosi, yang sedang dipeluk teman teman nya karena mereka takut Alfian menyerang Randy lagi.
Randy tertawa sinis mendengar Alfian mengatakan Vita cewek nya. Setelah puas tertawa, Ia menatap tajam ke arah Alfian.
" Cewek lo? Berani banget lo bilang dia cewek lo. asal lo tau, dia itu, " omongan Randy terpotong karena Vita menyela nya.
" Cukup mas. Udah cukup, " teriak Vita dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya. Ia menyela omongan Randy, karena gak ingin semua nya terbongkar sekarang.
Randy melihat ke arah Vita dengan tatapan marah, karena Vita menyela omongan nya. Ia tau, Vita pasti gak ingin jika Ia mengatakan tentang hubungan mereka.
Randy meronta melepaskan diri dari pegangan pengunjung cafe yang melerai nya dan berjalan kearah Vita.
" Ambil tas kamu, kita pulang sekarang ! " perintah Randy dengan suara tegas dan gak ingin dibantah.
Vita pasrah dan menuruti perintah Randy. Jika Ia menolak, udah pasti bukan hanya Alfian, tetapi teman teman yang lain juga akan mendapatkan masalah.
Vita mengambil tas nya yang ada di meja cafe, lalu berjalan ke arah Randy. Randy menggenggam tangan Vita agar mengikuti nya dari dibelakang dan berjalan menuju pintu keluar cafe.
Alfian meronta ronta agar terlepas dari teman teman nya. Ia berlari mengejar Vita dan menahan lengan Vita agar tidak mengikuti Randy.
Vita menoleh dan melihat Alfian menahan nya. Ia meminta Alfian untuk melepaskan nya dan membiarkan nya pergi bersama Randy. Namun, Alfian gak ingin menggubris dan terus menahan lengan Vita.
Randy geram melihat Vita dan Alfian yang udah seperti adegan film india aja. Ia udah gak bisa bersabar lagi.
Buuuggghhh.
__ADS_1
Lagi lagi, Randy menonjok wajah Alfian dan Alfian kembali tersungkur ke lantai.
" Brengs*k. Jangan pernah lo sentuh Vita lagi, karena dia calon istri gue, " bentak Randy.
Degg.
Bagai disambar petir, kata kata Randy membuat semua orang disana terkejut. Terlebih lagi Alfian, dada nya terasa sesak dan sakit.
Vita menutup matanya dan tangis nya semakin deras. Dalam hati nya, semua udah terbongkar. Lalu, bagimana cara nya menjelaskan kepada semua teman teman nya.
Ayu berjalan mendekati Vita dan memegang lengan nya. Ia meminta penjelasan, namun Vita hanya diam aja. Vita gak bisa menjelaskan untuk saat ini. Jujur, dia juga terkejut semua nya terbongkar begitu cepat.
Vita menepis lengan Ayu dan berlari menuju pintu keluar. Randy mencoba mengejar Vita namun gagal, karena Vita terlebih dahulu menaiki taksi yang baru aja menurunkan penumpang yang ingin masuk ke dalam cafe. Randy pun meninju angin karena gagal menyusul Vita.
Randy menuju parkiran dan masuk kedalam mobil nya, lalu menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobil nya mengikuti ke arah taksi yang membawa Vita.
Sementara di dalam cafe, Alfian dan teman teman nya masih mematung karena shock. Manager cafe menyuruh Aldo untuk mengatar kan Alfian kerumah sakit dan menyuruh teman teman yang lain untuk pulang. Saat ini, tidak memungkinkan untuk mereka kembali melanjutkan pesta. Sementara, pengunjung lain kembali duduk di kursi mereka masing masing.
Alfian menepis tangan Aldo saat ingin membantu nya berdiri. Ia berusaha sendiri untuk bangkit lalu berjalan keluar cafe dan masuk kedalam mobil nya. Ia memukul mukul stiur mobil, karena gak terima dengan semua ini. Air mata nya mengalir deras, hati nya remuk.
Alfian menghidupkan mesin mobil nya dan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah nya. Ia ingin sekali menyusul kerumah Vita untuk meminta penjelasan, namun Ia urungkan karena Ia berfikir pasti Vita gak ingin ditemui. Jadi, untuk saat ini, Ia lebih memilih untuk pulang dan menenangkan diri.
********
Vita menangis sesegukan didalam taksi. Ia gak menyangka harus sampai seperti ini. Supir taksi membiarkan Vita menangis dan gak ingin bertanya apa apa, karena itu privasi penumpang.
Taxi yang di tumpangi Vita telah sampai di depan rumah nya. Ia mengambil uang dari dalam dompet nya dan memberikan nya kepada supir taxi lalu turun.
Vita berjalan perlahan, Ia merasa udah gak memiliki tenaga lagi. Pikiran nya kacau dengan semua yang terjadi. Sampai di depan pintu, Ia mengambil kunci dan membuka nya lalu masuk ke dalam rumah.
Vita meronta ronta agar Randy melepaskan nya. Namun, karena tenaganya udah habis karena menangis sejak tadi, Ia pun kalah. Randy langsung memeluk Vita saat Vita udah sedikit tenang.
" Maaf, aku gak bermaksud bersikap seperti tadi, " ucap Randy merasa bersalah.
Vita hanya diam, saat Randy meminta maaf. Ia mendorong pelan tubuh Randy agar pelukan mereka terlepas.
Vita memandang wajah Randy yang babak beluk. Dalam hati nya, wajah Randy aja seperti ini, bagaimana dengan Alfian. Air mata nya kembali mengalir.
Randy menyeka air mata Vita dengan ibu jari nya. Ia meminta vita untuk gak menangis lagi. Ia mengajak Vita untuk masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa.
" Aku mohon, jangan menangis lagi. Maaf, udah membuat kamu menangis, " ucap Randy lembut.
Vita mengangguk lalu pamit ke dapur untuk mengambil air hangat dan kotak P3K.
Setelah kembali ke ruang tamu, Vita langsung membersihkan darah yang ada di wajah Randy dengan air hangat. Randy meringis kesakitan saat luka luka nya terkena air.
" Lain kali jangan gitu lagi mas. Aku takut, " ucap Vita.
" Iya, gadis kecil ku, calon istri ku, " goda Randy.
Vita mencubit perut Randy karena menggoda nya di saat seperti ini, membuat Randy meringis kesakitan.
Setelah membersihkan luka Randy dengan air hangat, Vita mengoleskan obat untuk luka Randy agar tidak infeksi.
Randy tersenyum tipis, bahkan hampir gak terlihat saat memperhatikan wajah Vita ketika mengoleskan obat di wajah nya.
__ADS_1
Vita telah selesai mengoleskan obat di wajah Randy dan pergi kedapur membawa kembali baskom berisi air hangat dan kotak P3K. Vita kembali lagi ke ruang tamu dengan membawa segelas air putih hangat untuk Randy.
Vita menyodorkan gelas dan langsung di terima Randy. Randy minum dengan perlahan karena terasa perih. Setelah itu, Ia menaruh gelas ke atas meja.
" Kamu mencintai laki laki itu?, " tanya Randy tiba tiba.
Vita gak menjawab. Ia hanya menunduk dan gak berani menatap Randy.
Randy tau, pasti Vita mencintai laki laki itu. Tapi, Ia gak akan membiarkan nya. Ia dan Vita akan segera menikah, jadi Vita harus melupakan laki laki itu.
" Lupakan dia. Ingat, minggu depan kita menikah, " ucap Randy lalu beranjak dan pergi meninggalkan Vita yang masih menunduk.
Randy masuk kedalam mobil nya dan menghidupkan mesin, lalu mengendarai menuju rumah nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Iklan dulu yeee.
Author : Episode kali ini menguras air mata saya.
Readers : Sama thor. Kita juga menangis melihat cinta Vita dan Alfian berakhir seperti itu.
Author : Bukan karena itu.
Readers : Lalu kenapa thor?.
Author : Saya menangis, karena harus mengetik ulang episode kali ini. tiba tiba aja, tab saya error dan restart sendiri. Alhasil, ketikan saya pun hilang ðŸ˜.
Readers : Alah, gitu aja nangis thor. Gampang, kan tinggal ketik ulang lagi.
Author : Tega amat lo semua ahhh. Capek tau.
Readers : Biarin, wkwkwkwk. Gantian dong, kemarin kan author udah ngejek kita yang jomblo ini 😈.
Author : Aarrrggggghhhh. (auto ngamuk).
__ADS_1
Readers : Kaburrrr.