Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 125 Sampai Puas


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu pun tiba, semua keluarga Djaya sedang bersiap siap untuk pergi ke hotel di mana acara surprise party di adakan.


Hari ini, akan menjadi party yang paling heboh sepanjang tahun yang pernah di adakan di Indonesia. Party ini, tidak hanya akan di liput oleh wartawan di dalam negri tetapi juga akan di liput oleh wartawan luar negri.


" Sayang, apa aku tampan memakai baju ini?, " tanya Randy sambil berdiri di depan cermin.


" Tentu sayang, suami ku ini mau pakai pakaian apa saja tetap tampan, " jawab Vita sambil memeluk Randy dari belakang.


Randy berbalik lalu semakin mempererat pelukan mereka dan menciumi seluruh wajah Vita karena gemas.


" Kamu mau menggoda ku ya? Boleh juga sih, kita main cepat yuk sekarang, " ajak Randy dengan nada manja.


" Dasar mesum. Kamu itu mana pernah bisa main cepat, tiap bilang main cepat pasti menghabis kan waktu dua jam juga. Malam ini, kita tidak akan melakukan nya. Aku butuh waktu untuk bersiap siap, " balas Vita sambil memukul pelan lengan Randy.


" Ok ok baiklah. Untuk sekarang kamu aman, tapi nanti saat selesai acara dan pulang ke rumah, aku tidak yakin bisa menahan nya, " seru Randy lalu tertawa.


" Haisss, sudah jangan bahas ini lagi. Sekarang kamu keluar dan tunggu di bawah, aku mau bersiap siap, " usir Vita sambil melepas kan pelukan mereka.


" Aku gak mau keluar, aku mau di sini saja, " balas Randy lalu duduk di atas tepi tempat tidur.


" Gak boleh, kamu harus keluar dari kamar ini. Aku tuh mau kasih surprise buat kamu, aku mau dandan yang cantik, " ucap Vita sambil menarik tangan Randy.


Randy mendengus kesal, gak biasa nya Vita seperti ini. Biasa nya juga dia selalu ada di kamar kalau istri nya ini sedang berdandan.


" Ayo lah sayang, aku butuh waktu sendiri untuk bersiap siap. Please, " mohon Vita sambil menunjuk kan puppy eyes nya.


Hati Randy pun luluh juga, dengan rasa terpaksa dia meninggalkan kamar dan menunggu Vita di ruang keluarga.


Randy bangkit lalu berjalan keluar dari dalam kamar. Setelah Randy keluar dari kamar, Vita segera mengunci pintu kamar nya agar Randy tidak bisa masuk lagi.


" It's show time, " gumam Vita sambil tersenyum lebar.


Vita segera duduk di kursi meja rias dan memoles wajah nya dengan make up. Tiga puluh menit, Vita habis kan untuk memoles wajah nya. Setelah itu, Vita mengganti pakaian nya dengan baju yang sudah di siap kan sebelum nya. Ia benar benar menantikan hari ini, di mana dia bisa memakai baju India dengan model yang paling di sukai nya.


Setelah selesai memakai baju India yang di desain langsung oleh desainer terkenal dari negri India, Vita memakai accesoris seperti anting, kalung dan gelang khas India untuk melengkapi tampilan nya malam ini.


" Sempurna, " gumam Vita sambil berdiri di depan cermin.


" Ahh, pasti mas Randy akan sangat menyukai surprise ku ini, " gumam Vita sambil tertawa.


****


Sementara di ruang keluarga, semua orang sudah selesai bersiap siap dan duduk berkumpul di sofa.


Mereka saling memandangi satu persatu anggota keluarga mereka yang sudah memakai pakaian India.


" Keren juga ya kita pakai baju seperti ini, " ucap Randy lalu tertawa.


" Pasti keren lah Rand. Maka nya mami ingin party tahun ini dengan tema India. Beruntung nya, menantu mami juga suka dengan yang berbau ala ala India. Jadi, pasti party tahun ini akan lebih meriah dari tahun sebelum nya, " balas Rita bahagia.


" Tapi mas, di mana Vita? Kenapa belum kelihatan?, " tanya Ziya.


" Masih di kamar lagi dandan. Aku tadi di usir keluar, kata nya butuh waktu sendiri untuk berdandan, " jawab Randy kesal.


" Pasti malam ini, Vita terlihat sangat cantik, " gumam Alfian pelan dan tanpa sadar bibir nya menyunggingkan senyum tipis.


Meskipun Alfian berbicara pelan, namun Randy masih bisa mendengar nya karena mereka duduk bersebelahan.


Randy langsung memiting Alfian dan menjitak kepala Alfian sampai Alfian meringis kesakitan.


" Hei lepas kan aku, ini sakit tau, " Alfian berontak mencoba melepaskan pitingan Randy.


" Ini balasan nya karena kamu membayangkan istri ku. Awas saja kamu ya, dia itu sekarang kakak ipar mu, " omel Randy yang masih terus memiting Alfian.


" Iya iya aku tau dia sekarang kakak ipar ku, tapi kamu juga jangan lupa kalau dulu kamu merebut nya dari ku, " balas alfian.

__ADS_1


Alfian berhasil melepas pitingan dari Randy, malah sekarang berbalik Randy yang di piting Alfian.


" Harus nya kamu hormat sama aku, karena aku rela melepas kan Vita untuk pria egois dan mesum seperti mu, " kali ini Alfian yang memegang kendali.


Keluarga Djaya yang lain hanya tertawa melihat tingkah Randy dan Alfian. Semenjak Alfian tinggal di kediaman Djaya, hal seperti ini hampir tiap hari terjadi. Randy dan Alfian selalu saja ribut. Hal kecil pun bisa jadi bahan untuk mereka bertengkar.


****


Tak.. Tak.. Tak..


Suara langkah kaki terdengar menuruni anak tangga, semua orang refleks menoleh ke arah suara itu berasal. Termasuk Randy dan Alfian yang sedang bertengkar.


Semua orang menatap sosok seorang wanita yang terlihat sempurna malam ini. Bahkan, para pria sampai tidak berkedip melihat keindahan ciptaan Allah yang sedang berdiri di hadapan mereka.


" Maaf semua, Vita lama bersiap siap nya, " ucap Vita membuyarkan lamunan semua orang.


" Aarghhh, sayang, " pekik Randy panik lalu melepaskan pitingan Alfian dan segera berlari menghampiri Vita.


Randy memeluk tubuh Vita dan berusaha menutupi tubuh Vita agar tidak terlihat para pria yang ada di ruangan itu.


" Hei kalian, para pria tutup mata kalian, jangan lihat tubuh istri ku, " pekik Randy memberi perintah.


Ilham, Andy, Putra, Dan Alfian mendengus kesal. Sementara Rita, Ziya, Lisa, bi Ana dan bi Asih yang baru saja bergabung tertawa melihat Randy yang panik karena pakaian Vita sangat terbuka.


Vita mendorong tubuh Randy agar pelukan mereka terlepas.


" Sayang, ini tuh surprise untuk kamu. Aku berdandan se cantik ini untuk kamu loh, " goda Vita lalu tersenyum lebar menunjuk kan deretan gigi nya yang putih.


" Vit, lo bukan hanya cantik tapi sangat emm sexy, " puji Alfian.


" Hei, tutup mata dan mulut mu itu, " bentak Randy.


" Mas, jangan kasar kasar begitu dengan adik ipar ku yang tampan ini, " tegur Vita sambil berjalan menghampiri semua orang.


" Sayang, kenapa kamu cuma pakai bra saja. Ayo sekarang kita ganti pakaian mu dengan yang lain, " ajak Randy sambil menarik tangan Vita.


Vita menepis tangan Randy lalu berkacak pinggang.


" Mas, ini tuh pakaian ku yang aku pesan kemarin. Dan harus kamu ingat, kalau ini bukan bra tapi atasan untuk pakaian ku ini. Aku pakai bra lagi kok, jadi kamu tenang saja, " ucap Vita kesal.


" Satu hal lagi, bukan nya kemarin kamu sudah mengizinkan aku untuk memesan pakaian sesuai keinginan ku. Jadi, sekarang kamu tidak boleh protes, " lanjut Vita lagi.


" Iya, tapi bukan yang seperti ini juga. Ini bukan baju tapi dalaman, " balas Randy.


" Hei, ini tuh pakaian khas India. Kamu tau sari, nah ini dia yang nama nya sari India, " ketus Vita.


" Tapi kenapa punya kamu berbeda dari yang lain? Lihat mereka, pakaian mereka tidak terbuka seperti kamu. Kita ganti ya sayang, aku gak mau pria di luar sana melihat tubuh indah mu ini, aku gak rela, " rengek Randy.


" Haisshh kamu ini, mana ada lagi yang lain. Aku cuma pesan ini saja, jadi kita akan pergi dengan aku berpakaian seperti ini, " geram Vita.


" Hah, surprise apa ini. Ya ya ya, kamu benar benar mengejutkan aku, " gerutu Randy.


" Vit, kamu gak perlu mendengar kan mas Randy. Kamu sudah siap kan? Ayo kita berangkat sekarang, " ajak Ziya.


Randy menatap tajam ke arah Ziya. Apa apan adik nya itu, mereka tidak akan pergi dengan Vita yang berpakaian sexy begitu.


" Sayang, please kamu ganti ya pakaian kamu. Aku gak akan tahan melihat mereka di luar sana menatap kamu dengan tatapan liar, " Randy benar benar memohon kepada Vita dengan wajah memelas.


" No, aku sudah tidak sabar menunggu hari ini untuk memakai pakaian dengan desain kesukaan ku ini. kamu tau, desain pakaian ini di pakai oleh artis Rani Mukherji saat bernyanyi lagu Say Shava Shava di serial India Khabi Khusi Khabi Gham, " ketus Vita.


Semua orang tertawa melihat perdebatan antara sepasang suami istri ini. Dasar Vita, kamu benar benar membuat Randy frustasi yah.


" Sayang, " melas Randy.


" Keputusan ku tetap sama sayang. Kalau kamu masih tetap memaksa aku mengganti nya, aku akan membuat kamu berpuasa selama satu bulan full, mau?, " ancam Vita.

__ADS_1


Mata Randy membulat sempurna mendengar ancaman istri nya. Sehari saja gak dapat jatah, diri nya sudah uring uringan. Apa lagi jika harus puasa sebulan, diri nya tidak akan sanggup menahan hasrat nya.


" Sudah lah, pasrah saja. Dari pada harus puasa sebulan, memang sanggup? Ayo kita pergi sekarang, jangan merengek lagi seperti anak kecil, " ucap Alfian menepuk bahu Randy lalu melangkah kan kaki nya keluar rumah.


" Iya Rand, menantu mami ini sudah sempurna. Ayo kita berangkat, nanti telat, " ajak Rita lalu menggandeng tangan suami nya berjalan keluar rumah di ikuti yang lain nya.


Vita mendekat ke arah Randy lalu menggandeng tangan suami nya yang wajah nya sudah tertekuk.


" Sayang, ayo kita berangkat, " ajak Vita manja.


" Kamu beneran gak mau ganti baju nya?, " tanya Randy sekali lagi.


Vita menggelengkan kepala nya lalu berbisik di telinga Randy.


" Nanti malam sepulang dari hotel, kamu boleh membantu ku melepas kan pakaian ini. Lalu, kita sedikit olah raga malam. Ahhh, bukan sedikit tapi sepuas kamu deh, aku pasrah, " bisik Vita lalu sedikit mendesah di akhir kalimat nya.


Randy menatap Vita gak percaya. Baru kali ini istri nya menawarkan seperti ini, biasa nya mereka selalu bernegosiasi lebih dulu, meskipun akhir nya mereka melakukan lebih dari yang di janji kan.


" Kamu janji ya, sampai aku puas?, " tanya Randy memastikan.


Vita mengangguk kan kepala nya lalu tersenyum menggoda.


" Sayang, jangan goda aku sekarang atau kita tidak jadi berangkat, " Randy memperingati.


Vita tertawa lalu mereka berjalan bergandengan keluar rumah menuju mobil.


" Sayang, nanti di sana jangan jauh jauh dari ku. Aku gak mau pria di luar sana mencoba mendekati mu, " perintah Randy.


" Siap sayang, sesuai perintah mu, " balas Vita sambil memberi hormat.


Randy mencubit gemas pipi Vita lalu mereka masuk ke dalam mobil menyusul keluarga mereka yang sudah lebih dulu berangkat.


" Ahhh, gak sabar banget menunggu nanti malam. Semoga saja, pesta malam ini segera berakhir. Sayang lihat saja, aku akan buat kamu tidak bisa bangun besok pagi. Ahh, malam ini kita akan bermain sampai puas, " teriak Randy dalam hati sambil senyum senyum bahagia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Kecewa ya surprise Vita tidak sesuai ekspetasi kalian, hehehe. Sabar ya untuk kehamilan Vita, akan ada masa nya.


Kasih bocoran dulu gak ya untuk episode kehamilan Vita?.


Nanti saja deh, nanti gak seru lagi. Wkwkwk***.


Jangan lupa like and vote yang banyak ya kakak.

__ADS_1


__ADS_2