
Vita sedang menikmati sepotong pizza yang baru saja di sajikan oleh David di hadapan nya. Gak nyangka ternyata David bisa masak dan rasa masakan nya cukup enak.
" Sayang, kalau mau yang lain bilang yah. Aku pasti akan turuti semua yang kamu mau, " ucap David sambil menatap Vita yang sedang menikmati sepotong pizza.
" Hemm, " jawab Vita dengan deheman karena sedang mengunyah.
David terus memperhatikan Vita tanpa berkedip. Ia merasa sangat bahagia karena bisa melihat Vita sedekat ini. Selama ini, Ia hanya bisa memandangi wajah cantik Vita melalui foto foto yang di kirim kan anak buah nya.
" Oh iya, kau bisa kenal ular keket itu dari mana?, " tanya Vita sambil mengambil lagi sepotong pizza yang ada di atas meja dan menoleh ke arah David."
Kening David berkerut saat mendengar Vita menyebut ulat keket, Ia tak paham siapa yang Vita maksud.
" Clara. Sejak kapan kau mengenal nya dan kalian saling bekerja sama, " jelas Vita saat melihat kening David berkerut seperti tidak paham siapa yang diri nya maksud.
" Oh dia, aku sudah lama mengenal nya. Bahkan sebelum dia berpacaran sama Randy, aku sudah mengenal nya. Dulu pacar nya itu teman party aku, dan setelah putus dari pacar nya dia tetap datang ke party ku untuk mencari mangsa baru, " jawab David.
" Mangsa?, " alis Vita terangkat sebelah lalu kembali melanjutkan ucapan nya " Memang nya dia itu predator apa, " ucap Vita terkekeh membuat David tersenyum gemas.
" Sayang, dengar ya. Dia itu cari pasangan cuma mau ngabisin uang nya saja. setelah pasangan nya bangkrut, dia cari mangsa yang baru. Dan gak tau bagaimana cara nya dia bisa kenal sama Randy. Dan aku ajak dia bekerja sama hanya untuk mendapat informasi sebanyak mungkin yang dia punya, lalu setelah itu aku singkirkan. Dia itu cuma benalu buat ku jadi setelah tidak ada manfaat nya lagi, aku harus singkirkan sebelum merugikan ku, " balas David dan Vita hanya manggut manggut.
" Ooo begitu. Tapi untung nya sih mas Randy ketemu aku kalau tidak, bisa bisa mas Randy dan keluarga bakalan jadi mangsa selanjut nya, " gumam Vita dalam hati.
" Oiya David, bisa tidak jangan panggil aku dengan sebutan sayang? Aku risih mendengar nya, " ucap Vita hati hati takut David marah.
" No, aku akan terus panggil kamu dengan sebutan sayang dan mulai sekarang kamu harus membiasakan diri mendengar nya, " balas David.
Saat Vita ingin membalas ucapan David, ponsel David berdering membuat Vita mengurungkan niat nya. David segera mengambil ponsel nya yang terselip di saku celana nya dan melihat siapa yang menghubungi nya.
Vita melihat raut wajah David langsung berubah saat melihat nama yang tertera di layar. David bangkit dan berjalan menjauh dari Vita sebelum menerima panggilan di ponsel nya.
Vita terkejut saat David mengumpat dan berteriak kesal setelah menerima panggilan telepon. Setelah itu, David memanggil anak buah nya untuk segera berkumpul. Suara nya yang menggelegar, membuat Vita bergidik ngeri.
Tak berapa lama, semua anak buah David sudah berkumpul dan berbaris rapi. Mereka diam dengan tatapan lurus mengarah ke arah David.
" Kalian bersiap siap, kita akan segera kedatangan tamu yang tak di undang. Tetap pada posisi kalian, jangan sampai lengah, " perintah David tegas kepada seluruh anak buah nya.
" Siap bos, " jawab mereka kompak.
" Bagus, sekarang balik ke posisi kalian, " perintah David lagi.
" Siap bos, " jawab mereka kompak lalu membubarkan diri kembali ke posisi masing masing.
Setelah semua anak buah nya membubarkan diri, David kembali menghampiri Vita yang masih duduk di meja makan.
" Ada apa David?, " tanya Vita saat David sudah berdiri di dekat nya.
" Tidak ada sayang. Sebaik nya sekarang kamu istirahat, kasihan baby yang ada di perut kamu jika kamu kelelahan, " jawab David tersenyum lembut.
" Emm, ok baik lah, " ucap Vita lalu bangkit dan berjalan mendahului David.
" Sayang, tunggu, " panggil David membuat Vita berhenti melangkah lalu berbalik ke belakang.
" Nanti sampai di kamar langsung istirahat ya. Aku akan menyusul setelah selesai mengerjakan pekerjaan ku, " ucap David.
__ADS_1
" Ok, " balas Vita sambil mengangguk lalu kembali melangkah kan kaki nya menuju kamar.
" Sabar Vita, turuti saja apa mau nya David sampai ada kesempatan untuk kabur. Meskipun sudah gak sabar juga sih untuk menghajar dia, " gumam Vita dalam hati sambil mengelus dada.
Setelah melihat Vita menaiki tangga, David menghubungi asisten nya menyuruh nya untuk menemui nya di ruang kerja. Lalu, Ia melangkah kan kaki nya menuju ke ruang kerja nya.
****
Ayu sudah tiba kembali di Indonesia bersama dengan anggota Golden yang akan membantu nya membebaskan Vita. Ia tidak ingin membuang buang waktu lagi. Hari ini, Vita sudah harus bebas dari tangan David.
" Nona muda, semua anggota sudah siap. Tinggal menunggu perintah maka mereka akan bergerak, " ucap William orang kepercayaan Ayu.
" Bagus, kita bergerak sekarang. Semua sesuai dengan rencana awal jangan sampai gagal, " balas Ayu.
" Siap nona muda, " ucap William lalu pergi menemui anggota Golden.
" Vit, tunggu gue. Gue pasti akan membebaskan lo dan akan membawa lo kembali bertemu dengan mas Randy, " gumam Ayu.
Setelah itu, Ayu melangkah kan kaki nya masuk ke dalam mobil yang akan membawa nya ke tempat persembunyian David.
Membutuhkan waktu yang cukup lama menuju ke tempat persembunyian David. Akhir nya, mobil yang membawa Ayu dan anggota Golden tiba di dekat tempat persembunyian David.
Ayu memerintahkan seluruh anggota Golden turun dan bersiap siap untuk menyerang. Penyerangan kali ini dia sendiri yang memimpin, meskipun mommy nya melarang tetapi Ayu tetap bersikeras untuk memimpin.
Mereka semua mengendap endap mendekati gerbang dan melihat begitu ketat nya penjagaan nya di depan. Mungkin, David memerintahkan untuk memperketat penjagaan setelah mendengar kabar dari daddy nya jika kelompok Golden akan menyerang.
Ayu memerintah kan para penembak jitu untuk memulai penyerangan. para penembak jitu dengan senang hati menerima perintah dari Ayu dan mulai membidik musuh mereka di depan.
Dor.. Dor.. Dor..
Tak dapat di hindari lagi, kelompok Ayu dan kelompok David saling baku tembak. Ayu yang di kawal oleh William dan beberapa anggota Golden memisahkan diri dan mulai memasuki rumah David melalui jalan lain.
" Will, ikut gue ke lantai dua, " perintah Ayu dan di jawab anggukan kepala oleh William.
Dor.. Dor.. Dor..
Anggota Golden menembaki para anak buah David yang ada di lantai bawah untuk memberi jalan kepada Ayu dan William agar mudah naik ke lantai dua.
" Nona muda, tunggu, " tahan William saat mereka akan menaiki tangga.
" Ada apa Will?, " tanya Ayu.
" Ada yang tidak beres nona, " jawab William.
" Maksud lo apa?, " tanya Ayu.
" Dari pengamatan saya, seperti nya kita sudah di jebak, " jawab William.
" Di jebak? Maksud nya?, " tanya Ayu gak mengerti.
" Lihat lah nona, ini terlalu mudah untuk kita bisa masuk ke dalam sini. Penjagaan nya memang ketat dan di jaga oleh banyak anak buah nya, tetapi ada yang mengganjal, " jawab William.
" Aduh Will, kalau ngomong itu langsung saja ke inti nya jangan bertele tele begitu, " gerutu Ayu.
__ADS_1
" Maaf nona. Apa nona tidak sadar jika sejak penyerangan tadi baik David dan Felix orang kepercayaan nya tidak kelihatan sama sekali. Tidak mungkin mereka tidak mendengar suara tembakan, jika mereka mendengar nya lalu kenapa mereka tidak keluar menyerang kita, " ucap William.
Ayu tersentak mendengar ucapan William dan berfikir sejenak " Lo benar Will, kelihatan nya dia sedang merencakan sesuatu untuk kita, " ucap Ayu.
" Sebaik nya kita berhati hati, " ucap Ayu lagi lalu memerintahkan William dan anggota Golden mengikuti nya ke lantai dua.
Mereka mulai menaiki anak tangga satu persatu dengan perlahan dan hati hati. Saat akan sampai di atas, William menahan Ayu agar berdiri di belakang anggota Golden dan Ayu menuruti ucapan William.
Saat mencapai lantai atas, Ayu dan anggota Golden memeriksa satu persatu ruangan yang ada di lantai atas dengan hati hati.
" Sialan, " umpat Ayu emosi karena tidak menemukan Vita, David dan Felix di sana.
" Mereka kabur membawa Vita, " ucap Ayu.
" Cepat suruh orang untuk melacak keberadaan mereka, " perintah Ayu dan segera di laksanakan oleh William.
William segera memerintahkan anggota nya untuk melacak keberadaan David, Vita dan felix. William menyuruh anggota nya untuk memeriksa bandara karena Ia yakin David akan membawa Vita keluar dari Indonesia.
Setelah menunggu beberapa saat, William mendapat kabar dari anggota nya. Dan benar saja dugaan nya, mobil yang membawa David, Vita dan Felix terlacak sedang mengarah menuju bandara.
" Nona, saya sudah mendapat kabar jika David sedang menuju ke bandara. Seperti nya, David akan membawa nona Vita ke luar negeri, " lapor William.
" David, sialan, " umpat Ayu emosi.
Ayu segera menghubungi Putra meminta nya untuk menahan David agar tidak sampai di bandara. Setelah itu, Ia bergegas menaiki mobil yang membawa nya menjauh dari rumah David.
" Vit, tunggu gue. Jangan pergi tinggalin gue dan anak anak yang lain. Gue pasti akan meyelamatkan lo, " gumam Ayu dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Yaelah gagal deh nyelamatin Vita. Ayo Ayu ngebut, jangan sampai David berhasil membawa Vita keluar negeri.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.