Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 158 Siapa Itu Rose


__ADS_3

Setelah selesai makan, Vita meminta Felix menemani nya berkeliling mall sebentar. Hari ini, Ia ingin berbelanja dan menghabiskan sedikit uang suami nya.


Sebentar yang di katakan Vita jauh berbeda dengan kenyataan yang ada. Ia sudah mengitari mall tiga jam lama nya dan paper bag yang di bawa para bodyguard sudah sangat banyak.


Vita tidak hanya membeli untuk diri nya saja, tetapi Ia membeli untuk suami, kedua mertua nya, Alfian dan bahkan seluruh pekerja yang ada di kediaman Djaya tanpa terkecuali.


Felix juga sudah meminta Vita untuk berhenti dan pulang karena takut terjadi sesuatu yang buruk dengan kandungan nya tetapi selalu saja Vita menjawab jika dia dan bayi nya baik baik saja.


" Vit, sebaik nya kita pulang sekarang. Ini sudah tiga jam kamu mengitari mall ini dan belanjaan kamu sudah sangat banyak, " untuk kesekian kali nya Felix mencoba membujuk Vita agar mau pulang dan menunjuk ke arah anak buah nya yang sedang membawa semua paperbag milik Vita.


Vita yang sedang memilih topi terhenti saat mendengar kembali ocehan dari mulut Felix. Ia pun mengalihkan pandangan nya ke arah Felix lalu beralih ke arah para bodyguard yang sedang membawa begitu banyak paperbag milik nya yang terlihat sudah sangat kesulitan membawa nya.


Vita pun tidak tega melihat para bodyguard kesulitan membawa barang belanjaan nya, Ia pun mengangguk kan kepala nya kepada Felix.


Felix tersenyum sumringah saat melihat Vita mengangguk kan kepala nya tanda setuju. Tetapi sedetik kemudian senyum itu luntur karena ucapan Vita.


" Kita pulang setelah aku memilih topi mana yang akan aku beli, " ucap Vita santai.


Felix menghela nafas nya dengan berat, itu berarti masih lama lagi mereka akan pulang karena Vita tidak pernah cepat memilih barang apa yang dia ingin kan.


Seperti tau apa yang di fikir kan Felix, Vita mempercepat memilih barang mana yang akan dia beli. Ia membeli cukup banyak topi dengan model gambar dan tulisan serta warna yang berbeda beda.


Setelah membayar di kasir, Vita mengajak Felix untuk segera pulang.


" Kak Felix, nanti mampir dulu ya ke toko roti yang biasa. Aku ingin makan cheese cake, " ucap Vita.


" Baik lah, " balas Felix lalu menyuruh supir untuk membawa mereka terlebih dulu ke toko roti.


Setelah mobil sampai di depan toko roti, Vita bergegas turun dan masuk ke dalam toko roti di ikuti oleh Felix. Sementara para bodyguard berdiri di luar untuk berjaga jaga.


Vita memilih begitu banyak cake membuat Felix menggeleng geleng kan kepala nya.


" David, ternyata wanita yang sangat kamu cintai ini makan nya banyak sekali. Lihat lah, begitu banyak cake yang di beli nya, " gumam Felix dalam hati sambil tersenyum tipis.


Setelah memilih cake apa saja yang Ia mau, Vita berjalan menuju kasir untuk membayar nya. Namun, Vita meminta untuk membungkus secara terpisah menjadi beberapa bungkus.


Saat akan keluar dari toko roti, seorang pria paruh baya menyapa Vita dengan ramah dari arah belakang nya.


" Nona Vita, selamat sore, " Vita menoleh ke belakang dan melihat ternyata yang menyapa nya adalah pemilik toko roti yang dulu membantu mas Randy dan membawa nya ke rumah sakit saat kejadian penculikan waktu itu.


Vita tersenyum dan membalas sapaan dari pak Indra pemilik toko roti " Selamat sore pak Indra, " ucap Vita lalu mencium punggung tangan pak Indra.


Setelah kejadian pak Indra membantu Randy waktu itu, Ilham berniat memberikan hadiah berupa toko yang ukuran nya lebih besar dari milik pak Indra yang sekarang, namun di tolak dengan halus oleh pak Indra. Ia mengatakan jika Ia ikhlas membantu Randy waktu itu. Jadi, sebagai ganti nya mulai saat itu toko roti pak Indra menjadi langganan keluarga Djaya. Sejujur nya, rasa roti dan cake di toko roti pak Indra memang enak membuat semua orang ketagihan. Vita dan yang lain juga membantu mempromosikan roti dan cake di toko roti pak Indra, sehingga pelanggan nya menjadi lebih banyak lagi. Dan hal itu, sungguh membuat pak Indra menjadi sangat bersyukur.


" Bagaimana kabar kamu nak? Nak Randy kemana, kok gak ikut kamu ke sini?, " tanya pak Indra.


" Alhamdulillah sehat pak. Mas Randy lagi sibuk di kantor, jadi saya sendiri ke sini di temani kak Felix dan yang lain. Pak Indra sendiri bagaimana kabar nya, sehat?, " jawab Vita lalu tak lupa bertanya kembali kabar pak Indra.


" Alhamdulillah saya sehat nak. Oh iya, kamu sudah selesai milih roti nya?, " tanya pak Indra.


" Sudah pak, itu sudah di bawa ke mobil, " jawab Vita.


" Sini ikut bapak, bapak baru saja membuat cake dengan resep baru, " ajak Pak Indra melangkah ke arah dapur di ikuti oleh Vita dan Felix.

__ADS_1


Pak Indra memotong dua potong cake lalu meletak kan di atas piring kecil dan menyodorkan ke arah Vita dan Felix " Ini cobain resep baru bapak, cake ini bapak buat dengan bahan buah apel dan coklat, " ucap Pak Indra lalu Vita dan Felix mengambil piring kecil berisi sepotong cake dari tangan pak Indra.


" Bagaimana rasa nya nak, enak?," tanya Pak Indra.


" Emmm sungguh sangat enak pak. Wah, bisa jadi favorit saya ini selain cheese cake buatan bapak, " jawab Vita antusias.


" Enak, " jawab Felix singkat padat dan jelas.


" Alhamdulillah. Sebenar nya, hari ini saya mau ke rumah nak Vita untuk memberikan cake ini sekalian testimoni sebelum launching. Dan kebetulan sekali nak Vita ke sini, jadi sekalian saja saya minta nak Vita merasakan nya, " ucap Pak Indra.


" Wah, kebetulan sekali ya pak. Oh iya pak, itu sisa nya boleh gak untuk saya saja, " ucap Vita malu malu.


Pak Indra tertawa melihat Vita yang malu malu, sementara Felix hanya senyum dan geleng geleng kepala.


" Tentu boleh, ini kan awal nya memang untuk kamu. Sebentar bapak bungkus dulu, " balas Pak Indra.


Pak Indra segera membungkus sisa cake yang di potong nya tadi lalu menyerahkan kepada Felix. Lalu, mereka kembali ke depan toko.


" Terima kasih ya pak cake nya, " ucap Vita saat mereka sudah berada di depan toko roti.


" Sama sama nak. Bapak senang jika kamu menyukai cake buatan bapak, " balas pak Indra.


" Kalau begitu, kami pamit pak, " ucap Vita lalu mencium punggung tangan pak Indra.


" Hati hati nak. Nak Felix, jangan ngebut ngebut bawa mobil nya ya, " balas Pak Indra lalu menasehati Felix.


" Iya pak, mari duluan pak, " balas Felix sopan.


Vita dan Felix pun berjalan menuju mobil lalu masuk ke dalam di ikuti oleh para bodyguard di mobil belakang.


" Baik, " balas Felix lalu menyuruh supir untuk pergi ke kantor Randy.


Selama perjalanan menuju ke kantor Randy, Vita bermain dengan ponsel nya. Ia sedang berkirim pesan dengan Stella sepupu Putra. Ia sedang mengomeli Stella karena kerja sama perusahaan nya dengan perusahaan Randy membuat Randy semakin sibuk.


Sekarang ini, perusahaan Randy melebar kan sayap nya dengan bekerja sama dengan perusahaan Stella yang bergerak di bidang model dan management artis. Sejak saat itu, Randy memindah kan kantor nya ke gedung yang lebih tinggi lagi karena Ia ingin semua nya berada di gedung yang sama.


Setelah sampai di lobi kantor, Felix membuka kan pintu mobil untuk Vita. Vita pun segera keluar dan berjalan masuk ke dalam di susul oleh Felix dan para bodyguard.


Setiap karyawan yang berpapasan dengan Vita, menyapa Vita dengan ramah dan di balas dengan Ramah juga oleh Vita. Tak lupa, senyum ramah tercetak jelas di bibir Vita saat berpapasan dengan para karyawan.


" Ramah banget ya ibu bos, ".


" Cantik banget ya istri bos kita, ".


" Beruntung nya bos kita mendapat kan istri yang muda, cantik, ramah dan baik hati, ".


" Lihat deh, istri bos saja ramah banget. Itu si centil Rose yang cuma artis baru saja sombong banget, serasa istri bos saja dia, ".


" Iya ya, centil banget itu si Rose. Selalu cari cari perhatian bos, ".


" Istri bos cantik nya kelewatan, si Rose kalah jauh, ".


Sepanjang jalan menuju meja resepsionis, begitu banyak bisik bisik yang di dengar oleh Vita. Ia tidak mau peduli oleh semua bisik bisik para karyawan, hanya saja hati nya sedikit terusik saat mendengar nama Rose. Siapa si Rose yang di maksud mereka, membuat Vita semakin penasaran.

__ADS_1


" Sore mbak Anita, " sapa Vita ramah.


" Sore nyonya Djaya, " balas Anita tak kalah ramah.


" Ck, jangan panggil gue nyonya mbak. Nyebelin deh, kan sudah gue bilang jangan panggil begitu, berasa tua banget, " gerutu Vita dengan wajah cemberut.


Anita tertawa melihat wajah cemberut Vita " Sorry deh, " ucap Anita.


" Iya iya gue maafin. Oh iya mbak, tadi gue dengar karyawan bisik bisik membicarakan tentang Rose. Memang nya siapa sih Rose?, " tanya Vita penasaran.


" Itu si artis pendatang baru. Centil nya minta ampun, sudah gitu sombong banget. Yang aku dengar juga sih, dia selalu cari cari perhatian tuan muda Randy, " jawab Anita dengan wajah kesal mengingat kelakuan menyebal kan Rose.


" Ohh gitu. Cantik?, " tanya Vita lagi.


" Cantik apaan, modal make up doang. Asal kamu tau Vit, kalau dia pakai bedak, behhh berinci inci, " jawab Anita lalu mereka tertawa bersama.


" Ya sudah mbak, aku ke atas dulu ya ketemu suami tercinta. Sudah rindu, " pamit Vita.


" Iya iya sana, rantai tuh pak bos biar gak di godain si kembang centil, " balas Anita sedikit berteriak karena Vita sudah berjalan agak menjauh.


Vita menoleh sebentar lalu mengacungkan jempol tangan nya ke arah Anita dan kembali berbalik melanjutkan perjalanan nya menuju ke lift.


" Ok kita lihat siapa itu si Rose yang kata nya kembang centil yang berani berani nya godain suami gue. Kak Felix, ingatin aku ya kalau nanti kebablasan emosi, " ucap Vita lalu terkekeh.


" Tenang saja Vit, kamu gak perlu turun tangan biar aku dan para bodyguard yang mengurus, " balas Felix.


" Hmmm, sekali kali biarin aku senang senang kenapa sih kak. Kelihatan nya seru karena kali ini lawan ku pelakor yang lebih gak tau diri melebihi Clara. Belum tau dia siapa Vita. imut imut gini bisa matahin tangan dan kaki dia, " ucap Vita lalu terdengar suara tawa membahana di dalam lift.


Felix dan para bodyguard hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan Vita. Setalah beberapa waktu mengawal Vita, mereka akhir nya tau sifat Vita yang sebenar nya. Bos mereka kali ini memiliki sifat yang sangat lembut tetapi jangan sampai mengusik ketenangan nya, maka sisi gelap yang selama ini tak pernah terlihat akan keluar. Bahkan bisa di bilang, sisi gelap Vita sama menakutkan dengan sisi gelap David waktu itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2