
Tutt.. Tutt.. Tutt..
" Hallo sayang, rindu aku ya?, " ucap seorang wanita di seberang sana dengan sangat lembut dan manja.
" *H*allo sayang, tentu aja aku rindu kamu, bahkan sangat rinndduuuuu dengan kamu. Apa kamu tidak rindu dengan ku sayang?, " balas Randy juga dengan manja.
" *T*entu aku juga sangat merindukanmu sayang. Bahkan, aku berharap saat ini kamu ada disini bersama dengan ku, " jawab wanita di seberang sana yang tak lain ialah Clara kekasih hati Randy.
" Aku juga berharap begitu sayang. Tapi, keadaan gak memungkinkan aku untuk ke sana. Jika orang tua ku tau aku menemui mu, mereka pasti akan sangat marah dan aku tidak ingin mendengar hinaan mereka lagi untuk mu, " ucap Randy.
" Tidak apa apa sayang, aku mengerti. Lalu bagaimana, apakah kamu sudah menemukan wanita itu?, " tanya Clara.
Randy menghela nafas nya dengan berat. Pembahasaan ini, pasti terjadi saat dia menelpon Clara. Ia gak ingin Clara sedih mendengar kalau Ia sudah menemukan wanita yang akan menikah dengan nya.
Meskipun gadis kecil itu setuju, tapi Ia merasa begitu berat untuk melakukan nya. Ia sangat berharap, hanya Clara lah yang akan menjadi istri nya.
" Hmmm, udah sayang, " jawab Randy dengan berat hati.
" *L*alu, apa dia setuju dengan syarat kita?, " tanya Clara lagi.
" *D*ia setuju, tapi dia juga memiliki beberapa syarat untuk aku setujui , " jawab Randy.
" *P*asti, dia meminta syarat agar dia bisa mendapatkan harta kamu. Dasar wanita matre. Bener kan sayang?, " tuduh Clara.
__ADS_1
" *T*idak sayang, dia gadis yang baik. Dia gak meminta harta, hanya aja dia meminta agar aku tidak melarang nya untuk tetap melanjutkan pendidikan nya. Bahkan, dia meminta izin untuk tetap bekerja agar bisa membayar biaya pendidikan nya sampai dia tamat kuliah. Tapi, aku gak memberi izin bekerja karena selama ini dia bekerja sebagai pelayan cafe. Bisa malu aku, kalau orang orang tau istri ku bekerja sebagai pelayan cafe. Jadi, aku berjanji akan membayar biaya pendidikan nya, " jelas Randy panjang kali lebar.
" *B*aiklah sayang, aku percayakan semua nya padamu. Yang terpenting, setelah aku kembali ke indonesia kita akan langsung menikah. Sayang, apa aku boleh meminta satu hal lagi pada mu?, " pinta Clara dengan suara yang terdengar memelas.
" *A*pa pun permintaan mu akan selalu ku turuti sayang. Ayo, katakan apa permintaan mu?, " tanya Randy dengan lembut.
" *Sayang, aku minta setelah kamu menikah dengan wanita itu, kamu jangan pernah sekalipun melakukan hubungan suami istri dengan nya. Aku gak mau kalau sampai dia hamil anak kamu. Aku hanya mau, kamu memiliki anak dari aku aja. Kamu bisa kan penuhi permintaan aku ini*?, " ucap Clara dengan nada suara yang serius.
" *T*api sayang, itu kan kewajiban aku sebagai sua, " belum lagi Randy selesai berbicara, Clara memotong ucapan Randy.
" *J*adi, kamu gak mau turuti permintaan aku? Yaudah kita putus aja, " ancam Clara.
Randy mengusap wajah nya dengan kasar. Inilah ancaman Clara jika permintaan nya tidak dituruti. Kata putus seperti bom untuk Randy. Segitu besar nya cinta Randy untuk Clara, apa pun akan dia turuti asalkan dia gak akan pernah berpisah dengan Clara. (terlalu cinta atau bodoh sih rand? Gemes, jadi pengen jambak rambut kamu😡).
" Iya sayang, asalkan kamu selalu turuti keinginan aku. Yaudah, aku tutup dulu ya sayang telpon nya. Aku mau siap siap pemotretan. Bye, sayang, " Clara berpamitan lalu menutup telpon nya.
" Bye, sayang," balas Randy.
Setelah panggilan telpon bersama Clara berakhir, Randy berdiri lalu berjalan kearah meja samping tempat tidur nya dan meletakkan handphone nya diatas meja. Setelah itu, Randy merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Saat merebahkan diri, fikiran nya melayang layang memikirkan tentang Vita. Ia baru sadar, kenapa gadis kecil itu tiba tiba menerima pernikahan ini sedangkan kemarin dia aja begitu keras menolak.
" Kalau dia menerima pernikahan ini karena menginginkan harta, kenapa di dalam perjanjian dia gak menyebutkan nya. Malah, dia meminta izin untuk tetap bekerja. Huffttt, sebenarnya apa yang ada di dalam fikiran gadis kecil itu saat menerima pernikahan ini. Ahhh sudahlah, yang penting dia mau menikah dengan ku dan menerima syarat ku. Lebih baik sekarang aku tidur. lelah banget berdebat terus dengan anak kecil, " gumam Randy pada diri nya sendiri.
__ADS_1
Randy pun memejamkan mata nya, gak butuh waktu lama Ia pun terlelap dan masuk ke alam mimpi karena memang sudah sangat lelah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
*M**aafkan saya ya readers baru bisa up lagi. 🙇🙇🙇*
__ADS_1