
" Rand, mami tau kamu masih belum bisa melupakan Clara. Tapi, selama ini yang mami lihat kamu dan Vita sudah sangat bahagia dan saling mencintai. Mami minta segera kamu lupakan Clara dan jangan sampai kamu menyesal nanti nya, " ucap Rita mengingat kan.
" Iya mi, " jawab Randy singkat.
Randy beranjak dari sofa dan berjalan menuju tangga. Saat kaki nya ingin melangkah menaiki anak tangga, papi nya memberikan ancaman dan refleks membuat Randy berhenti dan terdiam.
" Rand, jika papi tau kamu menyakiti Vita hanya karena Clara, papi tidak akan tinggal diam. Vita bukan hanya sekedar menantu buat papi, dia sudah papi anggap seperti puteri papi sendiri. Jika suatu saat dia terluka karena mu, papi akan bawa Vita jauh dari kehidupan mu untuk selama nya, " ancam Ilham.
Deg.
Jantung Randy berdetak sangat kencang mendengar ancaman papi nya. Mungkin, jika saat ini papi nya tau kalau diri nya masih berhubungan dengan Clara, maka saat ini juga dia akan berpisah dengan Vita.
" Randy paham pi, " jawab Randy lemah.
Setelah itu, Randy kembali menaiki anak tangga menuju kamar nya.
Selama berjalan menuju kamar nya, pikiran Randy melayang memikirkan ancaman papi nya. Jika benar Vita akan di pisah kan dari nya dan tidak akan bisa bertemu lagi untuk selama nya, apakah diri nya sanggup melanjutkan hidup tanpa Vita.
Randy membuka pintu kamar nya dan masuk ke dalam kamar lalu menutup kembali pintu kamar nya. Ia berjalan dengan langkah gontai menuju tempat tidur nya.
Ia hempaskan tubuh nya di atas tempat tidur. Ia terus memikirkan ancaman papi nya dan kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Berulang kali Randy menghela nafas nya dengan berat membuat belajar Vita terusik.
Vita berbalik dan melihat Randy yang sedang rebahan di atas tempat tidur. Kembali Ia mendengar helaan nafas berat suami nya.
Vita beranjak dari kursi belajar nya dan menghampiri Randy. Ia duduk di tepi tempat tidur lalu mengelus lembut puncak kepala suami nya.
" Ada apa sayang?, " tanya Vita lembut.
Randy diam dan tidak menjawab pertanyaan Vita. Ia hanya memandang wajah istri nya tanpa ingin menjawab.
" Sayang, kalau ada masalah ceritakan kepada ku. Mungkin saja aku bisa membantu mu, " ucap Vita.
Randy bangkit dari tidur nya dan duduk berhadapan dengan Vita. Ia genggam kedua tangan Vita dan menatap lekat wajah istri nya.
" Bisa kah aku meminta satu hal pada mu?, " tanya Randy.
Kening Vita berkerut, Ia bingung kenapa suami nya tiba tiba seperti ini.
" Apa itu?, " tanya Vita balik.
" Aku minta, apapun yang terjadi nanti, mau kah kamu tetap bersama ku dan selalu berada di sisi ku? " pinta Randy.
" Hei, ada apa dengan mu? Kenapa tiba tiba membahas hal ini?, " tanya Vita.
" Tolong jawab aku Vit, kamu mau kan untuk tetap terus di samping ku?, " tanya Randy balik.
Vita menghela nafas nya dengan berat, dan membalas genggaman tangan Randy.
" Aku tidak bisa berjanji akan selalu ada di sisi mu. Hidup mati seseorang sudah di tentukan oleh Allah. Tapi, selama jantung ini masih berdetak, aku akan selalu ada di samping mu dan tidak akan pernah pergi dari sisi mu. Aku akan tetap menjadi istri mu untuk selama nya, " jawab Vita.
Randy tersenyum bahagia dan memeluk Vita dengan erat. Saat ini hati nya lega mendengar jawaban Vita.
" Jika saat nanti kamu menginginkan ku berada di sisi mu, aku akan selalu berada di sisi mu. Tapi jika nanti kamu tidak mengingingkan aku, aku akan pergi dari hidup mu untuk selama nya, " gumam Vita dalam hati.
__ADS_1
Vita mendorong pelan tubuh Randy agar pelukan mereka terlepas. Ia tatap wajah suami nya dengan perasaaan bingung.
" Jujur pada ku mas, ada apa dengan mu?, " tanya Vita.
" tidak ada, aku hanya ingin memastikan saja kalau kamu tidak akan pernah pergi dari sisi ku, " jawab Randy.
" Kamu yakin hanya itu?, " tanya Vita balik dan Randy mengangguk sambil tersenyum.
" Kamu sudah selesai belajar nya?, " tanya Randy mengalihkan pembicaraan.
" Sudah, aku tadi hanya mengulang pelajaran yang akan di ujian kan besok, " jawab Vita.
" Yasudah, kalau begitu kita tidur sekarang. Hari ini kamu sudah sangat lelah dan aku tidak ingin ujian kamu terganggu besok, " ucap Randy.
" Iya suami ku tersayang, " balas Vita.
Vita naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuh nya di samping Randy. Randy menarik Vita ke dalam pelukan nya dan mencium puncak kepala Vita berulang kali. Lalu, mereka memejamkan mata dan terlelap dalam mimpi indah.
****
Sudah seminggu ini Vita dan seluruh anak anak kelas XII menjalankan ujian UASBN. Selama ujian berlangsung semua berjalan dengan lancar dan para siswa dan siswi mengerjakan soal ujian dengan serius.
Hari ini adalah hari terakhir mereka melaksanakan ujian. Rasa lega menyelimuti hati mereka setelah seminggu mereka begitu tegang menjalankan masa masa ujian.
Tapi untuk Vita, ujian pernikahan nya akan di mulai hari ini. Ia akan melaksanakan rencana nya hari ini juga.
Vita menolak semua ajakan teman teman nya untuk jalan jalan ke mall. Ia memilih untuk pulang ke rumah dan melaksanakan rencana nya sebelum Randy pulang dari kantor.
Mobil yang di kendari mang Ujang sudah tiba di halaman kediaman keluarga Djaya. Dengan nada yang di buat lemah, Vita mengucapkan terima kasih.
" Saya tidak apa apa mang. Mungkin hanya lelah karena seminggu ini fokus ujian, " jawab Vita.
" Saya pamit masuk ke dalam rumah ya mang, " ucap Vita lalu membuka pintu mobil dan turun dari mobil.
Mang Ujang terus memperhatikan nona muda nya berjalan masuk ke dalam rumah. Ia khawatir jika nona muda nya jatuh pingsan saat berjalan masuk ke dalam rumah.
Vita membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Ia terus berjalan masuk dan menghampiri kedua mertua nya yang sedang duduk di ruang keluarga.
" Siang mi pi, " sapa Vita lemah lalu mencium punggung tangan mertua nya bergantian. setelah itu, Vita duduk di sofa.
Rita memperhatikan wajah menantu nya yang kelihatan sedikit pucat.
" Vit, kamu tidak apa apa?, " tanya Rita khawatir.
" Vita baik baik saja mi. Vita hanya lelah saja mi, " jawab Vita.
" Kamu benar baik baik saja nak? Apa perlu kita ke dokter?, " tanya Ilham yang juga mulai khawatir.
" Iya pi, Vita baik baik saja. Vita ke kamar dulu ya pi, Vita mau ganti baju, " ucap Vita.
Ilham dan Rita mengangguk lalu Vita beranjak dari sofa berjalan menuju ke kamar nya.
Sesampai nya di dalam kamar, Vita mengunci pintu kamar dan berjalan ke arah sofa dan duduk di sana.
Ia segera mengambil ponsel nya di saku rok sekolah nya dan menghubungi seseorang.
__ADS_1
" Hallo, " sapa seseorang di seberang telepon.
" Hallo mbak Zi. Aku mau bilang, kalau hari ini aku akan menjalankan rencana ku. Apa rencana mbak Zi di Paris terlaksana dengan baik?, " tanya Vita kepada Ziya. Yah, Ziya lah seseorang yang di hubungi Vita.
" Sudah, hari ini juga mbak sudah melaksanakan nya. Dan besok, puncak rencana mbak akan mbak laksanakan, " jawab Ziya.
" Vita mau ngucapin terima kasih sama mbak dan juga mau minta maaf atas segala nya. Setelah ini, Vita minta mbak untuk segera pulang ke Indonesia dampingi papi dan mami terutama mas Randy, " ucap Vita.
" Vit, kamu yakin dengan keputusan mu?, " tanya Ziya.
" Yakin mbak. Sudah dulu ya mbak, Vita mau ganti baju dan turun ke bawah. Doain rencana Vita berjalan dengan lancar, " pamit Vita.
" Iya Vit, mbak doakan semua lancar dan mbak berharap kamu tidak mengambil keputusan itu, " balas Ziya.
Vita mengakhiri panggilan nya bersama Ziya. Ia letakkan ponsel nya di atas sofa.
Vita senderkan tubuh nya di sofa dan menatap lurus ke depan. fikiran nya melayang memikirkan semua nya.
" Keputusan lo sudah tepat Vit, jangan bimbang lagi. Ini semua demi kebaikan dan kebahagian semua orang. Lo gak bisa mundur lagi, " gumam Vita pada diri nya sendiri.
Vita bangkit dari sofa dan berjalan menuju lemari, Ia mengambil pakaian ganti nya dan mengganti pakaian sekolah nya.
Ia menarik nafas nya dalam dalam dan membuang nya perlahan.
" Lo bisa Vit. Setelah ini, semua nya akan berakhir, " gumam Vita menyemangati diri nya.
Setelah itu, Vita berjalan keluar kamar dan turun ke bawah untuk makan siang bersama kedua mertua nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Hayooo, makin penasanaran gak nih akak akak?.
Ikuti terus yah kelanjutan cerita mereka.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.
__ADS_1