
Pagi ini Randy bangun kesiangan. Ia baru terbangun pukul delapan pagi. Di renggangkan terlebih dahulu otot otot nya yang pegal karena semalaman memeluk Vita.
Setelah merenggangkan otot otot nya, Randy meraba raba tempat tidur bagian kanan nya, kosong. Kedua mata Randy membulat sempurna saat mendapati Vita sudah tidak ada di tempat tidur.
Randy langsung bangkit dan berlari menuju kamar mandi. Ia berharap Vita ada di dalam kamar mandi. Berulang kali di ketuk nya pintu kamar mandi, namun diri nya tak mendapat sautan. Segera, Randy buka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam untuk mengecek, ternyata memang Vita tidak ada di sana.
Randy bergegas keluar dari kamar mandi dan akan turun ke bawah untuk mengecek keberadaan Vita. Namun, saat kaki nya baru melangkah keluar dari kamar mandi dan ingin menuju pintu kamar, mata nya tidak sengaja melihat ada secarik kertas di atas meja rias.
Randy segera mengambil kertas itu dan membaca apa yang tertulis di sana. Tubuh Randy langsung merosot ke lantai begitu selesai membaca isi nya. Ternyata itu pesan yang di tulis Vita untuk diri nya.
" Mas Randy, maafkan aku. Aku harus pergi. "
Demi apa, hati nya hancur setelah membaca pesan itu. Kenapa, setelah saling mengungkapkan perasaan, Vita malah pergi meninggalkan nya.
Tanpa terasa bulir bulir air mata sudah membasahi kedua pipi Randy. Randy terisak sambil memeluk surat dari Vita.
" Vita, kenapa kamu tega pergi meninggalkan aku lagi. Bukan nya kamu sudah berjanji akan selalu ada di sisi ku. Bukan nya, kita sudah saling mencintai tapi kenapa kamu malah pergi, " gumam Randy sambil terus terisak.
" Vita, " teriak Randy memanggil nama Vita.
Randy terus menangis dan berulang kali berteriak memanggil nama Vita sambil terus memeluk erat surat dari Vita.
****
PARIS, PERANCIS.
Clara sudah di perbolehkan pulang oleh dokter setelah beberapa hari menjalani rawat inap di rumah sakit.
Selama di rawat inap di rumah sakit, teman teman model dan tim nya yang lain bergantian menjenguk nya. Begitu juga Alex, yang setia merawat dan menjaga nya setelah pulang dari kantor.
Kini, Clara sudah sampai di halaman depan penthouse milik Alex. Alex menggendong Clara dari halaman depan penthouse milik nya menuju kamar mereka. Alex tidak ingin Clara kelelahan, maka dari itu diri nya berinisiatif menggendong Clara.
Dengan hati hati, Alex membaringkan Clara di atas tempat tidur. Ia mengecup lembut kening Clara, lalu menyelimuti Clara.
" Kamu istirahat dulu di kamar. Aku akan meminta pelayan membuatkan makan siang untuk kita berdua, " ucap Alex dengan nada yang begitu lembut.
Hati Clara tersentuh dengan setiap perhatian dan sikap Alex yang begitu romantis untuk diri nya. Randy juga romantis dan perhatian sih, tapi Alex jauh lebih segala nya dari pada Randy.
Clara mengangguk mengiyakan perkataan Alex. Setelah itu, Alex berjalan keluar kamar menuju dapur menemui pelayan nya.
" Uhh, Alex benar benar romantis dan perhatian banget sih. kalau gini cara nya, aku pasti lebih milih Alex. Kelihatan nya Alex memang benar benar cinta sama aku, mungkin aku juga bisa mencoba mencintai Alex, " gumam Clara saat Alex sudah pergi meninggalkan nya sendiri di dalam kamar.
" Untuk sekarang, lebih baik aku gak berhubungan dulu sama Randy. Lagi pula, dia harus di kasih pelajaran karena berani mengabaikan panggilan dari ku. Lebih baik, aku fokus untuk membuat Alex cinta mati sama aku, " gumam Clara tersenyum licik.
" Aku bosan tidur terus, Alex mana sih lama banget pergi nya, " omel Clara.
Tak berapa lama, Alex kembali masuk ke dalam kamar. Alex melihat Clara yang masih belum tidur, datang menghampiri Clara. Ia duduk di tepi tempat tidur di samping Clara.
" Sayang kenapa tidak tidur? Kamu harus banyak istirahat, " tanya Alex lembut sambil mengelus elus pipi Clara.
" Aku gak bisa tidur. Lagi pula, aku bosan istirahat terus di atas tempat tidur. beberapa hari ini aku kan sudah istirahat di rumah sakit. Aku sudah sembuh, " jawab Clara manja.
" Kalau gak mau istirahat, kamu mau ngapain?, " tanya Alex.
" Kita nonton saja yah. Tapi, kamu temani aku nonton, " pinta Clara.
" Iya sayang, sebentar aku ambil remote tv nya, " jawab Alex lalu berjalan menuju ke meja tv mengambil remote, setelah itu kembali menghampiri Clara.
__ADS_1
Clara sudah duduk bersandar di atas tempat tidur. Lalu, Clara menepuk tempat tidur di samping nya menyuruh Alex untuk duduk di samping nya. alex menuruti keinginan Clara, Ia pun naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar di samping Clara.
Alex memencet tombol on pada remote tv, lalu mencari program tv yang seru untuk di tonton. Setelah menemukan nya, Alex meletakkan remote tv di atas tempat tidur lalu menonton bersama Clara.
Clara memiringkan badan nya menghadap Alex, namun mata nya masih menatap layar tv di depan nya. Setelah itu, Clara menyenderkan kepala nya di bahu Alex dan tangan nya kanan nya Ia letakkan di atas dada Alex.
Setelah tiga puluh menit menonton tv, Clara merasa sangat bosan. Biasa nya, Ia selalu sibuk di studio bersama tim nya, namun beberapa hari tiduran membuat nya sebentar sebentar merasa bosan.
Clara yang sudah tidak ingin menonton, memainkan jari jari tangan nya di atas dada Alex. Alex menggenggam tangan Clara yang sibuk bermain di atas dada nya.
" Sayang, kamu sedang tidak menggoda ku kan saat ini?, " tanya Alex dengan suara parau.
" Ehmm, aku bosan Lex menonton tv. Seperti nya menggoda mu bukan ide yang buruk, " goda Clara dengan suara manja.
" Sayang, kamu baru saja keluar dari rumah sakit, " ucap Alex terbata bata karena menahan desahan nya.
" Aku sudah sembuh dari kemarin, kamu saja yang memaksa ku untuk lebih lama di rumah sakit. Padahal, aku sudah sangat merindukan sentuhan dan belaian mu, " balas Clara yang kini tangan nya sudah mengelus milik Alex dari luar celana Alex.
" Clara, ahhh kamu yakin ahh mau melakukan nya aahh, " ucap Alex yang sudah tidak bisa menahan desahan nya.
" Iya sayang, " balas Clara dengan suara yang begitu menggoda.
Alex sudah tidak bisa menahan nya lagi. Ia membalikkan tubuh nya dan kini posisi nya berada di atas Clara.
" Jika itu mau mu sayang, aku akan memuaskan mu hari ini, bersiap lah, " ucap Alex lalu mencium bibir Clara dengan penuh nafsu.
Clara membalas ciuman Alex dan kedua tangan nya kini sudah melingkar di leher Alex. Siang itu, mereka melakukan nya sampai melewatkan makan siang mereka. (Fikirkan sendiri ya akak, mereka melakukan nya berapa ronde).
****
Malam hari nya, Alex bangun terlebih dahulu. Ia beranjak dari tempat tidur menuju ke dalam kamar mandi.
Alex menghampiri Clara yang masih tidur nyenyak di atas tempat tidur. Ia menepuk pelan pipi Clara.
" Sayang bangun, " ucap Alex lembut.
Clara menggeliat lalu perlahan membuka mata nya. Ia melihat Alex baru selesai mandi dan masih mengenakan handuk.
" Sayang, kamu mandi sekarang yah lalu kita ke bawah untuk makan malam. Tadi siang kita melewatkan makan siang, dan aku gak mau kamu sakit lagi karena telat makan, " ucap Alex.
" Iya sayang, " jawab Clara lalu menyibakkan selimut nya dan berjalan menuju kamar mandi dengan keadaan polos.
Selesai mandi dan berpakaian, Alex mengajak Clara turun ke bawah untuk makan malam.
" Lex, besok aku akan kembali bekerja, " ucap Clara di sela sela makan.
" Kamu yakin sayang? Kamu baru saja keluar dari rumah sakit, " tanya Alex.
" Iya Lex. Aku bosan kalau tidak melakukan apapun, " jawab Clara mantap.
" Yasudah, kalau begitu. Tapi, kamu jangan memaksakan diri mu untuk bekerja. Kalau memang sudah tidak sanggup lagi, kamu minta izin untuk pulang, " ucap Alex.
" Iya sayang ku, " balas Clara tersenyum dan Alex juga membalas senyum Clara.
Mereka kembali melanjutkan makan malam dengan hening. Setelah selesai, Alex mengajak Clara untuk kembali ke kamar. Ia ingin Clara cepat tidur agar besok bisa lebih fresh saat mulai bekerja kembali.
****
__ADS_1
Clara sudah berada di kantor nya lebih pagi dari pada biasa nya. Ia ingin bertanya terlebih dahulu kepada atasan nya, apa diri nya sudah bisa melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda kemarin.
Karena memang banyak nya pekerjaan yang tertunda, Claudia menyuruh Clara untuk segera ganti baju dan bersiap di studio. Dengan semangat, Clara pergi ke ruang ganti untuk mengganti baju nya.
" Berengs*k! Cepat banget dia keluar dari rumah sakit dan kembali bekerja. Harus nya dia itu gak pernah kembali lagi ke sini, " umpat Alexa.
" Tenang Alexa, jangan emosi. Dengan dia kembali ke sini, itu berarti kita bisa kembali memberi nya pelajaran, " ucap Elise.
"Apa rencana kamu selanjut nya?, " tanya Alexa dan Catherine bersamaan.
Elise membisikkan rencana nya ke telinga Alexa dan Catherine, terlihat Alexa dan Catherine mengangguk mengerti.
" Rencana kamu memang gila banget Elise, " ucap Catherine.
" Iya gila banget tapi aku setuju. Aku ingin Clara tidak bisa menyombongkan diri nya lagi karena memiliki tubuh yang sexy, " ucap Alexa.
" Kalau begitu, tunggu apa lagi. Laksanakan, " perintah Elise.
Alexa dan catherine mengangguk mengiyakan lalu pergi meninggalkan Elise.
" Clara, bersiap lah untuk pembalasan yang kedua, " gumam Elise dalam hati.
Clara telah selesai mengganti baju nya dan bersiap di studio. Namun, di dalam studio tidak ada siapa siapa.
" Kenapa gak ada orang? Apa mungkin masih terlalu pagi ya?, " gumam Clara pada diri nya sendiri.
" Ah, aku duduk saja lah sambil menunggu mereka semua datang, " gumam Clara lalu duduk di kursi yang di sediakan di dalam ruang studio.
Di sisi lain di sudut ruangan studio, Seorang pria tengah memperhatikan Clara yang duduk sendiri di dalam ruang studio. Bibir nya menyunggingkan seringai mengerikan.
" Kali ini, aku akan membalas semua perbuatan mu pada ku Clara, " gumam Pria itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Hayoo hayoo pada penasaran gak, kemana Vita pergi dan siapa pria yang akan membalas Clara?.
Ikuti terus kelanjutan nya ya akak.
__ADS_1
Jangan lupa kasih like dan bonus vote yang banyak ya, biar semangat lagi saya up nya***.