
Randy terus memperhatikan Vita yang terlihat sangat bahagia bisa bermain bersama teman teman nya.
Begini rasa nya mempunyai istri seorang remaja, merasa seperti kembali menjadi remaja lagi. Hehehe.
Setelah puas bermain, Vita dan teman teman nya menghampiri Randy yang sedang duduk di kursi yang ada di area timz*ne.
" Sayang, sudah puas main nya?, " tanya Randy sambil menyeka keringat di dahi Vita.
" Sudah sayang, puas banget. Terima kasih ya sayang. Oh iya, Ayu dan mas Rei kemana? Kenapa gak kelihatan?, " tanya Vita sambil melihat ke sana ke mari.
" Mereka sedang makan di cafe. Ayo kita susul ke sana, kalian pasti haus dan lapar kan, " ajak Randy dan semua orang mengangguk.
Mereka semua berjalan keluar area timez*ne menuju cafe di mana Ayu dan Rei berada.
Saat di depan pintu masuk cafe, mereka melihat lihat di mana Ayu dan Rei duduk.
" Momsky, lihat itu Ayu di sana, " tunjuk Ririn.
" Ohh iya ayo, " ajak Vita.
" Tapi tunggu momsky, lihat mereka berdua seperti nya sangat mesra yah?, " ucap Ririn.
" Wah wah wah, seperti nya ada yang baru jadian nih. Kita harus minta pajak jadian nih sekarang, " ucap Vita semangat.
" Betul momsky. Jangan aku dan Ririn saja dong yang di mintai pajak jadian, mereka juga harus, " balas Fabian.
" Makan enak, makan sampai puas, " ucap mereka berbarengan kecuali Randy yang hanya tersenyum melihat tingkah konyol istri dan teman teman nya.
" Ayo kita kejutin mereka, " ajak Vira dan yang lain mengangguk.
Mereka semua berjalan perlahan dan Randy menyuruh pelayan untuk tidak menggubris apa yang mereka perbuat. Siapa sih yang akan melawan perintah sultan, hihihi.
Saat sudah dekat, mereka semua berteriak mengejutkan Ayu dan Rei. Bahkan Ayu dan Rei sampai tersedak minuman mereka. Pengunjung yang lain pun tak kala terkejut nya, tetapi mereka tidak berani protes karena ada Randy di sana. Jika berani mengusik, maka akan tawat riwayat nya.
" Kalian ini ngagetin saja. Sampai sakit tenggorokan gue karena tersedak, " omel Ayu.
" Sayang, sakit banget tenggorokan nya ya? Ayo kita ke rumah sakit sekarang, " tanya Rei khawatir.
" Ciye ciye, ada yang sudah panggil sayang sayang nih guys, " goda Vita.
" Pajak jadian, pajak jadian, makan enak, makan sampai puas, " teriak mereka semua berbarengan.
Wajah Ayu dan Rei memerah karena malu di goda terus terusan. Baru kali ini Rei merasa sangat malu, tapi apa lah daya resiko punya kekasih anak remaja.
" Ok ok baiklah. Kalian bisa makan sepuas nya, saya yang bayar, " ucap Rei menghentikan teriakan mereka karena merasa semakin malu semua pengunjung memperhatikan mereka.
" Yeeeee, makan sampai puas, " teriak mereka semangat.
Rei memanggil pelayan dan menyuruh untuk membawakan buku menu dan menyusun meja dan kursi untuk bisa mereka dudukin bersama sama.
Setelah pelayan selesai menyusun meja dan kursi, mereka semua duduk dengan semangat. mereka duduk di tengah tengah cafe, dan menjadi pusat perhatian semua pengunjung.
Semua orang memesan makanan lebih dari dua menu. Benar benar makan sampai puas yah. Siap siap dompet terkuras habis ya Rei.
Selesai memesan dan pelayan pamit undur diri, mereka kembali bercanda tawa dan tak lupa menggoda pasangan baru mereka. Benar benar sangat menyenangkan menggoda mereka berdua, apa lagi sama sama baru pertama kali pacaran.
" Sayang, sewaktu kita dulu menikah, kenapa mereka tidak minta pajak jadian kepada kita?, " tanya Randy.
" Sudah kok sayang, " jawab Vita.
"Kapan? Kita saja tidak pernah mentraktir mereka makan di luar, " tanya Randy bingung.
" Waktu resepsi kita, mereka makan sepuas nya, " jawab Vita.
__ADS_1
" Itu beda dong sayang, " protes Randy.
" Beda apa nya sayang?, " tanya Vita bingung.
" Pokok nya tetap beda. Aku mau traktir mereka juga seperti ini. Aku gak mau di bilang pelit atau gak sanggup bayarin mereka makan sampai puas, " jawab Randy cemberut.
" Iya iya, nanti kita traktir mereka. Sudah jangan cemberut lagi, nanti hilang ketampanan suami ku ini, " rayu Vita.
Randy tersenyum mendengar rayuan Vita. Ia pun tak kalah mesra nya dengan pasangan yang baru jadian. Bisa bisa nya di depan umum Randy mencium kening Vita.
Vita memukul lengan Randy karena seenak nya saja mencium di depan umum dan jadi pusat perhatian, terlebih jadi bahan godaan teman teman nya.
" Perhatian semua nya, saya ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian, " ucap Randy dan seketika semua teman teman Vita berhenti menggoda mereka.
" Setelah kalian selesai menyelesaikan UASBN, saya akan mentraktir kalian semua sebagai pajak jadian atau bisa di bilang perayaan atas pernikahan saya dan Vita. Waktu itu saya tidak tau kalau ada yang seperti ini, jadi setelah tau saya ingin melakukan nya juga, " ucap Randy tegas.
Mereka semua saling memandang satu sama lain dan sedetik kemudian mereka bersorak ria karena akan makan enak lagi sampai puas.
" Wuih jarang jarang nih tuan Randy traktir, harus makan di restoran mahal nih, " ucap Rei.
" Tempat kalian boleh pilih di mana saja, saya dan Vita tidak keberatan, " balas Randy.
" Wahh, kalau begitu nanti kita makan di restoran mahal dan terkenal di jakarta ya Om eh mas Randy, " ucap Vira.
" Terserah kalian mau di mana, saya dan Vita tidak berkeberatan, " balas Randy tersenyum ramah.
Mereka bersorak ria mendengar ucapan Randy. Bukan karena gak punya uang untuk makan di restoran mahal, tapi kalau gratis siapa saja pasti senang dong. Hahahaha.
Selang beberapa waktu, para pelayan cafe datang membawakan pesanan pesanan mereka. Setelah selesai menghidangkan, para pelayan pamit undur diri.
Karena sudah lapar dan tidak sabar melahap makanan di hadapan mereka, mereka langsung menyerbu makanan mereka. Randy dan Rei bergidik ngeri melihat cara makan para remaja di depan mereka, seperti tidak makan sebulan saja. Tapi mereka merasa bahagia, karena bisa melihat kebahagiaan terpancar di wajah semua orang.
Selesai makan, Randy dan Rei mengajak mereka pulang karena besok akan melaksanakan ujian, mereka harus beristirahat dengan cukup. Tanpa penolakan, mereka semua keluar dari cafe dan berjalan menuju parkiran mall.
Selesai makan malam, Vita meminta izin untuk langsung pergi ke kamar. Ia ingin mengulang sebentar pelajaran sekolah nya.
Sementara, Randy masih duduk bersama kedua orang tua nya di ruang keluarga. Ia sedang membahas bisnis dengan Ilham.
" Bagaimana perkembangan bisnis kita, Rand? Apa ada kendala?, " tanya Ilham.
" Tidak ada pi, semua lancar. Dan kerja sama kita dengan beberapa perusahaan dari luar negeri juga menghasilkan banyak keuntungan, " jawab Randy bangga.
" Bagus lah kalau begitu nak, papi bangga dengan pencapaian kamu, " ucap Ilham.
" Terima kasih pi, " balas Randy dan Ilham menganggukkan kepala nya.
Sesaat suasana hening, mereka kembali menonton acara tv.
" Rand, kalian tidak ingin pergi honeymoon?, " tanya Rita tiba tiba.
Randy menoleh ke arah mami nya lalu kembali menatap ke layar tv.
" Rand?, " panggil Rita.
" Randy juga ingin mi, tapi saat ini Vita kan masih sibuk ujian. Mungkin setelah selesai ujian nasional, Randy akan mengajak nya honeymoon, " jawab Randy.
" Apa kamu benar benar mencintai Vita?, " tanya Rita.
" Kenapa mami tanya begitu?, " tanya Randy balik dengan kening berkerut.
" Mami hanya ingin tau saja Rand, " ucap Rita.
" Randy sangat mencintai Vita, mi, " balas Randy.
__ADS_1
" Lalu, apa kamu sudah benar benar melupakan Clara?, " tanya Rita yang kini sudah menatap tajam ke arah Randy.
Deg.
Jantung Randy berdetak sangat cepat saat mami nya membahas tentang Clara. Entah kenapa, diri nya juga tidak bisa menjawab pertanyaan mami nya.
Sudah lama orang tua nya tidak lagi membahas tentang Clara. Setelah kejadian waktu itu, semua orang enggan membahas nya lagi.
Tetapi, pertanyaan mami nya juga mengulik hati nya. Diri nya juga sudah hampir dua minggu tidak saling memberi kabar bersama Clara.
Sejak Ia mengakui kalau sudah benar benar jatuh cinta dengan Vita dan hubungan mereka semakin mesra, Randy benar benar seperti tidak mengingat tentang Clara.
Tidak sekali pun Ia mengingat Clara, yang diri nya ingat hanya Vita dan bagaimana agar selalu bisa membuat Vita tersenyum bahagia.
" Apa aku memang benar sudah melupakan Clara? Apa aku sudah tidak mencintai nya lagi? Sejak aku mencintai Vita, perasaan ku kepada Clara seperti hambar. Cinta Vita benar benar membuat aku melupakan status ku yang masih sebagai kekasih Clara, " gumam Randy dalam hati.
Rita menepuk pelan paha Randy untuk meyadarkan putera nya dari lamunan.
" Rand, " panggil Rita.
" Ehh iya mi, " jawab Randy gelagapan.
" Kenapa malah melamun?, " tanya Rita.
" Gak apa apa mi, " jawab Randy.
" Randy pamit ke kamar ya mi, Randy mau temani Vita belajar, " ucap Randy.
Saat Randy beranjak dari sofa, Rita menahan tangan Randy dan menyuruh Randy untuk duduk kembali. Dengan terpaksa Randy menuruti perintah mami nya.
" Rand, mami tau kamu masih belum bisa melupakan Clara. Tapi, selama ini yang mami lihat kamu dan Vita sudah sangat bahagia dan saling mencintai. Mami minta segera kamu lupakan Clara dan jangan sampai kamu menyesal nanti nya, " ucap Rita mengingat kan.
" Iya mi, " jawab Randy singkat.
Randy beranjak dari sofa dan berjalan menuju tangga. Saat kaki nya ingin melangkah menaiki anak tangga, papi nya memberikan ancaman dan refleks membuat Randy berhenti dan terdiam.
" Rand, jika papi tau kamu menyakiti Vita hanya karena Clara, papi tidak akan tinggal diam. Vita bukan hanya sekedar menantu buat papi, dia sudah papi anggap seperti puteri papi sendiri. Jika suatu saat dia terluka karena mu, papi akan bawa Vita jauh dari kehidupan mu untuk selama nya, " ancam Ilham.
Deg.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak.