
Semua tamu yang hadir, mulai menemui Randy dan Vita untuk bersalaman dan mengucapkan selamat.
Masih setengah hari aja, Vita udah lelah melayani ucapan selamat dari para tamu undangan yang kebanyakan rekan bisnis Randy, teman teman Ilham dan Rita serta tamu dari keluarga suami Ziya.
" Babang, pegal kaki ku berdiri terus. Apalagi, pakai high heels begini, " rengek Vita.
" Yaudah sabar aja. Nanti, kita curi curi waktu untuk bisa istirahat sebentar, " ucap Randy.
" Iya mas. Terima kasih,m" balas Vita lalu tersenyum.
Setelah menikmati hidangan yang tersedia, Alfian dan yang lain nya menghampiri v
Vita dan Randy.
" Momsky, Om. Sekali lagi, selamat ya, "ucap Ririn heboh.
" Heh, jangan panggil aku Om. Aku belum setua itu, " protes Randy.
" Terserah gue dong Om. Lagian, gue gak mau panggil lo pospky karena panggilan itu cuma untuk popsky Alfian, " balas Ririn ketus.
Randy mendengus mendengar omongan Ririn. Ia benar benar kesal di buat teman teman istri nya ini.
Vita melihat Randy kesal, hanya bisa mengelus punggung suami nya agar sabar menghadapi teman teman nya.
" Momsky, nanti cerita ke kita kita ya gimana rasa nya malam pertama, " bisik Vira di telinga Vita yang langsung membulatkan mata nya.
" Ngeres otak lo Vir, " ucap Vita sambil menoyor kepala Vira.
Vira tertawa kekeh melihat reaksi Vita. Namun, yang lain hanya diam aja karena gak tau apa yang di bisikin Vira.
" Vit, sekali lagi gue ucapin selamat ya untuk lo. Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah, "ucap Alfian tulus sambil mengulurkan tangan kanan nya.
" Thanks fian, atas doa tulus lo, " balas Vita sambil membalas uluran tangan Alfian.
" Jangan lupa sama ucapan gue ya. Kalau lo lelah, lo boleh kok berhenti dan berbalik ke belakang. Gue pasti selalu ada untuk nungu lo, " ucap Alfian.
" Dia gak akan lelah dan berbalik untuk lo. Karena aku gak akan biarin itu terjadi, " balas Randy ketus lalu merangkul erat pinggang Vita.
" Mas udah, jangan di terusin. Aku gak mau kalian berantem seperti waktu itu, " ucap Vita melerai.
" Maaf ya vit, " ucap Alfian. Sementara Randy hanya berdehem menyauti permintaan Vita.
" Yasudah momsky, kami lanjut icip icip lagi ya menu menu yang lain, " ucap Fabian.
" Perut karet lo ya bian, dari tadi makan mulu, "sindir Ririn.
" Biarin, " balas Fabian lalu menjulurkan lidah nya mengejek Ririn.
Semua yang ada di sana, hanya geleng geleng kepala melihat Ririn dan Fabian yang udah seperti Tom and Jerry, di mana mana selalu ribut.
Mereka berlalu meninggalkan Randy dan Vita. Yang lain pada lanjut icip icip, sementara Alfian menuju ke arah piano yang ada di samping danau.
" Test, satu dua tiga. Permisi semua nya, mohon perhatian nya, " ucap Alfian.
Semua tamu undangan, keluarga dan mempelai pengantin beralih kesumber suara.
" Saya mengucapkan selamat atas pernikahan sahabat sekaligus partner saya dalam menjaga teman teman satu kelas yang otak nya kadang kadang somplak. Hari ini, saya akan mempersembahkan lagu di hari penting dalam hidup nya. Terima kasih, " ucap Alfian.
Semua tamu undangan tertawa mendengar kata kata Alfian, lalu bertepuk tangan. Alfian duduk di kursi dan bersiap siap untuk bernyanyi sambil memainkan piano.
What would I do without your smart mouth
Drawing me in, and you kicking me out
Got my head spinning, no kidding, I can't pin you down
What's going on in that beautiful mind
I'm on your magical mystery ride
And I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright
My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind
'Cause all of me
__ADS_1
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all, all of me
And you give me all, all of you
How many times do I have to tell you
Even when you're crying you're beautiful too
The world is beating you down, I'm around through every mood
You're my downfall, you're my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can't stop singing, it's ringing, in my head for you
My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all, all of you
Give me all of you
Cards on the table, we're both showing hearts
Risking it all, though it's hard
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you
I give you all, all of me
And you give me all, all of you
__ADS_1
* all of me, John Legend *
Setelah Alfian selesai bernyanyi, para tamu undangan memberikan tepuk tangan yang meriah. Alfian berdiri membungkukkan sedikit badan nya sambil meletakkan tangan kiri nya di belakang punggung nya. Setelah itu, kembali berdiri tegak dan menghampiri teman teman nya kembali.
" Guys, gue gak tega deh liat momsky dan popsky. Kisah cinta mereka itu, udah seperti Devd*s aja. Saling cinta tapi gak bisa bersatu, " ucap Ririn.
" Devd*s siapa Rin? Kok gue gak tau, " tanya Fabian.
" Ishhh, **** lo ahh. Masa gak tau. Itu loh, kisah cinta dalam film India yang pemain nya Shahrukh Khan, " jawab Ririn.
" Doyan juga ya lo nonton film India. Gue fikir, lo doyan nya nonton film kartun, " ledek Fabian.
" Ishhh, ya iya lah doyan. Secara pemain nya tampan tampan, gak seperti lo butek seperti air comber*n, " Ririn membalas ledekan Fabian.
Semua teman teman mereka tertawa mendengar ledekan Ririn untuk Fabian. Gak pernah lihat tempat, mereka selalu aja bertengkar kalau sudah bersama.
Fabian mencubit bibir Ririn yang selalu aja ngeledekin diri nya. Gemes tapi kalau jauh sih, kangen kata nya. Hehehehe.
********
Udah pukul 10 malam, namun tamu undangan masih aja ramai. Vita udah gak sanggup lagi berlama lama menemani para tamu undangan.
" Babang, aku udah gak sanggup lagi. Kita balik ke kamar yukk, kaki aku udah sakit banget. Lihat ini sampai lecet lecet, " ucap Vita sambil mengangkat kaki kanan nya sedikit ke atas agar kelihatan Randy.
Randy berjongkok untuk melihat kaki Vita dan benar aja, kaki nya udah lecet karena terlalu lama memakai high heels.
Randy melepaskan high heels Vita dan meminta salah satu pelayan membawa nya ke kamar. Setelah itu, Randy dengan sigap menggendong Vita ala bridal style.
" Ehh, mas turunin. Aku bisa jalan sendiri kok. Malu di lihatin tamu undangan, " ucap Vita yang wajah nya udah memerah.
" Udah jangan bawel. Kalau kamu jalan sendiri, nanti lama sampai kamar. Jadi, diam aja di gendongan, " balas Randy.
Vita terpaksa menurut. Karena malu di lihatin semua tamu undangan yang senyum senyum melihat tingkah mereka, Vita menyembunyikan wajah nya di dada bidang Randy.
Randy berjalan menghampiri Rita dan Ilham untuk pamit ke kamar, agar mereka bisa menghandle para tamu undangan yang tersisa.
" Pi mi, kami pamit ke kamar duluan ya. Kasihan Vita udah gak sanggup. Lihat kaki nya, juga udah lecet, " ucap Randy.
" Yaudah sayang, bawa Vita masuk. Nanti sisa tamu undangan, mami dan papi yang urus, " balas Rita yang terlihat khawatir melihat menantu nya yang udah sangat kelelahan.
Setelah mendapat izin, Randy membawa Vita langsung ke kamar nya. Sesampai nya di kamar, Randy langsung mendudukkan Vita di pinggir tempat tidur.
" Perlu aku bantu untuk bersih bersih? " tanya Randy yang kini berjongkok di depan Vita sambil memperhatikan kaki Vita yang lecet.
" Ehhh, gak usah mas. Aku bisa sendiri. Mas mandi duluan aja, aku mau lepasin gaun pengantin ini, " jawab Vita.
" Yaudah, aku mandi di kamar tamu yang sebelum nya kamu pakai. Kalau ada apa apa, panggil aja aku, " balas Randy.
" Iya mas. Emm makasih ya mas, udah gendong aku dari taman sampai ke kamar, " ucap Vita.
" Sama sama, " jawab Randy lalu tersenyum.
Randy berdiri dan berjalan menuju lemari untuk mengambil baju ganti. Lalu, mengambil handuk setelah itu berjalan keluar kamar.
" Ya Allah, mencintai suami adalah kewajiban istri begitu juga sebalik nya. Tapi, dengan hubungan pernikahan yang seperti ini, apa bisa cinta tumbuh di hati kami? Sementara, nama Clara udah terukir indah di hati suami ku, " gumam Vita pelan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Visual Alfian yang sedang bermain piano di resepsi Vita dan Randy.
__ADS_1