
Di hari minggu pagi, Randy terbangun karena mendengar suara musik yang berasal dari taman. Ia meraba raba bagian tempat tidur di samping nya, kosong. Dengan terpaksa Randy membuka mata nya mencari keberadaan istri nya.
Setelah mengedarkan pandangan nya ke seluruh kamar dan gak mendapati sosok istri nya, Ia berjalan ke arah kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi. Hasil nya juga nihil, gak ada sahutan dari dalam kamar mandi. Randy membuka pintu kamar mandi dan mencoba mengecek di dalam kamar mandi, Ia takut Vita tertidur lagi saat berendam. Namun, Randy juga tidak menemukan istri nya di dalam sana.
Randy segera keluar dari dalam kamar menuju ke lantai bawah. Suara musik semakin terdengar keras di telinga nya. Randy mempercepat langkah nya menuju taman belakang.
Randy terkejut melihat semua orang di rumah nya sedang melakukan gerakan senam. Mami, papi, Bibi, supir, tukang kebun bahkan satpam rumah nya sedang senam sekarang. Dan yang membuat Randy semakin terkejut, istri nya berdiri paling depan memimpin semua orang dengan pakaian yang emmm sexy.
Randy berjalan ke arah mini compo dan menekan tombol off. Semua orang berhenti melakukan gerakan senam saat suara musik berhenti tiba tiba. Mereka menoleh dan melihat Randy berdiri sambil bersedekap dada.
" Rand, mau ikut senam?, " tanya Rita.
Randy gak menjawab pertanyaan mami nya malahan berjalan ke arah istri nya. Randy menatap tajam ke arah istri nya yang memakai pakaian senam yang di rasa nya sangat ketat dan memperlihatkan lekuk tubuh istri nya.
" Aku gak larang kamu senam. Tapi, aku larang kamu pakai baju yang ketat dan memperlihatkan lekuk tubuh kamu. Aku gak mau laki laki lain melihat nya, termasuk juga papi, " ucap Randy datar lalu melirik papi nya.
Ilham mendengus kesal mendengar ucapan anak nya. Mana mungkin lah dia berfikir yang tidak tidak melihat menantu nya memakai pakaian senam.
" Mas jangan ngomong gitu ke papi, gak sopan tau. Lagi pula mana ada orang senam pakai daster kedodoran, " tegur Vita.
" Terserah. Tapi, kenapa tiba tiba kalian senam di hari minggu?, " tanya Randy keheranan.
" Olahraga itu perlu Rand, apa lagi di rumah ini sudah pada berumur kecuali kamu dan Vita, " ucap Ilham sambil mengelap keringat nya dengan handuk kecil.
" Betul itu Rand. Beruntung nya, Vita tau gerakan senam jadi mami minta dia yang pimpin gerakan nya, " timpal Rita.
Randy menghela nafas nya dengan berat. Ia membenarkan perkataan orang tua nya yang memang membutuhkan olah raga agar tetap sehat. Tapi, Randy gak rela istri nya di liatin terus dengan pakaian senam yang sangat ketat di tubuh istri nya itu.
" Kamu ikutan senam juga yuk, " ajak vita.
" Gak mau. Sekarang, udahin aja deh senam nya, kamu ikut aku ke kamar ya, " pinta Randy manja.
Semua orang menggelengkan kepala mereka dan tersenyum lucu melihat tingkah manja Randy kepada istri nya itu.
" Yaudah nak, kita selesaikan aja senam nya sekarang. Kalau Randy sudah manja begitu, susah nolak nya. Kalah balita di buat nya, " ledek Ilham lalu berlalu pergi masuk ke dalam rumah dan di susul istri nya.
" Bi, tolong siapin sarapan nya ya untuk semua. Maaf, pagi ini Vita gak bantu bibi, " ucap Randy dan di anggukin bi Ana.
Setelah berpesan kepada bi Ana, Randy menarik lengan Vita mengajak nya segera kembali ke kamar mereka.
Sesampai nya di dalam kamar, Randy langsung mengunci pintu kamar nya. Hal itu, membuat Vita keheranan.
" Mas, kenapa pintu nya di kunci? Biasa nya juga gak pernah di kunci, " tanya vita.
Randy berjalan mendekati Vita, tanpa menjawab pertanyaan dari Vita. Saat sudah berada tepat di hadapan Vita, Randy langsung menarik tengkuk Vita dan mencium bibir vita.
Vita yang terkejut karena tiba tiba mendapat serangan ciuman dari Randy hanya diam tanpa membalas nya. Randy geram karena Vita tidak membalas ciuman nya, Ia terpaksa melepas ciuman nya.
" Kenapa tidak membalas ciuman ku, sayang? Kamu tau, saat melihat mu memakai pakaian seperti ini membuat gairah ku bangkit. Rasa nya ingin sekali aku menerkam mu tadi di sana, " ucap Randy dengan suara parau.
Vita terkejut mendengar ucapan Randy. Namun, belum sempat Ia menjawab, mulut nya sudah di sumpal dengan bibir Randy.
Randy kembali mencium bibir Vita, kali ini Vita membalas ciuman Randy. Kedua tangan Vita juga sudah mengalung di leher Randy, karena menikmati ciuman dari Randy.
Lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut dan Randy menggiring tubuh Vita ke atas tempat tidur. Ciuman Randy kini turun ke rahang Vita lalu ke leher Vita dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana cukup banyak. Vita mendesah saat Randy menciumi leher nya. Tangan Randy juga sudah mulai bergerak masuk ke dalam kaos Vita. Saat tangan Randy sudah berada di atas dada Vita, Vita tersadar dan langsung menahan tangan Randy untuk berhenti.
Randy menghentikan gerakan tangan nya serta menjauhkan bibir nya dari leher Vita. Kening nya berkerut saat menatap Vita untuk meminta penjelasan.
" Aku sedang datang bulan mas, " ucap vita takut takut.
Randy mengeluarkan tangan nya dari dalam kaos Vita lalu mengelus lembut puncak kepala Vita. Randy mengecup lembut kening Vita lalu menyatukan kening mereka.
" Kamu terselamat kan kali ini, tapi mungkin tidak untuk lain waktu, " ucap Randy sambil tersenyum miring.
Vita menelan saliva nya susah payah. Ia tidak boleh melakukan hal itu dulu dengan Randy, sebelum rencana yang telah di susun nya terlaksana dengan baik.
" Iya mas, " balas Vita terbata bata.
Randy menjauh kan diri nya dari Vita lalu berjalan mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Randy berdiri di bawah guyuran air shower untuk menghilangkan gairah nya. Ia memejamkan mata nya, mengingat kembali ciuman panas nya bersama Vita.
" Clara, maafkan aku. Aku gak bisa menepati janji ku kepada mu untuk tidak menyentuh Vita. Aku akan melakukan tanggung jawab ku sebagai seorang suami dan memberikan hak nya yang seharus nya sudah aku berikan sejak awal menikah, " gumam Randy merasa bersalah.
" Entah kenapa, aku selalu bergairah saat bersama Vita. Tapi, kenapa saat bersama Clara, aku gak merasakan nya. Bahkan, saat dia sedang dalam keadaan polos waktu itu, aku malah pergi meninggalkan nya " gumam Randy frustasi.
Randy terus berfikir di bawah guyuran air shower sampai merasa gairah nya telah hilang. Setelah itu, Ia memakaikan sabun di tubuh nya lalu membilas kembali tubuh nya.
Selesai mandi, Randy segera keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan
__ADS_1
handuk yang melilit di pinggang nya.
Saat tadi Randy di dalam kamar mandi, Vita langsung mengambil ponsel nya dan mengirim pesan kepada Ziya. Ia harus memastikan rencana Ziya di sana berjalan lancar.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Vita mendapat balasan pesan dari Ziya. Ia bernafas lega karena rencana Ziya yang baru saja di jalan kan berjalan lancar. Sekarang, giliran diri nya yang harus memikirkan bagaimana cara nya menolak ajakan suami nya, karena Ia tau sangat berdosa jika Ia menolak suami nya.
Saat melihat Randy keluar dari dalam kamar mandi, Vita langsung bergegas memilihkan pakaian ganti untuk Randy dan langsung menyerahkan nya kepada Randy. Setelah itu, Ia mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
****
Randy dan Vita kini sudah berada di meja makan bersama Rita dan Ilham. Mereka sedang melahap sarapan mereka yang di buatkan oleh bibi.
Kening Rita berkerut saat melihat wajah Vita yang seperti memikirkan banyak hal.
" Vit, kamu kenapa sayang? Mami lihat kamu seperti banyak fikiran, " tanya Rita.
Vita menghentikan tangan nya saat ingin memasukkan nasi goreng ke dalam mulut nya, Vita menaruh kembali sendok nya ke atas piring.
" Vita gak apa apa mi, " jawab Vita berbohong. Gak mungkin kan dia jujur kalau memang dia sedang memikirkan cara menolak Randy agar rencana nya gak berantakan.
" Beneran kamu gak berbohong sayang? " tanya Rita memastikan.
" Iya mi, Beneran, " jawab Vita.
Rita mengangguk lalu kembali melanjutkan sarapan nya, begitu juga dengan Vita.
Selesai sarapan, Vita membantu bibi membereskan piring dan gelas kotor. Sementara, Randy, Ilham dan Rita duduk di ruang keluarga sambil menonton berita di televisi.
Saat sedang mencuci piring, ponsel Vita yang ada di atas meja makan berdering. Vita mencuci tangan nya yang bersabun lalu mengelap dengan kain.
Vita berjalan ke arah meja makan dan segera mengambil ponsel nya. Ia melihat nama Ayu tertera di layar. Vita segera menggeser tombol hijau sebelum ponsel nya berhenti berdering.
" Ada apa yu? " tanya Vita to the point saat sudah terhubung.
" Lo ikut kita ya jalan ke mall, jam sebelas siang ini, " ajak Ayu to the point menjawab pertanyaan Vita.
" Seperti nya gue gak bisa deh yu, " tolak Vita halus.
" Yah kok gak bisa? Dulu lo gak bisa karena harus kerja, sekarang kan lo gak kerja lagi. Jadi, kenapa gak bisa?, " tanya Ayu kesal.
" Gue kan sekarang status nya sudah jadi istri orang, mana bisa seenaknya jalan ke mall seperti kalian yang masih gadis, " jawab Vita dengan nada sedih.
Vita menoleh ke belakang, Ia melihat Rita sudah berdiri di belakang nya dan tersenyum lembut ke arah nya.
Tadi, Rita ingin pergi ke dapur meminta bibi membuatkan minuman untuk nya dan suami nya. Namun, saat Rita mendengar ucapan Vita yang menolak ajakan teman teman untuk jalan ke mall, Ia langsung saja menyela pembicaraan Vita dengan teman nya di telepon.
" Mami, " cicit Vita.
Rita mendekat ke arah Vita lalu mengelus bahu Vita dengan lembut saat sudah berada di hadapan Vita.
" Pergi lah minta izin suami mu, pasti dia mengizinkan. Meskipun sekarang kamu sudah berstatus sebagai istri, tapi kamu tetap lah masih anak remaja. Mami tau, kamu pasti juga ingin jalan ke mall bersama dengan teman teman mu. Pergilah bersenang senang sayang, mami izinin, " ucap Rita lembut.
" Tapi mi, " ucap Vita terpotong karena Rita menyela nya.
" Sekarang, katakan ke teman kamu itu kalau kamu juga akan ikut pergi, " ucap Rita.
" Kalau mas Randy gak izinin, gimana mi?, " tanya Vita.
" Pasti Randy izinin. Sekarang, katakan saja ke teman kamu kalau kamu akan pergi jalan dengan mereka, " jawab Rita. (Mertua rasa ibu kandung ya Vit ☺).
Vita terpaksa mengangguk dan mengatakan kepada Ayu kalau diri nya akan ikut jalan ke mall. Setelah itu, Ia mengakhiri panggilan nya bersama Ayu.
Rita pergi ke dapur menemui bi Ana meminta untuk dibuat kan minuman saat Vita berbicara kembali dengan Ayu. Setelah itu, Ia mengajak Vita untuk kembali ke ruang keluarga.
" Rand, kamu izinin ya Vita nanti siang jalan sama teman teman nya ke mall. Tadi, teman nya mengajak Vita pergi. " pinta Rita saat sudah duduk di sofa di samping suami nya.
Randy mengerutkan kening nya saat mendengar ucapan mami nya, lalu menoleh ke arah istri nya yang menunduk takut.
" Ke mall mana? Sama siapa saja pergi nya? Ada teman laki laki kamu tidak?, " tanya Randy bertubi tubi.
Vita mengangkat kepala nya dan menatap suami nya takut takut.
" Ke mall kamu yang waktu itu kita pergi pilih cincin. Yang pergi juga cuma aku, Ayu, Ririn dan juga Vira, " jawab Vita terbata bata.
Randy menghela nafas nya dengan berat. Sebenarnya, Ia gak ingin mengizinkan istri nya untuk pergi, namun tatapan tajam mami nya membuat diri nya terpaksa mengizinkan.
Sebelum Randy mengatakan mengizinkan istri nya pergi, ponsel nya yang ada di atas meja berdering. Randy segera mengangkat panggilan yang tertera nama Rei di sana.
" Ada apa?, " tanya Randy to the point.
__ADS_1
" Rand, asisten tuan Gerald tadi menghubungi ku. Ia mengatakan, kalau tuan Gerald akan kembali ke Amerika besok malam. Jadi, beliau mengundang mu dan Vita untuk makan malam bersama nya malam ini. Apa kamu bisa?, " tanya Rei.
" Katakan kepada mereka, aku dan Vita akan menghadiri undangan makan malam dari nya, " jawab Randy.
" Baiklah, nanti aku kirim kan nama restoran nya. Aku tutup dulu dan mengabari mereka, " ucap Rei.
" Ya, " jawab Randy singkat lalu memutuskan panggilan nya bersama Rei.
Randy meletakkan kembali ponsel nya ke atas meja, lalu menyandarkan punggung nya ke sofa.
" Kalian akan makan malam dengan siapa Rand?, " tanya Ilham.
" Tuan Gerald dan istri nya pi. Istri nya ingin langsung mengucapkan selamat atas pernikahan kami, " jawab Randy.
Ilham mengangguk kan kepala nya lalu kembali menonton berita di televisi.
" Rand, " panggil Rita mengingatkan Randy untuk mengizinkan menantu nya pergi.
Randy paham panggilan mami nya. Ia menoleh ke arah istri nya lalu tersenyum.
" Kamu boleh pergi, tapi paling lama kamu sudah ada di rumah jam lima sore. Malam ini kita akan pergi makan malam dengan client ku, " ucap Randy.
Vita tersenyum dan langsung memeluk Randy dengan erat.
" Terima kasih ya mas, " ucap Vita.
Ilham dan Rita berdehem membuat Vita langsung melepaskan pelukan nya dan tersenyum kikuk ke arah mertua nya.
" Nanti, aku akan berikan kamu kartu atm, kamu bisa beli apa saja yang kamu mau . Dan juga, nanti kamu mampir ke butik langganan mama dan pilih satu gaun di sana untuk acara makan malam kita, " ucap Randy.
" Mi, tolong kabari pemilik butik nya ya kalau Vita akan ke sana jam tiga sore, " pinta Randy dan langsung di anggukin Rita.
" Jalan jalan dengan teman mu selama empat jam, cukup kan?, " tanya Randy kepada Vita.
" Sangat cukup mas. Terima kasih ya suami ku tersayang, belahan jiwa ku, " jawab Vita sedikit menggombal.
Randy tersenyum tipis mendengar gombalan istri nya, Ia mencubit gemas pipi istrinya membuat Vita meringis sakit dan memukul pelan tangan Randy agar melepaskan tangan nya.
Setelah Randy melepaskan tangan nya dari pipi Vita, Vita bangkit dan berjalan menuju dapur.
" Kamu mau ngapain ke dapur?, "tanya Randy.
Vita berhenti melangkah dan berbalik ke arah Randy.
" Mau buat cupcake untuk suami dan kedua mertua ku tersayang, " jawab Vita tersenyum lalu kembali melangkah kan kaki nya menuju dapur.
Randy bangkit dan mengikuti istri nya menuju dapur. Ia ingin melihat istri nya memasak cupcake untuk diri nya dan kedua orang tua nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Curhat dikit boleh dong ya. Hehehehe.
Seperti biasa, kalau mau nulis tetap lihat comment comment kalian dulu. Eh tiba tiba salfok saja sama satu nama di sana. Ternyata suami ikutan comment, buat saya jadi tersenyum geli baca comment nya dan sempat gak fokus mau nulis.
Ada rasa malu dan bahagia saat suami baca novel saya, karena memang suami gak suka baca novel. Semoga saja dia nya gak protes kalau ada adegan yang lebih lebih dan melarang saya untuk nulis adegan mesra Randy dan vita nanti. Sudah pasti akak akak akan kecewa. Hahahaha.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak. Jauh banget nih ranking novel ini, saya jadi gak semangat nulis nya 😭***.
__ADS_1