
" Maaf kan aku, kak Al. Aku tau kamu merasa sangat kecewa dengan semua ini. Tapi, semua sudah terjadi, kita tidak bisa bersama seperti dulu lagi, " gumam Vita dalam hati sambil menatap sendu Aro yang masih menangis di hadapan nya.
****
Vita masih menatap Aro yang terus saja menangis. Ingin sekali rasa nya Vita memeluk Aro dan memberikan ketenangan untuk nya, tapi jika itu Ia lakukan, bisa saja Aro merasa kalau Vita memberi nya kesempatan.
Vita juga tidak ingin di saat memeluk Aro, ada yang melihat mereka dan berfikir yang tidak tidak, Ia tidak ingin semua menjadi kacau.
" Kak Al, aku tau kamu merasa kecewa dengan semua ini. Tapi, semua sudah terjadi, aku sudah menikah terlebih suami ku adalah sahabat kak Al sendiri. Aku sangat mencintai mas Randy, aku tidak sanggup berpisah dari nya, apa lagi sekarang aku sedang mengandung anak nya. Aku harap kak Al bisa mengerti dan merelakan semua yang pernah terjadi di antara kita, " ucap Vita.
Aro diam tak membalas ucapan Vita, Ia masih terus menangis mencurahkan kesedihan hati nya selama ini.
" Aku yakin dan percaya, kak Al akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari pada aku. Aku tau ini sulit untuk kak Al, tapi aku mohon kak Al bisa ikhlas merelakan aku bahagia bersama mas Randy, " ucap Vita lagi.
" Aku, aku gak bisa An. Aku sangat mencintai mu. Aku mohon kembali lah bersama mu, kita menikah dan hidup bahagia bersama, " balas Aro lirih.
" Kak Al, aku gak bisa. Aku sudah menikah dengan mas Randy. Aku gak bisa berpisah dari nya. Aku mohon kak Al mengerti dan merelakan aku bahagia bersama mas Randy, " tolak Vita.
Aro berjalan mendekati Vita lalu berlutut di depan Vita dan menggenggam kedua tangan Vita dengan air mata yang semakin deras.
" An, kamu tau selama ini di hati ku hanya ada nama mu. Aku telah membayangkan masa depan kita berdua bersama anak anak kita nanti. Aku sungguh sangat mencintai mu, aku bertahan selama ini agar bisa bertemu dengan mu dan menikah dengan mu. Tapi semua itu hancur berkeping keping hanya karena Randy. Aku mohon kamu tinggal kan dia dan kembali bersama ku. Aku rela membesarkan anak nya dan menganggap nya sebagai anak ku sendiri asal kan kamu mau kembali bersama ku. An, aku mohon pada mu kembali lah bersama ku, " mohon Aro lirih.
Vita tidak tega melihat Aro terpuruk seperti ini, ingin sekali Ia memeluk Aro dengan erat. Jika boleh jujur, rasa sayang yang pernah ada di hati nya untuk Aro masih ada dan sejujur nya dulu Ia masih sangat berharap Aro kembali datang. Tapi, semua sudah terlambat, diri nya sudah menjadi istri orang lain dan akan menjadi seorang ibu.
Vita harus tegas kali ini, Ia tidak ingin memberikan harapan palsu kepada Aro dan semakin membuat nya terluka. Ia juga tidak ingin membuat Randy salah paham dan menghancurkan rumah tangga nya sendiri.
" Kak Al, aku minta maaf. Aku tidak bisa kembali bersama kak Al seperti dulu lagi. Jujur ku akui, rasa sayang itu masih ada untuk kak Al tapi semua itu tidak berarti lagi karena sekarang aku sudah sangat mencintai mas Randy. Rasa sayang dan cinta ku sekarang hanya untuk mas Randy. Aku harap kak Al mengerti dan ikhlas merelakan aku bahagia bersama mas Randy. Aku mohon kakak jangan berfikir untuk memisahkan aku bersama mas Randy karena aku tidak bisa hidup tanpa diri nya. Aku benar benar minta maaf karena telah menyakiti hati kak Al, " ucap Vita.
Vita berusaha melepas kan tangan nya dari genggaman tangan Aro. Setelah terlepas, Vita berjalan mundur beberapa langkah lalu kembali berucap.
" Ikhlas kan aku kak. Aku akan bahagia jika kita bisa bersama sebagai kakak dan adik. Dan aku mohon, jangan putus kan hubungan persahabatan mu dengan mas Randy hanya karena aku. Jika itu terjadi, aku akan membenci diri ku sendiri karena telah membuat persahabatan kalian hancur, " ucap Vita.
Setelah mengucapkan hal itu, Vita langsung berbalik dan pergi meninggalkan Aro yang masih terus menangis.
Aro kembali kecewa dengan penolakan Vita. Ia tau semua sudah terlambat tetapi apa kah tidak ada kesempatan untuk diri nya. Aro terus memandangi punggung Vita yang kian menjauh dari pandangan nya.
" Maaf kan aku An, selama beberapa bulan ini aku mencoba untuk merelakan mu dan mungkin itu berhasil karena kesibukan ku. Tetapi saat melihat mu kembali, aku sadar aku tidak bisa merelakan mu, " gumam Aro lirih yang terus memandang ke arah Vita yang sudah tidak kelihatan lagi.
****
__ADS_1
Sesampai nya di dalam kamar, Vita berjalan dan naik ke atas tempat tidur dengan perlahan. Ia tidak ingin membuat Randy terbangun dan bertanya apa pun saat ini.
Ia rebah kan tubuh nya di atas tempat tidur dan tidur memunggungi Randy. Saat ini, Vita tidak bisa lagi menahan air mata nya, Ia pun menangis mengingat kembali apa yang baru saja terjadi.
" Aku tau kak, cinta kakak sangat besar untuk ku dan mungkin juga cinta kakak lebih besar dari pada mas Randy untuk ku. Tapi, aku minta maaf karena aku lebih memilih untuk setia bersama mas Randy. Saat ini, aku sudah sangat mencintai mas Randy dan aku tidak bisa kembali bersama mu. Aku mohon ikhlas kan diri ku, " gumam Vita dalam hati.
Setelah lelah menangis dan mata nya juga sudah bengkak, Vita tertidur dengan posisi memunggungi Randy.
Randy membuka mata nya saat merasa Vita telah tertidur. Ia bangkit dan duduk menyandar di atas tempat tidur. Ia pandangi Vita yang telah terlelap tidur.
" Kenapa kamu tidak jujur sejak awal kepada ku? Kenapa kamu tidak bilang kalau kak Al yang kamu maksud adalah Aro sahabat ku sendiri? Kenapa kamu rahasiakan ini semua dari ku? Di sini, aku merasa kalau aku yang paling bersalah karena telah menyakiti dua orang penting di dalam hidup ku. Baik diri mu maupun Aro, kalian berdua sangat berarti di dalam hidup ku, " gumam Randy lirih.
FLASHBACK ON.
Randy terbangun dari tidur nya dan merasa Vita tidak berada di dalam pelukan nya. Ia raba tempat tidur Vita, kosong, tidak ada Vita di sana. Ia buka mata nya lalu bangkit dari tempat tidur mencari Vita di dalam kamar mandi.
Setelah beberapa kali di ketuk, tetapi tidak ada sautan dari dalam kamar mandi. Randy pun membuka pintu kamar mandi dan memeriksa Vita di dalam sana, tetapi kamar mandi kosong.
Randy mulai panik karena tidak biasa nya Vita tidak ada di dalam kamar, apa lagi sekarang Vita sedang hamil muda.
Randy bergegas keluar dari kamar, mencoba mencari di sekitar rumah terlebih dahulu baru jika tidak ketemu, Ia akan meminta bantuan keluarga yang lain.
Randy mulai panik karena mendengar suara tangisan, Ia takut jika Vita yang sedang menangis. Randy pun berjalan semakin mendekat ke arah dapur, tetapi saat semakin dekat dengan dapur Ia mendengar itu bukan lah suara tangisan seorang wanita tetapi suara tangisan seorang pria.
Randy berjalan semakin dekat dan melihat istri nya sedang berdiri di depan pria yang sedang berlutut. Randy berfikir itu adalah Alfian, Ia sudah mengepal kan kedua tangan nya menahan amarah.
Tetapi, Randy terkejut karena pria yang sedang berlutut di depan istri nya bukan lah Alfian melainkan Aro, sahabat nya. Dan yang lebih membuat nya terkejut Ia mendengar pengakuan sahabat nya tentang perasaan nya selama ini.
" Jadi, kak Al yang kamu maksud waktu itu adalah Aro?, " gumam Randy dalam hati.
" Ya Allah, kenapa harus sahabat ku sendiri yang menjadi cinta pertama istri ku dan juga, kenapa harus istri ku yang menjadi cinta pertama sahabat ku. Terlebih, sahabat ku masih sangat mencintai istri ku sampai detik ini, " gumam Randy dalam hati.
" Jadi ini wanita yang kamu bilang saat itu kepada ku dan Rei saat kita kuliah di London. Wanita yang menjadi cinta pertama mu dan mendapat kan ciuman pertama mu. Wanita yang membuat kamu tidak bisa berpaling kepada wanita yang lain. Aro maaf kan aku karena telah merebut nya dari mu, " gumam Randy lirih dalam hati nya.
Ingin sekali Randy menghampiri mereka berdua dan meluap kan amarah nya karena istri dan juga sahabat nya telah menyembunyikan fakta sebesar itu. Tetapi, Ia juga ingin mendengar apa keputusan Vita. Siapa yang akan di pilih Vita, diri nya atau kah Aro.
Hati Randy menghangat saat mendengar Vita lebih memilih nya. Amarah nya pun perlahan mereda. Randy memutuskan untuk kembali ke kamar dan membiarkan Vita menyelesai kan terlebih dahulu dengan Aro. Baru setelah itu, giliran nya untuk membicarakan baik baik dengan Aro.
Randy percaya, Vita tidak akan macam macam bersama Aro, Ia pun mundur perlahan agar tidak ketahuan oleh Vita dan Aro lalu berbalik dan kembali ke kamar nya.
__ADS_1
FLASHBACK OFF.
Randy masih terus memandangi Vita yang terlelap tidur dengan posisi memunggungi nya.
" Jika, Aro kembali di dalam hidup mu saat kita bertengkar waktu itu, Apakah kamu akan lebih memilih nya dari pada aku? Yah mungkin saja, karena aku percaya Aro lebih bisa membahagiakan mu dan lebih bisa menjaga mu dari pada aku. Mungkin saja saat itu, aku akan memutuskan untuk merelakan mu dengan nya. Tapi, dia hadir di saat sekarang, di saat kita telah memiliki calon buah hati kita. Aku tidak akan pernah melepaskan mu untuk siapa pun. Aku akan terus berjuang agar bisa bersama dengan mu dan anak anak kita. Aku akan membahagiakan kalian, aku janji, " gumam Randy.
Setelah mengucapkan janji nya, Randy merebahkan tubuh nya di samping Vita lalu memeluk Vita dari belakang dan menciumi puncak kepala Vita berkali kali.
" Aku akan berjuang untuk bisa terus membahagiakan mu dan anak anak kita. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menghancurkan kebahagiaan kita karena kamu milik ku, " gumam Randy lalu kembali tidur sambil terus memeluk Vita dari belakang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Bagaimana episode kali ini, kembali menguras air mata kalian kah?
Jahat banget aku ya, pertama Alfian kini Aro yang harus terluka, lalu siapa lagi?
Eittss, jangan bully saya karena mereka ya. Hehehe.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak***.