
Tanpa menunggu jawaban dari Randy yang masih saja bergelut dengan fikiran nya, Rei memerintah kan seluruh atasan setiap divisi untuk menyuruh seluruh staf dan karyawan nya untuk berkumpul di aula sekarang juga. Ia tidak ingin Vita semakin mengamuk karena merasa ucapan nya di abaikan.
Setelah itu, Ia menarik Randy ke kenyataan dan mengajak nya untuk bergegas ke aula. Mereka berlari keluar dari ruangan meeting menuju ke arah lift. Setelah pintu lift terbuka di lantai 14, mereka segera keluar dan berlari menuju aula di mana Vita berada.
Sebelum membuka pintu aula, sekali lagi Rei bertanya kepada Randy, apa yang sudah di lakukan sahabat nya itu sehingga membuat istri nya menjadi marah besar.
" Woi bro, masih belum ingat juga apa yang sudah kamu lakukan sampai Vita marah besar seperti ini?, " tanya Rei sambil mengatur nafas nya karena kelelahan berlari.
" Aku gak berbuat salah apa apa. Tadi pagi saja kami masih mesra dan dia berpamitan untuk menemani Ayu bertemu client nya, " jawab Randy yang juga sedang mengatur nafas nya.
" Ok, sekarang kita temui Vita dan mendapat jawaban dari pertanyaan kita ini, " ajak Rei lalu membuka pintu aula dan melangkah masuk ke dalam di susul oleh Randy.
Terlihat satu persatu para staf dan karyawan memasuki aula sambil berbisik bisik mengapa mereka tiba tiba di kumpul kan seperti ini.
Randy dan Rei terus melangkahkan kaki nya menuju ke podium di mana Vita sedang duduk sambil menatap layar ponsel nya dan di sana Felix tetap setia berdiri di samping Vita.
" Maaf tuan, anda tidak di perbolehkan mendekati nona saat ini, " ucap salah satu bodyguard yang saat ini sedang menahan Randy untuk mendekati Vita.
" Siapa kalian berani berani nya melarang aku mendekati istri ku, hah, " bentak Randy tidak terima di larang oleh para bodyguard itu.
" Maaf tuan, tetapi ini perintah nona dan kami hanya menjalankan perintah nya, " ucap bodyguard tadi dengan tenang tanpa rasa takut sedikit pun.
" Kau jangan sembarangan berbicara atau ku robek mulut mu itu, " bentak Randy.
" Shutttt.. Tenang lah sayang, aku sedang menikmati akting nya Lee Min Ho, " ucap Vita dengan santai tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar ponsel.
Randy dan Rei tercengo mendengar ucapan Vita dengan nada santai nya itu. Bisa bisa nya, Vita melarang mereka mendekat karena tidak ingin terganggu saat menonton drama.
" Nona, semua sudah berkumpul, " ucap Felix saat melihat pintu aula telah tertutup sempurna pertanda semua staf dan karyawan telah berkumpul.
Vita mempause drama nya lalu memasuk kan ponsel nya ke dalam tas dan berdiri dari duduk nya. Ia meletak kan tas nya ke atas kursi yang tadi di duduki nya dan melangkah ke arah Randy dan Rei yang masih setia di tahan oleh para bodyguard nya.
" Lepas kan mereka dan kembali pada posisi kalian, " perintah Vita.
" Baik nona, " jawab para bodyguard patuh lalu melepas kan Randy dan Rei dan kembali pada posisi mereka masing masing.
Randy dan Rei melongo, dasar para bodyguard rese, nurut nya cuma sama omongan Vita doang. Yaelah, kan memang bos nya mereka ya Vita, itu juga atas perintah Daddy James, bos besar mereka. Dasar Randy dan Rei saja yang pikun.
" Sayang, ada apa? Apa ada yang menyakiti mu sampai kamu marah seperti ini? Baby baik baik saja kan?, " tanya Randy saat sudah berada di hadapan Vita lalu mengelus lembut perut Vita.
" Iya Vit, bilang sama kita siapa yang sudah menyakiti mu, " timpal Rei.
" Tenang lah, aku hanya ingin bersenang senang sedikit, " jawab Vita ambigu.
" Hah?, " pekik Randy dan Rei. Oh ayolah Vit, jangan buat orang lain tambah bingung dengan jawaban mu itu, batin mereka.
Vita mengacuhkan Rei dan Randy yang masih bingung dan menuntut jawaban dari nya. Ia berjalan ke arah micropon yang ada di tengah tengah podium dan mata nya menyisir setiap staf dan karyawan yang sekarang sedang berdiri rapi di bawah sana.
Mata nya terpusat ke satu orang yang berada di sana. Vita tersenyum miring saat melihat wajah angkuh orang itu. Vita mengalihkan pandangan nya ke salah satu bodyguard lalu memberi kode untuk mendekat ke arah nya.
Setelah membisik kan sesuatu, bodyguard tadi turun dari podium lalu berjalan mendekat ke arah orang yang di maksud.
" Permisi, apa benar dengan nona Rose?, " tanya bodyguard tadi.
" Benar, ada apa?, " tanya Rose balik dengan nada angkuh nya.
" Nona di minta tuan Randy untuk ikut naik ke podium. Mari saya antar nona, " jawab bodyguard tadi lalu mempersilahkan Rose ikut dengan sopan.
Rose terkejut karena bos mereka menyuruh nya untuk ikut naik ke atas podium. Rasa percaya diri nya semakin melambung, itu berarti rayuan nya selama ini berhasil. Jangan jangan, hari ini bos nya akan mengumumkan jika Ia akan menjadi nyonya Djaya. Tapi, kenapa wanita yang kemarin itu ada juga di sana, fikir Rose. Ia pun tak ambil pusing, yang penting bos nya yang menyuruh dia untuk ikut naik ke atas podium, urusan wanita itu nanti baru di urus nya. Rose mengikuti bodyguard tadi berjalan ke atas podium dengan sangat angkuh.
Vita yang melihat target nya berjalan dengan sangat angkuh hanya tersenyum tipis " Waktu nya untuk bermain, " gumam Vita dalam hati.
Rose menaiki tangga podium dengan sangat anggun lalu berjalan mendekat ke arah Randy dan berdiri tepat di samping Randy. Ia semakin mengangkat dagu nya tinggi tinggi, menunjukkan seberapa angkuh diri nya itu.
" Lah ngapain ini kembang centil ikutan naik ke atas podium?, " bisik Rei ke telinga Randy.
__ADS_1
" Gak tau, ikuti saja alur nya. Jangan banyak tanya deh, nanti bini gue tambah ngamuk, " balas Randy berbisik dan Rei manggut manggut lalu kembali menatap ke arah depan.
Lah kenapa si Randy jadi ikutan pakai lo gue ngomong nya ke Rei, ketularan para warga rempong nih. Hahaha.
" Selamat siang semua nya, maaf saya mengganggu waktu kalian semua, " sapa Vita kepada semua orang.
" Selamat siang bu, " balas semua orang serempak.
" Hari ini saya berdiri di sini untuk menyampaikan beberapa hal kepada kalian semua. Pertama, saya ucap kan terima kasih atas kerja keras kalian sehingga perusahaan kita semakin berkembang pesat seperti sekarang ini. Tanpa kerja keras tim di setiap divisi, saling bekerja sama dengan baik dan juga loyalitas kalian terhadap perusahaan, tentu perusahaan kita tidak akan maju seperti sekarang ini. Saya juga mengucapkan selamat kepada para staf dan karyawan yang baru saja bergabung dengan Djaya Group. Sebagai ucapan terima kasih kami atas kerja keras dan loyalitas kalian terhadap perusahaan, kami selaku pimpinan perusahaan akan memberikan bonus sebesar 10% dari gaji kalian, " ucapan Vita di akhir kalimat sontak saja membuat para staf dan karyawan bertepuk tangan dan bersorak gembira. Mereka juga berteriak mengucapkan terima kasih atas bonus yang mereka terima.
" Rand, serius nih mau kasih bonus ke semua staf dan karyawan? Kok lo gak bilang ke gue?, " tanya Rei berbisik.
" Lah gue saja baru tau ini, " jawab Randy ketus.
" Hah? Terus kok bisa Vita buat pengumuman begitu? Gue kira mah lo yang buat keputusan semua itu, " bisik Rei.
" Ishh gue bilang gak tau ya gak tau, ini bini gue kesambet apaan lah coba kok jadi nganeh gini. Berapa duit nih yang harus gue keluarin untuk kasih bonus ke semua orang, " gerutu Randy.
" Dasar bos pelit, " sindir Rei.
" Kampr*t lo, " umpat Randy.
" Ehh sekarang gue bingung, sebenar nya di sini yang jadi bos nya lo apa bini lo sih?, " tanya Rei.
Randy menghela nafas nya dengan berat " Status gue saja bos, tapi kalau bini gue sudah ngambil keputusan, gue angkat tangan bro. Kalau dia sudah mutusin sesuatu berarti sudah di fikir kan matang matang. Sekarang yang penting, setelah ini lo siapain semua nya untuk bonus staf dan karyawan, " jawab Randy.
Rei pun kembali manggut manggut dan berfikir setelah ini dia akan memantau bagian keuangan untuk mentransfer bonus ke rekening staf dan karyawan perusahaan. Eits tunggu, staf dan karyawan, bonus, kan dia juga staf di perusahaan ini, itu berarti dia juga dapat bonus dong.
Rei pun kembali mendekat kan wajah nya ke arah Randy lalu berbisik " Bro, gue kan staf juga di sini, itu berarti gue dapat bonus juga lah ya? Waahhh, mantap nih bonus 10%, ".
Randy pun menoleh ke arah Rei dan menatap tajam Rei " Dasar, mata duitan lo. kurang gaji lo selama ini? Dengar bonus cepat banget, " omel Randy.
" Yah lumayan lah untuk tambahan tabungan masa depan gue sama Ayu, " balas Rei lalu nyengir kuda.
" Kampr*t lo, " lagi lagi Randy mengumpat sangkin kesal nya.
Setelah suasana kembali tenang, Vita kembali melanjutkan ucapan nya " Yang kedua, saya mendengar jika ada gosip yang tidak enak di perusahaan ini. Saya hanya mengingat kan kalian semua, kalian bekerja di sini untuk membantu perusahaan menjadi lebih berkembang pesat bukan untuk menjadi seorang jal*ng. Jadi, jika niat kalian bekerja di sini hanya untuk menjadi jal*ng, saya tunggu surat pengunduran diri kalian di meja Siska secepat nya, " ucap Vita gamblang membuat seseorang merasa sangat tertohok dan para staf kembali berbisik sambil melirik sinis ke arah Rose.
" Rand, bini lo kenapa sih kok tiba tiba bahas beginian. Seperti nya memang bini lo kesambet deh atau jangan jangan lo selingkuh beneran, itu sama si kembang centil sebelah lo. Kan gosip nya tuh si kembang centil niat banget godain lo terus berharap menjadi nyonya Djaya. Si Vita tajam banget telinga nya, jarang ke kantor sekali ke kantor langsung ngumpulin semua orang " bisik Rei.
Kedua mata Randy membulat sempurna mendengar tuduhan Rei kalau diri nya selingkuh dengan kembang centil di sebelah nya ini. Yaelah, tertarik sedikit saja kagak, ini malah di bilang selingkuh. Buta kali mata Randy bisa selingkuhin Vita sama manusia macem Rose ini. Behh, kalah jauh lah sama bini nya.
Plaak.
" Aduh, sakit kampr*t, " umpat Rei mengaduh kesakitan karena kepala bagian belakang nya di pukul oleh Randy.
" Maka nya kalau ngomong jangan sembarangan, " kesal Randy.
Rei pun terdiam sambil mengusap usap belakang kepala nya yang habis di pukul Randy. Sakit banget pukulan Randy, sumpah, batin Rei.
Berbeda dengan semua orang yang kompak menuruti perintah Vita, dan juga Randy serta Rei yang asyik berbisik bisik ria, Rose sedari tadi mulai was was tentang status Vita yang sebenar nya.
" Apa jangan jangan memang dia istri nya mas Randy? Tapi kalau pun benar, aku gak takut. Aku juga bukan dari kalangan biasa, papah punya banyak uang, semua pasti beres dengan uang, " gumam Rose dalam hati.
" Satu lagi bonus untuk kalian semua sebelum membubar kan diri. Silahkan di tonton dan di hayati drama yang akan tayang sebentar lagi, " ucap Vita lalu berbalik dan memberi kode kepada Felix untuk memutar kan video yang sudah di siap kan.
Felix mengambil ponsel nya lalu menghubungi anak buah nya untuk memutar video yang telah di siap kan. Selang beberapa detik, video telah berputar di layar besar yang ada di atas podium.
Semua orang terkejut melihat video yang terputar di layar, terutama tersangka utama nya yaitu Rose.
Di layar itu sangat jelas sekali menampilkan Rose yang dengan berani nya masuk ruangan Randy tanpa izin apalagi tidak ada pemilik ruangan itu di sana. Ia dengan percaya diri nya berkeliling ruangan Randy dan terakhir duduk santai di kursi kerja Randy.
" Aku harus cari cara agar mas Randy menjadi milik ku. Bila perlu, aku jebak saja dia. Aku harus fikir kan satu cara agar rencana aku kali ini berjalan lancar. Apa aku kasih obat perangsang saja ya, " ucap Rose sambil berputar putar di kursi kerja Randy.
Randy mengepal kan kedua tangan nya menahan amarah saat mendengar dan melihat dengan jelas rekaman video yang berisikan Rose dengan gamblang nya berencana ingin menjebak diri nya.
__ADS_1
Para staf dan karyawan mulai berbisik bisik membicarakan Rose yang sangat tidak tau malu merencanakan hal memalukan seperti itu. Mereka memandang Rose dengan tatapan sinis dan hina.
Sementara Rose, kini wajah nya pucat pasi karena ternyata saat itu diri nya terkekam kamera cctv.
" Sebenar nya siapa wanita ini, kenapa dia bisa mempunyai rekaman diri ku. Apa memang benar dia istri nya mas Randy. Kalau benar, tamat riwayat ku kalau sampai mas Randy tau aku mengatai anak nya sebagai anak haram, " gumam Rose dalam hati.
" Kau, lancang sekali, " bentak Randy lalu mencengkaram erat kedua pipi Rose.
Rose meringis kesakitan karena cengkaraman Randy begitu erat. Vita yang kembali duduk di kursi dengan menyilangkan satu kaki nya menyuruh bodyguard untuk melerai Randy dan menjauhkan nya dari Rose.
" Lepas kan, akan aku kasih pelajaran wanita itu, " ronta Randy saat dua bodyguard menarik nya menjauh dari Rose.
" Sabar sayang, pertunjukan nya masih belum selesai. Silahkan kembali menonton video nya, " ucap Vita dengan tenang lalu menyuruh Felix kembali memutar video yang tadi sempat di pause.
Video kembali berputar, di sana terlihat dan terdengar dengan jelas saat Rose terus membentak Vita dan Vita masih tetap tenang menghadapi bentakan dari Rose.
" Suami? Jangan ngaku ngaku kamu. Asal kamu tau ya, aku ini calon istri nya mas Randy, " Vita menyuruh Felix untuk mempause saat Rose mengatakan jika diri nya calon istri Randy.
" Sayang, kamu mau nikah lagi? Mau poligami gitu? Sama manusia model nya sudah seperti ondel ondel gitu. Kamu sudah rabun, " tanya Vita .
Randy langsung menghampiri Vita dan berlutut di kaki Vita lalu menggenggam kedua tangan Vita.
" Tidak sayang, aku gak pernah niat poligami. Lah kamu satu saja gak habis habis, gak mungkin aku nambah lagi. Apa lagi sama manusia yang model nya begitu, ogah, " bantah Randy gelagapan.
" Jadi, kalau aku habis, kamu mau nikah lagi gitu?, " tanya Vita.
" Ya gak lah sayang, kamu memang nya aku makan bisa habis gitu, " jawab Randy.
" Huh memang iya, kamu tiap malam makan aku. Semenjak sudah tidak puasa lagi, tiap malam kamu minta jatah, " gerutu Vita.
" Ya kan aku sudah lama puasa sayang, dapat lampu hijau ya gas terus gak pakai rem, " balas Randy tanpa dosa.
Yaelah, ini lakik bini bahas begituan lihat situasi dan kondisi dong, mentang mentang yang dengar cuma mereka berdua.
Eh, Felix juga denger tuh kan selalu setia di samping Vita. Si Felix dengar tuh nona dan tuan nya malah bahas begituan ya cuma bisa elus dada, kan dia jomblo yang cukup ngenes.
Tapi kok ya niat awal mau ngamuk malah ribut berdua sama lakik, gimana sih ini bini nya si bos, labil banget.
" Dasar pasangan somplak, gak lihat tempat kalau bahas begituan, " gerutu Felix yang langsung mendapat pelototan tajam dari Vita dan Randy. Yang di pelototin ya cuma cuek saja gak ngerasa berdosa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.