Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 83


__ADS_3

Randy bangkit dan berjalan cepat melewati Mereka semua. Saat sudah hampir mencapai pintu teras samping, Randy tersungkur di lantai karena ada yang menendang punggung nya.


Mereka semua melongo tak percaya, Ayu yang memiliki badan kecil bisa membuat Randy tersungkur jatuh hanya karena satu tendangan.


" Lo berani nekat bawa Vita pulang, habis lo di tangan gue, " ancam Ayu.


Randy bangkit lalu berbalik dan menatap tajam ke arah Ayu. Randy benar benar emosi karena Ayu sudah berani ikut campur urusan rumah tangga nya dan juga dengan berani menendang diri nya.


" Jangan ikut campur urusan rumah tangga kami. Vita istri ku dan aku berhak membawa nya pulang, " ucap Randy emosi.


" Vita sahabat gue dan gue gak rela dia di sakiti sama lo. Dan ini rumah gue, jadi kalau lo mau bawa Vita pulang, lo lewati gue dulu, " balas Ayu dengan senyum seringai.


" Aku tidak berkelahi dengan perempuan, " ucap Randy.


" Bilang saja lo takut. Lo gak akan bisa nyentuh gue dan kalau lo bisa nyentuh gue sekali saja, gue biarkan lo bawa Vita pulang, " ucap Ayu sombong.


" Baiklah dan jangan menyesal dengan ucapan mu, " balas Randy.


" Dan untuk kalian semua, jangan ikut campur, " ucap Ayu lantang menunjuk ke arah teman teman nya dan juga Rei.


Mereka semua seperti terhipnotis dan langsung mengangguk mengiyakan perintah Ayu.


Setelah mengatakan hal itu, Ayu dan Randy mulai bersiap untuk saling menyerang.


Seperti ucapan sombong Ayu tadi, tidak satu pun serangan Randy berhasil menyentuh diri nya. Sementara, Randy sudah beberapa kali terkena pukulan dari Ayu.


Vita memaksa Ririn dan Vira untuk membiarkan nya keluar untuk melerai Ayu dan Randy. Tetapi, Karena perintah Ayu yang menyuruh Ririn dan Vira menahan Vita untuk tidak keluar, maka Mereka terpaksa menahan Vita.


Vita tau, pasti Ayu akan menghajar suami nya itu dan sudah jelas suami nya akan kalah. Bagaimana tidak, Ayu sudah di latih sejak kecil oleh seorang pelatih taekwondo profesional yang di tugaskan untuk mengajari Ayu. Dan saat ini, Ayu memegang sabuk hitam dan tidak lah sulit untuk nya mengalahkan Randy.


Vita sudah tidak sanggup lagi mendengar suara perkelahian antara Randy dan juga Ayu yang sudah bisa di pastikan siapa yang menang. Dengan sekuat tenaga, Vita mendorong Ririn dan Vira hingga terjatuh lalu Ia berlari menuju ke ruang depan.


Vita langsung memeluk Randy saat Ayu sedang bersiap siap ingin menendang Randy. Dengan sigap, Ayu menahan serangan nya.


Ayu berdecak kesal saat melihat Vita menghalangi serangan terakhir nya.


Vita melepas kan pelukan nya dan berbalik menghadap Ayu.


" Lo gila ya Yu menghajar suami gue sampai seperti ini! Kalau suami gue mati, lo mau gue jadi janda muda, " teriak Vita kesal.


" Kalau lo jadi janda, gue paksa Alfian untuk nikahin lo. Tanpa di paksa, Alfian juga pasti mau kok nikahin lo, " jawab Ayu asal sambil tertawa lalu pergi menuju dapur untuk minum tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Aldo, Alfian, Fabian, Reno dan juga Rei terpelongo tak percaya dengan ucapan Ayu dan juga sikap nya saat ini yang dengan santai nya pergi minum tanpa rasa bersalah sudah menghajar Randy.


Vita hanya bisa menahan rasa kesal nya terhadap sikap sahabat nya itu. Vita kembali berbalik menghadap Randy untuk melihat kondisi suami nya itu. Hati nya sakit melihat Randy terluka cukup parah.


" Mas baik baik saja?, " tanya Vita.


Yaelah Vit, ya jelas gak baik baik saja lah. Randy sudah babak belur gitu di hajar Ayu.


" Kamu gak lihat aku babak belur gini. Sahabat kamu itu siapa sih sebenar nya, bisa menghajar aku sampai seperti ini. Kuat banget setiap pukulan yang aku terima, " balas Randy ketus.


" Nanti aku ceritain, sekarang kita ke rumah sakit ya untuk obati luka kamu, " ajak Vita.


" Hmm, " jawab Randy dengan deheman.


Vita memanggil Rei untuk meminta membopong Randy dan membawa ke mobil. Ia ingin pergi sebentar ke kamar Ayu untuk mengambil tas nya.


Setelah itu, Vita berpamitan kepada Ayu dan semua teman teman nya.


" Gue pamit. Thanks lo sudah menghajar suami gue sampai babak belur, " ucap Vita menyindir Ayu.

__ADS_1


" Kan lo yang dulu minta ke gue untuk selalu melindungi lo. Jadi, gue hanya menepati janji gue, " balas Ayu tanpa rasa bersalah.


" Yasudah gue pamit. Sekarang, lo jelasin ke mereka semua. Tuh lihat, wajah mereka pada penasaran minta penjelasan dari lo, " ucap Vita lalu langsung kabur.


Ayu melihat ke arah teman teman nya, dan memang sudah jelas mereka semua minta penjelasan dari Ayu. Dengan terpaksa Ayu menjelaskan kenapa dia bisa dengan mudah mengalahkan Randy.


****


Setelah pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka luka Randy, Rei mengantar kan Randy dan Vita pulang ke kediaman keluarga Djaya.


Rita dan Ilham syok melihat keadaan Randy. Tetapi, setelah mendengar penjelasan Rei, akhir nya mereka hanya bisa menerima keadaan. Setelah menjelaskan semua nya kepada Rita dan Ilham, Rei pamit pulang ke apartemen nya.


Di dalam kamar, Vita dengan telaten merawat Randy. Vita membantu Randy duduk bersandar di tempat tidur. Vita menyentuh dengan lembut setiap luka yang ada di wajah Randy. Randy meringis saat luka nya tersentuh tangan Vita dan hati Vita terasa teriris saat mendengar ringisan Randy.


" Maaf, " ucap Randy lemah.


" Tidak mas, harus nya aku yang minta maaf. Karena aku, kamu jadi di hajar Ayu sampai babak belur, " balas Vita.


" Maaf karena aku tidak percaya pada mu, maaf karena aku menuduh kamu selingkuh, maaf karena sudah berbuat kasar, maaf karena aku selalu nyakitin hati kamu, " ucap Randy tulus.


" Aku sudah maafin kamu. Mana tega aku gak maafin kamu setelah melihat keadaan kamu seperti ini, " balas Vita tersenyum.


Randy memeluk Vita dengan erat. Meskipun badan nya terasa sakit saat memeluk Vita, tapi Ia merasa lega karena sudah kembali bersama istri tercinta nya. Tercinta? Yah, Randy sekarang memang mengakui diri nya telah jatuh cinta kepada Vita.


Ilham dan Rita menutup kembali pintu kamar anak dan menantu nya tersebut dengan perlahan saat melihat Randy memeluk Vita. Mereka mengurungkan niat nya untuk melihat keadaan Randy saat ini. Untuk saat ini, yang di butuhkan anak dan menantu nya adalah waktu berdua.


Randy melepaskan pelukan mereka, lalu menatap kedua mata istri nya dengan lembut.


" Jelaskan kepada ku, kenapa semua teman teman mu ada disana? Kamu menceritakan masalah kita kepada mereka?, " tanya Randy dengan nada lembut.


" Tidak. Ayu yang menceritakan kepada mereka. Ayu terpaksa cerita karena Aldo mendesak nya saat melarang mereka untuk datang ke rumah kita. Tapi kamu tenang saja, mereka tidak akan ikut campur terlalu jauh karena mereka mengerti bahwa ini masalah pribadi kita. Saat di rumah Ayu, mereka juga tidak membahas masalah kita. Kami hanya bercanda tawa seperti biasa. Tapi, untuk Ayu agak sulit karena dulu dia pernah berjanji akan menjaga ku dari siapa saja yang menyakiti ku, tidak peduli itu siapa. Maka nya, dia menghajar mu sampai seperti ini, " jawab Vita merasa bersalah.


" Maafkan aku mas, karena sikap kekanak kanakan ku yang kabur dari rumah, kamu jadi babak belur begini, " ucap Vita dengan air mata yang sudah mengalir.


" Tidak apa apa sayang, aku mohon jangan menangis lagi. Anggap saja ini sebagai hukuman untuk ku karena telah berbuat kasar terhadap istri ku sendiri, " ucap Randy lembut menenangkan istri nya.


Vita mengangguk dan membalas pelukan Randy dengan erat. Ia sangat merindukan pelukan suami nya ini.


" Ngomong ngomong, sahabat kamu itu siapa sih kok bisa kuat banget pukulan nya? Dia juga hebat karena bisa mengelak semua serangan dari ku, " tanya Randy penasaran.


" Aku gak bisa jujur tentang siapa Ayu sebenar nya. Aku hanya bisa bilang, kalau dia pemegang sabuk hitam dalam tingkat taekwondo, " jawab Vita.


" Ehmm pantas dia bisa berkelahi dan dengan sombong nya menantang ku, " ucap Randy kesal.


Vita tertawa di dalam pelukan Randy. Dalam hati nya, Ia bersyukur Ayu tidak membuat suami nya masuk ruang ICU. Mengingat dulu, semua orang yang mengganggu diri nya akan langsung masuk ruang ICU setelah di hajar Ayu.


Vita melepaskan pelukan nya dan menyuruh Randy untuk beristirahat. Randy menuruti perintah istri nya karena memang saat ini seluruh badan nya sakit semua.


Vita membantu Randy berbaring di tempat tidur. Setelah itu, Randy memejamkan mata nya dan tak lama dia pun terlelap tidur.


Setelah Randy tidur, Vita berjalan keluar kamar dengan perlahan takut kalau suami nya terbangun kembali.


****


Vita duduk dengan kepala tertunduk di depan kedua mertua nya. Ia merasa takut karena telah berani kabur dari rumah dan pulang dengan keadaan suami yang babak belur.


" Pi, mi, maafkan Vita karena kabur dari rumah dan mas Randy jadi babak belur, " ucap Vita terbata bata.


" Papi dan mami tidak marah, kami hanya sangat mengkhawatirkan kamu nak. Bagaimana, kalau kemarin malam kamu di ganggu orang jahat saat pergi ke rumah teman mu? Jangan ulangi lagi hal ini ya nak. Dan untuk Randy, anggap saja itu sebagai hukuman untuk nya, " balas Ilham lembut.


" Papi gak akan menuntut Ayu kan karena telah menghajar mas Randy?, " tanya Vita takut takut.

__ADS_1


" Tidak. Papi malah penasaran sama teman kamu itu. Hebat juga dia bisa menghajar Randy, padahal postur tubuh nya kecil dan imut, " jawab Ilham.


" Papi apaan sih malah memuji teman Vita. Gak kasihan apa sama anak nya jadi babak beluk, " ucap Rita kesal.


" Biarkan saja mi, Randy pantas mendapatkan nya.Dan saat dia bangun nanti, papi akan memberikan hukuman lagi. Kalau saja hari ini menantu papi tidak pulang, maka papi yang akan menghajar Randy lebih parah dari pada ini, " balas Ilham santai.


" Jangan hukum Randy lagi pi, kasihan dia, " pinta Rita.


" Papi jangan hukum mas Randy lagi. Ini semua salah Vita jadi tolong jangan hukum mas Randy lagi, " pinta Vita.


" Tentu nak. Sesuai permintaan mu dan mami, papi tidak akan menghukum Randy. Sekarang pergi lah istirahat, " ucap Ilham.


" Baik pi, " balas Vita.


Setelah berpamitan, Vita kembali ke kamar nya untuk beristirahat.


Saat Vita sudah tidak terlihat lagi, Ilham menoleh ke arah istri nya dan menatap kedua mata istri nya dengan lembut.


" Sayang, hukuman Randy aku gantikan ke kamu yah. Malam ini, kita bertarung sampai pagi, " ucap Ilham tersenyum genit.


" Tidak mau. Baru juga sembuh, masa kamu tega mengajak ku bertarung sampai pagi, " tolak Rita.


" Yasudah Tiga ronde deh, " bujuk Ilham.


" Ogah, " tolak Rita lalu beranjak dari sofa dan pergi ke kamar meninggalkan Ilham.


Ilham menyusul istri nya ke kamar, Ia masih berusaha merayu istri nya agar mau bertarung dengan nya malam ini.


Lah si papi, gak ingat umur apa yah. Randy saja masih belum belah duren dengan Vita, eh si papi malah mau nyosor terus dengan mami. Ckckck gak mau kalah sama yang muda.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Curhat dikit yah.


***Maaf kalau ada yang merasa kurang suka dengan episode kemarin dan hari ini tentang Ayu yang terlalu kasar. Sebenar nya, Ayu anak perempuan yang baik, sopan dan selalu bersikap lembut. Hanya saja, kalau menyangkut orang yang menyakiti Vita, dia tidak akan bisa bersikap lembut dan tidak bisa menahan emosi nya.


Bagi nya, Vita sudah seperti saudara perempuan nya sendiri dan dulu dia pernah berjanji akan menjaga Vita dari siapa saja yang menyakiti Vita. Jadi, saat mendengar Randy berbuat kasar terhadap Vita, Ia berfikir harus memberi balasan yang setimpal kepada Randy.


Jadi, mohon maaf kalau ada yang tidak puas dengan beberapa episode kali ini.

__ADS_1


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2