
Setelah saling mengungkapkan perasaan masing masing, kini Vita dan Randy telah bergabung dengan teman teman nya dan juga orang orang desa yang membantu menyiapkan surprise untuk Vita.
Mereka menghabiskan malam terakhir di desa itu dengan musik dan makanan yang berlimpah.
Randy benar benar bersyukur malam ini Ia bisa bersatu kembali dengan istri nya. Sedari tadi, Ia tidak melepaskan tangan nya dari pinggang ramping Vita membuat Vita merasa risih karena terus di perhatikan oleh penduduk desa yang hadir di sana.
" Mas, lepasin tangan nya, malu di lihatin orang banyak, " protes Vita.
" Gak mau, aku ingin terus memeluk mu begini. Kamu tau, aku sangat merindukan diri mu, " ucap Randy yang kini malah menenggelamkan wajah nya di leher Vita dan mengendus endus wangi harum tubuh Vita.
Vita hanya bisa tersenyum kikuk di depan semua orang dan terpaksa membiarkan Randy seperti itu.
" Sayang, " panggil Randy.
" Hemm, " jawab Vita.
" Sayang, " panggil Randy lagi.
" Apa?, " tanya Vita kesal karena Randy terus saja memanggil nya.
" Aku merindukan mu, " ucap Randy.
" Aku juga sangat merindukan mu, " balas Vita tersenyum.
" Sayang, lepaskan aku. Kita juga harus berkumpul dengan yang lain nya, ini malam terakhir kita di sini dan aku ingin berbaur dengan warga desa yang lain, " pinta Vita.
Randy menghela nafas nya dengan berat. Ia tidak rela melepas rangkulan nya bersama Vita, tapi Ia juga tidak ingin istri nya bersedih karena tidak bisa bergabung dengan yang lain nya.
Terpaksa Randy melepaskan rangkulan nya dan membiarkan istri nya bergabung dengan teman teman nya dan warga desa.
Randy bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri Alfian yang sedang bergabung dengan Halim, kepala desa serta beberapa pengurus wisata lain nya.
Randy duduk di samping Alfian dan tersenyum kepada semua yang ada di sana.
" Terima kasih karena telah membantu ku bersatu kembali dengan Vita, " ucap Randy tulus.
" Sama sama. Aku melakukan itu karena tidak ingin melihat Vita bersedih. Ingin rasa nya aku mengatakan kepada nya untuk bercerai dengan mu dan menikah dengan ku, tapi aku melihat tidak ada lagi cinta untuk ku di mata nya. Sekarang ini, dia hanya mencintai mu dan aku tidak akan pernah bisa menggantikan mu di hati nya, " balas Alfian.
" Aku minta maaf karena dulu telah merebut nya dari mu, aku juga minta maaf karena telah memukul mu waktu itu. Aku fikir setelah kami menikah, kamu akan merebut Vita kembali dari ku, tapi nyata nya kamu malah membantu kami agar bisa bersatu kembali, " ucap Randy tulus.
" Aku juga minta maaf untuk pukulan ku waktu itu. Untuk apa aku melakukan itu jika tidak ada lagi cinta untuk ku di mata nya. Aku bahagia melihat dia bahagia, aku memang mencintai nya tapi cinta tidak harus memiliki kan. Cinta sesungguh nya itu, jika kita bisa merelakan diri nya bahagia meskipun bukan karena kita, " balas Alfian.
" Sekali lagi aku ucapkan terima kasih, " ucap Randy dengan setulus hati.
" Sama sama. Tapi ingat, jika kamu menyakiti nya sekali lagi, aku akan merebut nya kembali dari sisi mu, " ancam Alfian.
" Itu tidak akan pernah terjadi. Sekarang, dia hanya akan merasakan cinta dan kebahagiaan dari ku, " ucap Randy.
Randy juga berterima kasih kepada Halim, kepala desa dan warga yang membantu dalam persiapan surprise.
Malam ini adalah awal baru di dalam hubungan nya dan Vita.
****
Malam semakin larut, Warga desa telah kembali ke rumah mereka masing masing. Begitu juga dengan Vita dan yang lain nya, mereka kembali ke tenda mereka.
__ADS_1
Saat kembali ke tenda, drama baru pun di mulai. Randy bersikeras ingin satu tenda dengan Vita, tetapi Vita tidak mau karena tidak ingin Ayu tidur sendirian.
Vita benar benar kesal dengan Randy yang memberikan ide gila kepada mereka. Vita mencubit perut Randy dengan keras karena ide gila nya itu.
Bagaimana bisa Randy memberikan ide gila kalau Rei tidur satu tenda saja dengan Ayu. Bisa bisa, besok Rei tidak akan melihat matahari terbit lagi jika papa Ayu mengetahui nya.
Setelah drama yang cukup panjang dan terasa menyebalkan untuk Vita, akhirnya Alfian yang memutuskan kalau Rei akan tidur dengan nya dan juga Aldo. Sedangkan Ayu, dia akan tidur dengan Vira dan Ririn. Dan terakhir pasti sudah pada tau kan, Randy akan tidur dengan Vita.
Senyum kemenangan tercetak jelas di bibir Randy. Gak mau menunggu lama lagi, Randy langsung menarik tangan Vita masuk ke dalam tenda, dan menarik resleting tenda sampai tertutup sempurna.
Baik Randy dan juga Vita, malam ini rasa nya sulit sekali masuk ke alam mimpi. Meskipun biasa nya mereka tidur dengan saling berpelukan, tapi malam ini terasa sangat beda.
" Kamu belum tidur?, " tanya Randy dengan mata terpejam.
" Belum mas, aku gak bisa tidur, " jawab Vita.
" Kamu tau, jika saat ini kita tidak berada di tenda, aku akan memberikan kamu hukuman karena telah berani menyanyi dan berjoget di atas panggung dan di lihat orang banyak, " ucap Randy.
Deg.
Jantung Vita berpacu semakin cepat. Tau dari mana suami nya kalau kemarin malam dia, ahhh kenapa dia sampai lupa, sudah pasti ini ulah Alfian. Ingat kan Vita untuk mengucapkan terima kasih kepada Alfian besok pagi.
Vita berbalik menghadap Randy. Ia menelan saliva nya susah payah saat melihat seringai mengerikan Randy.
" Sayang, maaf, " ucap Vita manja.
" Sayang, tolong jangan goda aku dengan nada manja mu itu. Kamu tidak ingin kan teman teman mu di sini mendengar suara desahan mu. Saat ini aku berusaha untuk tidak memakan mu, jadi ku mohon jangan goda aku seperti itu, " balas Randy dengan suara parau.
" Ehh mas, anu bukan maksud aku begitu, " ucap Vita terbata bata.
Glek.
Vita kembali menelan saliva nya susah payah. Apa sudah saat nya dia memberikan nya kepada Randy. Rasa nya Ia masih belum siap, takut jika terasa sangat sakit.
Vita memejamkan mata nya dan berusaha untuk tidur, meskipun sulit untuk masuk ke alam mimpi, akhir nya Ia bisa tertidur juga. Setelah Vita tertidur, Randy juga mulai masuk ke alam mimpi.
****
Kini mereka telah berada di dalam pesawat pribadi Randy, setelah tadi pagi mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan penduduk desa yang telah menerima mereka dengan sangat baik.
Teman teman Vita merasa bahagia karena baru pertama kali menaiki pesawat pribadi, begitu juga dengan Vita. Jangan kan naik pesawat pribadi, naik pesawat komersial saja baru sekali itu saat mereka berangkat ke Sumatera Utara.
Tapi tidak untuk Ayu, dia sudah biasa menaiki pesawat pribadi karena orang tua nya juga punya. Tapi, Ayu lebih suka naik pesawat komersial karena bisa berbaur dengan orang orang.
Setelah menempuh penerbangan hampir dua setengah jam, mereka kini tiba di bandara Soekarno Hatta.
Randy menggenggam erat tangan Vita saat mereka menuruni pesawat. Vita merasa lega dan bahagia karena saat ini hubungan nya dengan Randy benar benar di dasar kan cinta bukan karena perjanjian pernikahan.
Di pintu kedatangan, mang Ujang sudah menunggu mereka. Tanpa di perintah, mang Ujang langsung sigap membawakan barang barang majikan nya dan memasukkan ke dalam bagasi mobil.
Di dalam mobil, Randy terus saja bermanja manja dengan Vita dan tidak memperdulikan kalau di dalam mobil juga ada mang Ujang.
" Mas, sudah jangan seperti ini lagi, malu ada mang Ujang, " protes Vita.
" Gak apa apa, mang Ujang juga pasti mengerti kok, " ucap Randy.
__ADS_1
" Mas, aku malu banget, " ucap Vita yang kini wajah nya sudah memerah.
" Gak apa apa nona muda, mamang mengerti. Nona muda tidak perlu malu, nama nya juga tuan muda sudah rindu berat, " ucap mang Ujang.
" Tuh kan dengar, mang Ujang saja bisa mengerti, " ucap Randy.
" Ishhh kamu ini, suka benget melihat aku malu, " balas Vita kesal.
Akhir nya Vita hanya bisa pasrah membiarkan Randy bermanja manja selama perjalanan pulang ke kediaman Djaya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang karena macet nya ibukota, mobil yang di kendarai mang Ujang tiba di halaman kediaman Djaya.
Vita terlihat sangat bersemangat untuk segera bertemu kedua mertua nya, Ia sudah rindu pelukan hangat kedua mertua nya.
Vita segera turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah mencari keberadaan kedua mertua nya.
" Mami papi, Vita pulang, " teriak Vita saat melihat kedua mertua nya sedang duduk di meja makan.
Ilham dan Rita bangkit dan memeluk menantu kesayangan nya itu secara bergantian.
" Welcome home, " ucap Rita lalu kembali memeluk menantu nya itu.
Randy tersenyum bahagia melihat istri dan kedua orang tua nya benar benar saling menyayangi. Ia menghampiri mereka dan memeluk kedua orang tua nya secara bergantian lalu terakhir memeluk istri nya dengan begitu erat. Randy berjanji di dalam hati nya, mulai saat ini Ia akan selalu berusaha memberikan kebahagian untuk istri dan kedua orang tua nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Pasti di dalam hati kalian pada bertanya kenapa saya memilih destinasi wisata di dalam negeri kenapa tidak di luar negeri. Itu karena saya merasa, di dalam negeri kita sendiri saja banyak sekali wisata wisata yang sangat bagus yang bisa di jadikan tujuan wisata keluarga. Ini hanya salah satu contoh tempat wisata di kota saya yang saya rasa bagus untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Dan juga masih banyak lagi di kota saya. Saya yakin di kota kota kalian juga banyak tempat wisata yang bagus bagus untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, huhuhuhu saya juga ingin mengunjungi tempat tempat wisata di kota kalian. Doakan saya yah agar bisa mengunjungi tempat tempat wisata di kota kalian. Aamiinn.
Ada juga yang comment kenapa Vita tidak pergi saja keluar negeri saat Randy tau kebusukan Clara, pulang nya nanti saat Vita sudah sukses. Mau nya sih gitu, tapi Vita kan masih belum melaksanakan Ujian Nasional, jadi gak bisa kabur dulu ke luar negeri, hehehehe.
Setelah ini, mau di bawa kemana yah kelanjutan kisah cinta Randy dan Vita. Di tamatin atau di lanjutin yah????.
Ayo ayo kasih saran nya di kolom komentar.
__ADS_1
Jangan lupa like and vote yang banyak***.