Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 16


__ADS_3

Vita terbengong, ternyata Randy membawa nya ke salah satu toko pakaian di mall tersebut. Ia diam mematung, dengan raut wajah yang tidak tertebak.


" Ngapain aku dibawa kesini? Mau beliin baju atau minta di temanin beli baju? Tapi, toko ini kan khusus pakaian wanita?, " batin Vita.


Randy memperhatikan reaksi Vita yang di rasa nya sangat aneh. Biasa nya, setiap wanita kalau diajak ke toko baju pasti senang. Ini malah kelihatan syok begitu.


" kamu kenapa, kok diam disitu? Ayo masuk, " ajak Randy.


Vita tersadar dari lamunan nya, Ia langsung menatap bingung ke arah Randy.


" Mas ngapain ngajak aku kesini? Mas mau beli baju?, " tanya Vita polos


Plaaaakk...


Randy menyentil kening Vita. Randy mendengus, rasanya Ia kesal melihat reaksi Vita. Harus nya senang diajak belanja baju, ini malah ngomong yang aneh aneh.


" Kamu itu polos, atau bodoh? Gak lihat apa, kalau semua pakaian yang di dalam toko ini hanya ada pakaian wanita, " tanya Randy kesal.


" Ya aku tau mas. Justru itu, aku tanya ngapain diajak kesini? Aku kan gak mau beli baju. Atau, mas mau beliin untuk keluarga mas? Kan gak mungkin juga untuk mbak Clara, dia kan masih di luar negri, " balas Vita masih dengan fikiran polos nya.


" Haisssshhhh, kamu itu sungguh terlalu. Belajar aja pintar, giliran urusan beginian ternyata otak kamu gak jalan, " sindir Randy.


Vita merasa kesal karena di sindir dan di ledekin terus oleh Randy. Sekarang kekesalan nya udah level tingkat dewa. Ia mencebikkan bibir nya, lalu melepaskan genggaman tangan Randy. Vita pergi meninggalkan Randy sendirian di depan toko pakaian wanita.


Randy terlihat emosi ketika Vita tiba tiba melepaskan genggaman tangan nya. Ia lalu mengejar Vita yang berjalan menjauhi dirinya. Saat sudah didekat Vita, Ia menarik tangan Vita agar berhenti.


" kamu mau kemana?, " tanya Randy sedikit membentak Vita.


" Gue mau pulang, gue capek. Ngerti lo? " balas Vita yang juga udah emosi.


" Waahhh, berani sekali kamu bicara pakai lo gue. Ayo ikut aku kembali ke toko baju itu. Kita beli baju untuk kamu, " ajak Randy sambil menarik kasar tangan Vita agar mengikutinya.


Vita menepis tangan Randy dengan kasar dan berbicara sedikit keras dengan Randy.


" Dengar ya tuan Randy, Saya gak mau ikut anda ke toko baju itu. Saya gak mau beli baju apapun, Saya gak butuh baju baru. Untuk apa saya beli baju baru? Baju saya masih banyak, " Ucap Vita penuh penekanan


Beberapa pengunjung, memperhatikan mereka yang bertengkar. mereka bertanya tanya, ini yang bertengkar abang adek atau sepasang kekasih? maklum netizen pada kepo.


Randy menghembuskan nafas nya kasar dan mengusap wajah nya dengan kasar. Ia harus extra sabar menghadapi gadis kecil didepan nya ini. Jika tidak, maka semua yang direncana kan akan berantakan.


Ternyata, menghadapi gadis remaja seperti ini tidak lah mudah. Randy fikir, Ia akan lebih mudah mengatur anak remaja dari pada wanita dewasa. Tapi ternyata, semua itu salah.


" Ayo ikut aku, kita beli beberapa baju untuk mu. Aku mau saat bertemu mami papi, kamu memakai baju yang aku belikan, " rayu Randy dengan suara selembut mungkin.


" Maaf mas, tadi aku bicara kasar. Tapi, kita gak perlu beli baju baru. aku masih punya baju yang bagus untuk dipakai saat ketemu orang tua mas. Sebaiknya kita pulang aja, aku udah lelah banget, " balas Vita yang merasa bersalah karena berbicara tidak sopan.


" Baiklah. Yaudah, kita pulang sekarang. Aku langsung antar kamu ke rumah, " ucap Randy.


" Tapi, motor aku kan masih di kantor mas. Kalau aku gak bawa motor pulang, besok gimana mau pergi ke sekolah?, " tanya Vita.


" Kamu tenang aja, besok pagi aku yang antar kamu ke sekolah. Ayo sekarang kita pulang, " ajak Randy dan dianggukin Vita.


Setelah itu, mereka langsung berjalan keluar mall menuju ke parkiran. Randy menyuruh Vita masuk ke dalam mobil dan diiyakan Vita.


Randy melajukan mobil nya menuju ke rumah Vita. Saat di perjalanan pulang, Vita meminta izin untuk menghidupkan radio.


" Mas, izinin aku hidupin radio ya? aku mau dengar radio. " pinta Vita.

__ADS_1


" Hemm, " Randy hanya membalas dengan deheman.


Setelah mendapat izin, Vita langsung mengarahkan tangannya untuk menghidupkan radio.


" Baiklah pemirsa setia pendengar radio cinta, kami akan mempersembahkan sebuah lagu untuk para pejuang cinta diluar sana. Ini dia, lagu yang berjudul cinta terbaik dari cassandra. selamat mendengarkan, "


Jujur saja ku tak mampu


Hilangkan wajahmu di hatiku


Meski malah mengganggu


Hilangkan senyummu di mataku


Ku sadari aku cinta padamu


Meski ku bukan yang pertama di hatimu


Tapi cintaku terbaik untukmu


Meski ku bukan bintang di langit


Tapi cintaku yang terbaik


Jujur saja ku tak mampu


Tuk pergi menjauh darimu


Meski hatiku ragu


Ku sadari aku cinta padamu


Meski ku bukan yang pertama di hatimu


Tapi cintaku terbaik untukmu


Meski ku bukan bintang di langit


Tapi cintaku yang terbaik


Oh meski ku bukan yang pertama di hatimu


Tapi cintaku terbaik untukmu


Meski ku bukan bintang di langit


Tapi cintaku yang terbaik


Oh meski ku bukan yang pertama di hatimu


Tapi cintaku terbaik untukmu


Meski ku bukan bintang di langit


Tapi cintaku yang terbaik (cintaku yang terbaik)


Tapi cintaku yang terbaik (cintaku yang terbaik)

__ADS_1


Tapi cintaku yang terbaik


Selama lagu diputar, Vita juga ikut bernyanyi. Ia terlihat bahagia saat bernyanyi, suaranya juga bagus. Jadi, saat bekerja di cafe terkadang maneger cafe meminta nya bernyanyi satu dua lagu setiap hari nya.


Randy yang sedang menyetir terkadang melirik kearah Vita.


" Bagus juga suara nya, pasti dia suka bernyanyi, " batin Randy lalu tersenyum tipis.


" Bagaimana pendengar radio cinta, apakah lagu cinta terbaik sudah bisa mewakili perasaan kalian, para pejuang cinta diluar sana. Semoga bisa ya pendengar tercinta. Ayo terus berjuang, semoga si dia bisa mengerti kalau cinta kita untuk nya adalah yang terbaik. Ayo ayo semangat para pejuang cinta, "


" Suara kamu bagus. Kamu sering bernyanyi ya?, " puji Randy.


" Terima kasih mas. Iya, aku sering bernyanyi di cafe tempat ku bekerja. Manager bilang, suara aku bagus dan pengunjung suka. Jadi, manager meminta aku bernyanyi satu dua lagu tiap hari nya, " jawab Vita.


Randy hanya mengangguk angguk kan kepala nya saat mendengar jawaban Vita.


Tak berapa lama, mobil yang dikendarai Randy sampai di rumah Vita. Randy menghentikan mobil nya tepat di depan rumah Vita.


" Terima kasih ya mas, udah antar aku pulang. Besok pagi, jangan lupa jemput aku. Jangan sampai telat ya mas, " ucap Vita.


" Iya, kamu tenang aja. Oiya, ini KTP kamu aku kembalikan. Sekarang, kamu masuk dan istirahat, " balas Randy sambil menyodorkan KTP Vita.


Vita mengangguk lalu mengambil KTP nya dan pamit untuk masuk ke dalam rumah.


Sebelum turun dari mobil, Vita berpesan kepada Randy untuk berhati hati saat di perjalanan pulang.


" Hati hati mas, jangan ngebut, "ucap Vita tulus.


" Iya, terima kasih, " balas Randy.


Vita keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah nya.


Setelah dilihat Vita sudah masuk ke dalam rumah, Randy mulai menjalankan mobilnya. Ia mengendarai mobilnya langsung pulang kerumah. Randy tidak kembali lagi ke kantor karena sudah sore hari, kantor nya juga udah tutup.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Maaf ya readers kalau cerita nya agak membosankan.


Saya hanya ingin membuat hubungan vita dan randy berjalan perlahan lahan dan sedikit membuat pertengkaran pertengkaran kecil antara mereka sebelum menikah.


Semoga para readers tidak merasa bosan.


terima kasih. 🙇🙇

__ADS_1


__ADS_2