Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
Extra Part 7


__ADS_3

Setelah menjalani operasi dan sedikit bumbu bumbu drama dari Randy, akhir nya Vita melahirkan kedua bayi kembar nya dalam keadaan sehat dan sempurna.


Lengkap sudah kebahagiaan keluarga Djaya karena kali ini Vita melahirkan dua bayi kembar berjenis kelamin laki laki. Ilham sangat bahagia karena akan ada penerus Djaya dari Randy.


Kini, Vita telah berada di ruang rawat VVIP di temani oleh seluruh keluarga. Tidak hanya dari keluarga Djaya, Keluarga Blakes juga sudah tiba di Indonesia karena sebelum nya Samantha memiliki firasat jika Vita akan melahirkan sebelum HPL, jadi Ia memaksa suami nya untuk berangkat secepat nya. Ternyata, firasat nya benar karena begitu tiba di Indonesia, mereka mendapat kabar jika Vita sudah melahirkan.


Untuk Ziya dan keluarga nya di Singapura, mereka akan berangkat besok siang karena Putra masih ada meeting dengan klien di pagi hari nya. Namun, mereka sudah lebih dahulu melakukan panggilan video call karena Ziya sudah tidak sabar melihat kedua keponakan nya yang lucu dan tampan seperti ayah nya.


Begitu juga dengan Aro dan ibu nya, mereka akan berangkat besok karena Aro juga masih ada pekerjaan yang tidak bisa Ia tinggalkan. Meskipun, Ia sudah tidak sabar untuk bisa segera menemui keponakan baru nya, Ia tetap harus menyelesaikan terlebih dahulu semua pekerjaan nya karena ada ribuan karyawan yang berada di bawah naungan perusahaan nya.


" Rand, gimana rasa nya menemani istri melahirkan?, " tanya Rita sambil menggendong cucu nya.


" Mengerikan, mi, " jawab Randy sambil terus mengelus puncak kepala Vita.


" Mengerikan gimana?, " tanya Rita.


" Ya itu, mi, perut Vita di belah terus di keluarkan anak Randy. Setelah itu, di jahit lagi perut Vita. Randy melihat nya sampai lemas, mi. Kalau tidak memikirkan Vita, mungkin Randy sudah pingsan, mi, " jawab Randy jujur.


" Sekarang, kamu tau gimana perjuangan seorang istri melahirkan anak anak mu. Jadi, jangan pernah sekali pun menyakiti hati istri mu. Ingat lah perjuangan istri mu dari hamil hingga melahirkan anak anak mu. Istri mu bertaruh nyawa untuk melahirkan mereka. Sayangi istri mu, buatlah dia selalu bahagia, " tutur Ilham.


Randy mengangguk kan kepala nya lalu mencium tangan Vita berulang kali. Papi nya benar, istri nya sudah rela mengandung anak anak nya dan melahirkan mereka. Terlebih selama hamil anak anak mereka, bahkan saat hamil Queen dulu, Vita tidak pernah mengeluh, malahan Vita sangat bahagia dan menikmati hari hari nya selama mengandung, melahirkan dan menyusui.


" Hal itu juga berlaku untuk kamu, Alfian. Papi tidak ingin mendengar kamu menyakiti Amanda, " Alfian yang tadi sedang bermain dengan bayi Randy yang berada di gendongan Samantha refleks menatap Ilham dan mengangguk kan kepala nya cepat cepat. Papi nya terlihat sangat menyeramkan jika menyangkut kebahagiaan keluarga nya.


" Oh iya Vit, Rand, siapa nama anak kalian. Kalian sudah menyiapkan nama untuk mereka berdua kan?, " tanya James dan di anggukin oleh seluruh keluarga karena tidak sabar mengetahui nama untuk kedua bayi tampan itu.


Vita dan Randy saling tatap lalu mengalihkan pandangan mereka ke arah seluruh keluarga yang sedang menanti. Mereka berdua tersenyum dan mengangguk kan kepala.


Vita menyuruh Randy untuk memberitahukan siapa nama kedua bayi mereka dan dengan bangga nya Randy menyebut kan kedua nama putera nya.


" Daffa Aliansyah Djaya untuk anak kedua Randy yang ada di gendongan mami dan Daffi Aliansyah Djaya untuk anak ketiga Randy yang ada di gendongan mommy Samantha, " ucap Randy.


" Daffa dan Daffi, " gumam mereka berbarengan.


" Nama yang bagus, " ucap Ilham dan James berbarengan.


Rita dan Samantha juga setuju dan sangat menyukai nama pemberian Randy, begitu juga dengan keluarga yang lain.


" Daffa dan Daffi, mereka berdua yang akan meneruskan dan membuat Djaya group semakin berkembang lagi nanti nya, " putus Ilham.


" Loh pi, gimana dengan Queen, anak nya Alfian dan anak nya Zi?, " tanya Randy tidak terima dengan keputusan Ilham. Bukan tidak setuju, hanya saja Ia berfikir Queen, serta anak nya Alfian dan Ziya juga punya hak atas Djaya Group.


" Kamu tenang saja Rand, papi sudah lebih dahulu membahas ini dengan semua nya. Untuk Queen, dia akan meneruskan bisnis James sesuai dengan keputusan James saat Queen masih di dalam kandungan. Untuk anak Ziya dan Alfian, mereka akan mewarisi perusahaan dari masing masing orang tua mereka karena itu sudah menjadi kewajiban mereka. Dan untuk Djaya group, Daffa dan Daffi lah yang akan mewarisi nya. Meskipun begitu, mereka akan tetap saling bekerja sama untuk membuat perusahaan kita semua semakin berkembang, " jawab Ilham.

__ADS_1


" Ya sudah, jika memang keputusan ini yang terbaik untuk semua nya, Randy setuju, " ucap Randy.


" Daffa, Daffi, kalau sudah besar jangan jadi sultan sombong dan arrogant seperti ayah kalian ya, " ucap Alfian kepada kedua bayi yang sedang berada di gendongan Rita dan Samantha.


" Alfian, jangan pengaruhi anak anak ku dengan omongan mu yang tidak bermutu itu ya, " omel Randy tidak terima.


" Tidak bermutu gimana sih mas, kan yang aku bilang itu benar. Kamu itu sultan yang sombong dan arrogant, " ledek Alfian.


Randy tersenyum sinis " Memang nya kamu tidak, bukan nya kamu juga begitu. Jangan bisa nya bilangin orang lain, lah diri sendiri saja juga begitu malah lebih parah sampai dapat julukan Devil, " balas Randy membuat Alfian kesal setengah mati.


" Sudah sudah, kalian ini selalu saja seperti ini, seperti anak anak saja. Tidak malu apa, sudah tua masih saja meributkan hal kecil, " lerai Ilham karena melihat Alfian ingin membalas ledekan Randy.


" Mau sampai kapan pun, kami kan tetap anak kecil di mata mami dan papi, " ucap Alfian dan Randy berbarengan membuat Ilham mendengus kesal dan semua tertawa bahagia.


****


Sepuluh tahun kemudian.


Hari ini bertepatan hari minggu dan seluruh keluarga sedang menikmati hari libur mereka di kediaman Djaya. Namun, tidak dengan Alfian dan keluarga kecil nya. Mereka sedang berada di Australia karena daddy Amanda sedang sakit dan mereka semua berkunjung kesana untuk menjenguk nya.


" Bunda, apa tidak ada film yang lain? Daffa tidak suka nonton drama Korea, " protes Daffa.


" Daffi juga gak suka, bun. Ganti yang lain saja film nya, " timpal Daffi menyetujui saudara kembar nya.


" Kalian saja yang tidak suka sedangkan yang lain nya suka tuh. Sudah, duduk dengan tenang dan manis atau kalian tiduran juga boleh seperti kakak, " jawab Queen yang sedang tiduran dengan kepala nya berada di pangkuan Randy.


" Sudah sudah, kalian nikmati saja film nya. Lihat, ayah, grandma, grandpa saja juga suka nonton drama Korea. Sekarang bunda tanya, memang nya kenapa kalian tidak suka dengan drama Korea?, " tanya Vita lembut.


" Tidak suka dengan pemain laki laki nya, " jawab Daffa dan Daffi serempak.


" Lah kenapa?, " tanya semua orang penasaran.


Daffi menatap Daffa menyuruh kakak kedua nya itu untuk menjawab " Karena wajah para pemain laki laki nya lebih cantik dari pada pemeran wanita nya, " jawab Daffa dan di anggukin Daffi pertanda setuju dengan jawaban saudara kembar nya.


Semua orang tertawa mendengar jawaban Daffa. Ada ada saja pemikiran kedua saudara kembar itu, meskipun jawaban mereka ada benar nya sih karena banyak sekali laki laki Korea yang terlihat sangat imut dan manis.


" Kan gemesin, dek, " goda Queen.


" Ihhh gemesin gimana sih, kak. Geli tau lihat mereka pakai pakai make up seperti kakak dan bunda, " bantah Daffa dan Daffi.


" Kalian tau tidak, bunda kalian ini dulu nya sangat tergila gila dengan salah satu boyband Korea. Bahkan, ayah saja sampai di cuekin oleh bunda kalian setiap bertemu dengan mereka, " ucap Randy.


" Ehh serius, yah?, " tanya Queen dan twins berbarengan.

__ADS_1


Randy mengangguk kan kepala nya " Serius banget malahan. Tidak hanya drama Korea, bunda juga suka nonton film India, " jawab Randy.


" Pantesan, yah, " ucap Queen ambigu.


" Pantas kenapa, kak?, " tanya semua orang penasaran.


" Pantas saja bunda itu baperan kadang juga lebay, " jawab Queen tanpa dosa.


" Queen, " teriakan Vita membuat Queen terkesiap. Waduh, salah besar sudah membangunkan singa yang sedang tidur. Kena hukuman deh setelah ini.


Daffa dan Daffi menatap Queen dan tersenyum mengejek seraya berkata, syukurin tuh kak, bakalan kena hukuman deh dari bunda, hehehe.


Ilham dan Rita tersenyum melihat keakraban keluarga kecil anak dan menantu mereka. Tidak menyangka, jika keputusan Randy dulu menikahi Vita adalah keputusan yang terbaik dan dengan kesabaran serta ketulusan hati Vita, akhir nya bisa meluluhkan hati Randy dan membuat Randy mencintai Vita sepenuh hati nya.


Mereka berdua berdoa, semoga keluarga mereka selalu di limpahkan cinta, kasih sayang serta kebahagiaan tiada henti, Aamiin.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Tamat.


Seriusan kali ini tamat ya akak.


__ADS_2