
Setelah beberapa hari Clara di makam kan, James dan samantha pamit untuk pulang kembali ke New York. Sebenar nya, Samantha masih ingin tinggal di Indonesia dan berada dekat dengan Vita, namun karena pekerjaan suami nya yang tidak bisa di tinggal lebih lama lagi, dengan berat hati Samantha ikut pulang dengan suami nya.
" Mommy jaga kesehatan ya di sana, jangan banyak fikiran juga. Vita gak mau dengar mommy sakit, " ucap Vita sambil menggenggam erat kedua tangan Samantha.
" Iya sayang, mommy akan baik baik saja. Kamu kapan kapan main ke New York ya, mommy ingin ajak kamu berkeliling New York, " balas Samantha lalu membalas genggaman tangan Vita.
Vita mengangguk lalu memeluk Samantha. Setelah itu, Ia melepaskan pelukan nya dan beralih kepada James.
" Daddy jaga mommy ya di sana. Awas saja kalau daddy sibuk kerja terus dan mengabaikan mommy. Daddy juga harus jaga kesehatan, jangan sampai lupa makan karena lebih fokus sama pekerjaan, " ucap Vita.
James tersenyum lalu memeluk Vita " Iya nak, daddy akan mendengar kan semua nasehat kamu. Daddy senang karena keinginan daddy memiliki anak perempuan sekarang sudah terkabul. Kamu di sini juga jaga diri kamu dan kesehatan kamu. Kalau ada apa apa cepat kabari daddy, " balas James lalu melepas pelukan mereka.
James melirik ke arah Randy yang berdiri di samping Vita. Terlihat sangat jelas jika Randy sedang menahan amarah nya karena istri tercinta nya telah di peluk oleh seorang pria. Meskipun, pria itu sudah di anggap istri nya sebagai ayah nya sendiri tetap saja bagi Randy James adalah seorang pria, sifat possesive nya terlalu mendominan.
" Vit, kamu harus ingat ya, untuk sekarang ini kamu dan anak anak kamu menjadi prioritas utama bagi daddy setelah mommy. Jadi, jika ada siapa pun yang menyakiti kamu, kamu langsung bilang sama daddy. Itu juga berlaku untuk kamu Rand, " ucap James lalu melirik Randy dengan tajam.
" Ingat ya Rand, jika kamu menyakiti puteri ku, aku tidak akan segan segan membawa nya jauh dari mu sampai kamu tidak akan pernah bisa bertemu lagi dengan nya. Jangan anggap remeh peringatan ku ini, " tegas James dengan nada serius dan menatap tajam kedua mata Randy.
Randy merangkul bahu Vita lalu mencium kilas pelipis Vita kemudian membalas tatapan James " Uncle tenang saja, aku tidak akan mungkin menyakiti nya. Menyakiti nya, sama saja aku menyakiti diri ku sendiri, " balas Randy dengan nada yang tak kalah tegas dan serius.
James memukul pelan bahu Randy " Uncle pegang janji mu, " ucap James lalu berpamitan kepada Rita dan Ilham serta anak anak XIIipa1 yang sudah mencuri sedikit perhatian nya karena sikap yang saling menjaga satu sama lain.
Tak lupa, James berpesan kepada Felix untuk selalu siap siaga menjaga Vita. Dan jangan sampai Vita dan bayi yang di kandungan nya terluka.
Setelah berpamitan kepada semua orang, James merangkul pinggang Samantha dan berjalan menuju pesawat pribadi nya yang sudah siap untuk terbang.
****
Randy menyuruh Vita untuk beristirahat di kamar tetapi di tolak oleh Vita. Ia masih ingin bercanda tawa dengan sahabat sahabat nya. Dengan terpaksa Randy menuruti keinginan istri nya dari pada istri nya merajuk, lebih ribet lagi urusan nya. Bisa bisa, malam ini Ia akan tidur di luar.
Vita melihat Felix yang masih tetap setia berdiri mengawasi mereka, menyruh Felix untuk duduk bergabung di karpet bulu dengan nya dan anak anak yang sedang bermain permainan monopoli.
" Felix, sini ikut duduk jangan berdiri saja, " ajak Vita.
" Tidak nona, saya di sini saja berdiri mengawasi nona, " tolak Felix sehalus mungkin agar Vita tidak tersinggung.
" Ck, " Vita berdecak kesal lalu melotot kepada Felix " Duduk atau ku patahkan kaki mu itu, " perintah Vita dengan nada sedikit meninggi.
Semua orang terkejut dengan ucapan Vita. Baru kali ini Vita berkata mengancam seperti itu. Mereka pun menelan saliva mereka susah payah dan bergidik ngeri saat melihat Vita berdiri dan berkacak pinggang lalu semakin menajam kan mata nya ke arah Felix yang masih setia berdiri mematung.
" Felix, kamu masih tidak mendengarkan aku?, " pekik Vita dengan suara semakin meninggi.
Randy mengkode Felix untuk menuruti perintah Vita dan duduk dengan mereka di bawah. Felix pun mengangguk samar lalu berjalan perlahan dan menduduk kan tubuh nya di atas karpet bulu.
Vita kembali duduk setelah Felix sudah duduk bergabung di bawah lalu menepuk pelan bahu Felix " Good boy. Lain kali kalau aku suruh duduk ya duduk jangan membantah. Atau aku akan patah kan kedua kaki mu agar tidak bisa berdiri lagi, " ucap Vita dengan nada dingin lalu terkekeh membuat semua orang menjadi semakin ngeri dengan sikap Vita.
" Itu momsky? Kok ngeri gitu sih? Kerasukan kali ya?, " bisik Ririn kepada Ayu yang berada di samping kiri nya.
" Shutt, nanti kedengeran Vita bisa gawat. Mungkin hormon kehamilan kali, " balas Ayu berbisik.
" Ahh, gak gitu juga lah. Masa hormon kehamilan bisa buat momsky jadi seperti itu. Kerusakan arwah David kali maka nya serem gitu, " celetuk Ririn.
" Huss, bicara mu itu ngawur. Amit amit Vita sampai kerasukan, gak kerasukan saja kadang menyeramkan apa lagi kerasukan, " balas Ayu yang di balas anggukan kepala oleh Ririn.
Ya memang benar sih, kadang kadang Vita bisa sangat mengerikan dengan sikap nya yang kadang berubah menjadi galak dan menyeramkan jika mereka melakukan sesuatu yang di anggap Vita salah. Dari dulu gak berubah, jiwa emak emak nya selalu muncul kalau sudah menyangkut mereka.
" Kok pada diam sih, ayo lanjut lagi, " ucap Vita dengan girang lalu menyuruh Aldo mengocok dadu nya karena kini giliran Aldo untuk bermain. Mereka semua mengangguk patuh lalu Aldo mulai mengocok dadu nya.
Setelah dua jam bermain, Vita mengeluh kepada Randy karena Ia sudah merasa lelah. Randy pun mengajak Vita untuk pergi ke kamar untuk beristirahat.
Vita merentangkan kedua tangan nya ke arah Randy, meminta untuk di gendong ke kamar. Randy yang paham istri nya minta di gendong, dengan sigap langsung menggendong istri nya.
Sebelum Randy melangkah kan kaki nya, Vita berpesan kepada teman teman nya " Guys, kalian makan dulu di sini sebelum pulang. Dan jangan mengganggu aku dan mas Randy di dalam kamar. Ingat, JANGAN GANGGU, " pesan Vita dengan menekan kan di akhir kalimat.
__ADS_1
Semua orang mengangguk lalu Vita menyuruh Randy segera membawa nya pergi ke kamar mereka.
Setelah Vita dan Randy sudah menghilang dari pandangan, mereka semua membuang nafas dengan kasar.
" Gila, gila. Itu beneran momsky? Ngeri ah lihat nya, kadang baik, kadang manja, kadang nyeremin, " ucap Ririn sambil bergidik ngeri.
" Iya yah, momsky sekarang kelihatan jauh lebih menyeramkan kalau marah dari pada dulu saat belum nikah dan hamil. Sekarang, beh hantu saja kalah menyeramkan nya, " timpal Vira.
" Huss, jangan begitu. Nama nya juga wanita hamil, hormon nya gak stabil, " ucap Alfian membela Vita.
" Ihhh, gak gitu ahhh popsky. Ini mah seperti bukan momsky. Jangan jangan momsky kerasukan arwah David, " celetuk Ririn membuat semua orang melotot kepada nya karena di sana masih ada Felix.
Ririn yang merasa telah salah berbicara hanya menyengir dan garuk garuk kepala nya yang tidak gatal.
" Sorry, " cicit Ririn sambil menatap Felix.
Felix hanya menganggukan kepala nya lalu pamit undur diri kembali ke halaman depan mengontrol anak buah nya yang sedang berjaga di depan rumah.
" Mulut lo Rin di jaga dong, gak enak kan sama Felix, " tegur Alfian.
" Iya iya sorry, gak lagi lagi deh, " ucap Ririn merasa bersalah.
Alfian mengangguk lalu menyuruh semua sahabat nya untuk beristirahat di kamar yang biasa mereka gunakan saat menginap sampai nanti waktu makan malam tiba.
****
Di dalam kamar, Randy merebahkan tubuh istri nya dengan hati hati takut menyakiti istri dan juga anak nya. Setelah itu, Ia ikut merebahkan tubuh nya di samping istri nya dengan posisi miring menghadap Vita.
Randy mengelus lembut pipi Vita, sesekali Ia cium pipi, kening dan bibir Vita karena merasa gemas. Sejak hamil, tubuh Vita semakin berisi dan pipi nya juga semakin tembem.
" Sayang, " panggil Randy dengan lembut.
" Hemm, " saut Vita dengan berdehem.
" Kadang bosan sih meskipun anak anak sering datang ke sini. Memang nya kenapa sayang?, " jawab Vita lalu bertanya kepada Randy.
" Emm begini sayang, kan kita gak pernah honeymoon. Bagaimana kalau kita pergi honeymoon?, " jawab Randy.
Vita tertawa lalu ikut memiringkan tubuh nya menghadap Randy dnegan hati hati takut menyakiti baby nya.
" Sayang kalau kita pergi sekarang nama nya bukan honeymoon tapi babymoon, " ucap Vita.
" Yah apa lah itu istilah nya yang penting kita pergi bulan madu. Sekalian aku mau ajak kamu liburan. Aku ingin membahagiakan mu dengan mengajak mu pergi ke tempat yang kamu inginkan, " balas Randy.
" Liburan ya? Emm, memang nya kamu gak sibuk sayang?," tanya Vita.
" Aku bisa atur sayang, kan ada Rei juga yang akan menghandle selama aku tidak masuk kantor, " jawab Randy.
" Ya sudah deh aku mau, " ucap Vita.
" Ok, sekarang katakan kamu mau pergi liburan plus babymoon nya ke mana?, " tanya Randy antusias.
Vita berfikir sejenak kira kira di mana tempat yang mengasyikkan untuk di kunjungi mereka. Setelah berfikir sejenak, Vita akhir nya memutuskan akan pergi ke mana.
" Korea Selatan, " jawab Vita dengan mata berbinar.
" Korea Selatan? Boleh juga pilihan kamu. Lalu, nanti di sana kamu mau ke mana saja?, " tanya Randy.
" Banyak banget tempat yang mau aku tuju di sana. Nanti aku buat list nya ya sayang. Kalau boleh tau, kita di sana nanti berapa lama?, " jawab Vita lalu balik bertanya kepada Randy.
" Dua minggu, nanti aku kosongin waktu aku selama dua minggu untuk liburan kita di sana, " jawab Randy.
" Yeyyy, dua minggu di Korea, " pekik Vita bahagia lalu memeluk Randy.
__ADS_1
" Sayang, nanti waktu di sana bawa aku ketemu Siwon Choi ya, " pinta Vita.
" Siwon Choi, siapa dia?, " tanya Randy dengan alis bertautan.
" Itu loh artis dan penyanyi boy bad Super Junior. Sini aku kasih lihat foto nya, " jawab Vita lalu dengan cepat mengambil ponsel Randy yang ada di saku celana Randy lalu membuka aplikasi Intagr*m dan mencari Ig nya Siwon.
Setelah ketemu, Vita segera membuka nya dan memilih salah satu postingan gambar Siwon dan menunjukkan nya kepada Randy dengan sangat antusias.
Kedua mata Randy membulat sempurna saat melihat foto yang di tunjukkan Vita.
" Jangan lupa loh sayang ajak aku ketemu Siwon, aku mau cubit pipi nya dan berfoto dengan nya. Aku tuh kepingin banget loh sayang bisa berfoto dengan nya, " ucap Vita antusias tanpa tau kalau wajah suami nya sedang menahan kesal dan amarah.
" Sabar Rand, sabar, " gumam Randy dalam hati.
" Hemm, nanti aku usahakan kita bisa bertemu dengan nya, " balas Randy dengan menggeram kesal.
" Yey, terima kasih sayang. I love you, " ucap Vita lalu mencium kilas bibir Randy.
Senyum tipis terukir di bibir Randy saat Vita mencium bibir nya. Rasa kesal dan marah nya sedikit berkurang.
" I love you too, " balas Randy.
" Sayang, menurut diagnosa dokter kandungan mu, bayi kita sehat dan tumbuh dengan baik. Hari ini, aku boleh ya jengukin bayi kita. Aku sudah tidak sabar menyapa nya di bawah sana, " ucap Randy sambil menaik turunkan alis nya.
" Hah? Sekarang?, "tanya Vita gelagapan.
" Hemm, " jawab Randy dengan berdehem lalu dengan gerakan cepat sudah berada di atas Vita.
" Sayang, " cicit Vita lalu menelan saliva nya susah payah karena melihat kabut gairah di mata suami nya.
" Aku sudah tidak tahan lagi sayang. Sudah lama aku berpuasa dan sekarang aku menginginkan mu, " ucap Randy.
Tanpa menunggu balasan dari Vita, Randy sudah mendaratkan bibir nya di bibir mungil Vita, mencium nya dan melum*t nya. Vita yang mulai terbuai membalas ciuman dari Randy.
Sore itu, mereka melakukan nya setelah berpuasa sekian lama. Kamar mereka yang hening kini di isi dengan suara desah*n yang saling menyaut dan menikmati kebersamaan mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.
__ADS_1