Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 30


__ADS_3

Pagi nya, Vita terbangun karena suara dering handphone yang memekakkan telinga nya. Dengan berat hati, Ia membuka mata nya yang masih sangat mengantuk.


" Siapa sih, pagi pagi nelpon. Ganggu tidur syantik gue aja, " omel Vita.


Vita beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju meja rias nya. Lalu, mengambil handphone nya yang masih berada di dalam tas yang tadi malam Ia kenakan.


Ia melihat nama yang tertera di layar dan seketika mata nya membelalak.


" Haiisshh, pagi buta nelpon gue. belom puas apa, tadi malam ketemu gue. Pagi pagi, udah buat mood gue berantakan aja, " omel Vita.


Setelah mengomel, Ia mengangkat telpon dari Randy yang terus aja berdering.


" Ada apa babang, pagi pagi buta udah nelpon? Belom puas tadi malam ketemu?, " omel Vita begitu mengangkat telpon dari Randy.


" Tingkat ke ge-er an kamu tinggi juga ternyata ya, " sindir Randy.


" Sekali kali, gak apa apa lah ge-er. Terus, ngapain mas nelpon pagi pagi buta? Ganggu orang tidur aja,n" tanya Vita dengan nada ketus.


" Kalau bukan karena mami juga, aku malas mau nelpon kamu, " balas Randy juga dengan nada ketus.


" Mami? Kenapa dengan mami mas?, " tanya Vita khawatir.


" Mami baik baik aja. Cuma tadi malam, sewaktu aku sampai rumah mami pesan, besok pagi pagi jemput kamu untuk sarapan bersama. Jadi, sekarang kamu mandi karena aku sedang dalam perjalanan jemput kamu, " jawab Randy.


" Haaahhh? Gak salah mas? ini masih jam setengah enam?, " tanya Vita terkejut.


" Udah gak usah protes, sekarang kamu mandi. Kalau aku sampai, kamu belum siap, awas aja kamu, " ancam Randy.


" Iya iya, " Vita langsung menutup telpon nya dan melempar asal handphone nya ke tempat tidur. Lalu menyambar handuk dan lari ke kamar mandi.


Sepuluh menit kemudian, Vita keluar dari kamar mandi menyelesaikan acara ritual mandi nya. Setelah itu, Ia memakai seragam sekolah nya lalu duduk di meja rias nya, memoles wajah nya hanya dengan bedak putih baby dan menyisir rambut nya.


Saat vita sedang menyisir rambut nya, terdengar suara ketukan dari pintu depan. Vita bergegas menyelesaikan sisiran rambut nya, lalu berjalan keluar kamar menuju pintu.


Sesampainya didepan pintu, Ia memutar kunci lalu membuka pintunya dan terlihat Randy sudah berdiri di sana.


Vita mempersilahkan Randy masuk dan meminta izin untuk masuk lagi ke dalam kamar untuk mengambil tas sekolah nya.


Gak butuh waktu lama, Vita udah kembali lagi ke ruang tamu dengan tas sekolah yang sudah berada di punggung nya, lalu mengajak Randy untuk berangkat.


Mereka pun berjalan keluar rumah dan tak lupa vita mengunci pintu rumah nya. Lalu mereka berjalan menuju mobil dan masuk kedalam mobil.


Randy segera menghidupkan mesin mobil dan menginjak pedal gas menuju ke arah rumah nya kembali.


Selama perjalanan, Vita mengajak ngobrol Randy agar Ia tidak tertidur. Ia masih merasa mengantuk,nmeskipun biasanya juga Ia terbangun di jam segini. Tapi kali ini, entah mengapa Ia masih sangat mengantuk.


" Mas kan gak perlu jemput aku pagi pagi begini. Aku bisa kok berangkat sendiri ke rumah mas, " ucap Vita.


" Kalau kamu berangkat sendiri kerumah aku, yang ada aku dimarahi mami, " balas Randy.


" Hmmm. Terus, kenapa mami kok tiba tiba minta aku sarapan bersama dirumah?, " tanya Vita bingung.


" Gak tau. Udah deh jangan cerewet, aku mau fokus nyetir nih, " balas Randy ketus.

__ADS_1


" Iya iya maaf. Yaudah babang fokus nyetir lagi ya, " ucap Vita.


" Kenapa, kamu suka sekali panggil aku babang? Udah, panggil mas aja, " tanya Randy ketus.


" Suka aja panggil mas dengan panggilan babang. Selain aktor korea, cuma mas aja yang aku panggil babang. Itu tu, panggilan sayang aku untuk para cowok tampan, " jawab Vita senyum senyum, sambil bayangin babang babang korea yang tampan tampan.


" Ooo, jadi aku tampan menurut mu?, " tanya Randy dengan menaikkan satu alis nya.


" Tampan. Tapi, gak setampan babang korea, " jawab Vita.


" Hmmm, hasil oplas juga di bilang lebih tampan, " balas Randy cemberut.


" Gak usah cemberut babang. Meskipun mereka jauh lebih tampan, tapi tetap aja yang aku nikahi itu kamu, " rayu Vita.


" Terserah, " balas Randy masih cemberut.


Vita hanya senyum senyum melihat Randy yang cemberut.


" Kalau lagi seperti ini aja, gemesin. Tapi kalau lagi nyebelin, pengen banget jambak jambak itu rambut nya, " batin Vita.


Karena keasyikan ngobrol, gak terasa mereka udah sampai di halaman rumah Randy. Randy menghentikan mobil dan mematikan mesin. Lalu mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Mereka langsung ke ruang makan dan terlihat Rita dan Ziya sedang menyiapkan makanan di meja makan. Mereka langsung menghampiri Rita dan Ziya.


" Pagi mi, mbak Ziya, " sapa Vita, lalu mencium punggung tangan Rita.


" Pagi sayang. Pagi vit, " balas Rita dan juga Ziya.


" Gak usah nak, ini udah siap kok. Kamu duduk aja sama randy ya, mami mau panggil papi kamu untuk turun, " balas Rita.


" Iya mi, " jawab Vita.


Rita pergi ke lantai dua untuk memanggil suami nya untuk sarapan bersama, karena yang lain sudah menunggu.


Sambil menunggu Rita dan Ilham, Vita mengobrol singkat dengan Ziya. Sementara, Randy hanya sibuk dengan handphone nya.


" Rasya kemana mbak, kok gak kelihatan? " tanya Vita.


" Rasya masih tidur Vit. Mbak gak tega bangunin nya. Nanti setelah sarapan, baru mbak bangunin diam " jawab Ziya.


Vita manggut manggut mendengar jawaban Ziya. Gak berapa lama, Rita dan Ilham bergabung di meja makan. Vita beranjak dari duduk nya dan ingin menyiapkan makanan di piring semua orang.


Saat Vita ingin mengambilkan makanan, Rita mencegah Vita dan menyuruh nya duduk kembali. Vita akhirnya menurut aja, karena Rita bersikeras menyuruhnya untuk tetap duduk di kursinya.


Kali ini, Rita yang memulai mengambilkan makanan untuk semua orang. Vita merasa sungkan, karena Rita mengambilkan makanan untuk nya. Namun, ketika Ia protes, Rita malah melototkan matanya. Akhirnya, Vita pasrah aja.


Mereka mulai memakan sarapan yang disediakan Rita. Di sela sela sarapan, Vita memulai obrolan.


" Mi, lain kali gak usah minta mas Randy jemput aku pagi pagi. Kasian mas Randy mi, pagi pagi udah bangun. Aku bisa kok, kemari sendiri. Mami tinggal telpon aku aja malam nya, " ucap Vita.


" Gak apa apa sayang. Lagi pula, mana bisa mami biarin kamu pagi pagi buta bawa motor sendiri. Bahaya sayang, " balas Rita.


" Tapi mi, aku sungkan, " balas Vita.

__ADS_1


" Gak perlu sungkan sayang. Oiya Rand, nanti siang kamu jemput Vita dari sekolah nya. Terus, antar dia ke cafe untuk kasih surat resign. Setelah itu, kalian langsung ke butik karena janji temu nya dipercepat, " ucap Rita.


" Astaga, aku lupa buat surat resign nya, " ucap Vita tiba tiba, sambil memukul kening nya pelan.


" Kamu ini, " balas Randy ketus.


" Ya maaf mas. Habisnya, tadi malam aku langsung tidur setelah bersih bersih, " jawab Vita merasa bersalah.


" Yaudah Rand, jangan dimarahi. Nanti, kamu suruh Rei buatkan surat resign nya, " kali ini Ilham yang berbicara.


" Iya pi, " jawab Randy singkat.


" Terima kasih ya mas. Maaf udah ngerepotin, " ucap Vita.


" Hmmmm, " balas Randy dengan deheman.


Mereka kembali memakan sarapan nya. Setelah selesai, Vita membantu membereskan piring kotor. Sementara, Randy pergi ke kamar nya untuk berganti baju kerja nya.


Tak berapa lama, Randy turun dan mengajak vita untuk berangkat. Mereka pamit kepada Rita dan Ilham, lalu keluar rumah menuju mobil dan masuk ke dalam nya. Randy menghidupkan mesin dan mengendarai nya menuju sekolah Vita.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Maaf readers, kalau ceritanya terlalu lambat. Vita juga masih belum menikah.


Sejujurnya, memang saya tidak ingin buru buru membuat Vita cepat menikah dengan Randy.


Saya masih ingin menceritakan kehidupan mereka sebelum menikah. Sedikit drama sekolah dan akhir cerita cinta Vita dengan Alfian.


Jadi, saya harap readers bersabar dan tidak merasa bosan.


Terima kasih. 🙇🙇


Jangan lupa like dan vote nya ya akak***.

__ADS_1


__ADS_2