
" Di mana Vita, Rei?, " tanya Farrel.
Semua memandang ke arah Farrel lalu kembali menunduk lesu. Rei menarik nafas nya dalam dalam lalu mengangkat kepala nya, memandang lekat ke arah Farrel dan berucap.
" Vita, dia di culik, " jawab Rei lirih.
" Aapaa, " pekik Farrel terkejut.
Tubuh Farrel menegang mendengar berita Vita di culik. Fikiran nya tiba tiba kosong dan tak bisa berfikir apa pun. Setelah kembali menguasai diri nya, Ia melangkah maju menghampiri Rei lalu mencengkram kerah kemeja Rei.
" Apa maksud mu Vita di culik? Siapa yang menculik nya? Lalu, kenapa kalian masih diam di sini? Kenapa kalian tidak mencari nya, hah?, " Farrel melontarkan banyak pertanyaan dengan nada yang terdengar begitu emosi.
" Kami juga belum mengetahui siapa yang menculik nya. Aku sudah menyuruh anak buah ku mencari tahu dan kami masih belum mendapat kabar, " jawab Rei lirih.
Farrel melepas cengkraman nya dari kerah kemeja Rei lalu manjambak rambut nya frustasi. Bagaimana bisa Vita di culik. Memang nya adik kecil nya itu punya musuh sampai harus di culik. Tapi tunggu.
" Rei, aku baru ingat sesuatu, " ucap Farrel tiba tiba.
" Kenapa Rel?, " tanya Rei.
" Aku baru ingat dan lupa memberitahukan kepada kalian waktu itu. Saat kita di panti asuhan, aku melihat ada sebuah mobil hitam yang seperti nya mengikuti kita dan memantau gerak gerik Vita, " jawab Farrel.
" Apa maksud mu? Kenapa tidak bilang dari awal?, " tanya Rei.
" Mobil hitam apa maksud mu nak? Apa kau melihat orang yang ada di dalam nya?, " tanya Ilham menimpali.
" Maaf kan aku, aku tidak mengatakan nya karena ku fikir itu bukan masalah. Waktu itu, aku sedang duduk di taman dengan Vita dan kalian bermain dengan anak anak panti. Aku tidak sengaja melihat ada mobil hitam terparkir di seberang panti dan kelihatan nya seseorang yang berada di mobil itu melihat terus ke arah aku dan Vita. Aku tidak bisa melihat siapa orang itu, karena dia memakai topi dan kaca mata hitam, " jawab Farrel sambil mengingat ingat.
" Jadi, selama ini Vita sudah di pantau oleh seseorang. Tapi siapa?, " tanya Ilham.
" Pi, apa jangan jangan ini ulah Clara?, " tanya Rei menduga duga.
" Jika ini ulah Clara, dia tidak akan mungkin melukai Randy dan menculik Vita. Pasti, dia akan melukai Vita dan membawa Randy pergi, " jawab Ilham.
" Benar juga, lalu siapa musuh kita kali ini?, " tanya Rei membuat nya frustasi.
" Mas Rei, aku.., " ucapan Ayu terhenti karena mendengar suara ketukan pintu ruangan rawat Randy.
" Masuk, " ucap Ilham memberi perintah.
Pintu ruangan rawat Randy terbuka dan terlihat dua orang anak buah Rei. Mereka masuk dengan membawa laptop dan membungkuk memberi hormat kepada Rei dan juga Ilham.
" Sudah ada informasi?, " tanya Rei.
" Sudah tuan, " jawab salah satu anak buah nya.
" Tunjukkan, " ucap Rei.
Kedua anak buah tadi mengangguk lalu membuka laptop nya dan menunjukkan hasil rekaman cctv yang di dapat nya dari salah satu toko yang ada di lokasi kejadian. Sebenar nya semua nya bisa di dapat kan lebih mudah dan cepat jika seandai nya cctv yang ada di toko roti yang di kunjungi Randy dan Vita tidak rusak. Namun naas nya, saat kejadian sedang berlangsung, cctv di toko roti tersebut memang dalam keadaan rusak dan belum di perbaiki.
" David brengs*k, " maki Rei saat melihat rekaman cctv tersebut.
" David?, " beo mereka semua.
" Siapa David, Rei?, " tanya Ilham.
" Teman kuliah kami dulu pi, " jawah Rei.
" Lalu, kenapa dia menculik Vita? Apa mereka saling kenal?, " tanya Ilham.
" Papi ingat saat kami bertiga pergi ke sebuah acara, itu adalah acara ulang tahun nya David dan mereka bertemu di sana. Rei fikir, David jatuh cinta dengan Vita saat itu, " jawab Rei.
" Hah, menantu ku ternyata sangat luar biasa. Pesona nya benar benar bisa membuat orang jatuh cinta hanya dalam satu kali pertemuan, " celetuk Ilham tiba tiba.
Rita memukul lengan suami nya itu. Bisa bisa nya di dalam keadaan genting seperti ini, berbicara hal yang tidak penting seperti itu.
" Kenapa mami pukul papi?, " tanya Ilham dengan raut wajah kesal.
" Karena mami kesal sama papi. Bisa bisa nya, papi berbicara seperti itu di saat seperti ini. Gak penting pi, " jawab Rita lebih kesal lagi.
" Papi kan hanya memuji menantu papi. Memang nya salah?, " tanya Ilham dengan wajah tanpa dosa.
" Bukan saat yang tepat papi, " geram Rita.
Ilham terkekeh lalu sedetik kemudian wajah nya kembali serius dan menatap kedua anah buah Rei.
" Kalian sudah melacak ke mana mobil yang membawa menantu ku pergi?, " tanya Ilham mengintimidasi.
" Su..sudah tuan, " jawab salah satu anak buah Rei.
" Ke mana?, " tanya Ilham.
" Mobil itu pergi ke bandara Soekarno Hatta dan mereka melakukan penerbangan dengan pesawat pribadi menuju Bandung, " jawab anak buah Rei.
__ADS_1
" Bandung, " beo Ilham.
" Huh, ini akan menjadi pencarian yang panjang. Seperti nya, teman kalian yang nama nya David bukan orang sembarangan, " ucap Ilham.
" David Blakes, anak dari seorang pengusaha terkenal asal Amerika. Dan sekarang, diri nya yang mewarisi seluruh perusahaan dan kekayaan orang tua nya. Dia masih memiliki darah keturunan Indonesia dari almarhumah nenek nya dan sering berkunjung ke Indonesia, " jawab Rei.
" Selidiki terus keberadaan mereka. Secepat nya berikan kami informasi, " perintah Ilham.
" Baik tuan. Kalau begitu kami permisi, " pamit anak buah Rei.
Setelah itu, kedua anak buah Rei melangkah pergi meninggalkan ruang rawat inap Randy.
Ayu berdiri dan berjalan menghampiri Rei. Raut wajah nya terlihat sangat serius membuat Rei mengernyitkan kening nya.
" Ada apa sayang?," tanya Rei.
" Biarkan aku membantu, " jawab Ayu.
" Tapi, kamu yakin?, " tanya Rei.
" Aku yakin mas. Keselamatan Vita lebih penting dari sekedar siapa diri ku sebenar nya. Aku gak peduli jika mereka tau siapa aku. Lagi pula, kita berurusan dengan orang yang tidak mudah di jangkau. Kamu harus tau, jika David Blakes juka bermain di dunia seperti daddy ku, " jawab Ayu mantap.
" Benar kah itu?, " tanya Rei tak percaya.
" Ya benar. Kita harus secepat nya mencari keberadaan Vita sebelum dia membawa nya keluar negeri. Jika itu sampai terjadi, maka kita semua tidak akan pernah bertemu lagi dengan Vita. Beruntung, dia masih memikir kan kandungan Vita yang masih lemah, jadi dia tidak membawa Vita terbang jauh, " jawab Ayu mantap.
Rei menghela nafas nya dengan berat. Namun, berbeda dengan semua orang yang ada di sana, mereka bingung dengan ucapan Ayu yang mengatakan siapa diri nya dan bermain di dunia yang sama seperti orang tua nya. Memang nya, apa yang di sembunyikan Ayu.
" Baik lah, jika itu keputusan mu, " ucap Rei dan Ayu mengangguk.
Setelah itu, Ia mengambil ponsel nya dari dalam tas lalu mendial nomor daddy nya.
" Hallo dad, I need your help, " ucap Ayu.
****
" Kenapa kamu melakukan hal ini? Itu bisa membahayakan bayi kita, " ucap pria itu dengan lembut.
Wanita itu mendongak kan kepala nya lalu menatap pria itu dengan sinis.
" Kau sungguh menjijikkan, " ucap wanita itu.
Pria itu tertawa terbahak bahak lalu mengelus lembut rambut wanita yang ada di hadapan nya, tetapi tangan nya langsung di tepis keras.
" Untuk apa kau menculik ku, David?, " tanya wanita itu yang tak lain adalah Vita.
" Anak mu? Dalam mimpi mu, " maki Vita dan David hanya tersenyum mendengar makian Vita.
" Lalu, kenapa kau bekerja sama dengan ular keket itu?, " tanya Vita sambil menunjuk wanita yang ada di dekat pintu dengan dagu nya.
" Ular keket, " beo David lalu menoleh ke belakang.
Tawa nya kembali pecah saat mengetahui siapa ular keket yang di maksud Vita.
" Julukan yang unik sayang, " jawab David saat tawa nya terhenti dan kembali menatap Vita.
" Kami hanya mempunyai misi yang sama. Tapi kamu tenang saja, dia tidak akan berani menyakiti mu, " ucap David.
" Aku tidak takut dengan ulat keket itu, " balas Vita angkuh.
" Cih, " cibir Clara. Ia merasa kesal karena di sepelekan oleh Vita.
" Ahh ya benar, kamu memang wanita pemberani. Karena itu lah, aku bisa jatuh cinta dengan mu, " ucap David.
" Lepas kan aku David, biarkan aku pergi, " seru Vita lantang.
" Tidak akan pernah, " bentak David.
" Sebaik nya, kita keluar dari kamar ini sekarang dan pindah ke kamar kita yang sesungguh nya. Tempat ini sudah tidak layak lagi untuk di tempati karena kamu sudah menghancurkan nya sayang, " ucap David melembut.
" Aku tidak akan kemana mana, " balas Vita sengit.
David emosi mendengar penolakan Vita. Ia mengcengkram kedua pipi Vita dengan keras membuat Vita meringis kesakitan.
" Lebih baik kau turuti semua perintah ku atau aku akan membunuh bayi yang ada di dalam perut mu itu, " ancam David.
Kedua mata Vita berkaca kaca mendengar ancaman David. Ia tidak ingin kehilangan bayi nya. Bahkan sekarang Ia teringat dengan Randy, bagaimana kondisi suami nya sekarang, Ia tidak tau. Dan menurut nya, yang paling penting sekarang adalah keselamatan bayi nya.
" Ba..baiklah, aku akan turuti perintah mu tapi tolong jangan sakiti bayi ku, " ucap Vita memelas.
" Ini baru wanita ku. Aku suka sekali jika kamu menuruti perkataan ku, " balas David lalu melepaskan cengkraman nya dari kedua pipi Vita dan mengelus nya dengan lembut.
Kening Vita berkerut saat melihat David bersiap siap akan menggendong nya.
__ADS_1
" Mau apa kau?, " tanya Vita ketus.
" Menggendong mu ke kamar kita. Aku tidak akan membiarkan kamu lelah dan itu akan membahayakan bayi kita, " jawab David.
" Aku bisa jalan sendiri, " tolak Vita mentah mentah.
" Tidak, aku akan menggendong mu. Ikuti perkataan ku atau aku akan menyuruh dokter untuk menggugurkan bayi mu itu sekarang juga, " ancam David.
Kedua mata Vita membulat sempurna lalu Ia menggeleng kan kepala nya.
" Tolong jangan lakukan itu, aku mohon, " ucap Vita dengan mengatupkan kedua tangan nya.
" Tentu sayang, jika kamu menuruti semua perkataan ku, " balas David.
" Baik, aku akan turuti perkataan mu tapi tolong jangan lakukan apapun terhadap bayi ku, " ucap Vita.
" Bagus, " balas David lalu menggendong Vita bridal style dan berjalan keluar kamar menuju ke kamar spesial nya, melewati Clara serta beberapa pelayan begitu saja.
Selama perjalanan, Vita hanya menunduk. Dalam hati nya, Ia memohon maaf kepada suami nya karena telah di gendong oleh pria brengs*k ini.
David membuka pintu kamar nya sedikit susah karena menggendong Vita. Setelah pintu terbuka, Ia masuk ke dalam kamar lalu menutup nya kembali. Ia berjalan ke arah tempat tidur dan meletakkan Vita di atas tempat tidur dengan hati hati.
Setelah meletakkan Vita di atas tempat tidur, David duduk di tepi tempat tidur di samping Vita.
" Ini kamar kita mulai saat ini, " ucap David.
Vita mengedarkan pandangan nya ke seluruh kamar. Banyak sekali tergantung bingkai foto di dinding kamar itu.
" Kenapa banyak sekali foto foto ku? Kau menguntit ku?, " tanya Vita tak percaya.
David tertawa mendengar ucapan Vita.
" Aku menyuruh anak buah ku untuk mengikuti mu dan memotret mu setiap saat lalu mereka mengirim kan nya kepada ku. Hanya ini yang bisa aku lakukan saat berada jauh dari mu. Tapi sekarang tidak perlu lagi, karena kamu sudah berada di sisi ku, " jawab David.
" Kau benar benar gila, " umpat Vita.
" Ya, aku gila. Aku tergila gila pada mu sejak pertama kali melihat mu, " ucap David.
" Cih, " cebik Vita lalu memalingkan wajah nya dari David.
" Kamu tau sayang, kamu wanita pertama yang bisa menggetarkan hati ku. Dari sekian banyak wanita yang aku temui dan tiduri, hanya kamu yang bisa membuat ku hilang kendali seperti ini. Aku sungguh sangat mencintai mu, " ucap David dengan nada tulus.
Vita menoleh kembali ke arah David dan menatap dalam kedua mata David. Ia bisa melihat keseriusan dan ketulusan dari ucapan David tadi.
" David, ini tidak benar. Aku sudah menikah dan sedang mengandung anak dari suami ku. Aku mohon lepas kan aku, biarkan aku kembali bersama suami ku, " ucap Vita lembut, berharap David akan luluh.
Mata David berkilat marah, Ia tidak terima mendengar ucapan Vita. Vita merasa takut melihat David kembali marah, Ia tidak ingin David melukai bayi nya.
" Dengar, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepas kan mu. Kamu milik ku dan hanya akan menjadi milik David Blakes. Aku akan membuat mu bercerai dengan pria bodoh itu dan menikah dengan ku, " balas David.
David menggenggam tangan Vita dan menatap Vita begitu dalam lalu berucap.
" Aku ingin kita hidup bahagia bersama karena aku sungguh sangat mencintai mu, " ucap David.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Duhh, banyak yang menebak jika yang menculik Vita adalah Aro/kak Al. Kasian banget yah jadi Aro, hehehe.
__ADS_1
Ternyata yang menculik Vita adalah David yang sudah bekerja sama dengan Clara. Hadehhh, ular keket lagi ular keket lagi. Musnah saja lah kau. Wkwkwk.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak***.